Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Puspa Negara Minta Jaringan Utilitas, Semrawut Lalu Lintas Hingga Nomenklatur Beautifikasi Seluruh Infrastruktur Masuk RPJMD 2025-2029

BALIILU Tayang

:

Puspa Negara
RAKER: Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Badung, Wayan Puspa Negara yang juga Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Badung saat hadiri rapat kerja bersama membahas Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 di Ruang Madya Gosana Lantai III Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Selasa, 27 Mei 2025. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Badung, Wayan Puspa Negara yang juga Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Badung memberikan apresiasi atas penyampaian Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 dari pihak eksekutif yang dipimpin Sekda Badung di Ruang Madya Gosana Lantai III Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Selasa, 27 Mei 2025.

Setelah dicermati, persoalan Kabupaten Badung tidak hanya tentang macet dan sampah, tapi juga masalah overhead capital, terutama jaringan utilitas di atas kepala yang semestinya dimasukkan ke dalam RPJMD 2025-2029.

“Kabel yang semrawut, tiang listrik yang beranak dan bercucu. Ini harus menjadi perhatian serius. Tampaknya tadi di RPJMD kami belum melihatnya secara spesifik,” kata Puspa Negara.

Untuk itu, Puspa Negara mengusulkan overhead capital harus segera dirapikan, minimal dilanjutkan utilitas terpadu di bawah tanah yang sudah ada dari Basangkasa menuju Bintang Supermarket di Seminyak Kuta serta Jalan Dewi Sri Kuta.

“Mohon ini dikembangkan terus di seluruh kawasan destinasi wisata, agar destinasi kita tampak bersih di area atas tanah,” terangnya.

Selain itu, Puspa Negara juga menyoroti potret RPJMD Kabupaten Badung saat ini di luar overhead capital, yakni persoalan semrawutnya lalu lintas.

“Bukan masalah macet, tapi semrawut lalu lintas kita, terutama di Jalan Raya Kerobokan, Canggu, Munggu hingga Seseh, kemudian juga kawasan Kuta yang memang klasik. Ini juga perlu mendapat pencermatan,” paparnya.

Hal tersebut dikarenakan di bidang infrastruktur hanya berupaya untuk mengatasi kemacetan di Kuta Selatan.

“Ada 10 item tadi yang disampaikan pak Sekda Badung. Untuk kawasan Kuta dan Kuta Utara, kami harap segera juga dilakukan secara komprehensif dan simultan guna mengatasi kemacetan,” tegasnya lagi.

Baca Juga  DPRD Badung Gelar Rapat Paripurna Penyampaian PU Fraksi-Fraksi

Dalam mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang nanti ditargetkan mencapai Rp 14 triliun pada tahun 2029, pihaknya mempertanyakan letak susu atau penghasilan PAD Kabupaten Badung, yang saat ini terlihat maintenance sangat minimal di area destinasi wisata.

Dicontohkan, kawasan Jalan Raya Kuta meski termasuk kewenangan wilayah Provinsi Bali, tapi diharapkan terjadi kesepakatan antara Pemkab Badung dengan Pemprov Bali untuk menata Jalan Raya Kuta.

“Kawasan ini terlihat sangat kumuh, termasuk trotoar semuanya masih berlubang dan tidak elok dipandang mata,” bebernya.

Untuk itu, Puspa Negara berharap adanya Nomenklatur Beautifikasi seluruh infrastruktur di kawasan destinasi wisata Kuta Selatan, Kuta dan Kuta Utara, untuk dipersiapkan destinasi wisata  Badung  guna bisa bersaing dengan destinasi di dunia.

“Bukankah hari ini, kita mendengar penghargaan bahwa Bali dinobatkan sebagai World Second Best Destination,” ucapnya.

Tak hanya penghargaan yang bisa diraih di tingkat internasional, tapi sepatutnya juga dijaga kondisi insfratruktur Kabupaten Badung di area destinasi wisata.

“Prinsipnya, kita memohon adanya Nomenklatur Beautifikasi di seluruh destinasi, baik Kuta Utara, Kuta dan Kuta Selatan yang belum terlihat dalam RPJMD tadi,” urainya.

Terkait pariwisata, Puspa Negara menyebutkan pariwisata rentan yang seharusnya terdapat langkah-langkah teknis berkaitan dengan protektif di sektor pariwisata.

“Harus ada fundamental yang kita bangun di sektor pariwisata ini guna mengatasi kerentanan itu,” kata Puspa Negara.

Disebutkan, bahwa Peraturan Daerah Provinsi Bali tentang Standar Penyelenggaraan Pariwisata Budaya Bali yang sudah sangat jelas dicantumkan, sehingga pihaknya berharap adanya fundamental kuat yang dibangun berkaitan dengan pariwisata menyangkut empat hal meliputi infrastruktur pariwisata minimal five star fasility, lalu perkuat safety dan security di RPJMD ini.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Ikuti Rapat Paripurna DPRD Badung, Tetap Komitmen Penuhi Kebutuhan Belanja Prioritas

“Pariwisata itu intinya keamanan dan kenyamanan. Tanpa itu pariwisata kita terdegradasi, sehingga bagaimana kita memberdayakan Satpol PP Pariwisata kita secara institusional vertikal,” kata Puspa Negara.

Selanjutnya, perlu diperhatikan service atau pelayanan, karena pariwisata itu adalah hospitality dan juga dilakukan penguatan -penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) khusus di sektor pariwisata buat masyarakat kita di Kabupaten Badung, terutama Pokdarwis atau Kelompok Masyarakat Sadar Wisata.

“Ini harus kita gencarkan agar memperkuat destinasi kita, tapi belum tampak juga di RPJMD,” tambahnya.

Terakhir, sebutan “Tidak Ada Turis Tanpa Promosi”, lantaran pendapatan besar bersumber dari sektor pariwisata. “Jangan takut tentang hal ini, karena memang pariwisata itu basic-nya promosi. Ayo kita perkuat juga promosi, jangan kita terlena,” jelasnya.

Meski ada Perpres Nomor 1 tahun 2025 tentang efisiensi, bukan berarti hal-hal yang penting dilakukan efisiensi, yang intinya, promosi seharusnya  dimasukkan ke dalam RPJMD 2025-2029.

“Artinya kami tetap berharap, promosi juga menjadi bàgian penting dan esensial dalam RPJMD, terutama punya event wajib di dunia, karena daerah kita adalah pariwisata,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Puluhan Petani Gagal Panen di Jembrana Diganjar Bantuan Penguatan Ekonomi

Published

on

By

Penyerahan Bantuan untuk Petani Gagal Panen Jembrana
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyerahkan bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak 27 petani di Kabupaten Jembrana diganjar bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan yang berasal dari Pemprov Bali tersebut, disalurkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyebut, 27 penerima bantuan merupakan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Mereka berasal dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru.

Teka Bhusana juga menambahkan bantuan yang diberikan juga bervariasi nilainya, tergantung luasan lahan. “Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama. Sementara itu, usulan bantuan tahap kedua dari Kabupaten Jembrana masih dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Wagub Nyoman Giri Prasta mengapresiasi ketangguhan para petani yang terus berjuang di tengah terjangan musim kemarau demi menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan masyarakat. Kendati berbagai upaya telah dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman, sebagian petani tetap harus menelan pil pahit gagal panen akibat kekeringan ekstrem. Situasi ini lantas memantik respons cepat dari pemerintah untuk meringankan beban para korban.

“Sebagian kecil ternyata tetap mengalami gagal panen, maka pemerintah tetap turun tangan,” ujar mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Giri Prasta membeberkan, pada tahap pertama ini uluran tangan pemerintah telah disalurkan kepada 27 orang petani. Sementara itu, usulan calon penerima untuk tahap kedua dari wilayah Jembrana saat ini masih berproses pada tahap verifikasi data.

Ia menegaskan, jajaran pimpinan daerah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan para petani berjuang sendirian menanggung kerugian.

Baca Juga  Beri Catatan Strategis, Fraksi Partai Golkar DPRD Badung Setujui 4 Raperda Ditetapkan Jadi Perda

“Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja, harus dibantu mengatasi kerugiannya. Oleh karena itu BPBD telah memproses bantuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian sigap yang diberikan oleh jajaran Pemprov Bali kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan ekstrim di Jembrana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami atas nama masyarakat dan para petani di Jembrana mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Bali. Kehadiran dan kepedulian pemerintah provinsi ini tentu menjadi penopang semangat bagi petani untuk bangkit kembo,” ujarnya.

Bupati Kembang menambahkan, pihaknya terus menggerakkan jajaran di tingkat dinas pertanian, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mengawal proses pendataan dan verifikasi agar penyaluran bantuan tahap berikutnya dapat berjalan tepat sasaran tanpa kendala berarti.

“Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini. Untuk usulan tahap kedua yang saat ini sedang berproses, kami pastikan data yang dikirimkan valid sehingga para petani yang belum tersentuh di tahap awal bisa segera mendapatkan haknya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Komisi II DPRD Badung Gelar Raker, Bahas Bangunan Bermasalah di Pantai Balangan dan Melasti

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  Puspa Negara Dorong Jaringan Utilitas Terpadu Bawah Tanah di Kawasan Destinasi Wisata

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Semarak Hari Lahir Ke-73, KPU Bali Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan

Published

on

By

Donor Darah Hari Lahir KPU ke-73 di KPU Bali
DONOR DARAH: KPU Provinsi Bali saat menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73 yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali, Jumat (6/11/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – KPU Provinsi Bali menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali ini bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan tim medis UDD PMI Provinsi Bali yang diwakili oleh dokter Nyoman Sastrini. Aksi donor darah ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh jajaran KPU Provinsi Bali, KPU kabupaten/kota se-Bali, serta insan media. Tercatat sebanyak 53 orang berpartisipasi sebagai pendonor dalam kegiatan tersebut.

Kepala Bagian yang membidangi Perencanaan, Data dan Informasi, Partisipasi Masyarakat, serta Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Bali, I Wayan Gede Budiartha, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk nyata kepedulian KPU terhadap sesama. Selain memeriahkan peringatan Hari Lahir KPU ke-73, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan darah.

Menurutnya, aksi kemanusiaan seperti ini perlu terus didorong agar menjadi bagian dari budaya kepedulian dan kebersamaan, tidak hanya di lingkungan penyelenggara pemilu, tetapi juga masyarakat luas.

Sementara itu, dokter Nyoman Sastrini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap aksi donor darah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, idealnya setiap tiga bulan sekali. Ketersediaan darah yang cukup sangat penting untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.

Melalui kegiatan ini, KPU Bali berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh serta diwujudkan melalui aksi nyata. Peringatan Hari Lahir KPU ke-73 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen KPU tidak hanya dalam melayani demokrasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kemanusiaan. (gs/bi)

Baca Juga  Puspa Negara Dorong Jaringan Utilitas Terpadu Bawah Tanah di Kawasan Destinasi Wisata

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca