Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bunda Rai Pimpin Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi di Baturiti dan Marga

Lakukan Bedah Kamar hingga Edukasi Lingkungan

Loading

BALIILU Tayang

:

Bunda Rai
BERGERAK DAN BERBAGI: Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat menghadiri aksi “Bergerak dan Berbagi” TP PKK Kabupaten Tabanan secara roadshow di Kecamatan Baturiti dan Marga, Rabu (29/4). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Menggerakkan empati menjadi aksi nyata di masyarakat, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan atau yang akrab disapa Bunda Rai, kembali menunjukkan gerakan sosial yang menyentuh langsung masyarakat saat memimpin aksi “Bergerak dan Berbagi” TP PKK Kabupaten Tabanan secara roadshow di Kecamatan Baturiti dan Marga. Rabu (29/4), dengan sentuhan menyeluruh mulai dari bedah kamar ODGJ, pemenuhan gizi bagi kelompok rentan hingga edukasi lingkungan, menghadirkan kepemimpinan inspiratif yang tak hanya terlihat, tetapi benar-benar dirasakan dari hulu ke hilir kehidupan masyarakat.

Kegiatan pertama dilaksanakan melalui aksi nyata bedah kamar di Banjar Mandul, Desa Luwus, Baturiti kepada penerima An. I Made Diana Putra. Kemudian kegiatan dilanjutkan di Wisma PLN Desa Candikuning, Baturiti, yang dirangkaikan dengan aksi sosial bergerak dan berbagi. Kegiatan kedua, yakni kegiatan yang serupa dilaksanakan di Banjar Periga Kangin, Desa Petiga, Marga, yaitu memberikan Bedah Kamar kepada warga An. Ni Nyoman Kartika dan di Banjar Lebah, Desa Marga yaitu Ni Nyoman Garmini, kemudian kegiatan aksi sosial menyapa dan berbagi dipusatkan di Wantilan Desa Marga Dajan Puri, Marga, Tabanan sekaligus di kedua kegiatan dirangkaikan dengan sosialisasi gerakan aksi lingkungan pembuatan lubang biopori.

Bunda Rai saat itu hadir bersama salah satu Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Budiasih Dirga, jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Tabanan, perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, beserta Ketua TP PKK Kecamatan Baturiti dan Marga, jajaran pengurus, serta unsur YKI, K3S, Bunda PAUD dan seluruh penerima bantuan. Sinergi lintas sektor ini menjadi kekuatan dalam memastikan program menyentuh masyarakat secara menyeluruh.

Baca Juga  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Dukung Penuh Aksi Sosial TP PKK Bali, Tabanan Jadi Titik Awal 2026

Tak hanya itu, Bunda Rai juga turun langsung ke rumah warga untuk memberikan simulasi pembuatan lubang biopori sebagai solusi pengolahan sampah berbasis rumah tangga. Dalam kegiatan tersebut, masing-masing kecamatan menerima 150 alat pelubang biopori guna mendukung program lingkungan berkelanjutan, sehingga diharapkan masyarakat dapat secara mandiri mengelola sampah organik dari rumah tangga mereka, mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.

Selain itu, bantuan sosial bergerak dan berbagi di Kecamatan Baturiti diserahkan kepada 15 penyandang disabilitas, 6 penderita kanker, 10 ibu hamil dengan KEK, 20 lansia, 15 balita gizi kurang, 60 kader PKK kurang mampu, 1 penerima rehab kamar ODGJ, serta bantuan 2 alat bantu dengar dan 2 kursi roda, serta PMT bagi anak PAUD. Sementara di Kecamatan Marga, bantuan diberikan kepada 15 penyandang disabilitas, 6 penderita kanker, 10 ibu hamil dengan KEK, 20 orang lansia, 15 balita gizi kurang dan 80 kader PKK kurang mampu, 2 penerima rehab kamar ODGJ, 4 tripod, 1 walker dan 1 kursi roda.

Adapun jenis bantuan yang diberikan berupa paket kebutuhan pokok dan gizi, yakni 20 kg beras, 3 kotak susu kalsium, 3 kotak susu balita, 3 kotak susu ibu hamil, 5 kg telur, 3 kg kacang hijau serta minyak goreng, sebagai bentuk perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. “Saya ingin agar kita selalu bertatap muka dan tidak terputus, kita terus menyambung silaturahmi dengan masyarakat. Kehadiran saya hari ini untuk memberikan support dan bantuan agar benar-benar dirasakan,” ujar Bunda Rai di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi program agar menjangkau lebih luas, guna memastikan manfaat program dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Ia juga berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan warga terus diperkuat agar upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, serta mampu memberikan dampak positif jangka panjang. “Saya sinergikan seluruh kegiatan ini agar bisa menyentuh masyarakat lebih banyak lagi, sekaligus menyambungkan program dari Ibu Gubernur. Harapan saya semua mendapat perhatian yang merata,” tegas Srikandi Tabanan tersebut.

Baca Juga  Bunda Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri dan Dukung Pasar Rakyat TP PKK Bangli

Bunda Rai yang juga selaku Duta PADAS (Palemahan Kedas) Kabupaten Tabanan turut mensosialisasikan pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam memilah serta mengelola sampah sejak dari sumbernya, sehingga dapat mengurangi beban pengolahan di tingkat akhir. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung keberhasilan program PADAS di Kabupaten Tabanan. “Penanggulangan sampah harus dimulai dari rumah tangga, biopori ini tidak hanya sebagai resapan air tetapi juga sebagai pengolahan sampah organik,” jelasnya.

Program lingkungan tersebut juga berkaitan dengan penguatan program Aku Hatinya PKK yang kembali digencarkan menjelang peringatan HKG PKK ke-54 Tahun 2026. Melalui program ini, masyarakat diajak memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan produktif guna mendukung ketahanan pangan keluarga dan peningkatan ekonomi. Selain itu, Bunda Rai juga mensosialisasikan lomba karaoke antar Ketua TP PKK Desa sebagai bagian dari rangkaian perayaan HKG. Pun disampaikan pentingnya peran Posyandu 6 SPM yang saat ini telah terbentuk sebanyak 832 posyandu di Kabupaten Tabanan.

Ia berharap seluruh Posyandu dapat berfungsi optimal sebagai jembatan masyarakat dalam menyampaikan berbagai permasalahan di bidang sosial, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat serta kesehatan. Melalui aksi yang menyentuh dari hulu hingga hilir kehidupan masyarakat, Bunda Rai sangat menekankan agar PKK bukan hanya sekadar gerakan, melainkan kekuatan nyata yang hadir, bekerja, dan memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Tabanan.

Sayu Made Parwati selaku Camat Baturiti mengapresiasi langkah tersebut khususnya dalam edukasi biopori yang dinilai relevan dengan kondisi wilayahnya. “Curah hujan di Baturiti beberapa hari ini sangat tinggi, sehingga biopori ini sangat bermanfaat. Harapan kami seluruh kader PKK dapat mengedukasi masyarakat agar kondisi ini menjadi manfaat, bukan bencana,” ujarnya. Ia juga menambahkan, Gerakan Aksi Sosial ini luar biasa karena masyarakat sejak dalam kandungan hingga lansia semua mendapat perhatian.

Baca Juga  PKK Tabanan Gencarkan Sosialisasi PSBS

Di kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kecamatan Marga, Ny. Primayani Sugiartha menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan ramah lingkungan. Selain itu, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung program tersebut agar tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari. “Kegiatan ini menjadi pengingat, bahwa kekuatan masyarakat tidak hanya pembangunan fisik tetapi juga kehangatan hati dan solidaritas sosial. Program ini memberi manfaat sekaligus harapan dan semangat bagi masyarakat kami,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Gubernur Koster: Lindungi Lahan Pertanian Bali di Tengah Tekanan Investasi

Published

on

By

Gubernur Koster saat membuka seminar perlindungan lahan pertanian Bali di Denpasar.
BUKA SEMINAR: Gubernur Bali Wayan Koster membuka seminar bertajuk “Sinergi Pemerintah Daerah, Kementerian ATR/BPN, Notaris dan PPAT untuk Memberikan Perlindungan terhadap Tanah Pertanian Bali di Tengah Arus Investasi serta Menjaga Pembangunan Bali Berkelanjutan” di Hongkong Garden Restaurant, Denpasar Timur, Minggu (20/9) siang. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya perlindungan lahan pertanian Bali di tengah derasnya arus investasi dan perkembangan pariwisata. Menurutnya, pembangunan Bali harus tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian alam, keberlanjutan pertanian, serta kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menjadi Keynote Speaker dalam seminar bertajuk “Sinergi Pemerintah Daerah, Kementerian ATR/BPN, Notaris dan PPAT untuk Memberikan Perlindungan terhadap Tanah Pertanian Bali di Tengah Arus Investasi serta Menjaga Pembangunan Bali Berkelanjutan” di Hongkong Garden Restaurant, Denpasar Timur, Minggu (20/9) siang.

Gubernur Koster memaparkan bahwa Bali pulau kecil dengan tekanan pembangunan besar.  Luas Bali sekitar 5.590 km², kurang dari 0,1 persen luas daratan Indonesia.  Penduduk sekitar 4,4 juta jiwa.  Bali memiliki 57 kecamatan, 636 desa, dan 80 kelurahan. Dengan wilayah yang relatif kecil, Bali menghadapi tekanan pembangunan yang semakin besar, khususnya dari sektor pariwisata dan investasi.

Namun, kata Koster, pariwisata Bali berkontribusi besar bagi Indonesia. Tahun 2025, Bali menerima 7,05 juta wisatawan mancanegara, tertinggi dalam satu dekade terakhir. Angka tersebut tumbuh 11,4 persen dibandingkan 2024. Wisatawan domestik mencapai sekitar 9,3 juta orang. Total kunjungan wisatawan pada 2025 mencapai 16,3 juta orang.  Devisa pariwisata Bali mencapai sekitar Rp 176 triliun.  Nilai tersebut berkontribusi sekitar 55 persen terhadap total devisa pariwisata nasional yang disebut mencapai Rp 319,9 triliun.

Koster menjelaskan indikator makro ekonomi Bali 2025 meningkat. Ia menyampaikan sejumlah indikator pembangunan Bali pada 2025 di antaranya, pertumbuhan ekonomi: 5,82 persen, meningkat dari 5,48 persen pada 2024 dan di atas pertumbuhan nasional 5,11 persen.  PDRB per kapita: Rp 72,66 juta, meningkat dari Rp 67,32 juta pada 2024. Tingkat kemiskinan: 3,42 persen, turun dari 3,80 persen dan disebut sebagai yang terendah secara nasional. Tingkat Pengangguran Terbuka: 1,45 persen, turun dari 1,79 persen dan disebut sebagai yang terendah secara nasional. IPM Bali: 79,37, meningkat dari 78,63 pada 2024. Prevalensi stunting: 8,7 persen, dibandingkan angka nasional 21,5 persen. Koster menegaskan pemerintah kabupaten/kota tetap didorong bekerja lebih keras menangani kasus stunting.

Baca Juga  Bunda Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri dan Dukung Pasar Rakyat TP PKK Bangli

Ketimpangan Sarbagia dan Luar Sarbagia

Koster memaparkan bahwa luas wilayah Sarbagia sekitar 889 km² atau 16 persen wilayah Bali.  Wilayah luar Sarbagia mencapai 4.701 km² atau 84 persen.  PAD Sarbagia mencapai Rp 10,9 triliun atau 83 persen.  PAD luar Sarbagia sekitar Rp 2,3 triliun atau 17 persen.  Koster menyebut ketimpangan tersebut menjadi persoalan serius yang harus ditangani. Infrastruktur menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong pemerataan pembangunan. Kemampuan fiskal Bali yang terbatas membuat pembangunan infrastruktur membutuhkan komunikasi dan sinergi yang kuat dengan pemerintah pusat.

Koster juga menyoroti tekanan ekonomi yang dihadapi petani. Ketika investor menawarkan harga tanah yang nilainya setara dengan 10–20 tahun hasil panen, menjual tanah menjadi pilihan yang sangat manusiawi bagi keluarga petani.

Karena itu, menurut Koster, larangan alih fungsi lahan saja tidak cukup. Perlindungan lahan pertanian harus disertai insentif nyata bagi petani, sehingga mempertahankan sawah menjadi pilihan ekonomi yang layak. Jika persoalan tersebut tidak ditata dengan baik, Koster mengingatkan cita-cita mewujudkan kedaulatan pangan Bali akan sulit tercapai.

Gubernur Koster juga menekankan regenerasi petani juga menjadi tantangan. Tenaga kerja pertanian Bali didominasi masyarakat berusia di atas 50 tahun.  Generasi muda semakin sedikit yang tertarik bekerja di sektor pertanian. Lahan pertanian yang dipertahankan hari ini berpotensi tidak tergarap di masa depan apabila tidak ada regenerasi petani. Karena itu, perlindungan lahan harus berjalan beriringan dengan keberlanjutan profesi dan kesejahteraan petani.

Koster menyampaikan Bali telah memiliki Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Produktif dan Larangan Alih Kepemilikan Lahan secara Nominee. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga lahan produktif Bali dari tekanan alih fungsi dan praktik kepemilikan secara nominee.

Baca Juga  TP PKK Badung dan Bali Bersinergi Salurkan Bantuan di Tiga Desa

Koster mengingatkan pembangunan Bali tidak boleh semata-mata berorientasi pada nilai ekonomi jangka pendek. “Jangan karena uang kita mengorbankan Bali,” tegasnya.

Menurutnya, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan harus memiliki idealisme serta tanggung jawab serius untuk menjaga Bali bagi generasi mendatang.

Pada kesempatan itu, Koster menegaskan bahwa pembangunan Bali berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yaitu menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya demi kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, secara niskala-sakala. Visi tersebut dijabarkan dalam Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125, yang ditetapkan melalui Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023. Nilai pembangunan Bali berangkat dari kearifan lokal Sad Kerthi: Jana Kerthi, Jagat Kerthi, Atma Kerthi,  Segara Kerthi,  Danu Kerthi, Wana Kerthi.

Dengan berpedoman pada visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Koster menekankan pembangunan harus memuliakan alam melalui penguatan tradisi dan kearifan lokal Bali; Perlindungan ekosistem serta kesucian gunung; Perlindungan sumber air, danau, mata air, sungai, laut, dan kawasan konservasi; Pengelolaan iklim; Pengendalian alih fungsi lahan; Pengembangan pertanian organik; dan Perwujudan kedaulatan pangan.

Pada akhir sambutannya, Koster meminta Notaris dan PPAT tidak hanya melihat diri sebagai pihak yang mengesahkan transaksi. Menurutnya, Notaris dan PPAT merupakan garda terdepan dalam pencegahan praktik nominee, karena praktik tersebut dapat melibatkan berbagai bentuk akta dan perjanjian pertanahan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Penanganan Perkara Pertanahan Kementerian ATR/BPN Joko Subagya, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali Eko Priyan, Ketua Pengwil Bali Ikatan Notaris Indonesia I Wayan Muntra, dan Anggota Ikatan Notaris Indonesia se-Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Terima Audiensi WHDI Bali, Ibu Putri Koster Dorong Sinergi Wujudkan SDM Unggul, Berkualitas, dan Berkarakter

Published

on

By

Ibu Putri Koster Terima Audiensi WHDI Bali
TERIMA AUDIENSI: Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menerima audiensi jajaran Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Bali di Gedung Nari Graha, Denpasar, Senin (21/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menerima audiensi jajaran Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Bali di Gedung Nari Graha, Denpasar, Senin (21/9/2026). Pertemuan membahas penguatan sinergi dalam pendidikan karakter, pemahaman nilai-nilai agama Hindu, serta pemberdayaan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Ibu Putri Koster menegaskan dukungannya terhadap keberadaan dan program WHDI Bali sebagai organisasi wanita Hindu yang memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan pemahaman mengenai nilai-nilai dan ajaran agama Hindu di tengah masyarakat.

“WHDI penting untuk terus tumbuh dan aktif di tengah masyarakat sebagai wadah komunikasi dan informasi mengenai ajaran agama Hindu. Dari sini kita dapat memperkuat pemahaman umat sekaligus membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku yang berlandaskan nilai-nilai agama,” ujar Ibu Putri Koster.

Menurutnya, pemahaman agama yang baik juga harus tercermin dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam membangun sikap toleransi dan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman. “Pemahaman agama harus mampu menjadi pegangan dalam kehidupan, termasuk bagaimana kita menjaga tata krama, perilaku, serta toleransi dalam hidup berdampingan dengan umat beragama lainnya,” imbuhnya.

Ketua WHDI Bali, Tjokorda Istri Sri Ramaswati, dalam kesempatan tersebut menyampaikan rencana pelaksanaan webinar bertajuk Catur Guru yang menyasar kalangan remaja, khususnya siswa SMP, SMA, dan SMK.

Webinar tersebut dirancang sebagai salah satu upaya menanamkan nilai-nilai Catur Guru kepada generasi muda di tengah perkembangan era digital. Penguatan pendidikan karakter ini juga diharapkan membantu anak-anak dan remaja dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, termasuk perundungan (bullying).

“Dengan memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang Catur Guru, kita berharap mereka memiliki pegangan dalam berpikir dan berperilaku sehingga tidak keluar dari koridor nilai-nilai agama. Pemahaman yang kuat terhadap Catur Guru diharapkan mampu membentuk karakter individu menjadi lebih baik, kuat, beretika, dan memiliki sopan santun,” ujar Tjokorda Istri Sri Ramaswati.

Baca Juga  Bunda Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri dan Dukung Pasar Rakyat TP PKK Bangli

Ibu Putri Koster juga berharap keberadaan WHDI Bali tidak hanya memberikan manfaat dalam bidang keagamaan, tetapi mengambil peran lebih luas dalam mengedukasi dan mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan, pengajaran agama, serta berbagai kegiatan sosial.

Sinergi antara Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali dan WHDI Bali diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan sekaligus menjadi legacy bagi organisasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Hindu.

“Sinergi ini kita harapkan mampu menjadi legacy bagi organisasi dalam memajukan sumber daya manusia Hindu. Dengan ruang gerak yang berlandaskan ajaran Hindu serta tetap berpijak pada adat, dresta, dan kearifan lokal, kita ingin melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkualitas, dan berkarakter,” pungkas Ibu Putri Koster. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bunda Rai Sosialisasikan Posyandu 6 SPM serta Tinjau Persiapan Lomba Telajakan dan PSBS

Published

on

By

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat membina Posyandu 6 SPM dan meninjau persiapan lomba
PEMBINAAN: Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, saat melaksanakan pembinaan dan sosialisasi Posyandu 6 SPM di Kecamatan Kerambitan sekaligus meninjau persiapan Lomba Telajakan di Desa Tista, Kerambitan, dan Persiapan lomba PSBS di Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Senin (21/9/2026). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Tim Pembina Posyandu. Hal tersebut kembali ditunjukkan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, saat melaksanakan pembinaan dan sosialisasi Posyandu 6 SPM di Kecamatan Kerambitan sekaligus meninjau persiapan Lomba Telajakan di Desa Tista, Kerambitan, dan Persiapan lomba PSBS di Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung secara roadshow tersebut diawali dengan pembinaan dan sosialisasi Posyandu 6 SPM di Banjar Wani, Kerambitan, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan persiapan Lomba Telajakan di Banjar Dauh Pangkung, Desa Tista, Kerambitan dan kunjungan ke SD Negeri 1 Mambang, Selemadeg Timur melihat giat Pengolahan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) SD setempat.  Kegiatan turut dihadiri Kepala Perangkat Daerah terkait dan jajaran Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Perbekel, serta pengurus Posyandu Kecamatan Kerambitan dan Desa Tista.

Setibanya di Banjar Wani, Srikandi Tabanan yang akrab disapa Bunda Rai, disambut hangat oleh kelompok senam lansia. Selanjutnya, Bunda Rai langsung meninjau pelaksanaan 6 SPM sekaligus melihat kinerja para kader dan memberikan sosialisasi terkait tugas serta tanggung jawab masing-masing. Ia memastikan para kader telah memiliki surat keputusan (SK) dan memahami tugas yang diemban, terlebih Posyandu 6 SPM di Banjar Wani telah mulai diterapkan sejak Januari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Rai menekankan pentingnya Posyandu sebagai wadah awal bagi masyarakat dalam menyampaikan berbagai permasalahan, tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga lima bidang pelayanan dasar lainnya. “Saya selaku Tim Pembina Posyandu Kabupaten memberikan sosialisasi dan mengharapkan semua di sini sudah menerapkan 6 SPM. Kebetulan di Banjar Wani ini sudah diterapkan mulai Januari 2026,” ujarnya. Ia juga mendorong agar masyarakat dapat terlebih dahulu menyampaikan kebutuhan maupun permasalahan kepada kader Posyandu untuk kemudian dikoordinasikan dengan perbekel dan OPD terkait apabila diperlukan.

Baca Juga  Bunda Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri dan Dukung Pasar Rakyat TP PKK Bangli

Menurut Bunda Rai, keberhasilan program tersebut membutuhkan sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan serta keterlibatan aktif para kader dalam mendata dan membantu mencarikan solusi atas persoalan masyarakat.

“Sosialisasi harus dilakukan kepada masyarakat secara terus-menerus. Nanti kader bisa memberikan edukasi dan mencatat permasalahan agar bisa mencarikan jalan keluar yang tepat. Kita harus selalu bersinergi, berkoordinasi dan bekerja sama agar program bisa berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Roadshow kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Telajakan di Desa Tista. Bunda Rai bersama jajaran melihat langsung berbagai tanaman yang ditata untuk memperindah lingkungan, seperti bunga kamboja, pohon bunga bougenville, pohon bunga sandat, kacang tanah dan tanaman lainnya. Peninjauan juga menyasar ke rumah warga sebagai rumah percontohan, termasuk pemanfaatan lahan melalui tanaman obat keluarga (TOGA), warung hidup dan lumbung hidup, serta sumber pangan tambahan berupa sayuran, buah-buahan, serta pemanfaatan lahan untuk ternak ayam. Bunda Rai pun memberikan apresiasi atas upaya warga memanfaatkan pekarangan agar memberikan manfaat bagi keluarga.

Kunjungan berikutnya menyasar SD Negeri 1 Mambang yang merupakan juara pada tahun sebelumnya dalam pengelolaan sampah melalui program PSBS (Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber). Bunda Rai meninjau langsung berbagai inovasi yang telah dilakukan sekolah, di antaranya pemanfaatan ecobrick sebagai pagar taman, ruang khusus pembuatan maggot, serta sejumlah teba modern yang telah digunakan dan bahkan sudah memasuki tahap panen. Selain itu, sekolah juga memiliki berbagai poster edukasi terkait sampah, tanaman sayuran dan buah, serta kolam lele berbahan terpal. Melihat berbagai upaya tersebut, Bunda Rai mengapresiasi kreativitas dan inovasi yang telah dilakukan.

“Ini merupakan inovasi yang luar biasa dan harus terus dikembangkan,” ujarnya.

Bunda Rai juga mendorong agar berbagai hasil karya dan inovasi yang telah dibuat dapat ditata serta ditempatkan dengan baik, sehingga tetap memberikan nilai edukasi sekaligus menjaga keindahan lingkungan sekolah.

Baca Juga  Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” TP PKK Tabanan Banjir Pembeli

“Karya-karya anak-anak ini sangat luar biasa, tetapi harus ditata dengan baik agar lingkungan sekolah tetap terlihat rapi, bersih dan indah,” ungkapnya.

Menurutnya, pengelolaan lingkungan membutuhkan kreativitas sekaligus kolaborasi seluruh pihak agar berbagai program dapat berjalan secara berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan dalam memperkuat sinergi lintas sektor melalui pemberdayaan masyarakat, kepedulian lingkungan dan pelayanan dasar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca