Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Sanjaya dan Bunda Rai Ikuti Persembahyangan Pujawali, Sekaligus Tinjau Ruang Ramah Anak di Pura Luhur Batukau

BALIILU Tayang

:

pujawali Pura Batukau
KUNJUNGI RRA: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama istri, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat mengunjungi Ruang Ramah Anak di Pura Luhur Batukau, Kamis (24/4). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Suasana khidmat menyelimuti Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan saat Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya memimpin persembahyangan Pujawali, Kamis (24/4), bertepatan dengan Wraspati Umanis Dunggulan atau Manis Galungan. Bersama istri, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, Bupati Sanjaya turut hadir didampingi Wakil Bupati, I Made Dirga dan istri, Ny. Budiasih Dirga, Ketua DPRD Tabanan dan beberapa anggota, Sekda dan jajaran perangkat daerah Pemkab Tabanan.

Persembahyangan berlangsung penuh kekhusyukan, dengan seluruh rombongan memanjatkan doa guna memohon kerahayuan dan kelestarian jagat Bali, khususnya Kabupaten Tabanan. Dalam perjalanan menuju Beji Batukau, Bupati Sanjaya juga melakukan kegiatan simbolis dengan memberi makan ikan dan melepas burung perkutut. Hal ini mencerminkan keselarasan manusia dengan alam dan lingkungan sekitarnya. Karya Pujawali tersebut, puncaknya berlangsung mulai hari ini hingga 27 April 2025 mendatang, nyejer selama tiga hari.

“Persembahyangan ini bukan sekadar rutinitas seremonial, tetapi merupakan perwujudan komitmen spiritual dan budaya kita. Ini bagian dari menjaga kearifan lokal, serta memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi masyarakat Tabanan,” ujar Bupati Sanjaya di sela kegiatan persembahyangan.

Di kesempatan yang sama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang juga sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kabupaten Tabanan, meninjau Ruang Ramah Anak di areal Pura Luhur Batukau. Ruang tersebut diinisiasi langsung oleh Bunda Rai sebagai bentuk perhatiannya terhadap kenyamanan anak-anak yang mengikuti orang tua melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Batukau.

“Jadi pada kesempatan hari ini bertepatan pujawali di Pura Luhur Batukau, yang jatuh pada Umanis Galungan, saya sekaligus mengunjungi Ruang Ramah Anak. Ini saya bentuk dengan pertimbangan, bahwa di sini ada suatu kearifan lokal, bahwa anak-anak yang belum ketus gigi belum boleh nangkil ikut ke luhur. Jadi berkenaan dengan hal tersebut, saya memiliki ide untuk membuatkan suatu ruang anak-anak,” jelas Bunda Rai.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri Pujawali di Pura Desa Adat Oongan

Ia juga menambahkan, sebagai bentuk dukungan, Bunda Rai juga memberikan alat permainan edukatif serta buku-buku bacaan. Sehingga anak-anak tidak bosan menunggu dan para orang tua pun nyaman meninggalkan anaknya sembahyang. “Tujuan saya membuat ruang ramah ini agar orang tua bisa melaksanakan persembahyangan dengan khusyuk, sementara anak-anak merasa nyaman, tidak bosan, tidak rewel. Saya berharap ini akan menjadi role model bagi pura lain untuk menyediakan ruang seperti ini,” harap Bunda Rai.

Lebih lanjut karena telah tersedianya ruang ramah anak di Pura Luhur Batukau, Bunda Rai mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir membawa anak-anak saat persembahyangan. “Bagi para orang tua yang belum mengetahui, sekarang sudah ada ruang ramah anak, jadi bisa dititipkan anak-anak untuk bermain. Saya juga mengajak masyarakat yang memiliki buku atau mainan lebih untuk membantu melengkapi fasilitas ini agar lebih variatif,” imbuhnya.

Di akhir kunjungan, Bunda Rai berharap ke depan ruang ini dapat diperluas menjadi taman bermain yang lebih lengkap, termasuk ruang baca yang lebih memadai. Begitupun dengan Bupati Sanjaya, Wabup Dirga dan jajaran sangat mengapresiasi adanya ruang ramah anak di Pura Luhur Batukau. “Berkenaan dengan suasana hari raya, saya mengucapkan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan, dumogi sami rahajeng,” tutup Bunda Rai dengan penuh harapan.

Menyambut kedatangan rombongan, Bendesa Adat Wongaya Gede, I Ketut Sucipto menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, atas inisiasinya menghadirkan Ruang Ramah Anak di kawasan suci Pura Batukau. “Kami mewakili seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian Bunda Rai dalam menciptakan ruang ramah anak ini, lengkap dengan fasilitas permainan edukatif dan buku bacaan. Semoga keberadaannya memberi manfaat nyata bagi anak-anak yang tangkil bersama orang tua ke Pura Batukau,” ujarnya siang itu. (gs/bi)

Baca Juga  Nunas Kerahayuan, Bupati Tabanan serta Jajaran Laksanakan Sembahyang Purnama di Pura Batukau

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri “Karya Ngeratep, Melaspas lan Masupati” Pura Dalem Batu Selem Banjar Tenten

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya Ngeratep Pura Batu Selem
NGERATEP: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri prosesi “Ngeratep” serangkaian Karya Melaspas lan Masupati Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod, Sukra Kliwon Bala, Jumat (25/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Karya Ngeratep, Melaspas lan Masupati Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod, Sukra Kliwon Bala, Jumat (25/9).

Karya ini merupakan salah satu rangkaian upacara Ngodak Sesuhunan Pelawatan Barong Landung di pura setempat.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan Karya Ngeratep, Melaspas lan Masupati Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan sradha dan bhakti masyarakat, khususnya krama pengempon.

“Pelaksanaan yadnya ini tentu sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap, upakara ini dapat memberikan energi dharma yang memancarkan hal positif bagi jagat Bali, khususnya Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut, Jaya Negara mengatakan, pelaksanaan upacara ini selain sebagai yadnya, juga menjadi upaya dalam melestarikan tradisi Bali yang sangat sakral.

“Ini adalah bagian dari dharmaning agama dan dharmaning negara. Tentunya kami berharap dengan upacara ini dapat memberikan manfaat baik secara sekala maupun niskala bagi masyarakat dan umat,” imbuhnya.

Sementara itu, Manggala Karya, I Wayan Selamet menjelaskan, rangkaian upacara ini telah berjalan sejak 11 September lalu. Ia mengatakan, penyelenggaraan karya ini diharapkan dapat memberikan anugerah kesejahteraan, kesehatan, serta kemakmuran bagi seluruh krama pengempon Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod.

“Astungkara karya ini dapat terlaksana. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Walikota Denpasar dan tentunya semoga melalui upacara ini krama pengempon selalu dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan diberikan anugerah kemakmuran serta kerahayuan,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Wagub Giri Prasta Dukung Restorasi Puri Belayu sebagai Warisan Budaya

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Karya Ngodak Tapakan“ di Pura Dalem Desa Adat Karangdalem, Bupati Badung Tekankan Semangat Kebersamaan

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Serahkan Bantuan Karya Ngodak Tapakan
SERAHKAN BANTUAN: Bupati Adi Arnawa didampingi Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan dana upakara saat menghadiri “Karya Ngodak Tapakan“ Ratu Gede, Ratu Lingsir, dan Ratu Alit di Pura Dalem Desa Adat Karangdalem, Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Jumat (25/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri Karya Ngodak Tapakan Ratu Gede, Ratu Lingsir, dan Ratu Alit di Pura Dalem Desa Adat Karangdalem, Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Jumat (25/9).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini, Plt. Camat Abiansemal beserta jajaran, Perbekel Desa Bongkasa, Bendesa Adat Bongkasa Pertiwi, Angga Puri Ubud, serta para tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan rasa bangga dan gembira dapat hadir bersama Wakil Bupati Badung dalam pelaksanaan karya tersebut. Menurutnya, pelaksanaan karya besar di Desa Adat Karangdalem menjadi momentum penting yang mencerminkan kuatnya nilai spiritual sekaligus kebersamaan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, saya bersama Bapak Wakil Bupati hadir pada kesempatan yang baik ini untuk memenuhi undangan di tempat ini. Saya merasa bangga dan gembira melihat warga masyarakat di Desa Adat Karangdalem dapat melaksanakan acara atau karya besar seperti saat ini,” ujarnya.

Bupati menyebutkan bahwa pelaksanaan karya tersebut setidaknya menunjukkan dua hal penting. Pertama, merupakan wujud bakti dan rasa syukur bersama kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, khususnya yang berstana di Pura Dalem Desa Adat Karangdalem.

“Kedua, ini juga menjadi bukti bahwa kita memiliki semangat gotong-royong, sejiwa, sehati, dan kebersamaan seluruh warga, sehingga acara di Desa Adat Karangdalem ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Bupati Adi Arnawa kemudian mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan mempertahankan semangat kebersamaan tersebut. Menurutnya, persatuan dan gotong-royong merupakan modal penting dalam mendukung pembangunan daerah, terlebih Kabupaten Badung memiliki sektor pariwisata sebagai salah satu penopang utama perekonomian.

Baca Juga  Nunas Kerahayuan, Bupati Tabanan serta Jajaran Laksanakan Sembahyang Purnama di Pura Batukau

“Bagaimana caranya agar kebersamaan seperti ini terus kita jaga dan pertahankan. Karena kita semua sudah mengetahui bahwa Kabupaten Badung mengandalkan sektor pariwisata. Desa Bongkasa dan Bongkasa Pertiwi juga merupakan salah satu daerah tujuan wisata, termasuk desa wisata di Kabupaten Badung,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa mengapresiasi perkembangan Desa Bongkasa dan Bongkasa Pertiwi yang nilainya semakin baik. Pemerintah Kabupaten Badung, kata dia, akan terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan kawasan dan aktivitas pariwisata masyarakat.

Salah satu infrastruktur yang tengah diupayakan adalah pembangunan fasilitas pendukung berupa jembatan yang nantinya diharapkan dapat menghubungkan dari Gianyar hingga ke Bongkasa. “Kalau hal tersebut dapat terwujud, saya sangat yakin jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bongkasa akan semakin meningkat. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke sini, secara otomatis pendapatan warga masyarakat kami di Bongkasa juga akan semakin bertambah. Itulah yang selalu kita harapkan bersama,” ungkapnya.

Bupati Adi Arnawa menegaskan, Pemerintah Kabupaten Badung akan terus hadir dan memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan adat dan keagamaan. “Saya selaku Pemerintah Daerah Badung tentu akan selalu hadir dan mendukung setiap kegiatan warga di sini. Saya bersama Bapak Wakil Bupati dan jajaran DPRD Badung pasti akan mendampingi dan membantu setiap prosesnya. Apa saja kebutuhan warga di sini, tentu akan kami upayakan dan bantu secara bertahap,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut juga sebagai bentuk perhatian dari Pemerintah Kabupaten Badung, Bupati Adi Arnawa didampingi Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan secara simbolis bantuan dana upakara sebesar Rp. 775 juta, diikuti oleh anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini sebesar Rp. 10 juta. (gs/bi)

Baca Juga  Sekda Kota Denpasar Hadiri ‘’Pujawali’’ di Pura Swagina Taman Sari

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Rangkaian Mepeed dan Persembahyangan Bersama, Bupati Sanjaya Perkuat Kebersamaan Jajaran Pemkab Tabanan

Published

on

By

Sanjaya Ikuti Mepeed Pujawali Tri Kahyangan Tabanan
MEPEED: Nuansa kebersamaan dan keharmonisan mewarnai rangkaian Upacara Pujawali ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dipimpin Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengikuti Mepeed dan persembahyangan bersama, Kamis (17/9). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Nuansa kebersamaan dan keharmonisan mewarnai rangkaian Upacara Pujawali ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dipimpin Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengikuti Mepeed dan persembahyangan bersama, Kamis (17/9). Kegiatan berlangsung di Pura Puseh Desa Bale Agung Desa Adat Kota Tabanan dan dilanjutkan ke Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan.

Tradisi Mepeed yang diikuti jajaran Pemkab Tabanan dan juga ratusan pegawai yang berjalan bersama dalam satu rangkaian menuju tempat persembahyangan tersebut, tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian upacara, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan keharmonisan dalam menjaga hubungan sosial serta nilai-nilai adat dan budaya di tengah masyarakat. Kehadiran bersama dalam rangkaian tersebut mencerminkan semangat gotong-royong sekaligus penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan beserta istri, Sekda Tabanan beserta istri, Asisten III, para kepala perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Tabanan, Perbekel Delod Peken, Bendesa Adat Kota Tabanan, serta para pegawai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat.

Persembahyangan bersama yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali tersebut menjadi momentum bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memanjatkan doa bersama. Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa kehadiran dalam rangkaian pujawali merupakan bagian dari upaya menjaga kebersamaan sekaligus memohon kerahayuan bagi seluruh masyarakat.

“Tujuan kami ngaturang ayah di pemerintah daerah ini adalah bagaimana kita bisa memupuk rasa persatuan dan kesatuan sesuai dengan visi dan misi yang sudah dicanangkan oleh bapak gubernur dan juga Pemkab Tabanan, aktualisasi dari visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kita ajak pemerintah bersama jajaran ngayah, mepeed, nari rejang, menggambel di sini, kita ikut peran serta sehingga terjalin kebersamaan bagaimana kita kompak antara Pemerintah Kabupaten Tabanan dan desa adat sejebag Kabupaten Tabanan, rahayu,” ungkapnya.

Baca Juga  Walikota Denpasar Laksanakan Persembahyangan di Pura Luhur Candi Narmada Tanah Kilap

Mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan khidmat, Bupati Sanjaya dan jajaran kemudian melanjutkan persembahyangan dari Pura Puseh Desa Bale Agung menuju Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan. Rangkaian tersebut berlangsung penuh kekhusyukan sebagai wujud shrada bhakti sekaligus doa bersama untuk kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca