Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

1.035 Orang Tua Siswa PAUD Negeri Se-Gianyar Ikuti Sosialisasi Pendidikan Karakter

BALIILU Tayang

:

sosialisasi PAUD se-gianyar
SOSIALISASI: Sebanyak 1.035 orang tua siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengikuti sosialisasi pendidikan karakter dalam mendukung implementasi wajib belajar 1 tahun dilatih melalui penguatan pendidikan karakter bagi orang tua peserta didik, Selasa (5/8) di Balai Budaya Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Sebanyak 1.035 orang tua siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengikuti sosialisasi pendidikan karakter dengan tema wujudkan PAUD berkualitas, dalam mendukung implementasi wajib belajar 1 tahun dilatih melalui penguatan pendidikan karakter bagi orang tua peserta didik, Selasa (5/8) di Balai Budaya Gianyar. Sosialisasi tersebut juga diisi dengan penyerahan sembako kepada perwakilan siswa PAUD Negeri Gianyar dan sarana penunjang pembelajaran bagi anak inklusi di Satuan PAUD. Sosialisasi tersebut dimaksudkan untuk menyamakan persepsi antara sekolah dan orang tua, sehingga karakter pendidikan dapat diterapkan secara konsisten baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Kabid PAUD dan Keluarga Dinas Pendidikan Gianyar, Anak Agung Dwi Hari Hidayati menuturkan bahwa tujuan dari sosialisai untuk meningkatkan pemahaman orang tua tentang pentingnya pendidikan karakter di usia dini. Serta memberikan strategi dan tips praktis kepada orang tua dalam menanamkan nilai-nilai karakter di rumah.

“Tujuan sosialisasi juga untuk membangun sinergi antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung implementasi wajib belajar 1 tahun prasekolah, dan menjadikan PAUD sebagai lembaga yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter,” terang Gung Hida.

Selanjutnya, karakter pendidikan memiliki peran krusial dalam membentuk pribadi anak, yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moral, etika, dan nilai-nilai luhur. “Mengingat pentingnya periode emas atau masa keemasan pada usia dini, penguatan karakter pendidikan sejak PAUD menjadi pondasi yang sangat penting,” lanjutnya.

Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Dr. Ida Ayu Ketut Surya Adnyani Mahayastra yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kab. Gianyar Wayan Mawa menjelaskan bahwa anak-anak adalah aset terpenting bagi masa depan bangsa. Anak adalah permata yang harus dijaga dan diasah agar bersinar dengan cahayanya sendiri.

Baca Juga  Kadisnaker Gianyar Bersama Komisi IV DPRD Gianyar Berikan Santunan Kematian Kepada Pekerja Rentan di Desa Temesi

“Sebagai Bunda PAUD, saya percaya bahwa mendidik anak adalah tugas mulia yang membutuhkan kerja sama erat antara sekolah dan keluarga,” ujar Wayan Mawa membacakan sambutan Bunda PAUD Gianyar.

Selanjutnya, pendidikan karakter tidak hanya tentang angka dan huruf, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang jujur, santun, disiplin, dan peduli terhadap sesamanya. Karakter inilah yang akan menjadi bekal utama mereka dalam menghadapi tantangan di masa depan. Maka program wajib belajar 1 tahun adalah langkah strategi untuk memastikan setiap anak mendapatkan fondasi pendidikan yang kokoh. Disinilah PAUD berperan penting, bukan hanya sebagai tempat bermain, tetapi juga sebagai tempat menanamkan nilai-nilai luhur.

“Namun, peran sekolah tidak akan maksimal tanpa dukungan penuh dari Bapak, Ibu orang tua. Rumah adalah sekolah pertama dan utama bagi anak-anak. Apa yang diajarkan oleh guru di sekolah, harus terus diperkuat melalui contoh dan bimbingan di rumah. Mari kita jadikan rumah sebagai lingkungan yang hangat dan penuh kasih, tempat di mana anak-anak belajar tentang empati, gotong royong, dan tanggung jawab,” pintanya.

Wayan Mawa juga mengajak orang tua siswa dan guru untuk bergandengan tangan dalam mewujudkan PAUD yang berkualitas di seluruh Kabupaten Gianyar. “Mari kita tanamkan nilai-nilai karakter sejak dini, agar kelak anak-anak kita tumbuh menjadi generasi emas yang berakhlak mulia dan siap memimpin bangsa,” pungkas Wayan Mawa.

Sosialisasi pendidikan karakter tersebut juga menghadirkan narasumber dari BPMP Bali, Ni Ketut Irma Parwati yang memberikan materi program dan penguatan karakter. Irma menuturkan bahwa penanaman pendidikan karakter tidak harus melalui berbagai macam teori, namun membangun karakter dengan membangun pembiasaan, yang dengan pembiasaan itu akan terbangun kebiasaan, dari kebiasaan terbentuklah kepribadian, dari kepribadian akan terbangun peradaban. (gs/bi)

Baca Juga  Satu-satunya Kabupaten di Bali, Gianyar Borong Dua Penghargaan dan Insentif Rp 3 Miliar dari Kemendagri

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Jelang Galungan dan Kuningan, DKPKP Gianyar Gelar Gerakan Pangan Murah

Published

on

By

pasar murah
PANGAN MURAH: Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DKPKP) saat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar, Kamis (11/6/2026). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DKPKP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang melibatkan 25 peserta dari unsur UMKM, BUMD, kelompok tani, bulog, dan pelaku usaha pangan tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari raya.

Kepala DKPKP Kabupaten Gianyar, Ir. I Gusti Agung Sri Widyawati, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu langkah strategi pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan kenaikan harga bahan pokok.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau dan pasokan yang memadai menjelang hari raya. Stabilitas pangan menjadi prioritas agar masyarakat merasa tenang dan daya beli tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai, buah-buahan, serta aneka produk pangan lainnya persiapan hari raya dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Gerakan Pangan Murah juga menjadi wadah yang mempertemukan produsen dan konsumen secara langsung. Melalui keterlibatan kelompok tani, distributor, UMKM, dan pelaku usaha pangan, rantai distribusi dapat dipersingkat sehingga harga yang diterima masyarakat menjadi lebih kompetitif.

Sri Widyawati menambahkan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah yang dilakukan secara berkelanjutan, khususnya pada periode meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

“Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan,” tegasnya.

Baca Juga  Bunda PAUD Badung Hadiri Pentas Seni dan Pelepasan Siswa TK Shanti Kumara III Sempidi

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Sejak pagi hari, warga tampak memadati area kegiatan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih hemat. Karena permintaan masyarakat, GPM akan dilaksanakan 2 hari (11-12 Juni 2026) khusus untuk buah – buahan.

Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga, tersedianya kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi, serta masyarakat dapat menyambut dan menyelenggarakan Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan aman, nyaman, dan sejahtera. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pelepasan Siswa Kelas XII SLB Negeri 1 Buleleng, Tampilkan Pameran Vokasi dan Pentas Seni Anak Berkebutuhan Khusus

Published

on

By

slb negeri 1 buleleng
PELEPASAN: SLB Negeri 1 Buleleng menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas XII yang dirangkaikan pameran vokasi serta pentas seni di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Rabu (10/6). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – SLB Negeri 1 Buleleng menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas XII yang dirangkaikan pameran vokasi serta pentas seni di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Rabu (10/6). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi perjalanan pendidikan para siswa sekaligus menampilkan berbagai potensi dan kreativitas yang telah dikembangkan selama menempuh pendidikan di sekolah.

Dalam sambutannya, Kepala SLB Negeri 1 Buleleng Made Winarsa menyampaikan bahwa saat ini sekolah tersebut memiliki 157 siswa dengan berbagai karakteristik dan kebutuhan khusus. Keberagaman tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh tenaga pendidik untuk memberikan layanan pendidikan yang optimal dan inklusif.

Lebih lanjut disampaikan, SLB Negeri 1 Buleleng juga telah memiliki fasilitas asrama yang mampu menampung hingga 40 siswa. Asrama tersebut diperuntukkan bagi siswa yang berasal dari daerah yang jauh dari sekolah, dengan syarat telah memiliki tingkat kemandirian yang memadai. Kehadiran asrama diharapkan dapat mendukung akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Buleleng maupun wilayah sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut, Winarsa juga memberikan motivasi kepada para orang tua siswa agar tidak pernah merasa putus asa dalam mendampingi anak-anak mereka. Menurutnya, setiap anak berkebutuhan khusus memiliki keistimewaan dan potensi yang dapat dikembangkan apabila mendapatkan pendampingan yang tepat.

“Di balik keterbatasan yang dimiliki, pasti ada kelebihan yang tertanam dalam diri setiap anak. Tugas kita bersama, khususnya para guru, adalah menggali dan mengangkat potensi tersebut ke permukaan sehingga dapat berkembang secara maksimal. Karena itu, jangan pernah merasa rendah diri dan tetaplah percaya pada kemampuan anak-anak kita,” ujarnya.

Melalui pameran karya dan pentas seni yang ditampilkan, para siswa menunjukkan berbagai kemampuan di bidang seni, keterampilan, dan kreativitas. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak berkebutuhan khusus mampu berprestasi dan berkarya apabila diberikan kesempatan, dukungan, serta lingkungan yang mendukung perkembangan mereka.

Baca Juga  Ratusan Siswa TK dan PAUD Semarakkan Parade Ogoh-ogoh Anak di Denbar dan Denut

Kegiatan pelepasan ini berlangsung penuh kebanggaan, tidak hanya bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat menengah, tetapi juga bagi orang tua dan para guru yang selama ini mendampingi proses tumbuh kembang mereka. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus memberikan perhatian serta dukungan terhadap pendidikan inklusif guna mewujudkan kesempatan yang setara bagi seluruh anak. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Satgas Anti-Mafia Bola akan Kembali Diaktifkan, Cegah Judi Selama Piala Dunia 2026

Published

on

By

mafia bola
BERI KETERANGAN: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan usai menerima audiensi dengan pihak TVRI di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (10/6/2026). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam menjaga penyelenggaraan Piala Dunia 2026 agar tetap menjadi ajang hiburan yang sehat dan menjunjung tinggi sportivitas. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengaktifkan kembali Satgas Anti-Mafia Bola guna mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran hukum, khususnya praktik perjudian yang memanfaatkan momentum pesta sepak bola dunia tersebut.

“Beberapa waktu lalu kita pernah membentuk Satgas Anti-Mafia Bola. Tentunya satgas ini akan kita hidupkan kembali,” ujar Kapolri usai menerima audiensi dengan pihak TVRI di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026).

Kapolri menjelaskan, pengaktifan kembali Satgas Anti-Mafia Bola merupakan upaya preventif untuk mencegah pihak-pihak tertentu memanfaatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia sebagai sarana melakukan tindak pidana, termasuk perjudian.

Menurutnya, Piala Dunia seharusnya menjadi ajang hiburan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat dengan tetap menjunjung nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan.

“Jangan sampai momentum hiburan Piala Dunia ini dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk melakukan pelanggaran hukum yang justru merusak semangat sportivitas,” tegasnya.

Kapolri juga mengimbau masyarakat agar menjadi penonton yang cerdas dan tidak terlibat dalam aktivitas perjudian selama perhelatan Piala Dunia berlangsung. Ia menekankan bahwa aturan hukum terkait perjudian di Indonesia telah diatur secara tegas sehingga harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat.

“Perjudian merupakan pelanggaran hukum yang aturannya sudah sangat jelas. Karena itu, masyarakat harus menghindari segala bentuk aktivitas yang berkaitan dengan perjudian,” ujarnya.

Selain melakukan langkah pencegahan terhadap praktik perjudian, Polri juga berupaya menghadirkan suasana menonton yang aman dan kondusif bagi masyarakat. Untuk itu, Polri bekerja sama dengan LPP TVRI dalam penyelenggaraan kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 di berbagai satuan kewilayahan.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Buka Pawai Ogoh-ogoh PAUD Desa Ayunan

Kegiatan nobar tersebut akan dilaksanakan mulai dari tingkat Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek di seluruh Indonesia sebagai sarana mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus memastikan perhelatan Piala Dunia dapat dinikmati secara aman, tertib, dan bebas dari praktik perjudian.

“Kami dari Polri akan mengajak masyarakat untuk mengikuti kegiatan nobar, mulai dari Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek di seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Kapolri. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca