Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Puspa Negara Sebut “Reward” Permudah Masyarakat Badung Daftarkan HAKI Secara Gratis

BALIILU Tayang

:

BERI KETERANGAN: Anggota Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Badung, I Wayan Puspa Negara, sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung, memberikan keterangan usai Raker Pansus membahas penyerapan aspirasi dalam menyusun Raperda tentang Fasilitasi Pelindungan KI di Ruang Madya Gosana Lantai III, Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Senin, 15 September 2025. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) terdiri dari berbagai unsur meliputi Paten, Merek, Desain, Kreativitas hingga Inovasi, apalagi masyarakat Kabupaten Badung sangatlah kreatif.

Dengan hadirnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif Dewan tentang Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atau Fasilitasi Pelindungan Kekayaan Intelektual ini berkeinginan untuk memberikan reward kepada masyarakat Badung. Mengingat, Fasilitas Kekayaan Intelektual ini dinilai sebagai satu-satunya di seluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Badung.

Demikian disampaikan Anggota Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Badung, I Wayan Puspa Negara, sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung, saat Rapat Kerja (Raker) Panitia Khusus (Pansus) membahas penyerapan aspirasi dalam menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Fasilitasi Pelindungan Kekayaan Intelektual (KI) di Ruang Madya Gosana Lantai III, Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Senin, 15 September 2025.

Puspa Negara menyatakan reward itu berupa pemberian kemudahan bagi masyarakat Badung mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). “Yang penting, bahwa hal ini dimanfaatkan sebagai sebuah kesempatan diberikan dan difasilitasi secara gratis oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung,” kata Puspa Negara.

Tak hanya itu, hal tersebut juga dimuat dalam Pasal 24 Ayat 1 menyebutkan segala biaya yang timbul sebagai akibat pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) ini di Kabupaten Badung ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Badung.

“Sungguh bahagia masyarakat Badung mendapatkan reward dan kesempatan yang baik untuk mendaftarkan HAKI yang sepenuhnya difasilitasi oleh Pemkab Badung,” kata Puspa Negara seraya menegaskan dengan diberikan kemudahan ini diyakini akan banyak yang mendaftarkan HAKI.

“Ini sangat penting, karena kita sekarang ada kasus LMKN. Itu banyak pengusaha kita di kawasan destinasi pariwisata yang memutar musik dikenakan denda per kursi sebesar Rp 160 ribu. Ini sangat ngeri,” urainya. Namun dari pernyataan Wakil Ketua DPR RI, menyatakan sudah boleh memutar musik kembali.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Sembahyang bersama Para Pemedek pada Puncak Karya Piodalan di Pura Penataran Pucak Antap Sai Bon

Puspa Negara kembali melanjutkan bahwa Raperda ini juga melindungi hak masyarakat Kabupaten Badung yang memiliki kemampuan Kreativitas, Daya, Rasa, Cipta dan Karsa serta Inovasi untuk melindungi secara hukum sebagai sebuah kekuatan.

“Itu buat masyarakat nyaman berkreativitas, disisi lain dari hasil kreativitasnya itu ada royalti yang dinikmati sebagai sebuah ide, karena rumusnya ide itu mahal,” paparnya.

Mengenai masalah memutar musik, lanjutnya secara teknis sudah diinformasikan Susmi Dasco dari DPR RI, bahwa pengusaha bisa memutar musik kembali, karena ditinjau ulang tentang LMKN dan juga Undang-Undang Hak Cipta yang menjadi satu kesatuan, pada Undang-Undang Cipta Kerja.

Untuk itu, Puspa Negara sangat menyetujui terjadinya revisi pemutaran musik, dengan memberikan kebebasan masyarakat untuk berkreativitas seperti dulu.

“Ketika orang memutar musik, mereka khan sudah membeli. Kalau membeli VCD atau DVD itu khan sudah bayar cukai. Kenapa harus double bayar? Ini artinya in-efisiensi,”  jelasnya.

Maka dari itu, hal-hal yang berkaitan dengan in-efisiensi seharusnya bisa dihapus. Apalagi, Presiden Prabowo menyatakan pemutaran musik diminta untuk dievaluasi dengan cepat.

Oleh karena itu, masyarakat harus kembali merdeka dalam arti bertanggung jawab dalam menikmati musik di negeri sendiri. Apalagi, diperkuat pernyataan beberapa artis, untuk memutar kembali musiknya dan tidak dipungut royalti.

“Itu artis sangat sadar, bahwa musik, kesenian atau apapun itu saling membutuhkan antara pihak penikmat dengan yang meluncurkan, itu harus komunikatif justru tidak ada yang mendengarkan malah tidak baik,” tandasnya.

Oleh karena itu, Puspa Negara menegaskan hadirnya Fasilitas Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) di Kabupaten Badung bertujuan melindungi masyarakat Kabupaten Badung, dengan memiliki fasilitas, yang membuat masyarakat Badung tenang dan nyaman. Disisi lainnya, hadirnya LMKN di Pusat malah dipertanyakan.

Baca Juga  Putu Parwata Pastikan Partai Demokrat Resmi Gabung ke Fraksi PDI-P di DPRD Badung

“Kenapa baru ribut, kenapa tidak dulu-dulu dilakukan itu, sehingga pertanyaan besar kita, kemana arah dana yang mereka kumpulkan. Apakah itu untuk kesejahteraan artisnya, apakah artisnya sudah dapat royalti atau justru belum? Karena musik yang dibeli masyarakat sudah dilengkapi pita cukai, kenapa harus bayar pajak lagi,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bersama ITB STIKOM Bali, Mahasiswa Internship dari Montpellier Prancis Lakukan Pengembangan Desa Digital di Desa Punggul Badung

Published

on

By

stikom bali
KUNJUNGAN: Mahasiswa dari Polytech Montpellier yang melakukan internship di ITB STIKOM Bali, melakukan kunjungan di Desa Punggul, Kabupaten Badung, Senin, 4 Mei 2026. (Foto: Hms STIKOM Bali)

Badung, baliilu.com – Mahasiswa dari Polytech Montpellier yang melakukan internship di ITB STIKOM Bali, melakukan kunjungan di Desa Punggul, Kabupaten Badung, Senin, 4 Mei 2026.

Kunjungan itu untuk menggali persoalan yang ada di desa. Terutama, dalam pengembangan menjadi desa digital. Desa Punggul dijadikan case study, karena telah menerapkan digitalisasi dalam mendukung tata kelola pelaksanaan administrasi desa sehari-hari.

Supervisor internship dari ITB STIKOM Bali Yudi Agusta, Ph.D. menjelaskan, ada empat aspek pengelolaan desa digital yang menjadi materi diskusi.

“Aspek itu meliputi, pengelolaan keuangan dana komunitas, pengelolaan keamanan sistem desa, pengelolaan pengetahuan desa, dan pengelolaan sistem otomatis di desa,” kata Yudi Agusta.

Menurutnya, pengelolaan keuangan dana komunitas di tingkat banjar yang masih dilaksanakan secara manual.

Sedangkan pengelolaan keamanan sistem desa sudah cukup baik. Untuk pemantauan potensi terjadinya masalah tetap dilakukan dalam periode mingguan. Serta, pengelolaan data yang sudah digunakan dengan optimal.

“Tapi belum menyentuh pada level penyediaan pengetahuan desa, dan belum adanya sistem otomatis yang diterapkan di desa,” kata Yudi.

Dengan informasi tersebut, keempat mahasiswa akan melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan lebih lanjut, akhir masa internship pada 10 Agustus 2026 mendatang.

Perbekel Desa Punggul Kadek Sukarma menyambut baik kunjungan kerjasama ITB STIKOM Bali dan mahasiswa asal Prancis itu.

“Kerja sama itu memberikan kontribusi dalam merumuskan berbagai ide pengembangan Desa Digital yang berkelanjutan,” kata Kadek Sukarma.

ITB STIKOM Bali sendiri terus mendorong kegiatan kolaborasi internasional melalui berbagai kegiatan. Di antaranya, penerimaan mahasiswa asing untuk berkuliah di ITB STIKOM Bali, penyediaan program double degree internasional yang sudah dilaksanakan bersama Malaysia dan China, kegiatan short course mahasiswa baik.

Baca Juga  Matangkan Isi Ranperda, Pansus PBG DPRD Badung Gelar Raker Dengar Pendapat dengan OPD dan Tenaga Ahli

“Yang inbound maupun outbound dalam bentuk program Bali Cross Cultural Program (BCCP) dan Global Cross Cultural Program (GCCP),” kata Yudi.

Kegiatan internship diharapkan memberikan kontribusi dalam meningkatkan internasionalisasi di ITB STIKOM Bali. Sekaligus memberikan kontribusi nyata di masyarakat.

ITB STIKOM Bali juga menyiapkan Kurikulum untuk mahasiswa bekerja di bidang IT di Jepang melalui program Hi-Think, Language Learning Center untuk mempersiapkan mahasiswa Go Global.

Termasuk, Magang Berbayar di luar negeri, dan penerimaan mahasiswa internasional yang melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan di ITB STIKOM Bali. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Buleleng Canangkan Tiga Desa di Tejakula Sebagai Desa Cantik 2026

Published

on

By

desa cantik buleleng
CANANGKAN DESA CANTIK: Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng resmi mencanangkan Desa Tembok, Desa Les, dan Desa Pacung di Kecamatan Tejakula sebagai Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 bertempat di Wantilan Desa Tembok, Rabu (6/5). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng resmi mencanangkan Desa Tembok, Desa Les, dan Desa Pacung di Kecamatan Tejakula sebagai Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 bertempat di Wantilan Desa Tembok, Rabu (6/5).

Dalam sambutan Bupati Buleleng yang dibacakan Kepala Dinas PMDPPKB Buleleng, Made Supartawan, ditegaskan bahwa keberhasilan program Desa Cantik sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. “Kolaborasi lintas sektor ini penting agar pelaksanaan program bisa lebih terukur dan efektif,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, sinergi antara pemerintah daerah, desa, dan pemangku kepentingan diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai isu strategis, seperti penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, serta peningkatan kualitas pendidikan di tingkat desa.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Buleleng, Gede Iwan Santika, menjelaskan bahwa program Desa Cantik bertujuan untuk meningkatkan literasi statistik serta kualitas pengelolaan data di desa. Melalui pembinaan statistik sektoral dan penguatan kapasitas sumber daya manusia, desa diharapkan mampu menghasilkan data yang valid, akurat, dan relevan. “Data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran,” ungkapnya

Pencanangan Desa Cantik Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya program secara resmi. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan piagam agen statistik kepada tiga desa perwakilan sebagai langkah awal dalam mendorong transformasi pengelolaan data desa berbasis statistik.

Dengan pencanangan ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola data desa guna mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat, terarah, dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri ‘’Ngeratep Pelawatan’’ Pura Dalem Salunding Kapal
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bunda Rai Gelorakan Aksi Bergerak dan Berbagi di Kerambitan dan Penebel

Published

on

By

bunda rai
HADIRI AKSI SOSIAL: Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya alias Bunda Rai saat menghadiri program unggulan Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi sekaligus aksi sosial bedah kamar yang digelar secara roadshow di Kecamatan Kerambitan dan Penebel, Tabanan, Rabu (6/5). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya alias Bunda Rai kembali menggencarkan aksi sosial untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata melalui program unggulan Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi sekaligus aksi sosial bedah kamar yang digelar secara roadshow di Kecamatan Kerambitan dan Penebel, Tabanan, Rabu (6/5).

Kegiatan diawali dengan aksi bedah kamar ODGJ milik Nyoman Sukarya di Banjar Lebah, Desa Tista, Kerambitan. Setelah itu, jajaran melanjutkan kegiatan aksi sosial bergerak dan berbagi di Wantilan Desa Tista. Dalam kesempatan tersebut, Bunda Rai bersama jajaran juga melaksanakan sosialisasi lubang biopori sekaligus menyerahkan bantuan sebanyak 150 alat dan pelubang biopori kepada masing-masing kecamatan.

Tidak hanya itu, kegiatan juga dilanjutkan dengan praktik langsung penerapan program Aku Hatinya PKK di rumah warga. Usai kegiatan di Kerambitan, jajaran bergerak menuju lokasi kedua di Kantor Desa Buruan, Penebel, dengan melanjutkan agenda sosialisasi serupa terkait bantuan sosial, pengelolaan sampah dan ketahanan pangan keluarga.

Turut hadir mendampingi Bunda Rai, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Budiasih Dirga beserta jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Tabanan, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Sosial P3A, perwakilan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, Camat Kerambitan dan Camat Penebel beserta jajaran, para perbekel se-Kecamatan Kerambitan dan Penebel, Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa beserta pengurus di Kecamatan Kerambitan dan Penebel, pengurus YKI, K3S, Bunda PAUD Tabanan, hingga para penerima bantuan yang telah hadir sejak pagi.

Di Kecamatan Kerambitan, bantuan diberikan kepada masyarakat rentan yang terdiri dari 10 ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK), 20 lansia, 15 penyandang disabilitas, 15 balita gizi kurang, dan kader PKK kurang mampu dengan total penerima 75 orang. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada 6 penderita kanker serta bantuan PMT untuk 100 anak PAUD. Bantuan tambahan lainnya berupa 1 rehab kamar ODGJ, 1 alat bantu dengar, 2 kursi roda, dan 1 tripod.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Sembahyang bersama Para Pemedek pada Puncak Karya Piodalan di Pura Penataran Pucak Antap Sai Bon

Sementara di Kecamatan Penebel, bantuan difokuskan kepada 10 ibu hamil KEK, 20 lansia, 15 penyandang disabilitas, 15 balita gizi kurang, serta kader PKK kurang mampu dengan total 90 penerima manfaat. Selain itu juga diberikan bantuan kepada 6 penderita kanker dan PMT bagi 100 anak PAUD. Bantuan tambahan yang disalurkan meliputi 1 alat bantu dengar, 1 kursi roda, 3 tripod, dan 4 walker. Adapun jenis bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima meliputi 20 kg beras, 3 kotak susu kalsium, 3 kotak susu ibu hamil, 3 kotak susu balita, 3 kg kacang hijau, 5 kg telur, serta minyak goreng.

Dalam arahannya, Bunda Rai menegaskan kehadirannya bersama jajaran merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat. “Pagi ini saya hadirkan seluruh jajaran, tujuan kami datang untuk memberikan perhatian dan sedikit bantuan. Jangan dilihat besarannya, tetapi ini sebagai bentuk kepedulian agar bapak dan ibu tetap bersemangat dan berbahagia. Ini adalah bentuk jalinan silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Bunda Rai juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya melalui program Duta Padas (Palemahan Kedas). Ia mengajak masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, mulai memilah dan mengelola sampah dari rumah tangga. “Ini hal kecil, tetapi kalau dilakukan bersama-sama dari rumah tangga, kita bisa mengurangi sampah. Jika tidak ada sinergi masyarakat dan pemerintah, masalah sampah ini bisa menjadi bencana. Mari kita atasi dari sumbernya,” tegasnya.

Menurutnya, bantuan lubang biopori yang diberikan diharapkan menjadi rangsangan bagi masyarakat agar ikut menerapkan pengolahan sampah organik di lingkungan rumah masing-masing. Sampah dapur dapat dimasukkan ke lubang biopori hingga menjadi pupuk, sedangkan sampah daur ulang disalurkan ke bank sampah desa. Program tersebut juga dinilai sejalan dengan program Aku Hatinya PKK dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Baca Juga  Pelantikan dan ‘‘Launching‘‘ Pol. PP Pariwisata Provinsi Bali dan Badung

“Tahun ini saya ingin membangkitkan kembali dan menjaga ketahanan pangan keluarga melalui lomba Aku Hatinya PKK. Selain bermanfaat untuk ketahanan pangan, program ini juga dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga, apalagi saat harga kebutuhan pokok terus meningkat,” imbuhnya.

Selain itu, selaku Tim Pembina Posyandu Kabupaten, Srikandi Tabanan tersebut turut mensosialisasikan transformasi Posyandu 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal). Ia menjelaskan, posyandu kini tidak hanya fokus pada kesehatan, tetapi juga mencakup bidang sosial, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat hingga ketertiban dan perlindungan masyarakat sehingga masyarakat lebih mudah mengadukan persoalan sosial yang dihadapi.

Ketua TP PKK Kecamatan Kerambitan, Ny. Ratmini Supraja, dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Bunda Rai kepada masyarakat Kerambitan. “Aksi sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan terhadap masyarakat di Kecamatan Kerambitan. Beliau tidak hanya hadir memberikan bantuan, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas sosial. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap dapat terus berlanjut menjadi motivasi bagi kader PKK dalam menjalankan tugas dan fungsi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Penebel, Ny. Asri Manik, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar bagi masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Kami juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu Bupati atas perhatian dan bantuan yang diberikan,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca