Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Permudah Pelayanan, Dinas Perikanan Denpasar Rilis Si Lincah

BALIILU Tayang

:

si lincah dinas perikanan
RILIS SI LINCAH: Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar pada Selasa (30/7/2024) merilis Si Lincah dengan grafis putri duyung yang merupakan transformasi layanan administrasi yang legal, inklusi, cepat dan mudah. (Foto: Hms Diskominfos Dps)

Denpasar, baliilu.com – Transformasi digital memberikan kemudahan bagi pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat. “Kemajuan teknologi memberi peluang kita berinovasi memanfaatkan dunia digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik pemerintah kepada masyarakat,” jelas Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar drh. Ida Bagus Mayun Suryawangsa didampingi Sekretaris Dinas Ni Luh Putu Rini Styasih, S.E., M.Si saat memberi keterangan kepada awak media pada Selasa (30/7/2024) di Denpasar usai merilis Si Lincah.

Ditambahkannya, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKP) memilih menggunakan inovasi berbasis digital sebagai upaya memudahkan masyarakat sebagai pengguna layanan dalam mengakses informasi dan pelayanan publik yang disediakan instansinya. “Penggunaan media digital juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan, transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik kami,” ujar Gus Mayun sapaan akrabnya.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana, S.Sos., M.Si.  menyambut baik inovasi digital yang digagas Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar ini. “Harapannya inovasi yang merupakan proyek perubahan ini dapat diterapkan dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat serta perangkat daerah,” ujar Sekda Alit Wiradana saat menerima audiensi Tim DKP Kota Denpasar.

Sekda Alit Wiradana berharap inovasi ini dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta mendukung terwujudnya visi dan misi Pemerintah Kota Denpasar dengan semangat Vasudhaiva Kutumbakam.

Sementara itu, Sekdis Ni Luh Putu Rini Styasih, S.E., M.Si. menambahkan inovasi digital yang dipilih berupa pemanfaatan fitur chatbot pada Whatsapp Business. “Pemilihan fitur ini mengingat Whatsapp menjadi salah salah media sosial yang paling populer karena mudah digunakan semua kalangan,” jelas wanita yang kerap disapa Rini ini.

Baca Juga  Gubernur Koster Siap Kawal Percepatan Transformasi Digital Pemerintah melalui Adopsi Infrastruktur Digital Publik

Pihaknya memberi nama Si Lincah pada inovasi tersebut serta membuat grafis putri duyung sebagai personifikasi Si Lincah. “Si Lincah adalah transformasi layanan administrasi yang legal, inklusi, cepat dan mudah pada Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar,” jelas Rini mengungkap makna di balik nama inovasi.

Jebolan pascasarjana Universitas Udayana ini menambahkan bahwa tujuan program aksi perubahan ini adalah mewujudkan layanan administrasi perikanan dan pangan yang mengedepankan aspek legalitas, inklusi, cepat dan mudah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Dengan mewujudkan media interaksi yang mudah, cepat dan mudah melalui platform komunikasi media sosial,” tegasnya.

Kelebihan Chatbot Whatsapp Business Si Lincah adalah mudah diakses kapan dan dimana saja tanpa aplikasi tambahan karena aplikasi Whatsapp menjadi aplikasi standar di smartphone. “Termasuk mampu memberikan respons cepat untuk pertanyaan realtime dan tersedia 24 jam/7 hari,” ujar Rini lagi. Masyarakat juga tidak perlu menyimpan kontak untuk dapat berinteraksi dengan chatbot.

“Karena Si Lincah dapat diakses melalui link s.id/silincah, QR code ataupun media sosial Dinas  Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar,” jelas Rini. Masyarakat juga dapat membuat pesan baru pada opsi Business di Whatsapp.

Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan memiliki 9 (sembilan) pelayanan publik. Yaitu 1. Ketahanan Pangan Keluarga, 2. Pengawasan Keamanan Pangan, 3. Tanda Pendaftaran Usaha Pembudidaya Ikan, 4. Pemberian Benih Ikan untuk Budidaya, 5. Sertifikat Kelayakan Pengolahan, 6. SIMADE Bersama Anda, 7. Penebaran Benih Ikan di Perairan Umum (Restoking), 8. SIPAPA Online yang memuat informasi ketersediaan pangan serta 9. Bazzar Pangan.

“Si Lincah menjadi media informasi dan komunikasi yang menghubungkan dinas dengan masyarakat yang memerlukan pelayanan publik yang ada di kami,” tegas wanita kelahiran 1973 ini. (eka/bi)

Baca Juga  Mendag Zulkifli Hasan: DTE Keren Sekali, Suka Tak Suka Transformasi Digital Harus Kita Adop

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

DWP Buleleng Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Keluarga Melalui Edukasi Alergi Anak

Published

on

By

dwp buleleng
EDUKASI: Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Buleleng saat menghadirkan edukasi kesehatan mengenal alergi pada anak yang diadakan di Gedung PLUT, Jumat (29/5). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Buleleng menghadirkan edukasi kesehatan mengenal alergi pada anak sebagai upaya meningkatkan pengetahuan para ibu dalam menjaga kesehatan keluarga. Kegiatan sosialisasi yang diadakan di Gedung PLUT, Jumat (29/5) ini berlangsung interaktif dan mendapat antusias tinggi dari para peserta.

Ketua DWP Kabupaten Buleleng, Ny. Dewi Suyasa menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi memberikan pemahaman mengenai berbagai gejala alergi yang sering muncul pada anak. Gejala tersebut dapat berupa ruam merah dan gatal pada kulit, bersin serta hidung tersumbat, gangguan pencernaan seperti mual dan diare, hingga reaksi berat berupa anafilaksis yang memerlukan penanganan medis darurat.

“Kami harap melalui kegiatan ini, para anggota DWP Kabupaten Buleleng semakin memahami pentingnya edukasi kesehatan keluarga serta mampu menerapkan langkah pencegahan dan penanganan alergi anak secara tepat demi mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan optimal,” harapnya.

Sementara itu, Narasumber dr. I Gede Kade Dwi Dharma Kayika menjelaskan bahwa alergi pada anak merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap zat tertentu yang sebenarnya tidak berbahaya atau disebut alergen. Kondisi ini umumnya dipengaruhi faktor genetik maupun lingkungan sekitar anak.

“Deteksi dini dan mengenali pemicu alergi menjadi langkah penting agar kondisi anak dapat ditangani dengan tepat dan tidak berkembang menjadi lebih serius,” jelas dr. Kade Dwi.

Beberapa jenis alergi yang paling umum terjadi pada anak di antaranya alergi makanan seperti susu sapi, telur, kacang-kacangan, gandum, hingga makanan laut. Selain itu, terdapat dermatitis atopik atau eksim yang ditandai kulit kering, kemerahan, dan gatal, alergi pernapasan akibat debu atau bulu hewan, serta asma alergi yang dapat menyebabkan sesak napas dan mengi.

Baca Juga  Bank Indonesia Dorong Digital Mindset untuk Transformasi Digital

Dalam kesempatan itu juga, ia menekankan pentingnya orang tua memahami pola munculnya alergi pada anak dengan mengamati makanan maupun aktivitas yang memicu reaksi alergi. Orang tua dianjurkan berkonsultasi dengan dokter apabila gejala alergi sering muncul atau sulit dikenali penyebabnya.

“Selain pengobatan menggunakan antihistamin sesuai anjuran dokter, menjaga asupan gizi seimbang juga menjadi perhatian penting, khususnya bagi anak yang memiliki alergi makanan tertentu agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi secara optimal,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tiga Pendaki Gunung Batukaru yang Tersesat Berhasil Ditemukan

Published

on

By

pendaki Gunung Batukaru
DITEMUKAN: Tiga pendaki Gunung Batukaru yang tersesat berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada Jumat, (29/5/2026) sekira pukul 11.00 Wita. (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Tiga pendaki Gunung Batukaru yang tersesat berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada Jumat, (29/5/2026) sekira pukul 11.00 Wita. Ketiganya dilaporkan tersesat pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 Wita ketika hendak turun dari Gunung Batukaru.

Tiga pendaki masing masing Mario Luca WNI asal Karangasem (L/17), Taisiya Chernosvitova, WNA asal Rusia (L/18) dan Nazar Krasnoruski WNA asal Rusia (L/18). Ketiganya merupakan pelajar lulusan Sekolah Menengah Atas di salah satu sekolah internasional di Denpasar.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan yang memimpin jalannya Operasi SAR menerangkan, ketiga pendaki awalnya berangkat pada Kamis pagi, (28/5/2026) sekira pukul 09.00 Wita melalui jalur pendakian Pura Petali, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Ketiganya mulai turun sekitar pukul 15.00 Wita namun hingga pukul 20.00 Wita pendaki mengalami disorientasi dan tersesat.

“Kemarin salah satu pendaki sempat menghubungi pihak keluarga dan mengatakan dirinya tersesat. Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas,” imbuhnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) mengerahkan tujuh orang personel Pos SAR Buleleng dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan yang berada di lokasi.

“Tadi pukul 09.00 Wita Tim SAR gabungan mulai melaksanakan pendakian dari Posko Desa Karyasari untuk mencari korban, Pukul 11.00 Wita pendaki berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada koordinat (8°20’39.50″S – 115° 5’2.70″E) di ketinggian 1899 Mdpl,” lanjut Donny.

Ia menambahkan, saat ditemukan ketiga pendaki dalam kondisi stabil, semua pendaki kemudian dievakuasi turun menuju posko.

“Pukul 14.05 Wita ketiga pendaki sudah berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan menuju posko Desa Karyasari, ketiganya kemudian diserahkan kepada pihak keluarga,” tutup Donny.

Baca Juga  Gubernur Koster Siap Kawal Percepatan Transformasi Digital Pemerintah melalui Adopsi Infrastruktur Digital Publik

Operasi pencarian dan pertolongan turut melibatkan unsur SAR gabungan diantaranya, Basarnas Bali, Polres Tabanan, Polsek Pupuan, Brimob Batalion B Pelopor Mengwi, Koramil Pupuan, Camat Pupuan, Babinsa Desa Karyasari, Pemandu Lokal dan Masyarakat setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bocah 12 Tahun Terseret Arus di Pantai Yeh Gangga, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Published

on

By

pantai yeh gangga
PENCARIAN: Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban terseret arus dan tenggelam di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Jumat (29/5). (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Operasi SAR terhadap seorang warga yang terseret arus dan tenggelam di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Korban diketahui bernama I Komang Sastra (12), warga Banjar Jambe Baleran, Desa Dajan Peken, Kecamatan/Kabupaten Tabanan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi kejadian tersebut pada Kamis (28/5/2026) pukul 20.15 Wita dari Putu Krisna selaku personel BPBD Tabanan. Berdasarkan informasi yang diterima, kejadian bermula pada Kamis sore sekitar pukul 15.30 Wita, saat korban bersama seorang temannya pergi ke Pantai Yeh Gangga untuk berenang. Setibanya di lokasi, keduanya bermain air di kawasan pantai. Namun, saat sedang berenang, korban tiba-tiba dihantam ombak besar dari arah laut dan terseret arus. Teman korban sempat berupaya memberikan pertolongan dengan menarik tangan korban. Akan tetapi, derasnya arus membuat usaha tersebut tidak berhasil. Demi menyelamatkan diri, teman korban kemudian berenang menuju bibir pantai dan meminta bantuan kepada warga setempat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 20.30 Wita, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar memberangkatkan empat personel menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi SAR. Setibanya di lokasi, mereka segera berkoordinasi dengan unsur SAR terkait serta pihak keluarga korban guna menentukan langkah pencarian.

“Sekitar pukul 22.05 Wita, pencarian dilakukan dengan metode penyisiran ke arah barat dari titik lokasi korban tenggelam sejauh kurang lebih 1,5 kilometer,” jelas I Nyoman Sidakarya, selalu Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Penyisiran sepanjang bibir pantai berlangsung hingga pukul 23.35 Wita. Namun, hingga operasi dihentikan sementara pada malam hari, korban masih belum ditemukan.

Baca Juga  Digital Island Nusa Lembongan, Wujudkan Transformasi Digital Kabupaten Klungkung Bersama BI Bali

Hari ini, Jumat (29/5/2026), upaya pencarian kembali dilanjutkan oleh tim SAR gabungan. “Hari ke dua operasi SAR kami tim SAR gabungan memperluas area pencarian di sekitar lokasi kejadian, dengan mengerahkan SRU laut dan darat,” ungkapnya.

Adapun unsur SAR Gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian terdiri dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sebanyak 4 personel, Samapta Polres Tabanan 6 personel, Polair Polres Tabanan 8 personel, Polsek Kota Tabanan 6 personel, Babinsa Sudimara 1 personel, BPBD Tabanan 10 personel, Camat Tabanan 3 personel, PMI Tabanan 3 personel, serta keluarga dan masyarakat setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca