Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Unud Gelar Pencanangan ZI WBK Fakultas dan Pascasarjana, Dirangkaikan Refleksi Akhir Tahun 2023

BALIILU Tayang

:

unud
REFLEKSI AKHIR TAHUN: Unud menggelar acara Pencanangan Pembangunan ZI-WBK di Fakultas dan Pascasarjana di lingkungan Unud yang dirangkaikan dengan kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2023, Jumat (29/12/2023) di Auditorium Widya Sabha Kampus Jimbaran. (Foto: Hms Unud)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Universitas Udayana (Unud) menggelar acara Pencanangan Pembangunan Zona Integritas  Menuju Wilayah  Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) di Fakultas dan Pascasarjana di lingkungan Universitas Udayana yang dirangkaikan dengan kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2023, Jumat (29/12/2023).

Acara yang digelar di Auditorium Widya Sabha Kampus Jimbaran ini dihadiri oleh Irjen Kemendikbudristek, Rektor dan Wakil Rektor, Ketua dan Sekretaris Senat, Ketua SPI, Pimpinan Fakultas dan Pascasarjana, Pimpinan Lembaga, Pimpinan Unit Kerja dilingkungan Universitas Udayana, Dosen, Mahasiswa dan Pegawai serta turut hadir secara daring Plt Sesditjen Diktirisktek.

Pencanangan ZI WBK ini ditandai dengan pembacaan Pakta Integritas oleh Pimpinan Fakultas dan Pascasarjana yang dipimpin langsung Rektor Unud kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas. Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan penyerahan piagam penghargaan predikat ZI-WBK Tahun 2023 di tingkat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana oleh Irjen Kemendikbudristek didampingi Rektor Unud.

Para peserta meniup terompet menyambut Tahun Baru 2024. (Foto: Unud)

Rektor Unud Prof. Ngakan Putu Gede Suardana dalam sambutannya menyampaikan dalam pemahaman yang sederhana, zona integritas (ZI) itu identik dengan isu reformarsi birokrasi guna mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel serta pelayanan publik yang prima. Oleh karenanya, setiap institusi pemerintah sudah sepatutnya berkomitmen pada ZI, guna terhindar dari praktik korupsi. Bagi instansi yang benar-benar taat pada ZI, maka dapat diberikan penghargaan berupa predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Namun untuk mencapai predikat WBK dan WBBM bukanlah perkara mudah, karena ada beberapa tahapan yang harus dilalui, antara lain pencanangan, pembangunan, pengusulan, penilaian, dan penetapan. Oleh karenanya, setiap instansi pemerintahan wajib memiliki pemahaman yang baik soal ZI, WBK, dan WBBM. Dengan demikian, kesadaran dan komitmen untuk mewujudkan  ZI, WBK, dan WBBM akan tumbuh dengan sendirinya.

Baca Juga  Konsisten Kembangkan Bambu, Dr. Diah Kencana Bangun Kembali Peradaban Bambu Lereng Menoreh

Rektor unudRektor Unud Prof. Ngakan Putu Gede Suardana. (Foto: Hms Unud)

“Kegiatan Pencanangan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi di Lingkungan Unud sebagai rangkaian agenda Refleksi Akhir Tahun 2023 Universitas Udayana. Mari kita maknai bahwa refleksi adalah proses berkaca atau melihat dan merenungkan berbagai hal yang sudah dilaluinya. Lalu apa saja hal yang sejatinya sudah kita lalui dalam kaitannya dengan isu reformasi birokrasi guna mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel serta pelayanan publik yang prima,” ujar Rektor Unud.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Universitas Udayana telah berupaya untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang bermutu dan berintegrasi, mengintegrasikan lokasi dan sarana prasarana pendidikan, penguatan inovasi riset dan pengabdian,  penguatan tata kelola, penguatan kurikulum, penguatan kerja sama dan internasionalisasi,  Keterbukaan Informasi Publik, dan transformasi Universitas Udayana menuju PTN-BH.

Plt Sesditjen Diktiristek Prof. Tjitjik Srie Tjahjandarie dalam arahannya menyampaikan bahwa Dirjen Diktiristek menyampaikan apresiasi kepada Universitas Udayana yang terus menerus selalu membangun atau memulihkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap Universitas Udayana melalui upaya-upaya kerja yang sangat sistematis yang kemudian ini membuktikan bahwa sebenarnya Universitas Udayana berkomitmen terhadap integritas yang ada di seluruh lini yang ada di Universitas Udayana dan juga komitmen terkait dengan tata kelola perguruan tinggi yang baik dan bersih tentunya.

unudIrjen Kemendikbudristek Dr. Chatarina Muliana Girsang, S.H., S.E., M.H. (Foto: Hms Unud)

Sementara Irjen Kemendikbudristek Dr. Chatarina Muliana Girsang, S.H., S.E., M.H. menyampaikan bahwa penyiapan pembangunan zona integritas bagi seluruh unit kerja di lingkungan Kemendikbudristek termasuk PTN merupakan hal yang paling penting sehingga telah ditetapkan Kepmen Nomor 228 Tahun 2023. Pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang telah dilaksanakan Rektor Unud dan jajaran saat ini, dimana sudah ada sekitar 20-an kampus PTN yang mencanangkan zona integritas untuk seluruh fakultas dan seluruh unit kerjanya sampai pascasarjana dan biro-bironya.

Baca Juga  Tim Task Force FIBAA FH Unud Ikuti Bimtek Penyiapan Prodi untuk Akreditasi Internasional 2022 Tahap 3

Dalam kegiatan refleksi yang dilakukan setelah pencanangan ZI WBK dilaksanakan penyerahan penghargaan bagi Mahasiswa dan Dosen berprestasi, penyerahan penghargaan kepada pemenang Liga Champion LPPM Unud, pengukuhan duta baca mahasiswa, Tendik, Dosen dan Sahabat Perpustakaan serta diakhiri dengan prosesi lepas Tahun 2023 dan sambut Tahun Baru 2024. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita6217-Universitas-Udayana-Gelar-Pencanangan-ZI-WBK-Fakultas-dan-Pascasarjana-Dirangkaikan-Refleksi-Akhir-Tahun-2023.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Gedong Kirtya Gelar Pameran Kawisesan, Kenalkan Warisan Pengetahuan Leluhur Bali

Published

on

By

Pameran Kawisesan di Museum Sunda Ketjil
PAMERAN: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). Pameran yang dibuka oleh Kepala Disbudpar Buleleng, Nyoman Wisandika, ini berlangsung pada 20–26 Oktober 2026 sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan pengetahuan leluhur Bali kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Nyoman Wisandika menyampaikan bahwa kawisesan merupakan bagian dari kekayaan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun. Pengetahuan ini berkaitan dengan tradisi sastra, lontar, pengobatan tradisional, hingga aspek spiritual yang perlu dipahami secara bijak dan tidak selalu dipandang dari sisi negatif.

“Melalui pameran ini, masyarakat diharapkan dapat mengenal, mempelajari, serta memahami warisan leluhur yang kita miliki dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, museum memiliki peran penting dalam mempublikasikan koleksi melalui pendekatan edutainment, yaitu memadukan edukasi dan hiburan agar menjadi sarana pembelajaran budaya yang menyenangkan, khususnya bagi generasi muda.

Sementara itu, Kepala UPTD Gedong Kirtya, Dewa Ayu Putu Susilawati, menjelaskan bahwa pameran ini menampilkan pengetahuan kawisesan yang tersurat dalam koleksi lontar Gedong Kirtya, di antaranya Lontar Pengiwa, Pengujanan, Penerangan, Pematuh Agung, Ukuring Keris, Pakakas, dan Piwelas.

Menurutnya, pameran ini merupakan bagian dari upaya penguatan, pengembangan, dan pelestarian kebudayaan Bali secara berkelanjutan. Melalui penyajian informasi yang menarik, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai kawisesan sebagai bagian dari kearifan lokal dan warisan intelektual masyarakat Bali.

Pameran ini terbuka untuk masyarakat umum dengan jam kunjungan pagi pukul 08.00–13.00 Wita dan malam pukul 17.00–22.00 Wita. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Bali sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan leluhur. (gs/bi)

Baca Juga  Prodi Kedokteran Jiwa FK Unud bersama RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah Denpasar Gelar Seminar Internasional

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Evaluasi Progres APBD 2026, Bupati Badung Minta Perangkat Daerah Fokus Solusi Isu Strategis, Bukan Sekadar Serapan Anggaran

Published

on

By

Rapat Evaluasi APBD Badung 2026
RAPAT EVALUASI: Bupati Adi Arnawa didampingi Sekda Surya Suamba dan Asisten II Made Agus Aryawan saat rapat Evaluasi Progres dan Hasil Pengendalian Program/Kegiatan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Kertha Gosana, Puspem Badung, Selasa (20/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan agar seluruh jajaran perangkat daerah tidak sekadar mengejar angka realisasi anggaran secara administratif. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dituntut harus mampu menyentuh langsung dan menuntaskan berbagai isu strategis yang dihadapi oleh masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Wayan Adi Arnawa seusai memimpin rapat Evaluasi Progres dan Hasil Pengendalian Program/Kegiatan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 Periode Januari – September 2026. Rapat kerja ini berlangsung di Ruang Rapat Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Selasa (20/10). Kegiatan evaluasi ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Badung IB Surya Suamba, seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, serta Camat se-Kabupaten Badung.

Berdasarkan paparan dalam rapat, realisasi penerbitan Surat Perintah Pembayaran (SPD) pada triwulan ketiga tahun 2026 tercatat cukup baik dengan capaian 89,23%. Kendati mengapresiasi capaian kuantitatif tersebut, Bupati mengingatkan bahwa kualitas dan dampak langsung program kerja jauh lebih krusial.

“Jangan hanya disuguhkan pada angka-angka realisasi seperti sekarang ini, tetapi nyatanya beberapa isu tidak tersentuh. Kita bergerak untuk mengatasi isu, bukan hanya membuat kegiatan yang sekadar mengulang apa yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya,” tegas Adi Arnawa.

Bupati juga membeberkan sejumlah isu strategis mendasar yang kini menjadi atensi utama Pemkab Badung demi mewujudkan pariwisata yang berkualitas. Isu-isu prioritas tersebut meliputi penanganan kemacetan lalu lintas, pemenuhan akses air bersih, pengelolaan sampah, pengendalian alih fungsi lahan, hingga penanganan kriminalitas dan keamanan daerah.

Menurutnya, arah kebijakan pemerintah daerah sudah sangat jelas. Karena itu, dibutuhkan kepekaan serta pemahaman mendalam dari seluruh aparatur untuk merespons persoalan riil di lapangan. Ia meyakini, penanganan optimal pada isu dasar ini otomatis akan menaikkan kualitas daerah sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga  Fapet Unud Gelar Kuliah Umum dengan Tema ‘’Circular Economic System’’

Untuk mengawal jalannya instruksi ini, Bupati Adi Arnawa memerintahkan Sekda beserta para Asisten Setda Badung untuk melakukan pemantauan dan evaluasi komprehensif. Hasil evaluasi ini wajib menjadi landasan utama dalam penyusunan APBD 2026 berjalan hingga perancangan APBD 2027 mendatang, agar alokasi anggaran benar-benar berfungsi sebagai pemecah masalah (problem solver).

“Untuk apa kita membuat kegiatan anggaran di dalam APBD di dalam tahun berikutnya ternyata tidak menyelesaikan masalah. Tujuannya kita kan menyelesaikan masalah,” tegasnya kembali.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Badung, I Made Agus Aryawan, menjelaskan bahwa evaluasi ini mencakup progres pengadaan barang/jasa, pelaksanaan fisik, hingga realisasi keuangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh capaian kinerja selaras dengan target serta anggaran kas yang telah ditetapkan.

“Selanjutnya kami mohon arahan Bapak Bupati terkait dengan terkait dengan identifikasi dan evaluasi deviasi fisik dan keuangan. selanjutnya langkah-langkah pemenuhan deviasi fisik dan deviasi keuangan. Serta pada bulan November kami agendakan untuk kunjungan kerja di triwulan keempat untuk melihat langsung progres di lapangan. Sebagai laporan, tim pengadaan pembangunan secara rutin sudah melakukan monitoring dan pengawasan lapangan, terutama terhadap program dan kegiatan strategis yang menjadi prioritas Pemkab. Badung,” papar I Made Agus Aryawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua TP PKK Badung Serahkan Bantuan Sarana Budidaya Lele di Darmasaba

Published

on

By

Bantuan Sarana Budidaya Lele di Darmasaba
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP. PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat menyerahkan bantuan sarana budidaya ikan lele kepada Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Utama di Banjar Menesa, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (20/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dinas Perikanan Kabupaten Badung mengembangkan program Kampung Lele di Desa Darmasaba untuk mendukung pengembangan potensi perikanan budidaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Program ini disinergikan dengan program BERLIAN (Beternak Lele untuk Kemandirian dan Nutrisi Anak) guna mendorong pertumbuhan ekonomi warga serta memenuhi gizi anak.

Sebagai bentuk dukungan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menyerahkan bantuan sarana budidaya ikan lele kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Utama di Banjar Menesa, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (20/10). Penyerahan ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian ekonomi keluarga dan mengoptimalkan potensi desa.

Dalam arahannya, Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa budidaya ikan lele memiliki potensi besar dalam meningkatkan produktivitas usaha dan kesejahteraan keluarga. “Melalui bantuan sarana budidaya ikan lele ini, kami berharap kelompok pembudidaya dapat semakin produktif dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Potensi lokal yang dimiliki desa perlu terus dioptimalkan agar dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara Pemkab Badung, Pemerintah Desa Darmasaba, dan Pokdakan dalam menjalankan program Kampung Lele yang terintegrasi dengan program BERLIAN. “Program BERLIAN tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui usaha budidaya ikan lele, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak. Kami berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjadi contoh pemanfaatan potensi desa yang produktif,” tambahnya.

Sementara itu, Perbekel Darmasaba Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba mengucapkan terima kasih atas bantuan yang dinilai membuka peluang kerja baru tersebut. Ia menjelaskan, pembudidaya setempat juga melakukan inovasi dengan memanfaatkan limbah daging tidak terpakai sebagai bahan pakan mandiri untuk menekan biaya produksi.

Baca Juga  FEB Unud Gelar Bimtek SDM 2022

Pihaknya berharap dukungan pemerintah ke depan dapat mencakup bantuan peralatan pembuatan pakan serta koordinasi dengan sektor koperasi dan perindustrian. Hal ini penting agar pengembangan Kampung Lele mencakup seluruh rantai usaha dari budidaya, pasca panen, hingga pemasaran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Perikanan Badung Nyoman Suardana, Pengurus TP PKK Kabupaten Badung, perwakilan Kecamatan Abiansemal, TP PKK dan kader Posyandu Desa Darmasaba, serta jajaran terkait lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca