Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wawali Arya Wibawa Apresiasi Area Creator VI

BALIILU Tayang

:

HADIRI AREA CREATOR VI: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri event Para Kreator Bali “Area Creator VI” yang digelar oleh Cre:HA Project yang berlangsung di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar, pada Sabtu (7/2). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com –  Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata Kota Denpasar dan Badan Kreatif (BKRAF) Denpasar memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Event Para Kreator Bali “Area Creator VI” yang digelar oleh Cre:HA Project. Event ini berlangsung selama dua hari, dari 7 hingga 8 Februari 2026, bertempat di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar.

Event tahunan ini secara langsung ditinjau oleh Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, serta turut dihadiri anggota DPD RI, IB Rai Dharmawijaya Mantra, pada Sabtu (7/2).

Dalam kunjungannya, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan bahwa Area Creator VI merupakan kegiatan yang sangat positif dalam mendukung pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan, khususnya bagi generasi muda di Kota Denpasar.

Menurutnya, event ini mampu menggali potensi anak muda agar dapat meningkatkan peluang hidup dari karya-karya kreatif yang mereka hasilkan. “Event seperti ini sangat bagus untuk mendukung pengembangan kreativitas anak muda. Tidak hanya sebagai ruang berekspresi, tetapi juga sebagai sarana peningkatan keterampilan, wawasan, serta membuka peluang ekonomi dari karya kreatif,” ujar Arya Wibawa.

Lebih lanjut, Arya Wibawa menambahkan bahwa Area Creator VI juga berperan penting dalam peningkatan skill dan wawasan, membangun komunitas kreator yang suportif, serta memperkuat hubungan antara kreator dan audiens.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah pemberdayaan dan penguatan personal branding, sehingga para kreator dapat membangun kepercayaan diri, memperluas jaringan, serta merintis peluang bisnis baru melalui inovasi konten.

“Untuk itu, peran pemerintah sangat penting dalam mendukung kegiatan kreativitas anak muda. Dengan demikian, Area Creator VI diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kreativitas di Kota Denpasar,” tegasnya.

Baca Juga  Ranperda Tentang Pelestarian Ogoh-ogoh Resmi Disepakati pada Sidang DPRD Denpasar

Sementara itu, Public Relations Cre:HA Project, Agus Kusuma Jaya, menjelaskan bahwa Area Creator VI diselenggarakan di Gedung Dharma Negara Alaya yang dikenal sebagai venue dengan komitmen tinggi terhadap kegiatan budaya dan kreativitas anak muda di Bali.

“Area Creator VI diinisiasi sebagai wadah kreatif bagi para kreator untuk memamerkan dan berbagi karya pop culture, mulai dari gambar dan ilustrasi, komik, cosplay, game komunitas, hingga berbagai performance lokal dan nasional,” jelasnya.

Event ini juga bertujuan untuk memfasilitasi pertemuan antara kreator dan penggemar, memperkuat jejaring antar kreator, serta mendukung pertumbuhan ekosistem kreatif yang berkelanjutan.

Berbagai kegiatan utama dan highlight turut memeriahkan Area Creator VI, di antaranya dihadiri oleh lebih dari 60 booth yang terdiri dari circle, komunitas, dan F&B. Para circle menghadirkan berbagai keseruan mulai dari fan merchandise, intellectual property (IP), aktivitas komunitas hobi, serta beragam pilihan makanan dan minuman.

Salah satu agenda utama dalam event ini adalah Perlombaan Indonesia Cosplay Grand Prix (ICGP) Regional Bali. Kompetisi ini didukung oleh Comic Frontier, Indonesia Cosplay Grand Prix (ICGP), serta World Cosplay Summit Indonesia, yang merupakan ajang cosplay berskala nasional.

“Nantinya, peserta yang memenangkan lomba di regional masing-masing akan dipertemukan di kejuaraan nasional untuk memperebutkan gelar juara dan berkesempatan diberangkatkan ke Jepang guna mengikuti World Cosplay Summit di Nagoya,” ungkap Agus Kusuma Jaya.

Penjurian ICGP Regional Bali dilakukan oleh cosplayer nasional kebanggaan Indonesia, yakni Kak Bale, peraih Best Action World Cosplay Summit, serta Kak Tenryuu, juara kedua ICGP Nasional. Lomba ini diikuti oleh tujuh peserta yang berasal dari Bali dan Banyuwangi.

Selain itu, Creha Talk turut digelar dalam bentuk workshop dan sharing session bersama pelaku industri kreatif. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan insight langsung dari para profesional yang telah berpengalaman selama 7 hingga 10 tahun di bidangnya.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Bersama Wawali Arya Wibawa Buka D'Youth Fest 4.0

“Kami menghadirkan guest creator seperti Gambar Nana, Adelia Maghfirare, Gochikara, dan Bale, yang berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada para peserta,” jelasnya.

Event ini juga dimeriahkan oleh berbagai performance dari beragam fandom dan karya original, termasuk penampilan Chika Idol Nextanative dan Gochikara yang telah menciptakan lagu dan koreografi mereka sendiri. Turut hadir pula YOMIGAERE, Cosplay Cabaret and Dance Performance dari berbagai daerah yang telah tampil di event nasional maupun internasional.

Tak hanya itu, Cre:HA Project juga menghadirkan penyanyi asal Malaysia, Rina Hime, yang dikenal memiliki karya kreatif serta telah berkolaborasi dengan sejumlah kreator, salah satunya Nextanative.

Berbagai lomba seru juga diselenggarakan, seperti Japan Song Competition, Cosplay Walk, serta Lomba IP Komik bagi kreator pemula. Pemenang lomba IP Komik akan mendapatkan fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta dukungan pengembangan IP selama satu tahun ke depan.

Melalui penyelenggaraan Area Creator VI, diharapkan ekosistem kreatif di Kota Denpasar semakin berkembang dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis anak muda. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

RDP Pansus TRAP DPRD Bali Tak Dihadiri BTID

Picu Tanda Tanya Besar Soal Tukar Guling Lahan Mangrove 

Loading

Published

on

By

BTID
RDP: Pansus TRAP DPRD Bali menyerahkan dokumen kepada pihak Kejati Bali di Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Bali, saat gelar Rapat Dengan Pendapat (RDP) pada Senin, 4 Mei 2026. (Foto: gs)

Denpasar, baliuilu.com – PT Bali Turtle Island Development (BTID) tidak hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Khusus (Pansus) TRAP DPRD Bali. Ketidakhadiran BTID tak sekadar memicu polemik politik, tetapi juga memperdalam krisis kepercayaan publik terhadap transparansi pengelolaan kawasan pesisir Serangan.

Padahal, sejatinya menjadi forum penting untuk membahas isu strategis terkait tukar guling lahan mangrove. Agenda ini dinilai krusial karena menyangkut keberlanjutan ekosistem, tata ruang wilayah, serta dampaknya terhadap masyarakat lokal.

Hal tersebut mengemuka, saat RDP Pansus TRAP DPRD Bali di ruang rapat gabungan Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Bali, Senin, 4 Mei 2026.

Namun, absennya pihak pengembang justru menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Publik menilai momentum klarifikasi yang seharusnya dimanfaatkan untuk membuka informasi justru terlewatkan.

Alasan yang disampaikan BTID terkait agenda kunjungan Komisi VII DPR RI turut menuai sorotan publik. Pasalnya, jadwal kunjungan tersebut diketahui berlangsung pada sore hari sekitar pukul 15.00 WITA, sehingga tidak beririsan langsung dengan agenda RDP yang digelar pagi hari.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha menegaskan bahwa forum RDP merupakan ruang resmi yang harus dihormati semua pihak, terlebih dalam isu yang sensitif seperti pengelolaan mangrove.

“Ketidakhadiran BTID dalam rapat resmi DPRD Bali ini sangat kami sesalkan. Kami melihat ini sebagai sikap yang tidak bertanggung jawab dan tidak menghargai proses yang sedang berjalan,” tegas Made Supartha.

Menurutnya, transparansi menjadi kunci utama dalam meredam polemik yang berkembang di masyarakat. Terlebih, isu mangrove di kawasan Serangan kini menjadi perhatian luas karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan lingkungan Bali.

“Kami ingin mendapatkan penjelasan langsung dan terbuka. Ketika mereka tidak hadir, tentu ini menimbulkan pertanyaan besar,” lanjut Made Supartha.

Baca Juga  Jajaki Kerja Sama ‘’Sister City’’, Wawali Arya Wibawa Terima Dubes Filipina untuk RI

Terkait ketidakhadiran dalam RDP, Kepala Komunikasi PT Bali Turtle Island Development (BTID), Zefri Alfaruqy menyatakan pihaknya menghargai undangan dari DPRD Bali terkait dengan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dijadwalkan hari ini.

Namun, ia mengaku belum dapat memenuhi undangan tersebut dikarenakan pada saat yang bersamaan pihaknya tengah mempersiapkan kunjungan kerja resmi dari Komisi VII DPR RI yang sudah direncanakan dari beberapa minggu yang lalu. “Kami telah menyampaikan permohonan kepada DPRD Bali untuk penjadwalan ulang RDP tersebut,” ungkapnya.

Meski demikian, DPRD Bali melalui Pansus TRAP menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan ini. Langkah lanjutan bahkan disiapkan, apabila BTID tetap tidak menunjukkan itikad kooperatif dalam menjawab berbagai kekhawatiran publik.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, kasus ini menjadi ujian penting bagi komitmen semua pihak dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian alam di Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Komisi V DPR Dukung Turunkan Potongan Aplikator Jadi 8 Persen Demi Kesejahteraan Ojol

Published

on

By

potongan aplikator
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Rencana penurunan potongan aplikator dari 20 persen menjadi 8 persen dinilai sebagai langkah positif untuk memperkuat perlindungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol). Kebijakan tersebut dinilai membuka ruang pendapatan yang lebih layak bagi mitra pengemudi yang selama ini menanggung beban potongan platform cukup besar.

Menanggapi, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae mengapresiasi arahan Presiden Prabowo Subianto terkait rencana penyesuaian skema potongan aplikator tersebut. Menurutnya, kebijakan itu akan memberi manfaat langsung bagi para pengemudi ojol karena porsi pendapatan yang diterima mitra dapat menjadi lebih besar dan proporsional.

“Komisi V DPR RI mengapresiasi instruksi Presiden terkait rencana penurunan potongan aplikator. Kebijakan ini tentu akan sangat bermanfaat bagi driver ojol dan menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Ridwan dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Lebih lanjut, Legislator Fraksi Partai Golkar itu menegaskan, apabila kebijakan tersebut telah ditetapkan secara resmi, maka seluruh perusahaan aplikator wajib menjalankannya secara konsisten. Ia menilai kebijakan itu tidak boleh berhenti sebagai wacana, melainkan harus diikuti dengan komitmen pelaksanaan yang jelas agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pengemudi di lapangan.

Menurut Ridwan, keputusan pemerintah menata ulang skema potongan aplikator menunjukkan keberpihakan negara terhadap pekerja sektor informal digital yang selama ini menjadi tulang punggung layanan transportasi berbasis aplikasi. Oleh karena itu, ia menilai pelaksanaan aturan harus disertai pengawasan agar tidak menimbulkan ketimpangan baru antara aplikator dan mitra pengemudi.

“Kalau aturan ini sudah ditetapkan, maka harus dijalankan oleh aplikator. Pemerintah tentu sudah mempertimbangkan kepentingan semua pihak, baik aplikator maupun pengemudi, sehingga implementasinya harus berjalan adil dan konsisten,” tegas Politisi asal Dapil Sulawesi Tenggara itu.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Resmikan Gedung Baru LPD Desa Adat Panjer

Ridwan pun menambahkan, Komisi V DPR mendukung penuh langkah pemerintah dalam memperbaiki tata kelola sektor transportasi digital, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan mitra pengemudi. Pihaknya juga berencana memanggil mitra terkait, termasuk Kementerian Perhubungan, untuk memastikan kebijakan tersebut dapat dijalankan secara efektif dan berpihak pada pengemudi.

Selain mendorong penyesuaian potongan aplikator, Ridwan menilai pemerintah juga perlu memperkuat skema perlindungan sosial bagi para pekerja gig economy, termasuk pengemudi ojol. Baginya, pekerja sektor digital perlu mendapatkan jaminan perlindungan dasar seperti asuransi kerja dan akses terhadap layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan.

“Komisi V mendukung pemerintah untuk memberikan perlindungan yang lebih kuat kepada pekerja gig, termasuk akses asuransi dan jaminan kesehatan. Mereka adalah bagian penting dari ekosistem ekonomi digital yang juga harus mendapat perlindungan negara,” jelasnya.

Menutup pernyataan, ia mengingatkan supaya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan pekerja tidak berhenti pada sektor transportasi digital semata melainkan juga diperluas ke sektor produktif lain. Satu di antaranya nelayan dan petani yang sama-sama membutuhkan keberpihakan negara dalam memperkuat kesejahteraan dan perlindungan sosial mereka. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Bagus Alit Sucipta Buka Turnamen Ceki Gempa Banjar Pande, Abiansemal

Published

on

By

wabup Alit Sucipta
TURNAMEN CEKI: Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta saat membuka Turnamen Ceki tingkat Kabupaten yang diselenggarakan oleh Generasi Muda Pande (GEMPA) Banjar Pande, Desa Abiansemal, Abiansemal, pada Minggu (03/05/2026) di Balai Banjar Pande, Desa Abiansemal. (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta membuka Turnamen Ceki tingkat Kabupaten yang diselenggarakan oleh Generasi Muda Pande (GEMPA) Banjar Pande, Desa Abiansemal, Abiansemal, yang ditandai dengan pemukulan gong, pada Minggu (03/05/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Banjar Pande, Desa Abiansemal.

Pada kesempatan ini, sebagai bentuk dukungan dan motivasi Pemkab Badung melalui Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan secara simbolis sebasar Rp. 30 juta diikuti oleh anggota DPRD Badung Dapil Abiansemal Putu Yunita Oktarini sebesar Rp. 5 juta.

Wabup Bagus Alit Sucipta dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada GEMPA yang telah melaksanakan kegiatan ini yang mana memiliki tujuan yang sangat positif. Disampaikan lebih lanjut, melalui kegiatan ini diharapkan persatuan dan kebersamaan antar-Pemuda dan Pemudi bisa terjaga.

“Sebagai salah satu cabang olah raga rekreasi, permainan ceki dianggap sebagai permainan tradisional yang bertujuan untuk melestarikan budaya. Saya sangat mengapresiasi semangat persatuan dan kebersamaan anak-anak muda di Banjar Pande ini. Jika sudah bersatu dan bersama, astungkara pasti pemerintah selalu hadir untuk masyakat,” ucapnya.

Sementara Ketua Panitia sekaligus Ketua STT. Taruna karya, Banjar Pande Kadek Irvan Sasmika mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang telah mendukung kegiatan ini. Disampaikan lebih lanjut kegiatan ini bertujuan untuk penggalian dana untuk menunjang kegiatan kepemudaan di Banjar Pande.

“Saya ucapakan terima kasih kepada Pemkab. Badung dalam hal ini Bapak Wakil Bupati yang selalu mensupport kegiatan kami. Sebagai pemuda kami harus selalu hadir di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta beserta unsur tripika kecamatan, dan Perbekel Desa Abiansemal Ida Bagus Bisma Wikrama beserta Kelian Dinas dan Kelian Adat se-Desa Abiansemal. (gs/bi)

Baca Juga  Ranperda Tentang Pelestarian Ogoh-ogoh Resmi Disepakati pada Sidang DPRD Denpasar

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca