Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Peringatan Hari Anak Nasional di Denpasar Usung Tema “Sastraning Rare”

Wawali Arya Wibawa: Sayangi Anak, Lindungi Haknya, Bangun Masa Depan

Loading

BALIILU Tayang

:

Wakil Walikota Denpasar Arya Wibawa menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar.
HARI ANAK NASIONAL: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kota Denpasar yang dirangkaikan Festival Anak Denpasar 2026 yang dipusatkan di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Jumat (24/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kota Denpasar yang dirangkaikan Festival Anak Denpasar 2026 berlangsung semarak dengan mengusung tema “Sastraning Rare Denpasar” yang dipusatkan di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Jumat (24/7). Kegiatan yang dihadiri Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk berekspresi, berkreativitas, melestarikan budaya, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi IV DPRD Kota Denpasar, I Wayan Duaja, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Perwakilan Ketua Gatriwara Kota Denpasar, Ny. Suparmi Wandhira, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Suwandewi Eddy Mulya, Pimpinan OPD, Guru, serta undangan lainnya.

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional merupakan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi tumbuh kembang mereka. Hal ini sejalan dengan tema nasional HAN tahun 2026, yakni “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”.

“Anak-anak adalah anugerah sekaligus harapan masa depan bangsa. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan mereka memperoleh kasih sayang, perlindungan, pendidikan yang berkualitas, serta kesempatan mengembangkan potensi dan meraih cita-citanya,” ujarnya.

Arya Wibawa menambahkan, di tengah perkembangan era digital, anak-anak menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat harus bersinergi membekali anak dengan karakter, literasi digital, serta kemampuan menyaring informasi agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana.

Arya Wibawa menegaskan, sebagai Kota Layak Anak kategori Utama, Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat berbagai program perlindungan anak melalui peningkatan layanan perlindungan, pengembangan Sekolah Ramah Anak, peningkatan kesehatan ibu dan anak, pencegahan stunting, penyediaan ruang publik ramah anak, hingga penguatan literasi digital.

Baca Juga  Universitas Esa Unggul Jakarta Jajaki Kerja Sama dengan Pemkot Denpasar

“Mari bersama menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Anak Denpasar 2026, Putu Satya Andika, mengatakan tema “Sastraning Rare Denpasar” bermakna cahaya pengetahuan dan kreativitas anak Denpasar. Melalui festival ini, anak-anak didorong menjadi generasi yang kreatif, mencintai budaya, peduli lingkungan, serta berani berpartisipasi sebagai pelopor perubahan di tengah masyarakat.

Rangkaian Festival Anak Denpasar 2026 diawali dengan penanaman bibit bunga gemitir, Talkshow Nyampah Denpasar yang berhasil menggerakkan pengumpulan sekitar dua ton food waste, aksi Beach Cleanup, hingga roadshow Forum Anak Daerah ke sejumlah sekolah. Sebagai puncak kegiatan digelar enam perlombaan, yakni Lomba Mewarnai TK, Pemanfaatan Barang Purna Pakai, Gending Rare, Nyurat Aksara Bali, Mesatua Bali, dan Cerdas Cermat SMP. Ketua Panitia Festival Anak Denpasar 2026, Putu Satya Andika, berharap seluruh rangkaian kegiatan ini mampu menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak untuk terus berkarya dan berkontribusi.

“Festival ini kami rancang bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi gerakan bersama yang memberikan pengalaman belajar, aksi nyata, serta ruang partisipasi bagi anak-anak. Kami ingin anak-anak Denpasar tumbuh menjadi generasi yang kreatif, mencintai budaya, peduli lingkungan, dan berani menjadi pelopor perubahan sejak hari ini,” ujarnya.

Pada pelaksanaan puncak peringatan Hari Anak Nasional di Kota Denpasar kali ini, turut dilaksanakan Penyerahan Piagam Sekolah Ramah Anak, Penyerahan Piagam, dan Penghargaan Pemenang Lomba. Selain itu, acara juga turut dimeriahkan dengan Penampilan Juara Lomba, Penampilan Band Disabilitas Berkebutuhan Khusus UPTD. PLD, Penampilan Drama, Penampilan Band APSAI serta Guest Star. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Klarifikasi Video Viral WNA Buang Air Kecil di Depan Rumah Warga di Uluwatu

Published

on

By

Pihak kepolisian menunjukkan lokasi buang air kecil WNA yang ternyata di depan pintu gerbang rumah warga. Di sampingnya tampak WNA saat buang air kecil. (Foto kolase:Hms Polresta Dps)

 Denpasar, baliilu.comPolresta Denpasar memberikan klarifikasi terkait video yang beredar di media sosial dan menyebut adanya seorang warga negara asing (WNA) yang melakukan tindakan tidak pantas dengan buang air kecil di depan pura atau tempat suci di kawasan Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan.

Menanggapi informasi tersebut, personel Polsek Kuta Selatan telah melakukan pengecekan di lokasi untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. Hasilnya, peristiwa tersebut memang terjadi, namun lokasi kejadian bukan berada di depan pura atau tempat suci, melainkan di depan rumah warga yang beralamat di Jalan Labuan Sait Nomor 234, Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengecekan dan keterangan pemilik rumah, kejadian tersebut berlangsung pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 03.00 Wita.

“Setelah dilakukan pengecekan oleh personel Polsek Kuta Selatan, benar terdapat kejadian seorang WNA yang buang air kecil. Namun, lokasi kejadian sebagaimana informasi yang beredar di media sosial bukan di depan pura atau tempat suci, melainkan di depan rumah warga di Jalan Labuan Sait Nomor 234, Uluwatu, Desa Pecatu,” jelas Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Ia menerangkan, pemilik rumah bernama Nyoman Tambir saat itu hendak pergi ke pasar pada dini hari dan mendapati seorang WNA yang tidak diketahui identitasnya sedang buang air kecil di depan rumahnya.

“Pemilik rumah kemudian menegur WNA tersebut. Setelah ditegur, WNA yang bersangkutan langsung meminta maaf atas perbuatannya. Berdasarkan keterangan pemilik rumah, yang bersangkutan saat itu dalam kondisi mabuk,” ungkapnya.

Menurut Kasi Humas, Nyoman Tambir menyatakan tidak mempermasalahkan kejadian tersebut lebih lanjut karena WNA yang bersangkutan telah meminta maaf secara langsung. Dengan demikian, persoalan tersebut telah diselesaikan secara baik dan tidak terdapat laporan maupun permasalahan lanjutan dari pihak pemilik rumah.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Raih 3 Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2023

“Pemilik rumah tidak mempermasalahkan kejadian tersebut karena WNA yang bersangkutan telah meminta maaf. Sampai saat ini tidak ada permasalahan lanjutan yang dilaporkan terkait kejadian tersebut,” imbuhnya.

Polresta Denpasar mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi secara utuh dan dapat melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap kebenaran suatu informasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial. Apabila menemukan informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan, silakan dikonfirmasi kepada pihak berwenang agar informasi yang diterima benar-benar sesuai dengan fakta di lapangan,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Komisi I DPR RI dan Pangdam IX/Udayana Bahas PenguatanPertahanan Perbatasan serta Akselerasi Kodam Baru di NTT

Published

on

By

RDP: Rapat Dengar Pendapat (RDP) bertema "AkselerasiPemekaran Kodam Baru di NTT dan Penguatan PertahananPerbatasan RI–Timor Leste" yang diikuti 33 anggotarombongan berlangsung di Makodam IX/Udayana, Jalan Udayana No. 1, Denpasar, Jumat (24/7/2026). (Foto: PendamIX)

Denpasar, baliilu.comKodam IX/Udayana menerimakunjungan kerja Tim Reses Komisi I DPR RI yang dipimpinlangsung Ketua Komisi I DPR RI, Drs. Utut Adianto, dalamrangka Rapat Dengar Pendapat (RDP) bertemaAkselerasiPemekaran Kodam Baru di NTT dan Penguatan PertahananPerbatasan RI–Timor Leste”. Kegiatan yang diikuti 33 anggota rombongan tersebut berlangsung di MakodamIX/Udayana, Jalan Udayana No. 1, Denpasar, Jumat (24/7/2026).

Kedatangan rombongan Komisi I DPR RI disambut hangatoleh Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, didampingi para Pejabat Utama Kodam IX/Udayana. Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk membahaspenguatan postur pertahanan di kawasan timur Indonesia, khususnya percepatan pembentukan Kodam baru di ProvinsiNusa Tenggara Timur sebagai bagian dari upayamemperkokoh pertahanan negara di wilayah perbatasan.

Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana menegaskanbahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki posisi yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). Kondisi tersebut menuntutkesiapan sistem pertahanan yang semakin kuat, adaptif, dan responsif terhadap berbagai dinamika ancaman.

Menurut Pangdam, meskipun situasi keamanan di wilayah perbatasan secara umum relatif kondusif, berbagai potensiancaman seperti kejahatan lintas negara, penyelundupan, pelintas batas ilegal, hingga ancaman nirmiliter tetapmemerlukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang berkelanjutan.

“Oleh karena itu, rencana pembentukan Kodam baru di NTT merupakan kebutuhan yang sangat krusial. Kehadiran Kodambaru akan memperpendek rentang kendali komando, meningkatkan efektivitas pembinaan teritorial, mempercepatrespons operasional, sekaligus mempertegas kehadiran negara di garis depan perbatasan. Dalam konteks inilah kami sangat mengharapkan dukungan penuh dari Komisi I DPR RI, baikdari aspek kebijakan, penataan organisasi, pemenuhanpersonel, penyediaan infrastruktur, alutsista, maupundukungan anggaran guna mempercepat realisasi pembentukanKodam baru di NTT,” tegas Mayjen TNI Piek Budyakto.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Kembali Semprotkan Eco Enzyme di Seluruh Jalan di Kota Denpasar

Sementara itu, Ketua Komisi I DPR RI Drs. Utut Adianto saatmembuka Rapat Dengar Pendapat menyampaikan bahwakunjungan kerja tersebut bertujuan memperoleh gambaransecara komprehensif mengenai kesiapan pertahanan dan keamanan di wilayah Kodam IX/Udayana, khususnya terkaitrencana pembentukan Kodam baru di NTT.

Ia menjelaskan, beberapa poin utama yang menjadi fokuspembahasan meliputi penyusunan road map dan kesiapanoperasional pembentukan Kodam baru di NTT, evaluasipostur pertahanan dan tingkat kerawanan wilayah perbatasanRI–RDTL, serta dukungan penganggaran dan penguatansinergi pertahanan di kawasan perbatasan.

Dalam sesi pemaparan, Pangdam IX/Udayana menjelaskankomposisi kekuatan satuan di wilayah Kodam IX/Udayana yang meliputi Korem 161/Wira Sakti di Nusa Tenggara Timur, Korem 162/Wira Bhakti di Nusa Tenggara Barat, dan Korem 163/Wira Satya di Bali.

Pangdam juga memaparkan progres pembentukan KodamXXVII/Sobe Sonbai di NTT. Nama “Sobe Sonbaidiambildari tokoh Raja Timor, seorang pahlawan dan pejuang lokalasal Nusa Tenggara Timur sebagai bentuk penghormatanterhadap sejarah perjuangan masyarakat setempat. Selain itu, dijelaskan pula kesiapan pembangunan markas, penyediaanlahan, personel, perlengkapan, hingga pembangunanperumahan dinas sebagai bagian dari tahapan pembentukanKodam baru tersebut.

Tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, Pangdam turutmemaparkan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan TNI AD di wilayah Timor Tengah Utara melalui kegiatan Karya Bhakti skala besar. Program tersebut meliputi rehabilitasi Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan sumur bor, rehabilitasisekolah, rehabilitasi rumah ibadah, pembangunan rabat jalanbeton, rehabilitasi panti asuhan, pembangunan jembatan, penyelenggaraan bazar murah, pembagian paket sembako, serta layanan pengobatan gratis bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Pangdam menegaskan bahwa pembentukanKodam baru di NTT merupakan langkah strategis untukmemperkuat sistem pertahanan nasional, mempercepatpengendalian operasi, meningkatkan efektivitas pembinaanteritorial, sekaligus menjawab berbagai tantangan keamananyang berkembang di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Buka Forum Konsultasi Publik RKPD Denpasar Tahun 2024

Pangdam juga mengungkapkan bahwa sejumlah persoalan di kawasan perbatasan RI–RDTL masih memerlukan perhatianserius, antara lain sengketa batas negara pada wilayah unresolved dan unsurveyed segment, potensi pelanggaranwilayah, penyelundupan lintas batas, hingga konflik sosialyang memerlukan penyelesaian secara terpadu.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam berharap Komisi I DPR RI dapat membantu mengomunikasikan kepada PemerintahPusat serta kementerian dan lembaga terkait mengenaipercepatan penyelesaian permasalahan lahan di Kupangmaupun Nagekeo, sekaligus mendorong penyelesaiansengketa batas negara melalui mekanisme bilateral antaraPemerintah Republik Indonesia dan Republik DemokratikTimor Leste dengan tetap mengedepankan kepentingan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menanggapi paparan tersebut, Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI memberikan apresiasi terhadap rencanapembentukan Kodam XXVII/Sobe Sonbai yang dinilaisebagai kebutuhan strategis dalam memperkuat sistempertahanan negara, meningkatkan efektivitas pembinaanteritorial, mempercepat pengendalian operasi, sertamemperkuat pengamanan wilayah perbatasan.

Komisi I DPR RI juga menyatakan memahami besarnyatanggung jawab TNI dalam menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan, baik dari ancaman militer maupunnirmiliter. Berbagai masukan yang diperoleh dalamkunjungan kerja tersebut akan menjadi bahan pembahasanlebih lanjut dalam rapat kerja bersama Menteri Pertahanan, Panglima TNI, serta para Kepala Staf Angkatan.

Rangkaian kegiatan Rapat Dengar Pendapat ditutup denganpenyerahan cinderamata sebagai simbol sinergi antara TNI dan DPR RI, dilanjutkan sesi foto bersama sebagai bentukkomitmen bersama dalam memperkuat sistem pertahanannegara demi menjaga keutuhan wilayah Negara KesatuanRepublik Indonesia. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dekranasda Bali Fashion Road Show Perdana Digelar di Badung, Perluas Promosi Desainer dan IKM Lokal

Published

on

By

DBFRS: Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi Dekranasda Bali Fashion Road Show di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Kamis (23/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali kembali menghadirkan inovasi dalam upaya memajukan UMKM dan industri kecil menengah (IKM) melalui peluncuran Dekranasda Bali Fashion Road Show, yang akan digelar secara bergilir di seluruh kabupaten/kota di Bali. Program yang diinisiasi Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, tersebut resmi dibuka di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Kamis (23/7). 

Fashion Road Show merupakan pengembangan dari program Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) dan Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD). Melalui kegiatan ini, Dekranasda Provinsi Bali ingin memperluas ruang promosi bagi para desainer lokal sekaligus memperkuat eksistensi IKM Bali di tengah masyarakat.

“Pertama kali kita laksanakan, dan Kabupaten Badung menjadi lokasi perdana. Secara teknis kami menghadirkan karya-karya desainer lokal Bali, khususnya desainer yang telah tumbuh dan berkembang di kabupaten/kota,” ujar Ibu Putri Koster saat membuka kegiatan.

Menurutnya, penyelenggaraan DBFW dan DBFD selama ini telah memberikan dampak positif bagi perkembangan industri fesyen Bali. Selain mendorong tumbuhnya desainer muda dan IKM lokal, kegiatan tersebut juga berhasil membangun kesadaran masyarakat untuk semakin mencintai serta menggunakan busana berbahan tenun tradisional Bali.

Ia menambahkan, perkembangan tersebut terlihat dari semakin banyaknya desainer yang tidak hanya menampilkan busana untuk kebutuhan fashion show atau catwalk, tetapi juga menghadirkan koleksi ready to wear yang lebih praktis dan dapat dikenakan dalam aktivitas sehari-hari.

“Jadi, akar tradisinya tetap kuat, tetapi tampil modern dan modis ketika dikenakan di ruang publik,” ungkapnya.

Ibu Putri Koster optimistis, dengan pembinaan yang berkelanjutan, Bali tidak hanya akan dikenal sebagai pusat seni dan budaya, tetapi juga berpeluang menjadi salah satu pusat mode dunia.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Hadiri Pengukuhan Pengurus IKMS Bali

“Tidak sekarang, mungkin beberapa puluh tahun lagi. Namun, jika kita terus melakukannya secara konsisten, saya yakin suatu saat Bali dapat dikenal sebagai pusat mode dunia,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh Ketua Dekranasda kabupaten/kota untuk mengembangkan program serupa yang secara langsung menyentuh kebutuhan UMKM dan IKM di daerah masing-masing.

“Saya berharap Ketua Dekranasda kabupaten/kota memiliki program yang benar-benar menyasar UMKM dan IKM di wilayahnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh para pelaku usaha,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, menyambut baik penyelenggaraan Dekranasda Bali Fashion Road Show perdana di Kabupaten Badung. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Dekranasda Provinsi Bali dalam memberikan ruang promosi sekaligus mendorong tumbuhnya desainer muda, khususnya yang berasal dari Kabupaten Badung.

Selain pergelaran busana, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pameran produk IKM kriya dan fesyen serta stan UMKM yang menyajikan beragam panganan lokal Bali sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan produk unggulan daerah kepada masyarakat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca