Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Walikota Jaya Negara Tutup Bulan Bakti Gotong-royong Desa Sanur Kauh

Ikuti Jalan Sehat dan Apresiasi Kolaborasi Masyarakat Dukung Pembangunan 

Loading

BALIILU Tayang

:

Walikota Jaya Negara
JALAN SEHAT: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara melepas secara resmi Jalan Sehat Desa Sanur Kauh yang ditandai dengan pengibasan bendera di depan Kantor Desa Sanur Kauh, Sabtu (1/6) Pagi. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara melepas secara resmi Jalan Sehat Desa Sanur Kauh yang ditandai dengan pengibasan bendera di depan Kantor Desa Sanur Kauh, Sabtu (1/6) Pagi.

Kegiatan yang melibatkan seluruh masyarakat ini merupakan rangkaian Bulan Bakti Gotong-royong yang digelar Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Sanur Kauh.

Hadir juga dalam kesempatan ini, Walikota Denpasar Periode 2008-2021 IB. Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali, Anak Agung Gede Agung Suyoga, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandira, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara beserta unsur terkait lainnya.

Tampak Walikota Jaya Negara bersama seluruh undangan dan peserta jalan sehat mengikuti rute yang telah ditentukan panitia di kawasan Desa Sanur Kauh yang mengambil jarak tempuh kurang lebih 5 km. Kegiatan juga dimeriahkan dengan stand kuliner dan pengundian hadiah utama hingga hiburan.

Walikota Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengapresiasi pelaksanaan Bulan Bakti Gotong-royong Masyarakat di Desa Sanur Kauh kali ini. Bulan Bhakti Gotong-royong Masyarakat mempunyai tujuan dalam mempercepat proses pembangunan di Denpasar melalui integrasi sosial masyarakat. Dalam pelaksanaannya tentu membutuhkan dukungan serta partisipasi dari seluruh komponen masyarakat. Sehingga dengan adanya jalan sehat ini tentunya menjalin silaturahmi antara seluruh masyatakat Desa Sanur Kauh.

“Bahwa Bulan Bhakti Gotong-royong Masyarakat mempunyai tujuan dalam mempercepat proses pembangunan di Denpasar melalui integrasi sosial masyarakat. Pelaksanaannya tentu membutuhkan dukungan serta partisipasi dari seluruh komponen masyarakat, sehingga program ini benar-benar merupakan program pembangunan yang berasal dari masyarakat, untuk masyarakat dan dilaksanakan oleh masyarakat. Berlandaskan semangat gotong-royong sebagai ciri khas budaya bangsa Indonesia atau spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkot Gandeng Produsen Minyak Sari Beri Pembekalan untuk Reseller

Sementara Ketua Panitia, Nyoman Subasma mengatakan, Bulan Bakti Gotong-royong Desa Sanur Kauh Tahun 2024 ini mengambil tema “Melalui Bulan Bakti Gotong-royong Masyarakat Kita Tingkatkan Kepedulian dan Peran Aktif Masyarakat Menuju Denpasar Maju”. Pada prinsipnya kegiatan ini adalah berasal dari masyarakat, untuk masyarakat dan dilaksanakan oleh masyarakat berlandaskan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau bergotong-royong.

Lebih lanjut dijelelaskan rangkaian kegiatan pada Bulan Bhakti Gotong-royong yang telah terselenggara antara lain adalah kegiatan gotong-royong, lomba tradisional, lomba senam sicita, cek kesehatan, hiburan dan seni musik serta jalan sehat yang juga merupakan simbol gotong-royong masyarakat Desa Sanur Kauh di Bulan Bhakti Gotong-royong. Hal ini adalah salah satu upaya yang dilakukan sebagai mitra Pemerintah Kota Denpasar, dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dengan tetap melestarikan adat dan budaya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Wawali Arya Wibawa Hadiri Peringatan HLUN Ke-30

Tegaskan Komitmen Pemkot Denpasar Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia

Loading

Published

on

By

HLUN Denpasar
HADIRI HLUN: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di Denpasar yang berlangsung hangat di Taman Lumintang Kota Denpasar, Rabu (3/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga Lanjut Usia (Lansia). Langkah ini merupakan bagian dari visi pelayanan menyeluruh demi memastikan kesejahteraan warga kota di setiap fase kehidupan. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa di sela-sela kegiatan Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 Kota Denpasar yang berlangsung hangat di Taman Lumintang Kota Denpasar, Rabu (3/6).

Lebih lanjut Wawali Arya Wibawa mengatakan, melalui program-program strategis, Pemkot Denpasar berupaya memberikan pendampingan berkelanjutan guna meningkatkan taraf hidup para lansia. Komitmen pelayanan tanpa batas Pemkot Denpasar menekankan bahwa kehadiran negara bagi masyarakat tidak boleh terputus. Dinas Sosial Kota Denpasar dirancang untuk mendampingi warga sejak dini hingga masa tua.

“Ini adalah salah satu bentuk kehadiran kami, Pemkot Denpasar, untuk masyarakat kita yang lansia. Kami akan selalu membina dan selalu hadir untuk menjaga mereka, guna menaikkan taraf dan kualitas hidup masyarakat Kota Denpasar secara umum. Kami hadir dari lahir sampai akhir usia,” ungkapnya.

Adapun poin utama Pemkot Denpasar untuk Lansia yakni pembinaan berkelanjutan dengan menyediakan wadah aktivitas positif, pemeliharaan kesehatan, dan ruang kreasi bagi para lansia. Untuk itu Kehadiran Pemerintah guna memastikan jaminan sosial dan pendampingan dari Dinas Sosial berjalan tepat sasaran. Hal ini dilaksanakan dengan peningkatan kualitas hidup untuk menciptakan lingkungan kota yang ramah lansia agar mereka tetap produktif, sehat, dan bahagia di usia senja.

“Saya harapkan melalui ruang ekspresi seperti ini, Pemkot Denpasar berharap para lansia di Kota Denpasar dapat terus menjaga semangat kebersamaan dan kesehatan emosional mereka,” tambahnya.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Serahkan Hadiah Kepada Pemenang Lomba Video Kreatif “Denpasar Kreatif Award Tahun 2022”

Sementara Ketua PWRI Kota Denpasar, I Nyoman Sukantra dalan laporannya menjelaskan, peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di Kota Denpasar Tahun 2026 mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”.

Dimana HLUN merupakan momen penting bagi kita untuk memberikan penghargaan dan perhatian kepada para lanjut usia yang telah memberikan kontribusi luar biasa kepada keluarga, masyarakat, dan negara kita.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada pagi hari ini yakni pelaksanaan senam lansia oleh Karang Lansia Rahayu dan Karang Lansia Desa Tegal Harum dengan total 100 peserta. Ada juga penampilan seni dan kreativitas dari para lansia di Kota Denpasar dari perwakilan lansia kecamatan se-Kota Denpasar. Kemeriahan acara dan apresiasi seni lansia ini juga menjadi ajang unjuk bakat bagi para lansia yang tergabung dalam Persatuan Wreda Republik Indonesia (PWRI) Kota Denpasar.

Dalam acara tersebut, PWRI Kota Denpasar turut memeriahkan suasana dengan menampilkan paduan suara, yang disambut antusias oleh seluruh undangan dan masyarakat yang hadir. Selain itu ada juga stand kuliner dari lansia produktif, serta safari kesehatan bekerjasama dengan DPD PPNI Kota Denpasar. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kurangi Kemacetan di Pecatu, Dishub Badung Mulai Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

Published

on

By

rekayasa pecatu
REKAYASA LALIN: Dinas Perhubungan Kabupaten Badung menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Desa Pecatu, Badung yang berlaku pada pukul 14.00-22.00 Wita yang diterapkan sejak Selasa (2/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Guna mengurangi kemacetan di wilayah Desa Pecatu, Kuta Selatan dan sekitarnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Badung telah menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Perubahan arus ini pun berlaku pada pukul 14.00-22.00 Wita yang diterapkan sejak Selasa (2/6).

Dalam pelaksanaannya ada sejumlah perubahan, yakni ada ruah jalan yang tidak boleh dilewati kendaraan roda empat. Seperti kendaraan dari simpang Jalan Baler Setra – Jalan Belimbing sari menuju arah barat di Jalan Uluwatu hanya boleh sepeda motor. Kemudian untuk kendaraan dari Jalan Uluwatu dilarang menuju Jalan Toya Ning II. Selanjutnya kendaraan dari Jalan Toya Ning II dilarang menuju arah barat di Jalan Uluwatu. Seluruh rekayasa arus lalu lintas ini hanya berlaku pada pukul 14.00-22.00 Wita.

Kepala Dinas Perhubungan Badung, Anak Agung Gede Rahmadi mengatakan, rekayasa lalu lintas ini untuk mengurai kemacetan. Sebab sehari-harinya saat menuju Pura Uluwatu, di Desa Pecatu kondisi jalan akan mengalami kemacetan. Bahkan ia menyatakan, dalam perjalanan akan memakan waktu sekitar tiga jam.

“Untuk mengurangi kemacetan tersebut agar pariwisata merasa nyaman dan masyarakat juga merasa nyaman, maka kita mengurai dengan mengadakan rekayasa lalu lintas,” ujar Gung Rahmadi.

Pihaknya menyebutkan, perubahan arus lalu lintas ini akan berlaku pada pukul 14.00-22.00 Wita. Hal ini dipilih lantaran pada waktu tersebut kerap terjadi peningkatan kendaraan bermotor. Dalam penerapannya, akan dilakukan pengawasan di Simpang Kantor Perbekel, simpang Belimbing Sari, Simpang Toya Ning, Simpang Matsuka, Simpang Nirmala dan terakhir di Simpang Politeknik.

“Karena pagi agar masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa, sedangkan terjadi peningkatan itu ketika masyarakat, wisatawan menuju ke objek-objek wisata nonton kecak dan melihat sunset biasanya,” ungkapnya.

Baca Juga  Jaya Negara Serahkan Bedah Rumah “Vasudhaiva Kutumbakan”

Gung Rahmadi pun berharap, seluruh pengendara kendaran bermotor dapat mengikuti ketentuan yang telah diterapkan. Meski ada kondisinya sedikit memutar, namun tujuannya agar menciptakan perjalanan yang lebih lancar.

“Jadi waktu singkat tapi jarak tempuhnya mungkin lebih panjang sedikit, tapi masyarakat dan wisatawan merasa nyaman menuju ke Uluwatu,” imbuhnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri Pembukaan Bina Posyandu VI Tahun 2026  

Perkuat Implementasi Posyandu 6 SPM di Tabanan

Loading

Published

on

By

Bunda Rai
HADIRI BINA POSYANDU: Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat menghadiri langsung Pembukaan Bina Posyandu Angkatan VI Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Bali, Kesiman, Denpasar, Selasa (2/6). (Foto: Hms Tbn)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelayanan Posyandu dengan menghadiri langsung Pembukaan Bina Posyandu Angkatan VI Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Bali, Kesiman, Denpasar, Selasa (2/6). Kehadiran Bunda Rai menjadi wujud sinergi dan dukungan nyata dalam akselerasi implementasi Posyandu 6 bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang terintegrasi di seluruh Bali.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali tersebut menjadi wadah peningkatan kapasitas para pengurus dan kader Posyandu dalam mendukung pelayanan masyarakat yang lebih berkualitas. Turut hadir Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, para kepala OPD terkait dari Kabupaten Tabanan dan Badung, jajaran pengurus Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, serta para camat dan peserta pelatihan.

Mewakili Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata selaku Pengarah Posyandu menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan memperbarui pemahaman pengurus Posyandu, khususnya dalam tata kelola pelayanan di lapangan.

Ia menjelaskan, penguatan enam bidang SPM meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial menjadi langkah strategis untuk memastikan Posyandu mampu memberikan pelayanan yang terintegrasi dan berkualitas kepada masyarakat. “Kegiatan Bina Posyandu ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan para pembina di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan. Tim Pembina Posyandu memiliki peran vital dalam mendampingi kader agar operasional Posyandu berjalan aktif dan berkualitas,” ujarnya.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Tutup Pelaksanaan Konseling dan Workshop Pra Perkawinan Hindu

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Rai menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pengurus dan kader sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Menurutnya, Posyandu saat ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat layanan masyarakat yang mendukung enam bidang SPM secara terpadu.

Bunda Rai menyampaikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci dalam mewujudkan Posyandu yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh pengurus dan kader Posyandu semakin memahami tugas dan fungsinya, sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, terpadu, dan menjangkau kebutuhan masyarakat secara menyeluruh,” ungkap Bunda Rai.

Sementara itu, Ketua Panitia Bina Posyandu Tahun 2026, Ny. Ni Komang Sriani, menyampaikan kegiatan berlangsung pada 2–4 Juni 2026 dan bertujuan meningkatkan kompetensi pengurus Posyandu dalam pembinaan kader serta penguatan pelaksanaan Posyandu 6 SPM.

Pelaksanaan Bina Posyandu Angkatan VI diikuti oleh 112 peserta yang berasal dari Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan. Dari Kabupaten Tabanan, peserta terdiri atas Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan Selemadeg dan Selemadeg Timur beserta jajaran pengurus yang akan menjadi penggerak penguatan Posyandu di wilayah masing-masing. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca