Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kasus Hogi Minaya Jadi Sorotan, Legislator Nilai Penegakan Hukum Keliru

BALIILU Tayang

:

hogi minaya
RDPU: Anggota Komisi III DPR RI, Safaruddin dalam RDPU dengan Kepala Kejaksaan Negeri Sleman, Kapolresta Sleman, serta kuasa hukum Hogi Minaya yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026). (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Anggota Komisi III DPR RI, Safaruddin, menilai terdapat indikasi kekeliruan dalam penerapan ketentuan pidana pada penanganan kasus hukum yang menjerat Hogi Minaya. Penilaian tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI dengan Kepala Kejaksaan Negeri Sleman, Kapolresta Sleman, serta kuasa hukum Hogi Minaya yang digelar di Ruang Rapat Komisi III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menegaskan yang disampaikan dalam forum RDPU, peristiwa hukum yang dialami Hogi Minaya menunjukkan karakteristik pembelaan diri terhadap ancaman kejahatan, sehingga tidak seharusnya dikualifikasikan sebagai tindak pidana.

“Dalam perkara ini, kami melihat tidak terpenuhinya unsur tindak pidana. Yang terjadi adalah pembelaan diri terhadap ancaman pencurian dengan kekerasan. Korban kejahatan tidak boleh kemudian diposisikan sebagai pelaku pidana,” ujar Safaruddin.

Ia menekankan bahwa ketentuan Pasal 34 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) secara tegas mengatur mengenai alasan pembenar, yakni perbuatan pembelaan diri terhadap serangan atau ancaman yang melawan hukum. Dalam konteks tersebut, perbuatan yang dilakukan karena pembelaan diri tidak dapat dipidana.

Safaruddin juga menyoroti penerapan pasal oleh penyidik kepolisian yang dinilai kurang cermat, serta lemahnya koordinasi antara kepolisian dan kejaksaan dalam menangani perkara tersebut. Ia menilai, proses hukum yang berujung pada penetapan status hukum terhadap korban berpotensi mencederai rasa keadilan masyarakat.

“Kalau penerapan pasalnya keliru dan koordinasi antarpenegak hukum tidak berjalan dengan baik, ini berbahaya. Jangan sampai korban justru dikriminalisasi karena kesalahan penerapan hukum,” tegasnya.

Selain itu, Safaruddin mengingatkan bahwa penanganan perkara hukum tidak hanya berdampak pada pihak yang berperkara, tetapi juga mempengaruhi persepsi publik terhadap kinerja aparat penegak hukum. Respons masyarakat yang berkembang luas di ruang publik dan media sosial, menurutnya, menjadi sinyal penting yang perlu diperhatikan.

Baca Juga  Abdullah: Kritik Stand Up Comedy Tak Perlu Dilaporkan ke Polisi

“Penegakan hukum harus menghadirkan keadilan. Ketika masyarakat melihat adanya ketidakadilan, kepercayaan terhadap aparat penegak hukum bisa menurun,” ujar Politisi asal dapil Kalimantan Timur dikutip dari laman dpr.go.id.

Dalam forum RDPU tersebut, Safaruddin juga mendorong agar aparat penegak hukum melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan kasus Hogi Minaya. Ia menyebutkan bahwa penghentian perkara melalui mekanisme hukum yang tersedia dapat menjadi opsi untuk memberikan kepastian hukum dan menghindari preseden kriminalisasi korban ke depan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bupati Magelang Pelajari Strategi Pembangunan Rumah Sakit dan Pemanfaatan Pinjaman PT SMI di Gianyar

Published

on

By

pemkab gianyar
TERIMA KUNJUNGAN: Bupati Gianyar I Made Mahayastra, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, menerima Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, bersama rombongan yang terdiri dari pimpinan DPRD Kabupaten Magelang serta sejumlah Perangkat Daerah (PD) di Ruang Kerja Bupati Gianyar, Rabu (24/6). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, bersama rombongan yang terdiri dari pimpinan DPRD Kabupaten Magelang serta sejumlah Perangkat Daerah (PD) terkait melakukan kunjungan studi tiru ke Kabupaten Gianyar untuk mempelajari strategi pembangunan rumah sakit dan pemanfaatan pinjaman daerah melalui PT SMI.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, beserta jajaran perangkat daerah terkait di Ruang Kerja Bupati Gianyar, Rabu (24/6).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Mahayastra memaparkan berbagai kebijakan dan terobosan Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 2020, Pemkab Gianyar secara bertahap mempercepat pembangunan dan pengembangan fasilitas kesehatan melalui dukungan pembiayaan daerah dari PT SMI yang dimanfaatkan untuk membangun berbagai infrastruktur strategis di sektor kesehatan.

Mengawali pemaparannya Bupati Mahayastra menjelaskan bahwa keuntungan menggunakan dana pinjaman PT SMI disamping bunga rendah juga dapat mempercepat pembangunan infrastruktur strategis tanpa harus menunggu kemampuan APBD terkumpul selama bertahun-tahun, sehingga manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat, khususnya pada sektor pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur publik.

“Membangun lebih awal dapat mengurangi biaya pembangunan akibat inflasi, sebab proyek dapat dikerjakan lebih cepat dibandingkan menunggu ketersediaan anggaran secara bertahap,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Rombongan Magelang tertarik pada proyek pengembangan RSUD Sanjiwani Gianyar. Melalui skema pembiayaan, rumah sakit milik pemerintah daerah itu terus ditingkatkan baik dari sisi infrastruktur, kapasitas pelayanan maupun kelengkapan fasilitas kesehatan. Selain itu, Pemkab Gianyar juga membangun RSU Payangan guna memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Gianyar bagian utara.

Baca Juga  Gunakan UU KUHAP Baru, Kasus Guru Honorer di Jambi Dinyatakan SelesaiGunakan UU KUHAP Baru, Kasus Guru Honorer di Jambi Dinyatakan Selesai

Mahayastra menjelaskan bahwa pembangunan fisik rumah sakit dibarengi dengan transformasi pelayanan berbasis digital. Saat ini sistem pelayanan di RSUD Sanjiwani dan RSU Payangan telah terintegrasi secara online, mulai dari pendaftaran pasien, pengambilan nomor antrian, hingga berbagai layanan administrasi yang dapat diakses melalui aplikasi berbasis Android. Sistem tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan.

Selain pembangunan rumah sakit, Gianyar juga terus menghadirkan berbagai inovasi pelayanan kesehatan. Salah satunya melalui Poliklinik Eksekutif RSUD Sanjiwani yang telah berjalan hampir tiga tahun. Kehadiran layanan tersebut memberikan alternatif pelayanan kesehatan yang lebih nyaman, cepat, dan representatif bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Pemkab Gianyar saat ini tengah mengembangkan Pelayanan Jantung Terpadu di RSUD Sanjiwani. Layanan yang masih dalam tahap pengembangan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu layanan unggulan sehingga masyarakat Gianyar dapat memperoleh penanganan penyakit jantung secara komprehensif tanpa harus banyak dirujuk ke rumah Prof. Ngoerah.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mahayastra juga memaparkan kebijakan Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam membantu masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan melalui pemanfaatan dana Bantuan Kesehatan (BK). Program tersebut dimanfaatkan untuk membantu pembiayaan pengobatan warga Gianyar yang membutuhkan sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal tanpa terkendala kemampuan ekonomi.

“Pembangunan rumah sakit harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan dan pemanfaatan teknologi. Yang terpenting bukan hanya membangun gedung, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, berkualitas, dan terjangkau, bahkan gratis” ujar Mahayastra.

Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Gianyar. Menurutnya, pengalaman Gianyar dalam memanfaatkan pinjaman daerah PT SMI untuk pembangunan rumah sakit, pengembangan layanan kesehatan unggulan, digitalisasi pelayanan, serta program perlindungan kesehatan masyarakat menjadi referensi penting bagi Kabupaten Magelang dalam merumuskan kebijakan pembangunan sektor kesehatan ke depan.

Baca Juga  KUHP dan KUHAP Baru Dijamin Tidak Akan Pidana Sewenang-wenang terhadap Pengkritik Pemerintah

Tidak tanggung-tanggung, Bupati Mahayastra juga mengajak rombongan Kabupaten Magelang untuk mengunjungi RS Sanjiwani untuk melihat secara langsung berbagai inovasi dan fasilitas yang tersedia sehingga bisa menjadi referensi, mengingat Kabupaten Magelang akan membangun rumah sakit. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa Lantik Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama 2026-2031

Dorong Inovasi dan Optimalisasi Ketersediaan Air Bersih di Kabupaten Badung

Loading

Published

on

By

tirta mangutama
LANTIK: Bupati Wayan Adi Arnawa mengambil sumpah jabatan dan melantik I Made Putra Wijaya sebagai Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Mangutama masa bakti 2026-2031 di Kantor Perumda Air Minum Tirta Mangutama, Kabupaten Badung, Rabu (24/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) resmi mengambil sumpah jabatan dan melantik I Made Putra Wijaya sebagai Direktur Umum Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama masa bakti 2026-2031. Prosesi pelantikan berlangsung di Kantor Perumda Air Minum Tirta Mangutama, Kabupaten Badung, Rabu (24/6).

Pengangkatan tersebut secara legalitas tertuang dalam Keputusan Kuasa Pemilik Modal Perumda Air Minum Tirta Mangutama Nomor 07/KPM/2026.

Turut hadir Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, jajaran Anggota DPRD Badung I Made Yudana dan I Made Suwardana, para Asisten Sekretariat Daerah, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Hadir pula jajaran Direksi, Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Mangutama, beserta tamu undangan lainnya.

Dalam arahannya, Bupati Wayan Adi Arnawa menegaskan pentingnya perubahan dan penyegaran paradigma kerja di tubuh Perumda Air Minum Tirta Mangutama demi mengoptimalkan pelayanan publik.

“Artinya bagaimana cara kita untuk secepatnya mengatasi apa yang menjadi harapan masyarakat, terutama terkait layanan air minum ini. Kita tidak saja memberikan pelayanan kepada masyarakat umum, tetapi juga kebutuhan sektor industri pariwisata kita harus terlayani dengan baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati memaparkan bahwa pemenuhan pelayanan prima di sektor domestik dan pariwisata memuat potensi besar dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung.

“Bagaimanapun juga Perusahaan Umum Daerah Air Minum ini harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan PAD kita,” tambahnya.

Guna merealisasikan target tersebut, Bupati mendorong manajemen baru untuk meluncurkan inovasi peningkatan produksi air melalui dua strategi utama, yakni optimalisasi pemanfaatan sumber air permukaan serta pengaplikasian teknologi pengolahan air laut (sea water reverse osmosis).

Baca Juga  Revisi KUHAP Diupayakan Jamin Kesetaraan Hukum antara Negara dan Warga

“Kalau langkah ini dapat dilaksanakan dan diimplementasikan dengan baik, saya yakin kebutuhan akan air bersih di masyarakat dapat terpenuhi sepenuhnya. Di sisi lain akan terjadi peningkatan pendapatan bagi PDAM itu sendiri, yang nantinya berdampak positif bagi PAD Badung dan kesejahteraan masyarakat luas,” pungkas Adi Arnawa.

Melalui nakhoda baru pada posisi Direktur Umum, Perumda Air Minum Tirta Mangutama diharapkan bertransformasi menjadi perusahaan daerah yang makin profesional, inovatif, dan tangguh dalam menjawab tantangan ketersediaan air bersih di Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Peringati Bulan Bung Karno VIII, Pemkab Badung Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Rawat Monumen Perjuangan

Published

on

By

aksi sosial badung
AKSI SOSIAL: Ketua K3S Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa dan Ketua GOW Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, saat menggelar aksi sosial dan lingkungan di Monumen Pahlawan Cakra Bioha Panca Bhakti, Blumbungan, Desa Sibang Kaja, Selasa (24/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, menggelar aksi sosial dan lingkungan di Monumen Pahlawan Cakra Bioha Panca Bhakti, Blumbungan, Desa Sibang Kaja, Kecamatan Abiansemal, Rabu (24/6).

Kegiatan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 ini diisi dengan penanaman pohon Nagasari, ziarah, penyerahan bantuan 100 paket sembako, serta penyerahan dua unit kursi roda bagi penyandang disabilitas.

Ketua K3S Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menegaskan pentingnya mendata dan merawat seluruh monumen serta tugu pahlawan di Kabupaten Badung sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah bangsa. “Jasa para pahlawan tidak boleh dilupakan karena berkat perjuangan mereka kita dapat menikmati kemerdekaan saat ini. Tugas kita sekarang adalah melanjutkan perjuangan tersebut dengan menjaga persatuan, keamanan, toleransi, serta mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus meneladani semangat patriotisme para pejuang. Menurutnya, persatuan merupakan kunci utama yang menjaga bangsa Indonesia dari perpecahan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung, I Gede Eka Sudarwitha, yang hadir mewakili Bupati Badung, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, dan semangat gotong-royong yang diajarkan oleh Bung Karno.

Eka Sudarwitha menjelaskan, peringatan Bulan Bung Karno Tahun 2026 ini dilaksanakan oleh seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Badung dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pelestarian nilai kepahlawanan dan kesetiakawanan sosial.

Sebagai wujud komitmen nyata, Pemkab Badung memastikan akan terus melakukan pemeliharaan dan perawatan terhadap 25 monumen serta tugu pahlawan yang tersebar di wilayah Kabupaten Badung. Hal ini dilakukan demi mewariskan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus.

Baca Juga  Polri Harus Ungkap Aktor Intelektual Kasus Penyiraman Air Keras Pejuang HAM

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ida Kyai Agung Anglurah Mambal Sakti XII, para veteran, Camat Abiansemal bersama Tripika Kecamatan, Perbekel Desa Sibang Kaja Ni Nyoman Rai Sudani, TP PKK Abiansemal, Ketua Badung Peduli I Nyoman Mardiana, serta pengurus Karang Taruna. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan pelaksanaan senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca