Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Hadiri DBFW 2025, Ny. Selvi Gibran Dorong UMKM dan Desainer Bali Berinovasi Tanpa Tinggalkan Jati Diri Budaya

BALIILU Tayang

:

DBFW 2025
HADIRI PENUTUPAN: Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Ny. Selvi Gibran Rakabuming menghadiri penutupan Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) 2025 – Session 1 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Jumat (7/11) malam. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Penutupan Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) 2025 – Session 1 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Jumat (7/11) malam, menjadi momen istimewa dengan hadirnya Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Ny. Selvi Gibran Rakabuming.

Dalam arahannya, Ny. Selvi Gibran mendorong para pelaku UMKM dan desainer lokal untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman, namun tetap berpijak pada jati diri budaya Bali sebagai kekuatan utama dalam bersaing di pasar global.

Dalam sambutannya, Ny. Selvi Gibran juga menegaskan bahwa kreativitas para desainer dan perajin Bali telah menjadi inspirasi nasional. Namun demikian, inovasi harus selalu dibarengi dengan pelestarian nilai budaya agar setiap karya memiliki karakter dan identitas yang kuat.

“UMKM dan desainer Bali memiliki potensi luar biasa. Teruslah berinovasi, menyesuaikan dengan perkembangan zaman, tapi jangan pernah meninggalkan jati diri budaya yang menjadi kekuatan kita,” imbuhnya.

Ketua Umum Dekranas juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan DBFW 2025 yang dinilai menjadi wadah strategis dalam menampilkan karya-karya terbaik dari Dekranasda sembilan kabupaten/kota se-Bali. Ajang ini dinilai mampu memperkuat sinergi antara Dekranas pusat, provinsi, dan daerah dalam mengangkat wastra serta kriya lokal agar semakin dikenal luas.

“Dekranasda Bali Fashion Week ini luar biasa. Ajang seperti ini penting untuk memperkuat kepercayaan diri para pelaku UMKM agar siap tampil di tingkat nasional dan internasional. Inilah bentuk kolaborasi nyata antara pusat dan daerah,” ungkapnya.

Selain menyaksikan peragaan busana, Ny. Selvi beserta rombongan juga berkesempatan mengunjungi stan-stan di Pameran IKM Bali Bangkit, tempat beragam produk kriya dan busana lokal dipamerkan. Beliau mengaku terkesan dengan kualitas dan kreativitas para perajin yang dinilai telah memenuhi standar ekspor tanpa kehilangan sentuhan khas Bali.

Baca Juga  Ida Mahendra Jaya Dorong Desainer Bali Tonjolkan Kain Tenun Tradisional di Fashion Show 2025

“Saya melihat langsung karya para perajin Bali. Produknya sangat bagus, halus, modern, tapi tetap memancarkan nuansa Bali. Ini menjadi bukti bahwa UMKM kita sangat siap bersaing,” tuturnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga mengingatkan pentingnya menjadikan wastra dan kebaya bukan hanya sebagai busana, tetapi juga sebagai simbol identitas dan kebanggaan perempuan Indonesia.

“Setiap kali kita mengenakan wastra, itu bukan sekadar kain, tapi jati diri kita sebagai perempuan Indonesia. Mari kita lestarikan dan kenalkan di panggung dunia,” ujarnya penuh semangat.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Ibu Ketua Umum Dekranas. Ia menegaskan komitmen Dekranasda Bali untuk terus membina dan memperkuat kapasitas para desainer, perajin, serta pelaku UMKM lokal agar siap bersaing di kancah nasional maupun internasional.

“Langkah kecil yang kami lakukan di Bali ini, jika dijalankan dengan tekun dan konsisten, akan melahirkan desainer dan perajin yang mampu menjadi trend centre mode dunia. Kami terus berupaya tekun dan konsisten agar kreativitas lokal bisa menginspirasi dunia,” ujar Ibu Putri Koster.

Acara penutupan DBFW 2025 Session 1 yang juga dihadiri para Ibu Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (SERUNI) Kabinet Merah Putih, menampilkan karya Taksu Design, dipadu dengan alunan musik khas Bali oleh Gus Teja, menciptakan perpaduan harmonis antara modernitas dan tradisi. Selain itu, turut tampil koleksi menawan dari Darmawan Silver, Bara Silver, Puspa Mega, dan Geocraft.

Kegiatan ini akan berlanjut dengan DBFW Session 2 pada 2–8 Desember 2025, yang diharapkan menjadi momentum lanjutan dalam memperkuat ekosistem kriya dan fesyen berbasis budaya menuju Bali dan Indonesia yang kreatif, berdaya, dan berkelas dunia. (gs/bi)

Baca Juga  Dekranasda Bali Laksanakan Webinar, Tingkatkan Branding dan Manajemen Digital bagi Pelaku Usaha

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

PSEL Ditarget Selesai Akhir 2027, Groundbreaking Denpasar Raya akan Dilaksanakan 8 Juli 2026

Published

on

By

Pemerintah Provinsi Bali saat ini mendorong pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang.
RAKOR: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri rapat koordinasi Pembangunan PSEL Denpasar Raya kawasan Benoa di Ruang Rapat Kertha Sabha, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (22/5). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy merupakan salah satu solusi strategis untuk menangani kedaruratan sampah di Bali, terutama setelah kapasitas TPA Suwung semakin kritis dan muncul penumpukan sampah di berbagai wilayah seperti Denpasar dan Badung.

Pemerintah Provinsi Bali saat ini mendorong pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang. Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan pembangunan PSEL menjadi solusi jangka panjang untuk menangani persoalan sampah yang selama ini menjadi ancaman lingkungan dan pariwisata Bali. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan sampah setelah penutupan TPA Suwung.

“Proyek PSEL untuk penanganan sampah di wilayah Denpasar dan Badung kini memasuki tahap persiapan pembangunan. Proyek strategis tersebut telah diproses oleh Danantara dan direncanakan akan mulai groundbreaking pada 8 Juli 2026 mendatang. Saat ini, proses pengurugan lahan sudah mulai dilakukan sebagai bagian dari tahapan awal pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern tersebut. Lahan yang digunakan untuk proyek PSEL ini memiliki luas sekitar 6 hektar,” jelas Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng itu pada Jumat (23/5) di Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar.

Selain pembangunan PSEL, pemerintah daerah dikatakan Koster juga memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis sumber melalui TPS3R, TPST, dan pemilahan sampah rumah tangga. Pemilahan sampah organik dan anorganik dinilai penting agar proses pengolahan sampah menjadi energi berjalan optimal.

“Kebersihan Bali adalah fondasi utama menjaga Bali tetap kondusif sebagai destinasi wisata dunia. Sambil menunggu penyelesaian PSEL, gerakan bersih-bersih terus kita genjot,” terangnya.

Kehadiran PSEL ini menjadi langkah penting dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di wilayah Denpasar dan Badung. Pemerintah menargetkan pada tahun 2028, permasalahan sampah di kedua daerah tersebut sudah dapat ditangani secara lebih optimal.

Baca Juga  Pj. Ketua Dekranasda Bali Semangati 157 Anak-anak TK Lomba Mewarnai di Nusa Penida Festival

“Nantinya, fasilitas PSEL ini diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.200 ton sampah per hari. Kapasitas besar tersebut diharapkan mampu mengurangi penumpukan sampah sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di Bali,” imbuhnya.

Selain penanganan sampah baru, tumpukan sampah lama di kawasan TPA Suwung juga harus menjadi perhatian untuk diselesaikan. Tumpukan sampah yang telah mengendap selama bertahun-tahun di kawasan tersebut ditargetkan ikut diselesaikan bersamaan dengan pengembangan sistem pengelolaan sampah modern melalui proyek PSEL. Langkah ini dinilai penting agar persoalan sampah di wilayah Denpasar dan Badung dapat ditangani secara menyeluruh, tidak hanya untuk sampah harian tetapi juga sampah lama yang masih menumpuk.

Pemerintah berharap proses penanganan sampah lama di TPA Suwung dapat berjalan optimal sehingga kawasan tersebut nantinya bisa direvitalisasi dan dimanfaatkan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Apabila rencana tersebut berhasil direalisasikan, kawasan eks TPA Suwung diharapkan berubah menjadi area hijau yang lebih ramah lingkungan dan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik sekaligus mendukung kualitas lingkungan di Bali.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak saat meninjau kick-off pematangan lahan milik Pelindo di Pasanggaran, menegaskan bahwa penanganan permasalahan sampah harus dilakukan secara bersinergi. Ia menyampaikan bahwa TNI AD siap mendukung pengelolaan sampah melalui metode pirolisis yang dinilai efektif dan ramah lingkungan.

“TNI AD siap mendukung berbagai program pemerintah dalam penanganan sampah melalui kegiatan karya bakti, edukasi lingkungan, hingga dukungan terhadap program pengelolaan sampah terpadu di daerah,” jelasnya.

Disampaikan pria yang juga pernah menjabat sebagai Pangdam IX/Udayana tersebut, keunggulan pengolahan sampah oleh TNI AD diantaranya tanpa investasi pemerintah, mengelola sampah lama, tidak perlu subsidi pemerintah, ramah lingkungan dan tanpa emisi terbuka.

Baca Juga  Dorong Kreativitas dan Inovasi Pengrajin, Dekranasda Bali Laksanakan Lomba Desain Tas Berbahan Baku Anyaman

“Yang perlu didukung oleh pemerintah yakni prosedur administrasi (perizinan), jaminan penjualan solar hasil pengolahan sebagai sumber energi terbarukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Nani Hendiarti, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan menyampaikan Perpres 109/2025 memayungi kebijakan pengolahan sampah yang menghasilkan energi yakni menjadi Listrik, PSE BBM terbarukan, PSE Bio Energi serta Produk ikutan lainnya.

“Penggunaan teknologi PSEL dan PSE BBM terbarukan dapat mengurangı kedaruratan sampah di Denpasara dan Badung, baik timbulan sampah harian maupun TPA Suwung,” terngnya.

Disampaikan Nani, Bali telah ditetapkan sebagai lokasi pilot project pirolisis bersama lokasi lainnya (Jakarta, Surabaya, Bekasi, Bandung, Bogor, Semarang) yang dilaksanakan oleh TNI AD, dengan dukungan tim terpadu lintas Kementerian/Lembaga khususnya pada tahap persiapan dan pembangunan.

Groundbreaking PSEL Denpasar Raya pada tanggal 8 Juli 2026 mendatang menjadi momentum terintegrasi penanganan sampah di hulu dan hilir,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bali Mulai Persiapkan Pembangunan PSEL, Gubernur Koster Tinjau Langsung Pematangan Lahan

Published

on

By

psel denpasar
KICK OFF: Gubernur Bali, Wayan Koster berbincang dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Maruli Simanjuntak usai meninjau Kick Off pematangan lahan lokasi Pengelohan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di lahan milik PT. Pelindo di Pesanggaran, Pedungan – Denpasar pada Jumat (22/5/2026) siang. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali, Wayan Koster mendampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Maruli Simanjuntak meninjau Kick Off pematangan lahan lokasi Pengelohan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di lahan milik PT. Pelindo di Pesanggaran, Pedungan – Denpasar pada Jumat (22/5/2026) siang. Tampak juga hadir dalam peninjauan tersebut Bupati Badung, Walikota dan Wakil Walikota Denpasar, Pangdam IX Udayana, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Kepala PPLH Bali Nusra, perwakilan BPI Danantara serta instansi terkait lainnya.Gubernur Koster tinjau Kick Off pematangan lahan lokasi Pengelohan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di lahan milik PT. Pelindo di Pesanggaran, Pedungan

Pertama-tama rombongan tampak meninjau proses pemadatan lahan yang sedang berlangsung di lahan milik PT. Pelindo yang telah ditentukan sebagai lokasi PSEL. Terlihat beberapa alat berat telah bekerja sejak 2 hari lalu untuk melakukan proses pemadatan dan penataan lahan di lokasi tersebut.

Sementara itu, puluhan truk berisikan tanah juga tampak berjejer rapi di sepanjang pintu masuk Tol Bali Mandara. Setelah itu Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Maruli Simanjuntak bersama dengan rombongan melakukan diskusi teknis mengenai proses pembangunan PSEL pertama di Pulau Dewata tersebut.

Lebih lanjut perwakilan BPI Danantara, Maulana bersama dengan Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Nani Hendiarti menjelaskan progress awal dari pembangunan PSEL. Diketahui bahwa Pemerintah Pusat telah menetapkan Zhejiang Weiming, perusahaan asal China sebagai pemenang tender proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali.

Sedangkan Pemerintah Daerah diminta untuk menyiapkan lahan untuk pembangunan fasilitas insinerator. Lahan dengan total luas enam hektare milik PT. Pelindo yang berlokasi di Banjar Pesanggaran, Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan kemudian ditetapkan menjadi lokasi proyek PSEL di Bali. Proses pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu 18 bulan setelah lokasi ditetapkan dan siap bangun. Nantinya PSEL tersebut akan menjadi sentral pengolahan sampah menjadi energi listrik yang akan dijual ke PLN. (gs/bi)

Baca Juga  Dorong Kreativitas dan Inovasi Pengrajin, Dekranasda Bali Laksanakan Lomba Desain Tas Berbahan Baku Anyaman

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Denpasar Arya Wibawa Buka Lomba MTQ XXXI Kota Denpasar

Published

on

By

lomba mtq
MTQ XXXI KOTA DENPASAR: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka secara langsung gelaran Lomba Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Kota Denpasar, yang digelar di Gedung Yayasan Kalifa Nusantara, Padangsambian, Sabtu (23/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka secara langsung gelaran Lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Kota Denpasar, yang digelar di Gedung Yayasan Kalifa Nusantara, Padangsambian, Sabtu (23/5).

Acara yang diinisiasi oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Denpasar ini, diikuti setidaknya 92 orang peserta yang terdiri dari berbagai elemen usia. Antara lain usia anak-anak, usia remaja hingga dewasa.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, ajang lomba MTQ ini merupakan kegiatan positif yang diharapkan dapat mendorong semangat dan minat baca masyarakat terhadap kitab suci Al Qur’an.

“Hal positif seperti ini tentunya harus didukung, bukan semata-mata mengejar sebuah prestasi, namun yang lebih utama bagaimana umat dapat memahami isi ajaran kitab suci sebagai pedoman hidup,” kata Arya Wibawa.

Pihaknya juga memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Kota Denpasar yang memiliki visi Vasudhaiva Kutumbhakam, selalu menjunjung tinggi nilai-nilai harmonisasi dan kolaborasi antarumat beragama. Ini pun dijadikan dasar dan penunjang pembangunan kota.

“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan akan mencetak generasi muda berprestasi,” ungkap Arya Wibawa.

Sementara itu, Ketua Panitia acara, H. Suwarno menjelaskan, Lomba MTQ XXXI Kota Denpasar ini memiliki beberapa kategori lomba. Antara lain, Lomba Tartil, Lomba Tilawah Anak, Remaja dan Dewasa, Lomba Kaligrafi, Fahmil Qur’an dan juga KTI.

Suwarno juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Pemerintah Kota Denpasar dalam pelaksanaan kegiatan ini.

“Kehadiran Bapak Wakil Walikota merupakan spirit dan suntikan motivasi yang luar biasa bagi kami para pengembang Tilawatil Qur’an di Kota Denpasar. Semoga dari ajang ini, nantinya akan mampu membawa para santri kita menorehkan prestasi hingga ke kancah nasional,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Pj. Ketua Dekranasda Bali Dorong Kreativitas dan Inovasi Perempuan Bali di Sektor Kerajinan dan Ekonomi Kreatif

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca