Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dorong Pariwisata Berkualitas, BI Bali Gelar “Capacity Building“ Desa Wisata dan Fasilitasi Kerja Sama dengan Blibli

BALIILU Tayang

:

bi bali
CAPACITY BUILDING: Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (kiri) bersama Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja (tengah) saat Capacity Building Desa Wisata dan DTW pada Kamis-Jumat, 2-3 Oktober 2025, di Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menyelenggarakan Capacity Building Desa Wisata dan Daya Tarik Wisata (DTW) bertema “Pengembangan Pariwisata dan Digitalisasi serta Penguatan Akses Pasar Sektor Pariwisata” pada Kamis-Jumat, 2-3 Oktober 2025, di Bali.

Kegiatan ini dihadiri Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati selaku Ketua Umum (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) PHRI Provinsi Bali; Kadek Darmawayasa selaku Wakil Ketua Bidang Humas (Association of The Indonesia Tours and Travel Agencies) ASITA Provinsi Bali; Rianne Hillebrandt selaku AVP Merchandising PT. Global Digital Nusantara Tbk (Blibli); serta Mohammad Rinaldi selaku Public Policy & Government Relations Manager Traveloka.

Penyelenggaraan capacity building ini merupakan salah satu upaya Bank Indonesia Bali untuk mendorong pengembangan pariwisata dan penguatan akses pasar di sektor pariwisata. Kegiatan dilakukan dalam bentuk sarasehan bersama dengan 6 (enam) Desa Wisata serta 3 (tiga) DTW di Provinsi Bali untuk dapat mengetahui lebih mendalam mengenai potensi pengembangan pariwisata Bali khususnya desa wisata.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan bahwa sektor pariwisata memiliki tren peningkatan yang baik setiap tahunnya, yang dimana pada periode bulan Januari hingga bulan Juni 2025 kunjungan wisman secara nasional mencapai 7,05 juta atau naik 9,44% dari tahun sebelumnya pada periode yang sama. Sebagai lokomotif penggerak pariwisata di Indonesia, Provinsi Bali menunjukkan diversifikasi pasar yang kuat. Data mencatat hingga triwulan II 2025, kunjungan pariwisata yang terdiri dari wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara di Bali mencapai 3,11 juta orang.

“Pencapaian pertumbuhan ekonomi Bali yang ditopang sektor pariwisata tidak terlepas dari program, kebijakan dan sinergi Bank Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Bali, asosiasi serta para pelaku usaha. Untuk menuju pariwisata yang berkualitas, desa wisata dan DTW perlu memerhatikan beberapa dukungan. Pertama, dukungan infrastruktur dan fasilitas; Kedua, digitalisasi desa wisata dan DTW serta strategi pengelolaannya; Ketiga, edukasi dan konservasi secara berkelanjutan. Hal ini memerlukan perhatian dan sinergitas Pemerintah Pusat, Daerah, asosiasi dan berbagai pihak. Kami optimis, jika dilaksanakan secara integratif, terukur, dan berorientasi hasil, maka transformasi pariwisata Bali akan inklusif dan berkualitas,” tutur Erwin.

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Sambut Baik SERAMBI 2024

Pada kesempatan yang sama, Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati atau yang lebih akrab disapa dengan sebutan Tjok. Ace, menyampaikan bahwa dalam pengembangan desa wisata maupun daya tarik wisata dibutuhkan guiding principle dalam pengelolaannya yang berbasis ekonomi, sosial dan budaya.

“Spirit dari desa wisata berbeda dengan hotel karena berorientasi pada human spirit yang dimana pengelolaan desa wisata harus berbasis komunitas, artinya warga desa terlibat langsung sebagai salah satu subjek wisata, ” jelas Tjok. Ace.

Selanjutnya Kadek Darmayasa mengatakan bahwa pentingnya memiliki mindset digital first dan disertai willingness menjadi pondasi utama dalam pengembangan desa wisata maupun daya tarik wisata dalam era digital untuk menghadapi tantangan di pariwisata modern. Namun demikian pengelola harus dapat menemukan jati diri dari desa wisata dengan melihat kearifan lokal yang dimiliki destinasi wisata tersebut.

”Desa wisata bukan sekedar destinasi melainkan perjalanan pulang ke akar tradisi dan kearifan lokal yang harus tetap di jaga, di rawat dan lestarikan, ” kata Kadek.

Dalam kegiatan ini, telah dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara PT. Global Digital Nusantara (Blibli) dengan Desa Wisata dan Daya Tarik Wisata di Provinsi Bali. Adapun desa wisata yang mengikuti penandatanganan kerja sama yaitu Desa Wisata Taro, Desa Wisata Pemuteran, Desa Wisata Penglipuran, Desa Wisata Undisan, Desa Wisata Jatiluwih, dan Desa Wisata Les. Sementara itu untuk DTW yang mengikuti penandatanganan kerja sama yaitu DTW Monkey Forest, DTW Uluwatu dan DTW Pandawa.

Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen Bank Indonesia Provinsi Bali bersama dengan pelaku industri agen perjalanan online dalam mengembangkan desa wisata serta daya tarik wisata khususnya di Provinsi Bali. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Business Matching antara Desa Wisata dan DTW dengan Online Travel Agent (OTA) yang bertujuan untuk meningkatkan transformasi desa wisata melalui pemanfaatan digitalisasi. Tak hanya itu pada kegiatan ini juga terdapat agenda capacity building dari OTA berupa sharing bagaimana implementasi digitalisasi yang dapat mendorong pariwisata di era digital. (gs/bi)

Baca Juga  Indeks Harga Properti Komersial di Bali Tumbuh Meningkat

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Hidupkan Titik Nol Singaraja, “Suara Senja” Jadi Wadah Ekspresi Kreatif Anak Muda Buleleng

Published

on

By

Suasana music session Suara Senja di kawasan Titik Nol Kota Singaraja
SUARA SENJA: Kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai bertransformasi menjadi pusat kreativitas anak muda melalui sebuah gelaran music session mingguan bertajuk "Suara Senja". (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Kawasan Titik Nol Kota Singaraja kini punya wajah dan napas baru. Setelah ditata ulang oleh pemerintah daerah, ruang publik strategis ini mulai bertransformasi menjadi pusat kreativitas anak muda melalui sebuah gelaran music session mingguan bertajuk “Suara Senja”.

Acara yang diinisiasi oleh sekelompok pemuda kreatif ini hadir untuk memanfaatkan ramainya masyarakat yang kerap menghabiskan waktu sore di jantung Kota Singaraja tersebut.

Salah satu kru sekaligus gitaris Suara Senja, Rajendra Siaga Tika, mengungkapkan bahwa ide awal perhelatan ini muncul setelah melihat potensi besar Titik Nol Singaraja yang kini menjadi tempat berkumpul dan bersosialisasi warga.

“Kami melihat tempat ini sangat berpotensi menjadi wadah anak muda mengekspresikan diri. Ke depannya, kami ingin tempat ini menjadi hub untuk segala jenis ekspresi seni budaya. Bukan hanya musik, tapi tidak menutup kemungkinan ke depan ada teater, paduan suara, atau seni lainnya,” jelas Rajendra.

Suara Senja mengusung konsep inklusif dan terbuka. Pihak penyelenggara berkomitmen untuk tidak membatasi latar belakang penampil dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut ambil bagian. Dalam rencana ke depan, tim Suara Senja akan menggandeng institusi pendidikan formal di Buleleng untuk berkolaborasi. Terbuka untuk pelajar mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat, serta musisi umum. Diadakan setiap akhir pekan demi memberikan hiburan konsisten bagi masyarakat Buleleng.

Saat ini, Suara Senja telah sukses diselenggarakan sebanyak tiga kali, dan bersiap menyambut gelaran keempat pada akhir pekan mendatang. Bukan sekadar ajang unjuk bakat musiman, Suara Senja menyimpan misi besar untuk jangka panjang. Rajendra berharap Titik Nol Singaraja bisa tumbuh menjadi ikon pusat kesenian publik yang hidup, mirip dengan ruang-ruang kreatif publik yang ada di kota-kota besar lain di Indonesia.

Baca Juga  BI Bali Bersinergi dengan PMI Wujudkan Kepedulian Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi Bali

“Rencana besarnya, kami ingin menjadikan Suara Senja ini sebagai titik di mana masyarakat bisa berkumpul, bersenda gurau, dan menikmati seni bersama. Kami ingin Titik Nol Singaraja ini hidup sebagai pusat kesenian publik bagi warga Buleleng,” pungkas alumni SMAN Bali Mandara itu. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hadiri IIC 2026, Gubernur Koster Harapkan Kualitas Kepastian Hukum Investasi Semakin Meningkat

Published

on

By

Gubernur Koster menghadiri Indonesia Insolvency Conference 2026 di The Meru Sanur
HADIRI IIC: Gubernur Wayan Koster saat menghadiri Indonesia Insolvency Conference (IIC) 2026, di The Meru Sanur, Kamis (16/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Wayan Koster menyampaikan saat ini Pemerintah Provinsi Bali tengah bergerak maju dalam mewujudkan Visi Pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru”. Visi yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan Alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia, niskala-sekala. Visi ini menjadi landasan dalam menjaga Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali secara utuh dan berkelanjutan. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Indonesia Insolvency Conference (IIC) 2026, di The Meru Sanur, Kamis (16/7).

Disampaikan Gubernur Wayan Koster bahwa Bali memiliki kekhasan dalam cara pandang terhadap pembangunan karena pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari keberlanjutan, dan tata kelola yang baik, serta keharmonisan sosial.

Dalam kerangka visi pembangunan daerah, Bali berkomitmen mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing melalui prinsip-prinsip keberlanjutan, penguatan tata kelola, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan lokal.

Karena itu, ketika konferensi internasional ini membahas restrukturisasi dan kepailitan lintas batas, Pemrov Bali melihatnya sebagai bagian dari upaya yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas kepastian hukum, memperkuat efektivitas penegakan dan koordinasi antarlembaga, serta memperluas kesiapan Indonesia termasuk Bali sebagai lokasi penyelenggaraan konferensi untuk berkontribusi dalam mewujudkan standar praktik internasional.

Sesuai tema pada hari ini Embracing the UNCITRAL Model Law on Cross-Border Insolvency as a Roadmap for the Future of Restructuring & Insolvency Practice. Tema ini sangat strategis, karena pada kenyataannya aktivitas bisnis saat ini bergerak semakin maju lintas negara. Persoalan tentang restrukturisasi dan kepailitan pun tidak lagi dapat dipandang sebagai urusan lokal semata, melainkan membutuhkan standar yang kooperatif, terprediksi, dan efisien agar tercipta kepastian hukum serta kepercayaan para pemangku kepentingan.

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Sambut Baik SERAMBI 2024

Dalam wawancaranya, Gubernur Wayan Koster menyampaikan saat ini sedang disusun regulasi dalam bentuk Undang-Undang, sehingga pemerataan dan pergeseran pembangunan ke wilayah Bali Utara, Bali Timur dan Bali Barat dapat dilakukan, karena investasi hotel dan property di Bali sangat tinggi, dan tentu saja dalam kegiatan ini terdapat potensi permasalahan yang harus di tangani lintas negara. Sehingga Bali sebagai tuan rumah yang dipilih dapat member peran yang aktif dan bermanfaat bagi pembangunan ke depan.

Kerangka UNCITRAL (United Nations Commission on Internasional) Model Law, pada dasarnya hadir untuk memberi jawaban pada masalah yang selama ini menjadi tantangan sebagaimana untuk memastikan proses restrukturisasi dan insolvency di satu negara dapat dipahami, dikoordinasikan, serta yang paling penting adalah dapat berjalan dengan kepastian hukum yang lebih baik ketika menyangkut keterkaitan para pihak dan aset lintas negara.

Konferensi ini bukan sekadar pertemuan ilmiah atau diskusi teknis tetapi merupakan bagian dari upaya besar untuk memastikan bahwa sistem hukum dan mekanisme penyelesaian sengketa bisnis mampu menjawab kebutuhan zaman seperti ekonomi yang semakin terkoneksi, transaksi yang lintas negara, serta jaringan kreditur, aset, dan kepentingan yang tidak lagi berada dalam satu yurisdiksi negara saja.

Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali memiliki komitmen untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, tata kelola yang baik, dan keberlanjutan kehidupan sosial kemasyarakatan. Dalam konteks itu, Pemprov Bali memandang penguatan sistem restrukturisasi adalah bagian dari upaya menciptakan iklim investasi yang kondusif karena dunia usaha membutuhkan proses yang jelas, penanganan perkara yang profesional, serta mekanisme penyelesaian yang memberikan kepastian bagi kreditor, investor, debitor, dan seluruh pihak terkait.

Sepakat dengan Gubernur Bali, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia, Todotua Pasaribu menyampaikan bahwa kegiatan yang diprakarsai oleh Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) ini sangat penting, bahwa Indonesia harus membuka diri terkait bagaimana pelaksanaan putusan kepailitan yang bisa diterima di berbagai Negara, dan Indonesia juga mulai menyesuaikan hukum itu, dan ini adalah salah satu forum komunikasinya dengan berbagai organisasi kepailitan di Asia Pasifik.

Baca Juga  Kick Off SERAMBI 2023, Wagub Tjok. Ace Ajak Masyarakat Tukarkan Uang di Layanan Resmi Perbankan

Sehingga dengan diterapkannya UNCITRAL (United Nations Commission on Internasional) Model Law di Indonesia kepastian hukum berbisnis di Indonesia sangat mendukung dan bisa meningkatkan nilai investasi dan meningkatkan harapan pemerintah Indonesia.

“Yang kita butuhkan dalam iklim investasi adalah konteks yang berkaitan dengan kepastian, kepastian dalam pelayanan perijinan, dan juga kepastian dalam hal legalisasi serta hukum saat investor menjalankan bisnis di Indonesia, termasuk Bali,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, aspek sumber daya manusia dan kapasitas kelembagaan menjadi sangat penting, karena perubahan kerangka hukum akan dapat efektif bila ada kesiapan standar prosedur, kemampuan teknis, dan budaya kerja yang mendukung kerja sama. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi dan Mesin Baru Kemakmuran Rakyat

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela secara hybrid dari Istana Merdeka.
GROUNDBREAKING: Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela pada Kamis, 16 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela merupakan tonggak penting dalam memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mempercepat transformasi Indonesia menuju negara industri modern. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara saat meresmikan groundbreaking proyek LNG Abadi Masela yang digelar secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, dan lokasi proyek di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, pada Kamis, 16 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk mitra investasi dari Jepang. Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen membangun kerja sama yang saling menguntungkan, namun tetap mengedepankan tanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Kita mulai proyek ini, kita cari suatu keuntungan bersama. Kehormatan bagi tuan rumah adalah kalau mitranya, kalau tamunya bahagia itu kehormatan bagi tuan rumah. Tapi kita pun punya tanggung jawab kepada rakyat kita. Rakyat kita masih banyak yang hidupnya susah sehingga saudara-saudara, saya sebagai Presiden Republik Indonesia saya sebagai yang menerima mandat dari rakyat Indonesia, saya sekali lagi saya tegaskan jalankanlah proyek ini dengan sebaik-baiknya atas dasar saling menguntungkan,” ujar Presiden.

Presiden menekankan bahwa keberhasilan proyek tersebut harus mampu memberikan manfaat bagi seluruh pihak. Menurutnya, keuntungan bagi investor harus berjalan beriringan dengan terpenuhinya kepentingan nasional, terutama dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa proyek LNG Abadi Masela memiliki nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar Amerika Serikat dan diproyeksikan menghasilkan lebih dari 9 juta ton gas, kondensat, dan produk lainnya. Menurut Presiden, proyek tersebut akan menjadi penopang penting bagi program hilirisasi nasional yang membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar.

Baca Juga  Bali Jagadhita 2025, BI Ajak Investor Global Berinvestasi di Bali

“Proyek ini investasinya sangat besar 20,9 miliar dolar, hampir 21 miliar dolar, akan menghasilkan lebih dari 9 juta ton gas, kondensat dan sebagainya sehingga ini akan sangat membantu bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan. Kita harus melakukan hilirisasi, dan hilirisasi ini membutuhkan energi,” kata Presiden.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah mendorong keterlibatan putra daerah, pelaku usaha lokal, serta dukungan dari BUMN agar manfaat ekonomi proyek dapat dirasakan secara luas, khususnya oleh masyarakat di wilayah sekitar.

“Ekonomi, pembangunan, transformasi, hilirisasi, industrialisasi harus secepatnya membawa kemakmuran untuk sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia. Ekonomi harus untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi. Semua ini milik rakyat, kita tanggung jawabnya adalah menjamin bahwa rakyat merasakan sehingga komitmen tadi mengutamakan putra daerah, membantu pengusaha-pengusaha lokal,” tegas Presiden.

Menutup sambutannya, Presiden menyatakan optimistis proyek LNG Abadi Masela akan menjadi pendorong kemajuan Indonesia, khususnya kawasan Indonesia Timur. Tidak hanya itu, proyek tersebut juga diharapkan akan memperkuat ketahanan energi nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Saya yakin proyek ini nanti akan menjadi pendorong bagi kemajuan Indonesia khususnya Indonesia Timur, ini juga memperkuat kemandirian energi nasional Indonesia dan juga tonggak yang penting bagi kesejahteraan rakyat Indonesia,” ujar Presiden. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca