Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Polri Lakukan Mutasi 1.255 Personel, 10 Kapolda Berganti, dan 10 Polwan Jadi Kapolres

BALIILU Tayang

:

mutasi polri
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho. (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan mutasi besar-besaran di jajaran perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Mutasi ini tertuang dalam enam surat telegram (ST) yang diterbitkan pada 12 Maret 2025, dengan total 1.255 personel mengalami pergeseran jabatan.

Mutasi ini tercantum dalam enam surat telegram, sebagai berikut: ST/488/III/KEP./2025 – 111 personel; ST/489/III/KEP./2025 – 442 personel; ST/490/III/KEP./2025 – 261 personel; ST/491/III/KEP./2025 – 153 personel; ST/492/III/KEP./2025 – 202 personel; ST/493/III/KEP./2025 – 86 personel.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho, menegaskan bahwa mutasi ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi dan strategi penguatan kelembagaan.

“Mutasi ini merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi Polri. Selain sebagai penyegaran, ini juga bagian dari pembinaan karier untuk meningkatkan profesionalisme anggota,” ujar Irjen Pol Sandi Nugroho, Kamis (13/3/2025).

Dari total 1.255 personel yang dimutasi, sebanyak 881 personel mendapat promosi jabatan. Beberapa di antaranya adalah: Dua Perwira Tinggi (Pati) menduduki jabatan strategis di Mabes Polri:
Irjen Pol Anwar sebagai Asisten SDM Kapolri; Irjen Pol. Suwondo Nainggolan sebagai Asisten Logistik Kapolri.

10 Kapolda baru ditunjuk, termasuk: Brigjen Pol. Mardiyono sebagai Kapolda Bengkulu; Irjen Pol. Rusdi Hartono sebagai Kapolda Sulsel; Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto sebagai Kapolda Jatim.

Sebanyak 6 Irjen Pol. dan 33 Brigjen Pol. mendapat promosi jabatan baru, 288 Kombes Pol. mengalami nivelering jabatan; 205 AKBP menjabat sebagai Kapolres di berbagai daerah.

Selain Promosi, Mutasi ini juga mencakup: 74 personel berangkat pendidikan; 88 personel selesai pendidikan; 77 personel menjalani tugas khusus (Gassus); 51 personel dikukuhkan dalam jabatan baru; 63 personel memasuki masa pensiun; 57 Polwan Naik Jabatan, 10 Jadi Kapolres.

Baca Juga  Detasemen K9 Polri Turut Amankan WWF Ke-10 di Bali

Dalam mutasi kali ini, sebanyak 57 polisi wanita (Polwan) mendapatkan promosi jabatan, dengan 10 di antaranya menduduki posisi Kapolres. Beberapa nama yang menonjol, antara lain: AKBP Kadek Citra Dewi sebagai Kapolres Jembrana, Polda Bali; AKBP Veronica sebagai Kapolres Salatiga, Polda Jateng; AKBP Heti Patmawati sebagai Kapolres Lampung Timur, Polda Lampung.

“Polwan memiliki peran yang semakin strategis dalam kepemimpinan di Polri. Promosi ini menunjukkan bahwa Polri terus memberikan ruang bagi Polwan untuk berkembang dan berkontribusi lebih luas,” tambah Irjen Pol. Sandi Nugroho.

Mutasi ini merupakan bagian dari strategi Polri dalam memperkuat organisasi dan meningkatkan efektivitas kinerja di berbagai lini.

“Kami ingin memastikan Polri tetap solid dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan ke depan. Mutasi ini adalah bagian dari strategi memperkuat organisasi agar semakin profesional dalam melayani masyarakat,” tutup Irjen Pol. Sandi Nugroho.

Dengan mutasi ini, diharapkan Polri semakin profesional, modern, dan terpercaya dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Kampanyekan Gemarikan, Bunda Rai Harapkan Generasi Cerdas Bebas Stunting

Published

on

By

gemarikan tabanan
BAGIKAN PAKET: Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat turun membagikan paket menu seimbang berbahan dasar ikan kepada siswa SD Negeri 1 Antosari, Selemadeg Barat, Tabanan, Selasa, (26/5). (Foto: bi)

Tabanan, baliilu.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam membangun generasi sehat dan cerdas terus digencarkan, salah satunya melalui kampanye Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan). Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, turun langsung membagikan paket menu seimbang berbahan dasar ikan kepada siswa SD Negeri 1 Antosari, Selemadeg Barat, Tabanan, Selasa, (26/5). Kehadiran Bunda Rai disambut antusias oleh para guru dan ratusan siswa yang tampak bersemangat mengikuti kegiatan edukatif tersebut.

Dalam kegiatan itu, Bunda Rai didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tabanan, Camat Selemadeg Barat, jajaran Pengurus TP PKK dan Forikan Tabanan serta Perbekel Desa Antosari, juga tokoh masyarakat setempat. Sebanyak 85 paket makanan berbahan baku ikan dibagikan kepada seluruh siswa mulai kelas 1 hingga kelas 6. Menu yang disajikan pun dibuat menarik dan ramah anak, seperti olahan ikan gurami, fillet tepung, nugget, siomay, hingga sate ikan.

Selaku Ketua Forikan Kabupaten Tabanan, Bunda Rai menegaskan Pemerintah Kabupaten Tabanan memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui gerakan gemar makan ikan bagi balita, anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. “Ikan mengandung protein berkualitas tinggi dengan asam amino esensial yang seimbang, serta omega 3 yang sangat penting untuk perkembangan jaringan otak anak. Pada masa pertumbuhan, anak-anak sangat membutuhkan asupan nutrisi seimbang dan protein hewani yang bersumber dari ikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bunda Rai menyampaikan bahwa kegiatan Gemarikan dilaksanakan serentak di seluruh Kabupaten Tabanan. Ini komitmen pemerintah daerah dalam membudayakan konsumsi ikan di tengah masyarakat. “Kita ingin anak-anak Tabanan menjadi generasi yang pintar, sehat, cerdas, dan berdaya saing, karena ikan mengandung banyak vitamin, protein, dan omega 3 yang sangat baik untuk kecerdasan otak. Orang tua di rumah juga harus memperhatikan pola konsumsi anak dengan lebih banyak mengonsumsi ikan,” harapnya.

Baca Juga  Tindaklanjuti Arahan Presiden, Kapolri Lepas Mudik Gratis Polri Presisi

Selain itu, Bunda Rai juga menekankan gerakan gemar makan ikan menjadi langkah nyata dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Tabanan. Melalui edukasi sejak usia dini, ia juga berharap anak-anak semakin memahami pentingnya pola makan sehat demi menciptakan generasi emas yang unggul di masa depan. “Kita pemerintah, mulai dari sekolah agar bisa ditularkan ke rumah masing-masing. Dengan membiasakan makan ikan sejak dini, kita optimis dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tabanan, I Made Yudiana, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung ketahanan pangan dan gizi nasional. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan edukasi kepada anak-anak bahwa mengonsumsi ikan sangat penting untuk kesehatan dan pertumbuhan. Ikan merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang dapat mendukung peningkatan gizi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Sekolah SD Negeri 1 Antosari, Ni Nyoman Sunitri, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kehadiran Bunda Rai beserta jajaran di sekolah yang dipimpinnya. Ia menyebut kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya konsumsi ikan bagi kesehatan dan kecerdasan anak menuju generasi emas di masa depan. “Kegiatan ini sangat positif karena memberikan pengetahuan kepada anak-anak tentang pentingnya makan ikan untuk kesehatan dan kecerdasan menuju generasi emas,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bahu-membahu, Pemkab Jembrana dan Rekan Kerja Urus Kepulangan Jenazah PMI Jembrana dari Jepang

Published

on

By

pmi jembrana
JALIN KOMUNIKASI: Pemkab Jembrana bersama Satgas BP3MI Bali saat hadir langsung ke rumah duka untuk menjalin komunikasi dengan keluarga almarhum bersama Kelurahan dan Bendesa Adat Tegalcangkring pada Senin (25/5). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Informasi mengenai meninggalnya seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI), I Kadek Mas Heriadi (34) asal Lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo yang menghembuskan nafas terakhirnya di Ibaraki, Jepang pada Minggu (24/5), membuat Pemerintah Kabupaten Jembrana mengambil langkah cepat untuk membantu pemulangan jenazah almarhum.

Langkah awal, Pemkab Jembrana bersama Satgas BP3MI Bali hadir langsung ke rumah duka untuk menjalin komunikasi dengan keluarga almarhum bersama Kelurahan dan Bendesa Adat Tegalcangkring pada Senin (25/5). Selanjutnya, BP3MI berkoordinasi dengan KBRI di Jepang untuk memfasilitasi proses pemulangan almarhum.

Pemkab Jembrana juga akan mendampingi pengurusan administrasi serah terima jenazah, langkah ini diambil dengan membangun kolaborasi lintas sektor agar proses administrasi dapat diselesaikan tanpa hambatan. Pemkab Jembrana juga memfasilitasi pengantaran keluarga ke bandara I Gusti Ngurah Rai dan ambulance yang nantinya mengantarkan jenazah hingga ke rumah duka.

Diketahui sebulan sebelumnya, almarhum mengeluhkan sakit pada bagian kaki yang tampak membengkak, ia pun sempat dibawa berobat ke klinik terdekat. Namun, lima hari menjelang wafat, kondisi almarhum memburuk hingga tidak dapat bekerja dan kembali dibawa ke rumah sakit terdekat, namun almarhum menolak dirawat, dan minta pulang ke rumah karena berharap bisa segera kembali ke Bali setelah kondisinya membaik.

Namun takdir berkata lain, almarhum menghembuskan napas terakhir pada Minggu (24/5) dengan didampingi oleh adik kandungnya, Komang Eri Wahyudi (24) yang juga berstatus sebagai pemagang di Jepang yang merawat almarhum selama masa-masa kritis hingga dinyatakan meninggal dunia.

Di balik suasana duka, solidaritas PMI asal Bali yang bekerja di Jepang menjadi sorotan yang memicu haru sekaligus rasa bangga dari pemerintah daerah. Begitu kabar duka menyebar, komunitas PMI Bali ini tanpa menunda waktu mengambil tanggung jawab kolektif mengumpulkan donasi untuk membantu membiayai kepulangan almarhum sembari menunggu dokumen kepulangan rampung.

Baca Juga  Kapolri Pimpin Serah Terima Jabatan 6 Pejabat Tinggi Polri

Kepala Dinas Nakerprin Jembrana Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi menyampaikan Pemkab Jembrana telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai otoritas terkait guna memastikan almarhum dapat segera dipulangkan ke kampung halaman. Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi atas solidaritas sesama PMI Bali yang dinilai menjadi pilar penting dalam membantu penanganan situasi darurat seperti ini.

“Bekerja sama dengan berbagai pihak, kita akan upaya percepatan pengurusan administrasi pemulangan almarhum sesegera mungkin. Kami mewakili pemerintah daerah menyampaikan terima kasih kepada semeton PMI Bali di Jepang yang memiliki rasa menyama braya yang kuat untuk ikut membantu kepulangan almarhum,” ucapnya.

Mirah menegaskan bahwa penanganan ini sesuai dengan SOP dinas dan instruksi langsung Bupati Jembrana untuk bergerak cepat membantu setiap permasalahan PMI di luar negeri. Guna mengoptimalkan penanganan tersebut, pihaknya bersinergi dengan BP2MI selaku otoritas pusat yang berwenang menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi para pekerja migran.

“Kami juga terus bersinergi dengan BP2MI yang memegang wewenang di tingkat pusat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan PMI selama ini,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tingkatkan Integritas ASN di Era Digital, Penegakan Regulasi dan Pendekatan Humanis Jadi Kunci

Published

on

By

integritas asn
PETUAH: Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa dalam acara Podcast Petuah Ngopi Satpol PP Buleleng di Ruang Kerja Sekda Buleleng, Selasa (26/5). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Menghadapi pesatnya kemajuan era digitalisasi, pemerintah daerah terus berkomitmen untuk memperkuat integritas, kompetensi, dan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN). Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa mengungkapkan hal terpenting yang harus dilakukan ASN masa kini adalah memiliki jiwa melayani masyarakat yang baik, adaptif, mampu membangun kompetensi dan dapat memprediksi fenomena yang akan terjadi ke depannya. Demikian disampaikan dalam Podcast Petuah Ngopi Satpol PP Buleleng di Ruang Kerja Sekda Buleleng, Selasa (26/5).

Sekda Suyasa menyampaikan, pengembangan kompetensi melalui mandatory standing, seperti Pelatihan Dasar (Latsar), Diklat, hingga Bimtek akan terus dioptimalkan. Berdasarkan pengalaman memimpin di enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta berulang kali mengemban amanah sebagai Sekretaris Daerah hingga Kepala Dinas, ditekankan bahwa aspek kepemimpinan (leadership) memegang peranan yang jauh lebih krusial dari pada sekadar manajemen tata kelola.

“Sistem reward and punishment (penghargaan dan sanksi) harus berjalan tegas, namun dalam pelaksanaannya kita tetap harus mengutamakan keharmonisan lingkungan kerja,” ujarnya.

Ditambahkan, perubahan pola interaksi antara pemerintah dan masyarakat kini berubah drastis akibat masifnya penggunaan gawai dan media sosial. Menanggapi fenomena tersebut, para pimpinan dituntut untuk lebih responsif. Dicontohkan, pada saat menjabat di Dinas Pendidikan, pemantauan langsung ke lapangan secara terjadwal dilakukan demi memastikan kondisi riil di sekolah sebelum berkembang menjadi konsumsi publik. Di era sekarang, setiap individu dapat dengan mudah memviralkan suatu peristiwa.

Berbicara sebagai pribadi, pihaknya menyikapi perkembangan zaman, pemanfaatan platform digital seperti TikTok bahkan diadopsi secara adaptif, salah satunya sebagai instrumen untuk mengukur dan mengetahui respons serta aspirasi masyarakat secara langsung. Kendati demikian, masyarakat juga diimbau untuk bijak, mengingat masih adanya kecenderungan bersikap terlalu kaku terhadap digitalisasi hingga kesulitan memilah informasi valid dan terjebak dalam hoaks.

Baca Juga  Kapolres Boyolali Meninggal Dunia Dalam Perawatan Usai Kecelakaan

Disinggung terkait ASN masa kini, Sekda Suyasa mengatakan Generasi Z yang tumbuh di tengah pesatnya kemajuan digital kini mulai memasuki fase kerja produktif (prime work) sebagai ASN. Menyadari adanya posisi dilematis di mana kreativitas terkadang dibatasi oleh sekat-sekat birokrasi, perhatian khusus diberikan kepada para abdi negara muda ini. ASN Gen Z diharapkan tetap aktif dan cepat melakukan penyesuaian. Namun, seluruh inovasi yang dilahirkan wajib berada di dalam koridor hukum. Pemikiran yang bersifat out of the box tidak boleh menabrak peraturan yang berlaku agar tidak memicu pelanggaran regulasi.

Selain itu, era saat ini adalah era kolaborasi. Sekda Suyasa menegaskan bahwasannya tidak ada lagi pekerjaan yang dapat diselesaikan sendiri secara parsial. Ego sektoral harus sepenuhnya dihilangkan, dan seluruh lini harus saling mendukung demi mempermudah pelayanan publik. “Jangan sampai hal yang mudah dipersulit agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tidak menurun. Melayani masyarakat harus dilakukan dengan membahagiakan,” ujarnya.

Menanggapi prihal kinerja Satpol PP Buleleng, Sekda Suyasa menerangkan transformasi pelayanan juga menyasar pada kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selaku penegak ketenteraman dan ketertiban umum. Jika dahulu pola penegakan berorientasi pada sanksi denda, saat ini skema tersebut akan dirumuskan kembali melalui penerapan sanksi administratif yang lebih tepat. Sebagai bagian dari Tim Yustisi, Satpol PP Buleleng diarahkan untuk selalu mengedepankan pendekatan yang edukatif, humanis, dan regulatif, sehingga tindakan di lapangan tidak selalu berujung menjadi materi konflik. Pihaknya menegaskan Paradigma baru harus dibangun agar masyarakat melihat Satpol PP Buleleng sebagai aparat penegak ketertiban yang humanis.

“Saat ini, arah perubahan tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Upaya penertiban papan reklame maupun penataan rumah-rumah tidak layak yang berdiri di pesisir pantai telah direspons dan diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Detasemen K9 Polri Turut Amankan WWF Ke-10 di Bali

Sekda Suyasa berharap seluruh ASN masa kini untuk senantiasa memunculkan jiwa pelayanan publik yang tulus, terus membangun kompetensi, bersikap adaptif, serta mampu memprediksi fenomena di masa depan.

“Jangan sampai kita tertinggal oleh zaman. ASN akan dicintai oleh rakyat jika kita mampu berada dan hadir langsung di tengah-tengah mereka. Ketika masyarakat dapat bersatu dan mendukung penuh program pemerintah, di situlah kunci keberhasilan pembangunan kita,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca