Tuesday, 23 July 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KRIMINAL

Dua Pelaku Curanmor Diamankan Polsek Denpasar Timur

BALIILU Tayang

:

pencurian motor di denpasar timur
UNGKAP PENCURIAN: Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Denpasar Timur mengungkap kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di rumah kos, Jalan Dr. Goris, Gang Teknik nomor 14, Denpasar Timur. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Denpasar Timur mengungkap kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di rumah kos, Jalan Dr. Goris, Gang Teknik nomor 14, Denpasar Timur.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas kepolisian mengamankan dua orang pelaku masing-masing berinisial RS (16) dan IGSP (22).

Kapolsek Denpasar Timur AKP Agus Riwayanto Diputra menerangkan, anggotanya bergerak melakukan penyelidikan setelah menerima laporan korban bernama Dian Reza Patria (22).

Dari keterangan korban, semula ia memarkir sepeda motornya tepat di depan kamar kos dan ditinggal tidur, Kamis (13/6/2024) dini hari.

Esok harinya saat akan berangkat kerja sekitar pukul 12.00 Wita, korban sudah tidak lagi menemukan sepeda motor Kawasaki Ninja warna hijau miliknya. Atas kejadian tersebut, korban menderita kerugian sekitar Rp 17 juta.

“Dari penuturan korban, sebelumnya sepeda motor tersebut diparkir di depan kamar kos dan stang tidak terkunci,” beber Kapolsek, Selasa (18/6/2024).

Polisi yang melakukan penyelidikan memperoleh informasi jika orang yang diduga pelaku pencurian sedang berada di seputaran Jalan Pulau Kawe, Denpasar Barat.

Tanpa buang-buang waktu, petugas melakukan pencarian dan menemukan kedua pelaku tengah berada di sebuah bengkel, Sabtu (15/6/2024).

Ketika diinterogasi, keduanya mengakui telah melakukan pencurian sepeda motor Kawasaki Ninja di sebuah rumah kos. Saat itu juga kedua pelaku digelandang ke kantor polisi.

Di Mapolsek, RS mengaku awalnya ia beraksi sendiri. Setelah itu RS menghubungi IGSP untuk membantu mendorong sepeda motor yang dicurinya.

Tak hanya sekali, kedua pelaku buka mulut dan mengakui melakukan pencurian sepeda di beberapa TKP, yaitu di Jalan Dr. Goris, Jalan Akasia dan di Jalan Sedap Malam.

Baca Juga  Kapolsek Dentim Pimpin Pelaksanaan Blue Light Patrol, Perkuat Keamanan Malam Minggu dan Merespon Potensi Kerawanan

“Sepeda motor hasil kejahatan dijual oleh kedua pelaku kepada seseorang dengan cara cash on delivery (COD). Uang hasil penjualan lalu dibagi 2 dan digunakan untuk keperluan sehari-hari,” beber Kapolsek.

Dalam penangkapan, polisi turut menyita barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Kawasaki Ninja, 1 unit sepeda motor Honda Scoopy, 1 unit sepeda motor Honda Beat, plat nomor sepeda motor Ninja N 5077 VAG, dan uang Rp 500 ribu hasil penjualan barang curian. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Curi Sepeda Motor, Pelaku Berhasil Ditangkap Unit Reskrim Polsek Blahbatuh

Published

on

By

pencurian sepeda motor di gianyar
KONFERENSI PERS: Unit Reskrim Polsek Blahbatuh Gianyar saat menggelar konferensi pers pengungkapan pencurian sepeda motor (Curanmor), pada Selasa, 16 Juli 2024 di Mapolres Gianyar. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Kepolisian Resor Gianyar (Polres Gianyar) melalui Unit Reskrim Polsek Blahbatuh berhasil membekuk pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor), pada Selasa, 16 Juli 2024.

Seijin Kapolres Gianyar AKBP Umar, S.I.K, M.H., Kapolsek Blahbatuh Kompol I Made Berata, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa pelaku inisial RL, laki-laki, 22 tahun berhasil ditangkap di Jalan By Pass Dharma Giri Buruan tak lama setelah melakukan aksinya.

Ikhwal pengungkapan berawal dari adanya laporan korban Miswanto pada Selasa, 16 Juli 2024 sekira pukul 08.00 Wita terjadi pencurian di tempat kos Jalan By Pass Dharma Giri, Buruan, Kecamatan Blahbatuh. Korban melaporkan telah kehilangan 1 (satu) unit sepeda motor Honda Beat warna putih hijau Nomor Polisi N 5255 TT.

Melalui penyelidikan, petugas melihat seorang laki-laki sedang menuntun sepeda motor di Jalan By Pass Dharma Giri, Banjar Getas Kangin, Desa Buruan Kecamatan Blahbatuh, Gianyar dengan Nopol yang sama dengan yang dilaporkan oleh korban.

“Petugas melakukan interogasi terhadap pelaku yang tertangkap tangan sedang menuntun barang hasil curiannya. Setelah diinterogasi laki-laki tersebut mengakui perbuatannya telah mengambil 1 (satu) unit sepeda motor Honda Beat warna putih hijau Nomor Polisi N 5255 TT milik korban tanpa ijin,” ujar Kapolsek.

Modus operandi pelaku mengambil sepeda motor yang sedang terparkir dengan leluasa karena tidak terkunci stang yang kemudian oleh pelaku sepeda motor dihidupkan melalui kabel stop kontak.

“Terhadap pelaku dan barang bukti selanjutnya diamankan guna proses penyidikan lebih lanjut dimana qpelaku dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” tandas Kompol Made Berata. (gs/bi)

Baca Juga  BLP Polsek Dentim Tingkatkan Pengawasan Rumah Kosong yang Ditinggal Mudik
Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Bareskrim Bongkar Penggelapan 20 Ribu Kendaraan, Dikirim ke Berbagai Negara

Published

on

By

penggelapan motor
PENGGELAPAN: Barang bukti kendaraan bermotor kasus penggelapan jaringan internasonal. (Foto: humas.polri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri membongkar kasus penggelapan kendaraan bermotor jaringan internasional. Total 20 ribu kendaraan telah dikirim ke luar negeri sejak Februari 2021 hingga Januari 2024.

Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani mengungkap, kasus ini terbongkar setelah menerima laporan polisi bernomor: LP/B/38/I/2024/SPKT/ Bareskrim Polri, tanggal 29 Januari 2024. Dalam pengungkapan kasus ini disita 675 unit motor bodong.

“Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain sepeda motor sebanyak 675 unit dan dokumen pendukung adanya transaksi pengiriman sebanyak kurang lebih 20 ribu unit sepeda motor rentang waktu Febuari 2021 sampai dengan Januari 2024,” kata Djuhandhani dalam konferensi pers di SLog Polri, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (18/7/2024), dikutip dari humas.polri.go.id.

Adapun ratusan kendaraan ini ditemukan dalam 6 lokasi yang berada di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Rencananya kendaraan akan dikirim ke 5 negara, sebagaimana yang telah dikirim sebelumnya. Kelima negara itu yakni Vietnam, Rusia, Hong Kong, Taiwan, hingga Nigeria.

“TKP Kelapa Gading, Jakarta Utara, sepeda motor 53 unit, copotan atau pretelan sepeda motor 14 unit 3. TKP Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, sepeda motor 210 unit. TKP Padalarang Jawa Barat, sepeda motor 24 unit. TKP Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sepeda motor 95 unit, pretelan sepeda motor 180 unit, mobil 1 unit. TKP Kabupaten Cimahi, Jawa Barat, sepeda motor 50 unit. TKP Cihampelas, Jawa Barat, sepeda motor 48 unit,” jelas Djuhandhani.

Bareskrim kini menetapkan 7 orang tersangka dengan berbagai peran.

“Tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka dengan peran masing-masing sebagai berikut, NT selaku debitur, ATH selaku debitur, WRJ selaku penadah, HS selaku penadah, FI selaku perantara (pencari penadah), HM selaku perantara (pencari debitur) dan WS selaku eksportir,” ungkapnya.

Baca Juga  Polsek Dentim Mediasi Dua Kelompok Remaja Berseteru di Pantai Padanggalak

Akibat perbuatan para pelaku, menimbulkan kerugian ekonomi mencapai Rp 876.238.400.000. Akumulasi kerugian korban dihitung dari harga per sepeda motor dengan harga total (leasing) Rp 40.000.000 dikali 20.666 unit yang telah diekspor ke lima negara.

“Para pelaku diduga melanggar tindak pidana fidusia dan atau penipuan dan atau penggelapan dan atau penadahan. Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 atau Pasal 36 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia dan atau Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHP, dan atau Pasal 480 KUHP dan atau pasal 481 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Polri Ungkap Modus Pelaku Penipuan Online Lowongan Kerja di Berbagai Negara

Published

on

By

penipuan lowongan kerja
Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Himawan Bayu Aji saat memberikan keterangan kepada media, Kamis (18/7). (Foto: humas.polri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Polri mengungkap alasan sindikat penipuan online berkedok lowongan kerja (loker) paruh waktu jaringan internasional menyasar empat negara. Keempat negara menjadi korban scam online ini ialah Indonesia, Thailand, India, dan Tiongkok.

“Jadi dia melihat Indonesia karena warga negara yang ikut itu Indonesia kemudian di-blasting ke beberapa negara. China karena penduduknya banyak, kemudian India itu padat,” kata Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Himawan Bayu Aji, Kamis, 18 Juli 2024, dikutip dari humas.polri.go.id.

Selain perihal kepadatan penduduk, Himawan menyebut sindikat penipuan ini telah memetakan aktivitas online negara yang disasar. Pemetaan dilakukan pelaku dengan melihat social engineering, cara dimana penipu atau pelaku menggunakan kesalahan atau kecerobohan individu untuk mencuri data atau informasi penting yang konfidensial.

“Selain mereka juga secara sosial engineering memprofiling kira-kira mana yang mungkin atau jadi korban terbanyak,” ungkap jenderal bintang satu itu.

Adapun sindikat ini melancarkan aksinya dengan menyebarkan tautan website melalui platform online seperti Facebook, Telegram, dan WhatsApp. Aksi scamming itu dikendalikan dari Kota Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

“Kenapa ini di Dubai? Karena ini pusatnya mereka di Dubai, kita ambilnya Dubai ini kita juga hasil penelusuran yang diberangkatkan kemudian ada di Dubai, ada penerjemah di sana,” ungkap dia.

Total ada empat orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan daring ini. Mereka ialah warga negara Tiongkok, ZS selaku pimpinan; tiga orang warga Indonesia berinisial NSS, H, dan M yang membantu ZS melakukan aksi tindak pidana ini.

Dari bisnis ilegal ini, SZ bersama sindikatnya berhasil meraup untuk kurang lebih Rp 1,5 triliun. Hasil itu berdasarkan bisnis penipuan dari empat negara yang disasar, Indonesia Rp59 miliar, India Rp 1,077 triliun, Tiongkok Rp 91 miliar, dan Thailand Rp 288 miliar.

Baca Juga  Tingkatkan ‘’Blue Light Patrol’’, Polsek Dentim Wujudkan Keamanan Selama WWF Ke-10

Sementara itu, ada empat orang tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri tengah memburu keempat DPO selaku koordinator dari operator sindikat penipuan tersebut. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca