Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Satu-satunya di Bali, Buleleng Peringati HDI dan Salurkan Berbagai Bantuan

BALIILU Tayang

:

peringatan HDI di buleleng
SERAHKAN BANTUAN: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Buleleng Putu Ariadi Pribadi menyerahkan lansung bantuan alat bantu penyandang disabilitas saat Perayaan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja, Rabu (3/12). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Mewakili Bupati Buleleng, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Buleleng Putu Ariadi Pribadi memberikan apresiasi kepada Dinas Sosial Buleleng atas inisiasinya menggelar Perayaan Hari Disabilitas Internasional (HDI) dan Kabupaten Buleleng menjadi satu-satunya kabupaten di Bali yang merayakannya dengan penyaluran berbagai bantuan sosial kepada penyandang disabilitas. Demikian terungkap dalam Perayaan HDI tahun 2025 di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja, Rabu (3/12).

Ariadi Pribadi menilai, peringatan HDI bukan hanya seremonial, melainkan momentum penting untuk mengingatkan seluruh elemen bahwasannya penyandang disabilitas merupakan bagian tidak terpisahkan dari masyarakat. Hal itu juga sangat selaras dengan tema HDI yang diangkat tahun ini yakni Setara Berkarya Tanpa Batas.

“Kami berikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dinas Sosial Buleleng yang telah melaksanakan perayaan Hari Disabilitas Internasional hari ini. Luar biasanya kegiatan ini hanya Buleleng yang melaksanakan di Bali, ini merupakan bukti kepedulian kita bersama kepada penyandang disabilitas. Ada berbagai pertunjukan seni dari mereka, (penyandang disabilitas, red), disini kita semua setara,” ujar Ariadi Pribadi.

Selain itu, pihaknya juga menegaskan Pemkab Buleleng telah berkomitmen memperkuat berbagai program pemenuhan hak penyandang disabilitas melalui implementasi regulasi daerah, peningkatan aksesibilitas layanan publik, pemberdayaan dan kesempatan kerja.

Ditambahkan, Ariadi Pribadi mengajak seluruh penyandang disabilitas untuk semangat berkarya, bermimpi dan tidak menyerah karena keterbatasan yang dimiliki bukan sebuah penghalang. “Teruslah berkarya, teruslah bermimpi dan jangan pernah merasa bahwa keterbatasan adalah penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik. Kepada para keluarga, pendamping, relawan dan organisasi penyandang disabilitas, Saya ucapkan terima kasih atas dedikasi, pengabdian dan perjuangan yang tidak pernah berhenti. Selamat Hari Disabilitas Internasional, bersama kita wujudkan Buleleng yang ramah dan adil bagi semua warganya,” pungkasnya.

Baca Juga  375 Siswa SMP Jalani Tes IQ, Pemkab Buleleng Dorong Identifikasi Dini Masalah Baca-Tulis dan Penanganan Khusus

Sementara itu, dalam laporan Kepala Dinas Sosial Buleleng, I Putu Kariaman Putra menyampaikan perayaan HDI tahun ini melibatkan banyak organisasi penyandang disabilitas dan pemberian bantuan oleh Pemerintah Provinsi Bali serta CSR dari Bank BPD Bali. Hal ini menjadi momentum gerakan bersama membantu penyandang disabilitas di Kabupaten Buleleng dan memberikan motivasi untuk tetap berkarya ditengah keterbatasan.

“Hari ini kami tidak hanya menyalurkan bantuan saja, tetapi juga memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk menunjukkan karyanya. Ada tari-tarian, bernyanyi dan pameran UMKM serta pameran karya kreasi kendaraan modif dan roda adaptif dari Global Village Foundation,” ujar Kadis Kariaman.

Terkait penyerahan bantuan, pihaknya menerangkan terdapat berbagai jenis bantuan yang akan disalurkan pagi ini, antara lain ratusan paket sembako, seratus lebih alat bantu penyandang disabilitas dan pelatihan massage gratis kepada 3 penyandang disabilitas tuna netra. Secara bertahap dan berkelanjutan, berbagai program Pemkab Buleleng dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas akan terus dilakukan mengingat jumlahnya berdasarkan data tahun 2025 sebanyak 6.502 orang. Tidak hanya itu, Kadis Kariaman juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif membantu pengajuan usulan bantuan kepada penyandang disabilitas kurang mampu yang ada di lingkungan sekitar. Pengajuan usulan itu bisa dilakukan melalui laman https://bit.ly/SITASMARA

Selanjutnya, Asisten Ariadi Pribadi didampingi Kadis Kariaman dan undangan lainnya menyerahkan lansung bantuan alat bantu penyandang disabilitas dan bantuan sembako serta mengunjungi pameran hasil karya penyandang disabilitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Presiden Prabowo Pantau Penanganan Karhutla, Sisa 209,78 Hektare Terus Dipadamkan

Published

on

By

Presiden Prabowo Pantau Penanganan Karhutla di Sumatra dan Kalimantan
RATAS: Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas terkait penanganan bencana secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas terkait penanganan bencana secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026. Rapat tersebut secara khusus membahas perkembangan terkini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membuka rapat dengan menyampaikan bahwa Presiden Prabowo ingin memperoleh laporan terkini mengenai kondisi karhutla, khususnya di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta perkembangan penanganan secara keseluruhan di Kalimantan dan Sumatra.

“Pada siang hari ini Bapak Presiden menginginkan laporan terkini dari Bapak Kepala BNPB terkait kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta Kalimantan secara keseluruhan, kemudian juga di Sumatra,” ujar Seskab Teddy.

Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto kemudian melaporkan perkembangan penanganan karhutla di Sumatra dan Kalimantan. Hingga Rabu sore masih terdapat 209,78 hektare lahan yang terus dalam proses pemadaman oleh tim di lapangan.

“Kami laporkan saat ini per hari ini terdapat 209,78 hektare yang masih dipadamkan terus. Ini kami ikuti terus hari per hari sehingga kami upayakan setiap hari yang dipadamkan itu besar,” ungkap Suharyanto.

Pemerintah terus mengintensifkan berbagai upaya untuk menyelesaikan karhutla ini antara lain dengan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang terus dilakukan secara masif. Kepala BNPB mengatakan bahwa OMC akan dilakukan setidaknya sampai dengan musim hujan kembali normal.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya di Istana Merdeka. Sementara Kepala BNPB Suharyanto dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyampaikan laporan dari tempat masing-masing melalui konferensi video.

Baca Juga  Integrasikan 26 Layanan Daerah dan 2 Layanan Pusat, Singa Pinter Resmi Diterapkan saat Bulfest 2025

Rapat ini menegaskan perhatian Presiden terhadap perkembangan karhutla di lapangan. Pemantauan harian terus dilakukan agar upaya pemadaman dapat segera menuntaskan sisa titik kebakaran. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemerintah Lunasi Utang Obligasi BLBI Rp 218,3 Triliun

Published

on

By

Pemerintah Lunasi Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun
TERIMA MENTERI: Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 22 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Pemerintah telah menuntaskan pembayaran utang obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp 218,3 triliun kepada Bank Indonesia (BI). Dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyampaikan bahwa pelunasan tersebut menandai berakhirnya kewajiban pemerintah kepada BI atas obligasi yang diterbitkan dalam rangka penanganan krisis keuangan tahun 1997-1998.

“Utang yang obligasi yang Rp 218,3 triliun itu dibayar, sudah selesai. Sudah tuntas kita bayar. Dengan demikian, kita betul-betul menutup lembaran sejarah penerbitan obligasi penanganan krisis tahun 1997-1998 yang diselesaikan di masa pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ucap Menkeu, pada Selasa, 22 September 2026.

Menurut Menkeu, kewajiban tersebut tercatat sebagai utang pemerintah kepada Bank Indonesia dan secara bertahap dibayarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pembayaran terakhir dilakukan pada Agustus 2026 dengan memanfaatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berasal dari sisa surplus Bank Indonesia.

“Bank Indonesia itu ketika beroperasi bisa jadi mengalami surplus. Ketika dia mengalami surplus, maka surplusnya itu ada ketentuannya berapa besar, itu diserahkan kepada kas negara dan kami mencatat sebagai penerimaan negara bukan pajak,” jelasnya.

“Nah, penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari surplus BI seperti ini, itu digunakan untuk membayar utang yang dibuat ketika penanganan krisis dulu itu,” tambahnya.

Meski kewajiban pemerintah kepada Bank Indonesia telah tuntas, Menkeu menegaskan bahwa pelunasan tersebut tidak menghapus hak negara untuk menagih kewajiban para obligor maupun debitur BLBI. Pemerintah tetap memiliki hak tagih terhadap kewajiban yang belum diselesaikan oleh pihak-pihak terkait.

“Kalau para debitur itu tercatat sebagai nasabah di bank, bank-nya itu kemudian sudah dilakukan rekap, pernah menerima BLBI atau dilakukan rekapitalisasi, kemudian diambil alih oleh pemerintah, maka pemerintah memiliki hak tagih atas semua debitur yang masih, atas semua kewajiban dari obligor maupun debitur tersebut. Jadi, saya sekaligus pada saat ini ingin menyampaikan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan penagihan kewajiban kepada debitur dan obligor tersebut,” tegasnya.

Baca Juga  Integrasikan 26 Layanan Daerah dan 2 Layanan Pusat, Singa Pinter Resmi Diterapkan saat Bulfest 2025

Pada kesempatan tersebut, Menkeu turut menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyambut baik penyelesaian kewajiban tersebut. Pelunasan utang obligasi BLBI dinilai menjadi bagian penting dari perjalanan panjang Indonesia dalam menangani dampak krisis sekaligus menjadi pembelajaran bagi pengelolaan kebijakan ekonomi nasional.

“Tentu ini menjadi pembelajaran yang luar biasa bagi perekonomian Indonesia, bagi kebijakan makroekonomi Indonesia, sehingga menjadi catatan sejarah dan ditutup. Pada hari ini, utang ke BI untuk obligasi BLBI selesai dibayar tuntas lunas,” tandasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Polri dan Pecalang Perkuat Sinergitas Pengamanan IAWP Ke-63 di Bali

Published

on

By

Polri dan Pecalang Perkuat Pengamanan IAWP di Bali
PENGAMANAN: Pecalang Desa Adat Pedungan ikut terlibat dalam mendukung pengamanan kegiatan penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar, Selasa (22/9/2026), yang diikuti para delegasi IAWP dari berbagai negara. (Foto: Hms Polri)

Denpasar, baliilu.com – Polri memperkuat sinergitas bersama Pecalang Desa Adat Pedungan dalam mendukung pengamanan rangkaian International Association of Women Police (IAWP) ke-63 di Denpasar, Bali. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Polri memastikan seluruh rangkaian kegiatan internasional berjalan aman, tertib, dan tetap menghormati nilai serta kearifan lokal Bali.

Salah satu keterlibatan tersebut terlihat dalam kegiatan penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar, Selasa (22/9/2026), yang diikuti para delegasi IAWP dari berbagai negara.

Penyarikan Desa Adat Pedungan Kadek Duwi Cahyadi mengapresiasi langkah Polri yang melibatkan Pecalang dalam pengamanan rangkaian kegiatan IAWP. Menurutnya, sinergi tersebut menunjukkan kolaborasi antara aparat keamanan dengan kekuatan pengamanan berbasis desa adat.

“Sinergitas pengamanan antara Pecalang dengan Polri sangat luar biasa. Kami dari Desa Adat Pedungan mengucapkan terima kasih kepada Polri karena sudah melibatkan Pecalang Desa Adat dalam kegiatan ini,” ujar Kadek.

Menurut Kadek, Pecalang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan desa adat. Karena itu, kolaborasi dengan Polri menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan berskala internasional di Bali.

“Di Bali, eksistensi agama dan budaya itu adalah desa adat. Untuk menjaga eksistensi dan keamanan itu, keberadaan Pecalang menjadi terdepan yang berkolaborasi dan bekerja sama dengan aparatur pemerintah, khususnya Polri,” katanya.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026), mengatakan sinergitas dengan Pecalang merupakan bagian penting dalam mendukung pengamanan kegiatan internasional sekaligus membangun kolaborasi dengan masyarakat dan kearifan lokal Bali.

“Polri mengapresiasi sinergitas yang terjalin bersama Pecalang dalam pengamanan rangkaian IAWP ke-63. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa keamanan dapat dibangun bersama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat serta tetap menghormati kearifan lokal,” ujar Trunoyudo.

Baca Juga  Integrasikan 26 Layanan Daerah dan 2 Layanan Pusat, Singa Pinter Resmi Diterapkan saat Bulfest 2025

Menurutnya, keterlibatan masyarakat melalui Pecalang turut memperkuat upaya Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama rangkaian kegiatan IAWP yang diikuti delegasi dari berbagai negara.

“Sinergitas seperti ini merupakan bentuk kebersamaan dalam menjaga keamanan. Polri bersama masyarakat, termasuk Pecalang, dapat hadir dan bekerja sama untuk memberikan rasa aman bagi seluruh peserta dan delegasi yang hadir di Bali,” katanya.

Sinergitas tersebut juga mencerminkan pendekatan Polri dalam membangun pengamanan dengan melibatkan unsur masyarakat dan kearifan lokal. Dalam pelaksanaan IAWP ke-63, keberadaan Pecalang turut mendukung Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi para delegasi dari berbagai negara.

Kadek berharap kolaborasi tersebut dapat terus dipertahankan, khususnya dalam mendukung berbagai kegiatan internasional yang berlangsung di Bali.

“Harapan ke depan, tentu sinergitas ini harus dipertahankan. Budaya tidak bisa dilepaskan dari Bali, sehingga sinergitas pengamanan antara Polri dan desa adat harus terus terjaga,” tegasnya.

Melalui sinergitas Polri dan Pecalang, pengamanan IAWP ke-63 tidak hanya mengedepankan aspek keamanan, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan masyarakat adat sebagai bagian dari kekuatan lokal Bali dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan internasional. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca