Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Patroli Malam Minggu Polsek Dentim, Cegah Kriminalitas dan Aksi Balap Liar

BALIILU Tayang

:

Polsek Dentim
PATROLI: Polsek Denpasar Timur (Dentim) saat melaksanakan kegiatan Patroli Malam Minggu dan Blue Light Patrol pada Minggu (13/10/2024). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Polsek Denpasar Timur (Dentim) kembali melaksanakan kegiatan Patroli Malam Minggu dan Blue Light Patrol pada Minggu (13/10/2024), dalam rangka mencegah terjadinya aksi kriminalitas, balap liar dan gangguan Kamtibmas lainnya di wilayah hukum (Wilkum) Polsek Dentim. Kegiatan yang dimulai pukul 24.00 Wita ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Dentim AKP Agus Riwayanto Diputra, S.I.K., M.H., dengan didampingi oleh Perwira Pengawas (Pawas) Iptu Nyoman Kuasa S.Sos.

Rute patroli meliputi sejumlah titik strategis, di antaranya Jln. Ida Bagus Mantra, Jln. Padang galak, Bundaran Renon, hingga Jln. By pass Ngurah Rai untuk mencegah aksi balap liar yang dapat berpotensi mengganggu ketertiban umum dan menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Selama patroli, personil Kepolisian juga memberikan imbauan kepada anak-anak muda yang nongkrong di minimarket untuk tidak mengonsumsi minuman keras. Unit Blue Light Patrol juga mengimbau mereka untuk segera pulang guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, patroli ini juga menyasar pelaku usaha yang masih beroperasi serta petugas keamanan di beberapa perkantoran, menyampaikan pesan keamanan agar ikut bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di lingkungannya masing-masing. Pemeriksaan kendaraan juga dilakukan oleh personil, untuk memastikan tidak adanya senjata tajam atau barang berbahaya yang dapat mengancam keamanan masyarakat.

Kapolsek Dentim AKP Agus Riwayanto Diputra, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa patroli ini merupakan bagian dari upaya preventif yang dilakukan secara rutin untuk menjaga keamanan wilayah, terutama di malam hari.

“Kami berkomitmen untuk terus melaksanakan patroli seperti ini guna memastikan wilayah Denpasar Timur tetap aman dan kondusif, khususnya di malam minggu, di mana potensi gangguan kamtibmas, seperti balap liar dan aksi kriminalitas, cenderung meningkat,” ujar Kapolsek. (gs/bi)

Baca Juga  Patroli Gabungan TNI-Polri di Dentim Pastikan Pergantian Tahun Aman

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bupati Sanjaya Lantik 61 Pejabat di Tabanan, Tegaskan Jabatan adalah Amanah untuk Wujudkan Kinerja Nyata

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melantik 61 pejabat di lingkungan Pemkab Tabanan di Tabanan Command Center.
LANTIK PEJABAT: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat melantik 61 pejabat di lingkungan Pemkab Tabanan di Tabanan Command Center pada Kamis (13/8). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali melakukan penguatan organisasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Prosesi yang berlangsung secara hybrid (daring dan luring) tersebut dipimpin langsung Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya di Tabanan Command Center (TCC), Kamis (13/8).

Sebanyak 3 pejabat pimpinan tinggi pratama, 21 pejabat administrator, dan 37 pejabat pengawas dilantik pada kesempatan tersebut. Kegiatan turut dihadiri Jero Mangku Utawi Rohaniawan, Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Kepala Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara Denpasar, Kepala Kantor Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bali, Sekda Tabanan, para Asisten Setda, kepala perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, serta para Camat se-Kabupaten Tabanan.

Dalam arahannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan merupakan bagian dari dinamika penyelenggaraan pemerintahan sekaligus proses pembinaan karier aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Ia meminta seluruh pejabat memahami bahwa setiap penempatan memiliki tujuan dan kebutuhan organisasi yang harus dijawab melalui kinerja.

“Saya ingin menegaskan bahwa mutasi, rotasi, maupun pengisian jabatan dalam birokrasi merupakan sesuatu yang biasa dan merupakan bagian dari kewenangan manajemen pemerintahan, sepanjang dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, kebutuhan organisasi, kompetensi, serta prinsip-prinsip sistem merit yang berbasiskan talenta,” ujar Sanjaya.

Menurutnya, mutasi maupun rotasi tidak semestinya dimaknai sebatas perpindahan tempat atau jabatan, terlebih hanya sebagai urusan administratif. “Jangan pernah memaknai mutasi semata-mata sebagai perpindahan tempat atau perpindahan jabatan, apalagi sekadar urusan administratif belaka. Ingatlah bahwa di balik setiap penempatan terdapat kebutuhan organisasi. Di balik setiap jabatan terdapat tanggung jawab dan di balik setiap amanah terdapat harapan masyarakat Tabanan yang harus kita jawab dengan kinerja,” tegasnya.

Baca Juga  Curi Uang Majikan hingga 8 Kali, Pelaku Akhirnya Ditangkap Tim Opsnal Polsek Dentim

Sanjaya menjelaskan, pelantikan tersebut memiliki beberapa latar belakang penting. Pertama, pengisian tiga jabatan pimpinan tinggi pratama merupakan hasil proses seleksi terbuka untuk jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Kebudayaan, dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tabanan. Proses tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan jabatan strategis diisi pejabat yang memiliki kompetensi, kapasitas, pengalaman, serta kemampuan kepemimpinan sesuai tuntutan organisasi.

Kedua, pelantikan dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian jabatan administrator dan pengawas sesuai kebutuhan organisasi. Ketiga, terdapat pengisian Kepala Subbagian pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tabanan sebagai bagian dari amanat struktur organisasi dan tata kerja perangkat daerah. “Artinya, pelantikan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, ini adalah bagian dari proses menata organisasi agar lebih efektif, lebih responsif dan lebih mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Tabanan,” ungkap Sanjaya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya juga menyampaikan apresiasi kepada panitia seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama yang telah melaksanakan proses seleksi secara profesional dan bertanggung jawab. Apresiasi turut diberikan kepada Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali atas pengawasan terhadap proses seleksi serta Badan Kepegawaian Negara atas dukungan pembinaan dan fasilitasi dalam penyelenggaraan manajemen ASN di lingkungan Pemkab Tabanan.

Menutup arahannya, Sanjaya berpesan kepada seluruh pejabat yang dilantik agar menjadikan disiplin sebagai budaya kerja, serta senantiasa bekerja keras, bekerja cerdas dan bertanggung jawab dalam menjalankan amanah jabatan. Ia menegaskan bahwa setiap jabatan dan kinerja pejabat akan terus menjadi bagian dari evaluasi organisasi.

“Jabatan bukan hak yang melekat selamanya. Jabatan adalah amanah yang harus dijaga melalui kinerja, kompetensi, disiplin, integritas dan tanggung jawab. Maka tunjukkan melalui kerja nyata bahwa kepercayaan yang diberikan kepada saudara memang layak, selamat bekerja, segera lakukan konsolidasi internal, susun langkah strategis, pastikan program dan kegiatan berjalan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat manfaat sebagai fondasi kuat menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),” pungkas Sanjaya. (gs/bi)

Baca Juga  Polres Gianyar Gelar Patroli Gabungan Antisipasi Premanisme dan Penjualan Miras di Wilayah Hukum Gianyar

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Lantik Direktur BLUD Taman Budaya, Bupati Sanjaya Dorong Pengelolaan Fasilitas Publik Lebih Profesional

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melantik Direktur BLUD Taman Budaya di Wantilan Singasana RJ Bupati.
LANTIK: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat melantik Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Taman Budaya yang berlangsung di Wantilan Singasana RJ Bupati, Kamis (13/8). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan terus mendorong penguatan tata kelola aset daerah agar mampu memberikan pelayanan publik yang semakin optimal. Upaya tersebut ditandai dengan dilantiknya Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Taman Budaya oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya dalam acara yang berlangsung di Wantilan Singasana RJ Bupati, Kamis (13/8).

Pada kesempatan tersebut, I Gusti Gede Krishagung Sunda Dewata Putra, S.E., resmi dilantik sebagai Direktur BLUD Taman Budaya. Turut hadir Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, para Asisten Setda, pimpinan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta Jero Bendesa Adat Kota Tabanan.

Pelantikan tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menghadirkan pola pengelolaan fasilitas publik yang lebih efektif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Keberadaan BLUD Taman Budaya diharapkan mampu mengoptimalkan pengelolaan berbagai fasilitas, khususnya Gedung Kesenian I Ketut Marya, sehingga tidak hanya terjaga dari sisi pemeliharaan, tetapi juga mampu memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya para seniman dan pelaku kegiatan kreatif.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa pembentukan BLUD Taman Budaya bukanlah sebuah gagasan yang muncul secara tiba-tiba, melainkan lahir dari kebutuhan untuk menjawab berbagai persoalan dalam pengelolaan fasilitas publik. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya membangun fasilitas, tetapi juga harus memastikan fasilitas tersebut dapat dikelola dengan baik sehingga memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. “Ini adalah ada sebuah ide gagasan dan terobosan Pemerintah Kabupaten Tabanan yang sangat luar biasa demi pelayanan masyarakat Tabanan yang kita cintai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya menambahkan proses birokrasi yang kurang optimal cender menghambat pelayanan dan proses pemeliharaan fasilitas umum dan sosial yang ada. “Jujur kita akui, selama saya menjadi Wakil Bupati dua periode, banyak yang saya lihat perlu dioptimalisasi dalam pelayanan. Pemerintah memang mampu membangun berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial, tetapi dalam pengelolaan dan pemeliharaannya terkadang masih terkendala birokrasi yang cukup panjang. Ini bukan karena OPD tidak baik, tetapi proses birokrasi tersebut yang terkadang membuat pelayanan menjadi terhambat.” imbuhnya.

Baca Juga  Polres Gianyar Gelar Patroli Gabungan Antisipasi Premanisme dan Penjualan Miras di Wilayah Hukum Gianyar

Mengambil contoh pengelolaan Gedung Kesenian I Ketut Marya, Bupati Sanjaya menekankan dalam pengelolaan fasilitas umum ini membutuhkan perhatian secara menyeluruh yang dirasa tidak cukup diampu oleh satu perangkat daerah namun memerlukan perhatian secara inklusif mulai dari pemeliharaan, kebersihan, penerangan, keamanan hingga pengelolaan berbagai kegiatan. Kondisi tersebut membutuhkan tata kelola yang lebih fleksibel dan responsif.

Melalui pengelolaan berbasis BLUD, pihaknya berharap sumber-sumber pendapatan yang diperoleh dapat kembali dimanfaatkan untuk kebutuhan pemeliharaan dan pengembangan fasilitas. Terlebih, dengan adanya berbagai event dan aktivitas di kawasan Gedung Kesenian I Ketut Marya dan sekitarnya turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Pendapatan dari sektor parkir, UMKM, serta pelaku usaha di sekitar kawasan tersebut tercatat mengalami peningkatan. Bupati Sanjaya meyakini kehadiran BLUD Taman Budaya dapat menjadi salah satu terobosan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi di sekitar fasilitas yang dikelola. Ke depan, pola serupa juga diharapkan dapat diterapkan pada fasilitas lain yang masih dikelola pemerintah, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Menutup sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan selamat kepada Direktur BLUD Taman Budaya yang baru dilantik. Ia berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan dedikasi, sehingga mampu membawa pengelolaan Taman Budaya semakin baik serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wujud Nyata Pengabdian TNI AD untuk Masyarakat Buleleng, Pangdam IX/Udayana Resmikan Jembatan Garuda

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto meresmikan Jembatan Garuda yang menghubungkan Desa Lokapaksa dan Desa Ringdikit, Buleleng.
RESMIKAN JEMBATAN: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto meresmikan Jembatan Garuda sepanjang 60 meter yang menghubungkan Desa Lokapaksa dengan Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kamis (13/8/2026). (Foto: Pendam IX)

Buleleng, baliilu.com – Kehadiran TNI di tengah masyarakat kembali diwujudkan melalui karya nyata yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Di Kabupaten Buleleng, Bali, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto meresmikan Jembatan Garuda sepanjang 60 meter yang menghubungkan Desa Lokapaksa dengan Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kamis (13/8/2026).

Bertempat di Banjar Dinas Bukit Sakti, Desa Lokapaksa, peresmian Jembatan Garuda menjadi bagian dari rangkaian peresmian secara nasional 3.395 jembatan yang dibangun TNI-Polri serta 3.000 sumber air bersih oleh TNI AD, yang dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara virtual dari Istana Negara, Jakarta.

Jembatan yang kini berdiri kokoh tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka akses yang lebih mudah bagi aktivitas perekonomian, pendidikan dan sosial, sekaligus memperkuat konektivitas antardesa.

Dalam peresmian nasional tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto menyaksikan laporan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dari Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terkait pembangunan ribuan jembatan TNI dan 3.000 sumber air bersih TNI AD. Dari Kabupaten Lebak, Banten, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga menyampaikan laporan terkait pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang dilaksanakan jajaran Polri di berbagai wilayah Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada Kasad, Kapolri dan seluruh jajaran yang telah menunjukkan dedikasi dalam menyelesaikan program tersebut, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Kita lihat sendiri bahwa kita adalah bangsa yang bersatu, bergotong royong antara masyarakat dengan TNI Polri dalam menyelesaikan program ini dan nantinya satu tujuan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujar Presiden RI Prabowo Subianto.

Seusai mengikuti video conference bersama Presiden RI, Kasad, Kapolri dan jajaran, Pangdam IX/Udayana didampingi Kasrem 163/Wira Satya, Aster Kasdam IX/Udayana, Kazidam IX/Udayana, Kapendam IX/Udayana, unsur Forkopimda Provinsi Bali, Forkopimda Kabupaten Buleleng serta tokoh masyarakat, kemudian meresmikan Jembatan Garuda.

Baca Juga  Dua Pelaku Curanmor Diamankan Polsek Denpasar Timur

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Pangdam IX/Udayana, sebagai simbol selesainya pembangunan sekaligus dimulainya pemanfaatan jembatan bagi masyarakat Desa Lokapaksa dan Desa Ringdikit.

Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari komitmen TNI untuk membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat melalui karya nyata yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

“Kita telah bersama-sama mengikuti video conference dengan Presiden RI, Kasad, Kapolri dan seluruh jajaran untuk meresmikan jembatan serta program air bersih yang tersebar di seluruh Indonesia. Program ini merupakan upaya nyata untuk membantu mengatasi kesulitan yang selama ini dialami oleh masyarakat,” ungkap Pangdam.

Pangdam juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat Jembatan Garuda agar dapat terus memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Jembatan ini agar kita rawat dan jaga bersama. Apabila terdapat kerusakan, segera laporkan agar dapat ditindaklanjuti dan diperbaiki. Mari kita jaga fasilitas yang telah dibangun untuk kepentingan masyarakat ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang panjang,” pesan Mayjen TNI Piek Budyakto.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur bukan semata-mata menghadirkan sarana fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun serta meningkatkan kesejahteraan.

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan salah satu bentuk nyata komitmen TNI dalam mendukung program pemerintah, khususnya menghadirkan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Jembatan Garuda ini bukan sekadar sarana penghubung secara fisik, tetapi juga menjadi penghubung aktivitas dan harapan masyarakat. Dengan adanya jembatan ini, akses antara Desa Lokapaksa dan Desa Ringdikit menjadi lebih mudah, sehingga diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat, kegiatan perekonomian, pendidikan maupun aktivitas sosial lainnya,” ujar Kapendam.

Baca Juga  Cegah Aksi Balap Liar, Polsek Kuta Gencar Lakukan Patroli Subuh

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sekaligus mencerminkan kuatnya sinergi dan semangat gotong royong antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadirkan solusi terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah.

Sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada masyarakat, rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan sembako oleh Pangdam IX/Udayana kepada warga setempat, dilanjutkan dengan foto bersama. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca