Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gong Kebyar Anak dan Joged Bius Masyarakat Buleleng di Malam Kedua Apresiasi Seni HUT Ke-421 Kota Singaraja

BALIILU Tayang

:

hut singaraja
GONG KEBYAR: Malam kedua rangkaian perayaan HUT ke-421 Kota Singaraja bertajuk Paripurna Jajeng Wikrama dengan menampilkan Gong Kebyar sukses memukau masyarakat Buleleng yang memadati Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno, Minggu (6/4). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Malam kedua rangkaian perayaan HUT ke-421 Kota Singaraja bertajuk Paripurna Jajeng Wikrama sukses memukau masyarakat Buleleng yang memadati Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno. Gelaran apresiasi seni yang digelar Minggu (6/4) malam ini menghadirkan ragam pertunjukan seni tradisional dan hiburan modern, menjadikan malam yang penuh warna dan semarak.

Di pertunjukan pertama, apresiasi seni penampilan Gong Kebyar Anak-anak dari Sanggar Seni Santhi Budaya dan Yayasan Seni Wahyu Semara Shanti yang tampil memukau dengan kepiawaian mereka membawakan komposisi tabuh dan tari khas Bali.

Saat ditemui di sela persiapan, Ketua Yayasan Seni Wahyu Semara Shanti Kadek Angga Wahyu Pradana, menyampikan bahwa pihaknya akan menampilkan dua materi seni dalam pertunjukan hari ini. Kedua materi tersebut adalah Tabuh Kreasi yang berjudul Tabuh Kreasi Samirata dan tarian tradisional Nelayan yang berasal dari Buleleng.

Kadek Angga menjelaskan bahwa pemilihan Tarian Nelayan sebagai salah satu materi pertunjukan bukan tanpa alasan. Tarian tersebut merupakan salah satu kekayaan budaya khas Buleleng yang dinilai penting untuk ditampilkan sebagai bentuk pelestarian seni daerah. “Saat rapat kemarin, kami sepakat bahwa harus ada materi yang menonjolkan ciri khas Buleleng,” ujarnya.

Lebih jauh, Kadek Angga menekankan bahwa kegiatan ini juga bertujuan sebagai bentuk pemantapan bagi generasi muda. “Harapan kami, melalui kesenian ini, pertama, bisa menggali kembali potensi SDM yang sudah dimiliki. Kedua, mendorong generasi muda untuk tidak melupakan kesenian-kesenian warisan leluhur,” jelasnya.

Terkait dukungan dari pemerintah, Kadek Angga menilai bahwa apresiasi terhadap seniman, khususnya di bidang seni tradisi, mulai meningkat. “Menurut saya, tahun ini apresiasi sudah mulai terlihat. Pemerintah sudah memberi ruang dan kesempatan bagi seniman untuk tampil, mengisi event, dan menunjukkan eksistensi seni tradisi,” tambahnya.

Baca Juga  SDN 4 Tukadsumaga Raih Prestasi Nasional di Kompetisi AIA Healthiest Schools

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat Buleleng sangat merindukan pertunjukan seni semacam ini. Kegiatan seperti ini memberi dampak luar biasa, bukan hanya bagi seniman, tetapi juga bagi masyarakat luas yang sudah lama menantikan hadirnya pertunjukan seni tradisional.

Di sisi lain, Ketua Sanggar Seni Santhi Budaya, Gusti Eka Prasetya, menyampaikan bahwa Sanggar Seni Santhi Budaya juga akan membawakan dua materi utama, yakni Tabuh Kreasi dan Tari Suweta Bangkaja.

Materi yang dibawakan telah disesuaikan dengan kriteria yang ditetapkan bahwa Tari Suweta Bangkaja menjadi pilihan karena nilai seni dan tradisinya yang kuat serta relevan dengan semangat pelestarian budaya lokal.

Menurut Gusti Eka, masyarakat Buleleng saat ini sangat haus akan pertunjukan-pertunjukan berkualitas, terutama yang berbasis pada tradisi seperti Gong Kebyar. Ia menekankan pentingnya penyelenggaraan pentas seni seperti ini secara rutin, tidak hanya sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Kota atau Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Pertunjukan Gong Kebyar, khususnya Gong Kebyar Anak-anak, harus lebih sering digelar karena merupakan identitas Buleleng. Buleleng adalah cikal bakal lahirnya Gong Kebyar, jadi sudah sepantasnya daerah ini terus menjadi pusat pengembangan dan pelestariannya,” ujar Gusti Eka.

Ia juga berharap ke depan akan ada program khusus yang fokus pada pagelaran dan promosi Gong Kebyar sebagai bentuk nyata dari komitmen menjaga warisan budaya Bali.

Tidak kalah menarik, aksi Joged Bumbung dari Komunitas Seni Suna Cekuh dan Sanggar Seni Karya Remaja berhasil menyedot perhatian penonton. Para penari tampil enerjik dengan iringan musik joged yang menggugah semangat penonton untuk ikut menari dan berinteraksi.

Sebagai penutup, penampilan Jun Bintang dan DJ Mahesa menambah semangat malam minggu warga dengan balutan musik modern dan enerjik, menciptakan kolaborasi apik antara seni tradisional dan hiburan kekinian.

Baca Juga  Gulirkan Promo Merdeka, Pemkab Buleleng Hapus Piutang Pokok dan Denda PBB-P2 Hingga Tahun 2020

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa apresiasi terhadap seni budaya masih sangat tinggi di kalangan masyarakat Buleleng. Perayaan HUT Kota Singaraja tidak hanya menjadi momen peringatan sejarah, namun juga ajang membangkitkan kembali semangat cinta budaya lokal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Rakor Bappeda Se-Bali 2026, Jembrana Raih Peringkat Pertama

Published

on

By

Jembrana Raih Terbaik I Penghargaan Pembangunan Daerah
PERINGKAT PERTAMA: Kabupaten Jembrana sukses meraih peringkat pertama (Terbaik I) dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali Tahun 2026. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Kabupaten Jembrana sukses meraih peringkat pertama (Terbaik I) dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali Tahun 2026. Prestasi gemilang ini diumumkan secara resmi di sela-sela acara Rapat Koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) se-Bali.

Tahun ini, Rapat Koordinasi Bappeda mengusung tema strategis, “Sinergi dan Keselarasan Pembangunan Pusat-Daerah: Mewujudkan Asta Cita RPJMN 2025-2029 Berbasis Nangun Sat Kerthi Loka Bali“.

Keberhasilan Kabupaten Jembrana dalam menyabet penghargaan tertinggi ini didasarkan pada penilaian komprehensif terhadap konsistensi dan kualitas dokumen perencanaan daerah. Indikator utama penilaian mencakup: pertama, keselarasan sinkronisasi antara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kedua, keterpaduan program antara Rencana Kerja Pemerintah (RKP) pusat dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Piagam penghargaan Terbaik I diserahkan langsung sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam menjaga ritme pembangunan yang terarah, terintegrasi, dan sejalan dengan visi pembangunan nasional serta visi daerah Bali.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi kuat bagi seluruh jajaran OPD di Lingkungan Pemkab Jembrana untuk terus meningkatkan performa perencanaan dan eksekusi program demi kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Sekda Buleleng Suyasa: Non-ASN, Ikuti Alur dan Prosedur dalam Seleksi CP3K
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Agung Mayun Hadiri Rapat Paripurna PU Fraksi DPRD Gianyar

Published

on

By

Rapat Paripurna DPRD Gianyar Bahas APBD 2027
RAPAT PARIPURNA: Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gianyar dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (12/10) di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gianyar dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (12/10) di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Gianyar. Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD I Ketut Sudarsana tersebut, empat fraksi DPRD menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerataan infrastruktur, penanganan kemiskinan, dan pengurangan.

Pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Gianyar dibacakan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Gianyar I Made Suteja. DPRD mengapresiasi pengajuan Ranperda APBD 2027 oleh Bupati Gianyar serta menekankan pentingnya pembahasan anggaran secara kritis, transparan, dan akuntabel agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“APBD bukan hanya persoalan angka, tetapi mencerminkan arah kebijakan pembangunan daerah, instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat, penyediaan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Suteja membacakan PU Fraksi.

Dalam rencana tersebut, pendapatan daerah direncanakan lebih dari Rp 3.751 triliun, terdiri atas PAD sebesar Rp 2.478 triliun lebih dan pendapatan transfer Rp 1.272 triliun lebih. Sementara itu, belanja daerah direncanakan mencapai Rp 3.690 triliun lebih.

Empat fraksi, yakni PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, dan Demokrat Bersatu, menyampaikan sejumlah catatan strategi terhadap rencana anggaran tersebut.

Fraksi PDI Perjuangan mengapresiasi perbaikan infrastruktur jalan yang telah dilaksanakan pemerintah daerah. Fraksi ini juga mendorong agar kebijakan anggaran tetap berpihak kepada masyarakat, khususnya dalam menyediakan kebutuhan dasar, peningkatan kesejahteraan, dan pemerataan pembangunan.

Fraksi Golkar menyoroti proyeksi SiLPA sebesar Rp 158,9 miliar lebih dan meminta penjelasan mengenai besaran yang bersumber dari efisiensi anggaran maupun kegiatan yang tidak terealisasi. Fraksi ini juga menyerap optimalisasi penerimaan opsen pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor, serta alokasi anggaran untuk mengatasi kemiskinan, kemiskinan, dan masalah pendidikan serta kesehatan.

Baca Juga  Dukung Program Perlinsos, Disdukcapil Buleleng Kebut Aktivasi IKD

Selain itu, pembangunan jalan di pedesaan dinilai perlu mendapat perhatian agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.

Fraksi Gerindra menekankan pentingnya perbaikan jaringan irigasi, rehabilitasi sekolah rusak, serta kepastian penyelesaian pembangunan dan peningkatan jalan pada tahun 2027. Fraksi ini juga meminta evaluasi terhadap pengelolaan usaha air minum dalam kemasan (AMDK) yang dinilai belum optimal dalam meningkatkan pendapatan daerah.

Persyaratan personalia administrasi penyaluran hibah juga menjadi perhatian agar anggaran yang telah ditetapkan dapat terserap tepat waktu dan tepat sasaran.

Sementara itu, Fraksi Demokrat Bersatu meminta penjelasan mengenai prioritas pembangunan, strategi peningkatan PAD dari sektor pariwisata, retribusi dan pengelolaan aset daerah, serta komitmen pemerintah dalam menjaga efisiensi belanja dan mencegah kebocoran anggaran.

Secara umum, keempat fraksi menegaskan bahwa APBD harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, memiliki target yang terukur, serta dikelola secara transparan dan akuntabel.

Meski memberikan sejumlah catatan dan pertanyaan, keempat fraksi pada prinsipnya menerima Ranperda APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2027 untuk dilanjutkan ke tahapan pembahasan berikutnya sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan-undangan.

Pembahasan selanjutnya diharapkan menghasilkan kebijakan anggaran yang efektif, efisien, tepat sasaran, serta mampu mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gianyar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

DWP Buleleng Perkuat Peran Orang Tua Cegah Kekerasan pada Anak melalui Sosialisasi BESTIE Buleleng

Published

on

By

Sosialisasi BESTIE Buleleng bersama DWP
SOSIALISASI: Kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan pada anak serta pengenalan inovasi BESTIE Buleleng dari Dinsos P3A Kabupaten Buleleng yang diselenggarakan di Gedung PLUT Singaraja, Senin (12/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Buleleng terus memperkuat peran keluarga dalam melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan. Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan pada anak serta pengenalan inovasi BESTIE Buleleng (Bersama Edukasi Sebaya, Tumbuhkan Inspirasi dan Empati) dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng dalam pertemuan rutin DWP Buleleng yang terselenggara di Gedung PLUT Singaraja, Senin (12/10).

Ketua DWP Kabupaten Buleleng, Ny. Dewi Suyasa, menyampaikan bahwa sosialisasi ini memberikan manfaat penting bagi para anggota, khususnya dalam meningkatkan pemahaman orang tua untuk melindungi anak di lingkungan keluarga.

Menurutnya, orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, mengenali berbagai bentuk kekerasan, serta memberikan pemahaman agar anak mampu melindungi diri dari situasi yang membahayakan.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap ibu-ibu anggota DWP semakin mampu mendampingi dan mengawasi anak-anaknya, sekaligus membangun komunikasi yang baik agar anak memahami bentuk-bentuk kekerasan dan dapat mengantisipasinya,” ujarnya.

Dewi Suyasa juga berharap sosialisasi serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di masing-masing instansi, sekolah, serta unsur DWP perangkat daerah. Dengan demikian, informasi mengenai pencegahan kekerasan pada anak dan inovasi BESTIE Buleleng dapat tersebar lebih luas, tidak hanya di kalangan anggota DWP, tetapi juga masyarakat umum.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos P3A Kabupaten Buleleng, Putu Agustini, selaku narasumber, memaparkan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, meliputi kekerasan fisik, emosional, seksual, penelantaran, dan eksploitasi. Ia juga menekankan pentingnya upaya pencegahan melalui edukasi sejak dini, komunikasi antara anak dan orang tua, serta keterlibatan satuan pendidikan dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

Baca Juga  Sekda Buleleng Suyasa: Non-ASN, Ikuti Alur dan Prosedur dalam Seleksi CP3K

Dalam kesempatan tersebut, turut diperkenalkan inovasi BESTIE Buleleng, sebuah upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dengan menginspirasi remaja untuk memiliki empati dan menjadi tutor bagi teman sebaya. Program ini dijalankan melalui tiga langkah, yakni tutor sebaya, layanan WhatsApp, serta sinergi dengan lembaga terkait.

Masyarakat yang membutuhkan informasi atau layanan terkait pencegahan kekerasan pada anak dapat menghubungi layanan WhatsApp BESTIE Buleleng di nomor 0821-312-5468.

Melalui kegiatan ini, DWP Kabupaten Buleleng diharapkan semakin berperan aktif dalam membangun keluarga yang peduli, meningkatkan kewaspadaan terhadap kekerasan, serta mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca