Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Inovasi “Siap Selem” Dinas Perkimta Denpasar

Libatkan Desa Adat dan Dinas, Cegah Timbulnya Kawasan Kumuh Baru

Loading

BALIILU Tayang

:

program siap selem denpasar
Kepala Dinas Perkimta Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, saat ditemui pada Jumat (4/4) di Denpasar. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar terus berupaya menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman bagi warganya. Salah satu langkah inovatif yang diambil melalui Sistem Informasi Penataan Pelemahan Berbasis Semeton Lembaga Adat atau ‘‘Siap Selem‘‘ yang digagas oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta) Kota Denpasar. Program ini melibatkan peran aktif desa adat dan desa dinas dalam mencegah terbentuknya kawasan kumuh baru di Kota Denpasar.

“Sebagai inovasi pengendalian dan penataan kawasan kumuh di Kota Denpasar berbasis teknologi informasi (IT), Siap Selem melibatkan desa adat dan desa dinas sebagai sistem peringatan dini (early warning) terhadap indikasi munculnya kawasan kumuh di Kota Denpasar,” ujar Kepala Dinas Perkimta Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, saat ditemui pada Jumat (4/4) di Denpasar.

Lebih lanjut, Cipta Sudewa menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan untuk tidak hanya mengurangi kawasan kumuh yang sudah ada, tetapi juga mencegah terbentuknya kawasan kumuh baru. Selain itu, program ini mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat budaya gotong-royong agar Kota Denpasar tetap terlihat asri, tertata, dan bebas dari kesan kumuh.

Dalam implementasinya, program ini mengandalkan peran desa adat dan desa dinas sebagai early warning system berbasis IT. Sistem ini memungkinkan setiap desa/kelurahan dan desa adat memiliki admin Siap Selem yang bertugas memantau dan melaporkan potensi munculnya kawasan kumuh. Sementara itu, operator Dinas Perkimta Denpasar bertindak sebagai super admin yang mengelola dan menindaklanjuti laporan dari desa-desa.

Keberhasilan program ini telah terlihat sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2023. Berdasarkan data yang ada, kawasan kumuh di Denpasar awalnya tercatat seluas 50 hektar. Berkat implementasi program Siap Selem, luas kawasan kumuh berhasil dikurangi menjadi 17,6 hektar, yang tersebar di kawasan Karya Makmur, Ubung Kaja, serta 1 hektar di Pemecutan Kaja.

Baca Juga  Kasus Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar Mulai Meningkat, Hari Ini 24 Orang Sembuh

“Saat ini, total kawasan kumuh yang tersisa hanya sekitar 18 hektar. Kami optimistis, dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, desa adat, desa dinas, serta masyarakat, kawasan kumuh di Jalan Karya Makmur dan Pemecutan Kaja dapat sepenuhnya dituntaskan pada akhir tahun 2025,” tambah Cipta Sudewa. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Jaga Kamtibmas Kawasan Pariwisata, Kapolresta Denpasar Temui Security Hotel di Wilayah Sanur

Published

on

By

Kapolresta Denpasar Silaturahmi dengan Chief Security Hotel di Sanur
SILATURAHMI: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. I Wayan Winaya, S.I.K., M.H., bersama Pejabat Utama (PJU) Polresta Denpasar saat melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi bersama masyarakat serta perwakilan chief security sejumlah hotel di kawasan Sanur yang berlangsung pada Rabu (4/11/2026) di Art Hotel, Jalan Kesumasari No. 1, Denpasar Selatan. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Dalam upaya mempererat hubungan kemitraan antara kepolisian dengan masyarakat, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. I Wayan Winaya, S.I.K., M.H., bersama Pejabat Utama (PJU) Polresta Denpasar melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi bersama masyarakat serta perwakilan chief security sejumlah hotel di kawasan Sanur.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (4/11/2026) tersebut bertempat di Art Hotel, Jalan Kesumasari No. 1, Denpasar Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Denpasar bertemu langsung dengan sejumlah perwakilan pengamanan hotel dan vila, di antaranya Chief Security Art Hotel Putu Ngurah Suadnyana, Grand Place Hotel, Hotel Maya , Sanur Resort Watu Jimbar, Hotel Mercure, Villa Mahagiri Mega, Villa Sagara, Hotel Grand Hayat, Hotel Maison, serta Hotel Intercontinental.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini menjadi sarana bertukar informasi, menyerap aspirasi, serta memperkuat koordinasi antara kepolisian dan petugas keamanan hotel dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di kawasan pariwisata Sanur.

Dalam sambutannya, Kapolresta Denpasar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada manajemen Art Hotel yang telah memfasilitasi kegiatan silaturahmi tersebut sebagai wadah untuk mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat di wilayah Semawang, Denpasar Selatan.

Kapolresta menegaskan bahwa dalam menjalankan tugas menjaga keamanan di wilayah Kota Denpasar, Polri sangat membutuhkan dukungan, informasi, serta masukan dari masyarakat, termasuk para petugas keamanan hotel yang setiap hari bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat dan wisatawan.

“Sanur merupakan salah satu kawasan pariwisata yang memiliki aktivitas masyarakat dan wisatawan cukup tinggi. Karena itu, dukungan dan peran aktif masyarakat, termasuk rekan-rekan security hotel, sangat penting dalam membantu menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ungkapnya.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Salurkan Santunan Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan Senilai Rp 5 Miliar

Ia juga menjelaskan bahwa melalui program Polisi Bersama Masyarakat, sebagaimana menjadi arahan dan tagline Kapolri, seluruh jajaran kepolisian diharapkan semakin aktif turun langsung ke lapangan, hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi, serta mendengarkan berbagai aspirasi maupun permasalahan yang berkembang.

Sementara itu, perwakilan masyarakat menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kehadiran Kapolresta Denpasar beserta Wakapolresta dan jajaran yang telah meluangkan waktu untuk bersilaturahmi secara langsung.

Mereka berharap komunikasi dan hubungan baik yang telah terjalin dapat terus dipertahankan serta dilaksanakan secara berkesinambungan.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan masyarakat juga menyampaikan bahwa kawasan Sanur memiliki karakter masyarakat yang heterogen dengan adat, tradisi, dan budaya Bali yang harus tetap dijaga di tengah perkembangan pariwisata. Mereka berharap patroli kepolisian dapat lebih ditingkatkan, khususnya pada jam-jam rawan saat wisatawan maupun pengunjung selesai beraktivitas di bar dan kafe.

Selain itu, disampaikan pula bahwa komunikasi positif antara masyarakat Desa Semawang dengan Polsek Denpasar Selatan selama ini telah berjalan dengan baik. Masyarakat berharap sinergitas tersebut semakin diperkuat sehingga seluruh kegiatan adat, keagamaan, dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan kondusif. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Hadiri Upacara Pasupati Pusaka dan Pujawali di Merajan Tangkas Kori Agung Sinawa

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Hadiri Pujawali di Merajan Tangkas Kori Agung Sinawa
HADIRI PUJAWALI: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri upacara Pasupati Pusaka sekaligus “Pujawali” di Merajan Tangkas Kori Agung Sinawa, Banjar Kangin, Desa Adat Panjer, Rabu (4/11). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri upacara Pasupati Pusaka sekaligus Pujawali di Merajan Tangkas Kori Agung Sinawa, Banjar Kangin, Desa Adat Panjer, Rabu (4/11). Upacara yang bertepatan dengan Rahina Pagerwesi ini berlangsung khidmat dengan dihadiri krama dan keluarga besar setempat.

Ketua Panitia, I Wayan Ariawan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan Pujawali di Merajan Tangkas Kori Agung Sinawa yang dirangkaikan dengan upacara Pasupati Pusaka. Lebih lanjut disampaikan, upacara Pasupati Pusaka dipuput oleh Ida Pedanda Gede Sakti Tlabah dari Griya Tlabah, Batu Bidak, Kerobokan.

Menurutnya, pelaksanaan upacara ini memiliki makna penting sebagai wujud bhakti dan rasa syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus menjaga kesucian serta keberadaan pusaka yang diwariskan secara turun-temurun.

“Kita bersyukur hari ini upakara berjalan lancar dengan harapan dapat memberikan kerahayuan bagi krama pengempon,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan bahwa pelaksanaan Pujawali dan Pasupati Pusaka merupakan bagian dari upaya menjaga serta melestarikan adat, tradisi, dan budaya Bali. Terlebih, momentum Rahina Pagerwesi menjadi pengingat bagi umat Hindu untuk senantiasa memperkuat sraddha dan bhakti serta menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Arya Wibawa juga berharap melalui pelaksanaan upacara ini, nilai-nilai kebersamaan, gotong-royong, dan pelestarian tradisi tetap terjaga serta diwariskan kepada generasi penerus.

“Semoga melalui pujawali ini dapat memberikan kesejahteraan serta kesehatan bagi seluruh krama pengempon, dan warisan leluhur dapat senantiasa dijaga kesakralannya,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Kembali Lampaui Kasus Positif Harian, Hari Ini Sembuh Covid-19 di Denpasar Bertambah 44 Orang
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pangdam IX/Udayana Kerahkan Jajaran Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Bali

Published

on

By

Prajurit Kodam IX/Udayana Perbaiki Pagar Saluran Air Antisipasi Cuaca Ekstrem di Bali
PERBAIKAN: Prajurit TNI Kodam IX Udayana saat melakukan perbaikan pagar saluran air mengantisipasi cuaca ekstrem ke depan. (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda Provinsi Bali sejak Minggu (1/11/2026) mengakibatkan sejumlah bencana alam di berbagai daerah. Bencana tanah longsor dan pohon tumbang dilaporkan terjadi di Kabupaten Karangasem, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, dan Badung, bahkan berdampak terhadap keselamatan warga serta aktivitas masyarakat.

Menyikapi kondisi tersebut, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa segera mengerahkan satuan jajaran Kodam IX/Udayana, khususnya Kodim di wilayah terdampak, untuk bergerak cepat melakukan penanganan bencana. Pangdam menekankan agar seluruh satuan kewilayahan senantiasa tanggap terhadap perkembangan situasi, berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, serta mengutamakan keselamatan masyarakat dalam setiap langkah penanganan.

Menindaklanjuti perintah tersebut, prajurit TNI AD jajaran Kodam IX/Udayana langsung bergerak bersama pemerintah daerah, BPBD, Polri, relawan, dan masyarakat untuk menangani dampak bencana di sejumlah wilayah. Upaya tanggap darurat dilakukan melalui pembersihan material longsor, evakuasi pohon tumbang, pengamanan lokasi rawan bencana, hingga pemulihan akses jalan yang terdampak agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman.

Dalam pelaksanaannya, para prajurit bersama unsur terkait turut membantu memastikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi bencana tetap aman, sekaligus mendukung kelancaran proses penanganan dan evakuasi. Kehadiran personel di lapangan juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi risiko lanjutan akibat kondisi cuaca yang masih berpotensi membahayakan masyarakat.

Langkah cepat tersebut merupakan wujud nyata kehadiran TNI AD di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana alam. Sinergi lintas instansi yang didukung semangat gotong royong menjadi kekuatan penting dalam mempercepat penanganan dampak bencana, meminimalkan risiko, serta meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah.

Baca Juga  Atasi Masalah Sampah, Kelurahan Peguyangan Aktifkan Bank Sampah

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan bahwa pengerahan prajurit jajaran Kodam IX/Udayana merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah daerah menanggulangi bencana alam, mulai dari tahap tanggap darurat hingga pemulihan kondisi wilayah.

“Pangdam IX/Udayana telah memerintahkan seluruh satuan jajaran, khususnya Kodim di wilayah terdampak, untuk senantiasa siaga dan bergerak cepat membantu masyarakat. Penanganan dilaksanakan secara terpadu melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait, dengan prioritas utama keselamatan warga,” ungkap Kapendam.

Lebih lanjut, Kapendam menegaskan bahwa kehadiran Babinsa dan satuan kewilayahan tidak hanya difokuskan pada penanganan dampak fisik bencana, tetapi juga memastikan kondisi masyarakat tetap aman, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.

Kapendam juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang. Masyarakat diharapkan menghindari kawasan rawan longsor, lereng perbukitan, serta area yang berpotensi tertimpa pohon tumbang dan segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan kondisi yang membahayakan.

Kodam IX/Udayana akan terus mengoptimalkan kesiapsiagaan satuan jajaran serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam menghadapi perkembangan situasi di lapangan. Hal ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk selalu hadir membantu mengatasi kesulitan masyarakat sekaligus menjaga keamanan dan keselamatan wilayah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca