Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Walikota Jaya Negara Ikuti Persembahyangan Hari Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

BALIILU Tayang

:

walikota jaya negara
SEMBAHYANG: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengikuti persembahyangan Hari Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Sabtu (16/12). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengikuti persembahyangan Hari Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Sabtu (16/12).

Persembahyangan bersama Hari Saraswati di Pura Agung Jagatnatha dipuput Ida Pedanda Gede Putra Mas, Griya Mas Balun.

Tampak hadir dalam kesempatan ini, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, I Ketut Suteja Kumara, Sekda Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana, beserta seluruh kepala OPD di lingkungan Pemkot Denpasar.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara di sela-sela persembahyangan bersama menyampaikan Hari Saraswati diperingati pada setiap Saniscara Umanis Watugunung yang merupakan hari suci bagi umat Hindu sebagai simbol turunnya ilmu pengetahuan. Persembahyang Saraswati di Pura Agung Jagatnatha ini karena Pura Agung Jagatnatha berada di pusat Kota Denpasar, dan banyak masyarakat dari kabupaten lain tinggal di Denpasar yang tidak sempat pulang bisa melaksanakan persembahyangan di sini. Sedangkan di sekolah-sekolah tetap berlangsung persembanyangan bersama oleh guru dan siswa.

Persembahyangan Hari Saraswati memiliki tujuan untuk memohon keberkahan, kebijaksanaan, dan inspirasi dalam pencarian ilmu pengetahuan dan seni. Selain itu, kita berharap agar Dewi Saraswati melindungi dan memberikan kemampuan intelektual serta kebijaksanaan untuk mencapai kesuksesan dalam bidang pendidikan dan pengembangan diri. Persembahyangan ini juga merupakan ungkapan rasa syukur dan penghormatan terhadap Dewi Saraswati sebagai perwujudan ilmu pengetahuan dan seni dalam kehidupan.

“Kami atas nama Pemerintah Kota Denpasar menghaturkan rahajeng rahina Saraswati, semoga kita selalu diberikan kekuatan, kesehatan, tuntunan terutamanya ilmu pengetahuan agar meningkatkan kecerdasan dalam melaksanakan kualitas dan swadharma kita masing-masing,” ujar Jaya Negara. (eka/bi)

Baca Juga  Bapenda dan DPMPTSP Denpasar Raih Penghargaan ZI Menuju WBK

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Hari Tari Sedunia di Denpasar, Seniman dari Berbagai Daerah Meriahkan “Naluriku Menari”

Published

on

By

Denpasar, baliilu.com – Semangat pelestarian seni dan budaya kembali menggema di Kota Denpasar melalui peringatan Hari Tari Sedunia Tahun 2026. Berkolaborasi dengan komunitas seni Naluri Manca, Pemerintah Kota Denpasar kembali menggelar kegiatan bertajuk “Naluriku Menari” atau yang dikenal dengan sebutan NAME.

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Lumintang, Denpasar ini berlangsung selama dua hari, 27–28 April 2026. Beragam agenda seni turut memeriahkan kegiatan tersebut, mulai dari Konser Naluriku Menari ke-5 hingga Festival Lomba Tari Bali yang melibatkan generasi muda serta komunitas seni dari berbagai daerah.

Puncak kegiatan berlangsung pada Rabu (29/4), ditandai dengan kehadiran Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang menyaksikan langsung rangkaian pagelaran seni. Turut hadir Anggota DPD RI Provinsi Bali, Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta sejumlah undangan dan pegiat seni.

Di sela kegiatan, Rai Dharmawijaya Mantra menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan “Naluriku Menari” yang dinilai terus berkembang hingga menembus skala nasional. Rai Mantra juga memberikan semangat kepada para seniman muda untuk terus berkarya dan menjaga kreativitas.

“Lanjutkan dan terus berkarya, kreatif sampai mati. Saya kira acara NAME ini hanya ada di Denpasar dan Bali, ternyata sudah merambah nasional. Terbukti dengan hadirnya teman-teman penari dari Jawa Barat hingga Yogyakarta,” ujar Rai Mantra.

Sementara itu, Wakil Walikota Denpasar, Arya Wibawa, menyampaikan apresiasi atas konsistensi komunitas seni dan seluruh pihak yang terus menjaga ruang kreativitas bagi generasi muda melalui kegiatan seni budaya. Menurutnya, “Naluriku Menari” bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan wadah untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya Bali di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga  Antisipasi Penyebaran DBD, Lurah Kesiman Laksanakan Fogging

Arya Wibawa mengatakan bahwa Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen mendukung berbagai ruang kreatif yang mampu menjadi sarana edukasi, pelestarian budaya, sekaligus penguatan karakter generasi muda. Melalui momentum Hari Tari Sedunia ini, ia berharap seni tari Bali tetap hidup, berkembang, dan mampu diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi penerus.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin memberikan ruang bagi seniman muda untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri. Seni dan budaya adalah identitas yang harus terus kita jaga bersama,” ujar Arya Wibawa.

Founder Naluri Manca, Ida Bagus Eka Haristha, menjelaskan bahwa peringatan Hari Tari Sedunia melalui “Naluriku Menari” lahir dari semangat kebersamaan para seniman Bali. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya digagas oleh Naluri Manca semata, melainkan menjadi gerakan bersama dari, oleh, dan untuk para seniman.

Ia mengatakan, pelaksanaan NAME yang kini memasuki tahun kelima terus berkembang secara konsisten hingga mulai dikenal di kancah internasional. Bahkan, “Hari Tari Sedunia Naluriku Menari” telah diusulkan dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Hari Tari Sedunia ini kami laksanakan sebagai bagian dari misi pelestarian budaya dalam balutan semangat Vasudhaiva Kutumbakam. Kami memadukan unsur tradisional dan modern dalam NAME. Terima kasih atas dukungan semua pihak, termasuk Pemkot Denpasar, yang telah memberikan ruang bagi anak-anak muda dan para seniman untuk terus berkarya,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, keberlangsungan kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan komunitas seni dalam menjaga eksistensi seni budaya Bali agar tetap hidup, berkembang, dan mampu menjangkau generasi masa depan. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

WNA Prancis Ditemukan Meninggal di Sungai Belakang Villa di Ubud

Published

on

By

wna meninggal di ubud
EVAKUASI: Personel polisi saat mengevakuasi seorang warga negara asing (WNA) asal Prancis yang ditemukan meninggal dunia di aliran sungai yang berada di belakang Sekarrani Villa, Banjar Kutuh Kaja, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, pada Selasa (28/4/2026) petang. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com –  Seorang warga negara asing (WNA) asal Prancis ditemukan meninggal dunia di aliran sungai yang berada di belakang Sekarrani Villa, Banjar Kutuh Kaja, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, pada Selasa (28/4/2026) petang.

Korban diketahui bernama Garciaz Sébastien Georges Bernard (35), yang saat itu menginap di kawasan Seminyak, Kabupaten Badung. Penemuan jenazah korban berawal dari upaya pencarian yang dilakukan oleh rekan-rekannya setelah korban tidak dapat dihubungi sejak Minggu malam (26/4/2026).

Berdasarkan keterangan para saksi, pada Minggu malam korban sempat berkumpul bersama teman-temannya di villa sebelum akhirnya berniat keluar menuju bar seorang diri sekitar pukul 23.00 WITA. Rekan korban menduga yang bersangkutan pergi menggunakan transportasi online, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.

Namun keesokan harinya, korban tidak kunjung memberikan kabar. Upaya pencarian mandiri pun dilakukan oleh rekan-rekannya hingga ke area sekitar villa dan seberang sungai. Pencarian semakin intens dilakukan pada Selasa (28/4/2026), termasuk dengan bantuan drone, namun belum membuahkan hasil.

Sekitar pukul 17.00 WITA, dua orang pekerja yang membantu pencarian turun ke area jurang di sebelah barat villa. Mereka mencium bau menyengat sebelum akhirnya menemukan tubuh korban dalam kondisi tersangkut di antara bebatuan di dasar sungai. Jenazah ditemukan dalam posisi tengkurap, dengan sebagian tubuh berada di dalam air dan telah mengalami pembusukan.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang. Sekitar pukul 19.30 WITA, personel Polsek Ubud bersama tim gabungan dari Polres Gianyar, BPBD, dan tim medis tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta evakuasi korban. Jenazah berhasil dievakuasi sekitar pukul 21.05 WITA dan selanjutnya dibawa ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar.

Baca Juga  Antisipasi Penyebaran DBD, Lurah Kesiman Laksanakan Fogging

Hasil pemeriksaan awal oleh tim medis menunjukkan adanya tanda-tanda pembusukan lanjut, termasuk kulit yang mengelupas dan kondisi tubuh yang membengkak. Diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar 72 hingga 96 jam sebelum ditemukan.

Seizin Kapolres Gianyar, AKBP Chandra C. Kesuma, melalui Kasi Humas Ipda Gusti Ngurah Suardita menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kematian korban.

“Dugaan sementara korban terjatuh ke jurang dengan kedalaman kurang lebih 30 meter di belakang villa. Namun demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, pihak kepolisian telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari menerima laporan, mendatangi TKP, membantu proses evakuasi, hingga meminta keterangan saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Ubud, sembari menunggu tindak lanjut dari pihak keluarga korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bunda Rai Pimpin Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi di Baturiti dan Marga

Lakukan Bedah Kamar hingga Edukasi Lingkungan

Loading

Published

on

By

Bunda Rai
BERGERAK DAN BERBAGI: Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat menghadiri aksi “Bergerak dan Berbagi” TP PKK Kabupaten Tabanan secara roadshow di Kecamatan Baturiti dan Marga, Rabu (29/4). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Menggerakkan empati menjadi aksi nyata di masyarakat, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan atau yang akrab disapa Bunda Rai, kembali menunjukkan gerakan sosial yang menyentuh langsung masyarakat saat memimpin aksi “Bergerak dan Berbagi” TP PKK Kabupaten Tabanan secara roadshow di Kecamatan Baturiti dan Marga. Rabu (29/4), dengan sentuhan menyeluruh mulai dari bedah kamar ODGJ, pemenuhan gizi bagi kelompok rentan hingga edukasi lingkungan, menghadirkan kepemimpinan inspiratif yang tak hanya terlihat, tetapi benar-benar dirasakan dari hulu ke hilir kehidupan masyarakat.

Kegiatan pertama dilaksanakan melalui aksi nyata bedah kamar di Banjar Mandul, Desa Luwus, Baturiti kepada penerima An. I Made Diana Putra. Kemudian kegiatan dilanjutkan di Wisma PLN Desa Candikuning, Baturiti, yang dirangkaikan dengan aksi sosial bergerak dan berbagi. Kegiatan kedua, yakni kegiatan yang serupa dilaksanakan di Banjar Periga Kangin, Desa Petiga, Marga, yaitu memberikan Bedah Kamar kepada warga An. Ni Nyoman Kartika dan di Banjar Lebah, Desa Marga yaitu Ni Nyoman Garmini, kemudian kegiatan aksi sosial menyapa dan berbagi dipusatkan di Wantilan Desa Marga Dajan Puri, Marga, Tabanan sekaligus di kedua kegiatan dirangkaikan dengan sosialisasi gerakan aksi lingkungan pembuatan lubang biopori.

Bunda Rai saat itu hadir bersama salah satu Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Budiasih Dirga, jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Tabanan, perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, beserta Ketua TP PKK Kecamatan Baturiti dan Marga, jajaran pengurus, serta unsur YKI, K3S, Bunda PAUD dan seluruh penerima bantuan. Sinergi lintas sektor ini menjadi kekuatan dalam memastikan program menyentuh masyarakat secara menyeluruh.

Baca Juga  Taman Janggan Kota Denpasar Ditetapkan Sebagai Ruang Bermain Ramah Anak

Tak hanya itu, Bunda Rai juga turun langsung ke rumah warga untuk memberikan simulasi pembuatan lubang biopori sebagai solusi pengolahan sampah berbasis rumah tangga. Dalam kegiatan tersebut, masing-masing kecamatan menerima 150 alat pelubang biopori guna mendukung program lingkungan berkelanjutan, sehingga diharapkan masyarakat dapat secara mandiri mengelola sampah organik dari rumah tangga mereka, mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.

Selain itu, bantuan sosial bergerak dan berbagi di Kecamatan Baturiti diserahkan kepada 15 penyandang disabilitas, 6 penderita kanker, 10 ibu hamil dengan KEK, 20 lansia, 15 balita gizi kurang, 60 kader PKK kurang mampu, 1 penerima rehab kamar ODGJ, serta bantuan 2 alat bantu dengar dan 2 kursi roda, serta PMT bagi anak PAUD. Sementara di Kecamatan Marga, bantuan diberikan kepada 15 penyandang disabilitas, 6 penderita kanker, 10 ibu hamil dengan KEK, 20 orang lansia, 15 balita gizi kurang dan 80 kader PKK kurang mampu, 2 penerima rehab kamar ODGJ, 4 tripod, 1 walker dan 1 kursi roda.

Adapun jenis bantuan yang diberikan berupa paket kebutuhan pokok dan gizi, yakni 20 kg beras, 3 kotak susu kalsium, 3 kotak susu balita, 3 kotak susu ibu hamil, 5 kg telur, 3 kg kacang hijau serta minyak goreng, sebagai bentuk perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. “Saya ingin agar kita selalu bertatap muka dan tidak terputus, kita terus menyambung silaturahmi dengan masyarakat. Kehadiran saya hari ini untuk memberikan support dan bantuan agar benar-benar dirasakan,” ujar Bunda Rai di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi program agar menjangkau lebih luas, guna memastikan manfaat program dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Ia juga berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan warga terus diperkuat agar upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, serta mampu memberikan dampak positif jangka panjang. “Saya sinergikan seluruh kegiatan ini agar bisa menyentuh masyarakat lebih banyak lagi, sekaligus menyambungkan program dari Ibu Gubernur. Harapan saya semua mendapat perhatian yang merata,” tegas Srikandi Tabanan tersebut.

Baca Juga  Sepekan Kasus Sembuh Terus Bertambah, Hari Ini di Angka 296 Orang

Bunda Rai yang juga selaku Duta PADAS (Palemahan Kedas) Kabupaten Tabanan turut mensosialisasikan pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam memilah serta mengelola sampah sejak dari sumbernya, sehingga dapat mengurangi beban pengolahan di tingkat akhir. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung keberhasilan program PADAS di Kabupaten Tabanan. “Penanggulangan sampah harus dimulai dari rumah tangga, biopori ini tidak hanya sebagai resapan air tetapi juga sebagai pengolahan sampah organik,” jelasnya.

Program lingkungan tersebut juga berkaitan dengan penguatan program Aku Hatinya PKK yang kembali digencarkan menjelang peringatan HKG PKK ke-54 Tahun 2026. Melalui program ini, masyarakat diajak memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan produktif guna mendukung ketahanan pangan keluarga dan peningkatan ekonomi. Selain itu, Bunda Rai juga mensosialisasikan lomba karaoke antar Ketua TP PKK Desa sebagai bagian dari rangkaian perayaan HKG. Pun disampaikan pentingnya peran Posyandu 6 SPM yang saat ini telah terbentuk sebanyak 832 posyandu di Kabupaten Tabanan.

Ia berharap seluruh Posyandu dapat berfungsi optimal sebagai jembatan masyarakat dalam menyampaikan berbagai permasalahan di bidang sosial, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat serta kesehatan. Melalui aksi yang menyentuh dari hulu hingga hilir kehidupan masyarakat, Bunda Rai sangat menekankan agar PKK bukan hanya sekadar gerakan, melainkan kekuatan nyata yang hadir, bekerja, dan memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Tabanan.

Sayu Made Parwati selaku Camat Baturiti mengapresiasi langkah tersebut khususnya dalam edukasi biopori yang dinilai relevan dengan kondisi wilayahnya. “Curah hujan di Baturiti beberapa hari ini sangat tinggi, sehingga biopori ini sangat bermanfaat. Harapan kami seluruh kader PKK dapat mengedukasi masyarakat agar kondisi ini menjadi manfaat, bukan bencana,” ujarnya. Ia juga menambahkan, Gerakan Aksi Sosial ini luar biasa karena masyarakat sejak dalam kandungan hingga lansia semua mendapat perhatian.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Peringati Hari Ibu Ke-97, Tegaskan Komitmen Dukung Pemberdayaan Perempuan

Di kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kecamatan Marga, Ny. Primayani Sugiartha menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan ramah lingkungan. Selain itu, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung program tersebut agar tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari. “Kegiatan ini menjadi pengingat, bahwa kekuatan masyarakat tidak hanya pembangunan fisik tetapi juga kehangatan hati dan solidaritas sosial. Program ini memberi manfaat sekaligus harapan dan semangat bagi masyarakat kami,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca