Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Jelang Hari Besar Keagamaan, Pemkot dan TPID Denpasar Gelar “High Level Meeting”

BALIILU Tayang

:

tpid denpasar
PIMPIN HLM: Walikota Denpasar IGN Jaya Negara saat memimpin “High Level Meeting” (HLM) pengendalian inflasi jelang HBKN di Ruang Rapat Praja Madya Kantor Walikota Denpasar pada Selasa (10/3) siang. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar melaksanakan High Level Meeting (HLM) di Ruang Rapat Praja Madya Kantor Walikota Denpasar pada Selasa (10/3) siang. Pelaksanaan High Level Meeting TPID ini dipimpin langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya. Adapun kegiatan kali ini digelar menjelang menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di bulan Maret 2026, yakni Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri.

Hadir pula Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Ronald D. Parluhutan, Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Denpasar, Made Juli Ariana, Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Kanwil Bali, Eko Yudi Miranto, pimpinan OPD Pemkot Denpasar serta unsur terkait lain yang tergabung dalam TPID Kota Denpasar.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa HLM TPID ini bertujuan mensinergikan program bersama dan dibarengi juga dengan kerja keras seluruh unsur terkait bagaimana upaya mengendalikan inflasi di Kota Denpasar terutama jelang HBKN di bulan Maret 2026.

“Kami juga menyambut baik arahan dari pihak BI, BPS dan Bulog sehingga dapat disinergikan sesegera mungkin dalam pelaksanaan program pengendalian inflasi di Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut Sekda Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya juga menekankan dalam forum HLM ini agar peserta dapat menyampaikan apa yang selama ini jadi hambatan sehingga dapat diurai satu demi satu oleh mitra kerja Pemkot Denpasar sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam mengambil kebijakan lintas sektor.

“Terutama yang menjadi perhatian yakni jenis komoditi penyebab inflasi di Kota Denpasar serta kelancaran pasokan dan kelancaran distribusi. Juga menyikapi tantangan dari pergerakan ekonomi global yang secara tidak langsung dapat berpengaruh terhadap rantai distribusi dan sebagainya,” ujar Eddy Mulya.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri “Pujawali Agung” Pura Dalem Penataran Desa Adat Sumerta

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Ronald D. Parluhutan menyebut pelaksanaan HLM TPID Kota Denpasar ini adalah cerminan perhatian penuh Pemkot Denpasar terhadap pengendalian Inflasi. Pihaknya mengapresiasi semangat dan koordinasi TPID Kota Denpasar dan Pemkot Denpasar melalui OPD terkait dalam melaksanakan berbagai program pengendalian inflasi terutama jelang HBKN di bulan Maret 2026 ini.

“Kami melihat Kota Denpasar memiliki peran strategis dalam pengendalian inflasi di Provinsi Bali. Bagaimana pengendalian inflasi juga berkaitan dengan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah. HLM TPID Kota Denpasar semoga dapat menjadi forum yang nantinya dapat memperkuat sinergi lintas instansi antara OPD, Perumda dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas harga,” ucapnya.

Sementara, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Denpasar, I Putu Agus Jayadi dalam pemaparannya menyampaikan High Level Meeting TPID dilaksanakan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) di bulan Maret ini.

Dikatakannya, upaya Pemkot Denpasar dan TPID dalam pengendalian inflasi di Kota Denpasar diantaranya melalui pemantauan harga dan stok untuk memastikan ketersediaan kebutuhan, melaksanakan rapat teknis TPID, menjaga pasokan bahan pokok dan barang penting, pencanangan gerakan menanam, sidak pasar dan distributor untuk antisipasi terjadinya penahanan barang serta koordinasi dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan.

Selain itu, Agus Jayadi juga menjelaskan tentang berbagai rencana yang akan dilaksanakan sebagai upaya pengendalian inflasi jelang HBKN tahun 2026. Diantaranya Operasi Pasar oleh Perumda Pasar di Pasar Badung dan Pasar Kereneng di bulan Maret ini sebanyak 10 kali dan 2 kali di Plaza Pasar Badung, Pasar Murah Disperindag sebanyak 4 kali, pemantauan SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok) setiap harinya di Pasar Badung, Pasar Nyanggelan dan Pasar Kereneng oleh Disperindag, Bazar Pangan oleh DPKP Denpasar sebanyak 1 kali, dan pemantauan pasar tradisional oleh DPKP jelang HBKN sebanyak 1 kali.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Serahkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi Klian Adat di Kota Denpasar

“Untuk kelancaran distribusi dilaksanakan kerja sama Perumda Pasar Sewakadarma dengan Perumda Sanjayaning Singasana Kabupaten Tabanan, gerakan menanam oleh Dinas Pertanian, serta untuk jalannya komunikasi mengikuti Rakornas Kemendagri dan HLM TPID ini. Selain juga berbagai program kegiatan pengendalian Infasi Daerah lintas OPD lainnya,” jelasnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Melali Sambil Berbagi, Sahabat Hardtop Negaroa Berbagi Paket Sembako di Gilimanuk

Published

on

By

Hardtop Negaroa
BAGIKAN SEMBAKO: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan membagikan sembako di acara “Melali dan Berbagi” Komunitas Sahabat Hardtop Negaroa, Minggu (3/5) di Karang Sewu. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Kawasan wisata Karang Sewu mendadak semarak dengan kehadiran puluhan Toyota Hardtop dalam tajuk acara “Melali dan Berbagi”, Minggu (3/5). Kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas Sahabat Hardtop Negaroa ini menjadi strategi unik untuk mengangkat potensi wisata lokal Jembrana sambil tetap mengedepankan sisi kemanusiaan melalui aksi bakti sosial.

Sebanyak 24 unit Toyota Hardtop yang tergabung dalam komunitas Sahabat Hardtop Negaroa melakukan konvoi menyusuri jalanan Jembrana dalam agenda “Melali dan Berbagi”.

​Kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer kendaraan ikonik, melainkan misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat kurang mampu di sekitar objek wisata tersebut melalui pembagian paket sembako.

​Turut hadir di tengah rombongan, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang juga merupakan anggota aktif komunitas ini. Kembang menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi ganda, mempererat silaturahmi sekaligus mengangkat potensi wisata lokal.

“Jalan-jalan ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata yang kita miliki di Jembrana, salah satunya Karang Sewu. Sembari menikmati alam, kami juga ingin hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial pembagian sembako,” ujar Bupati Kembang Hartawan.

​Senada dengan hal tersebut, dr. Putu Gilang Iswara, salah satu anggota komunitas, menjelaskan bahwa Sahabat Hardtop Negaroa ingin menghidupkan kembali “aura” mobil klasik di Bumi Makepung.

“Kita Sahabat Hardtop Negaroa ingin membangkitkan kembali aura mobil legenda di Jembrana dengan menjaga eksistensi mobil Hardtop agar tetap relevan di era modern,” ungkap dr. Gilang.

​Bagi para anggotanya, Toyota Hardtop bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol gaya hidup yang memegang teguh prinsip 5B (Bermanfaat, Berkarya, Bersatu, Bersaudara, dan Bersahaja).

Aksi di Karang Sewu ini membuktikan bahwa di balik eksteriornya yang kokoh dan gahar, komunitas Sahabat Hardtop Negaroa memiliki kepedulian yang lembut terhadap sesama, menjaga harmoni antara hobi, promosi daerah, dan jiwa sosial. (gs/bi)

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Serahkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi Klian Adat di Kota Denpasar

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

3 Orang ASN di Lingkungan Pemkab Gianyar Direkomendasikan Pemberhentian

Published

on

By

pemkab gianyar
RAPAT: Suasana pelaksanaan rapat pemeriksaan tim pada Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Sebanyak 3 orang ASN  Pemkab Gianyar diberhentikan oleh Tim Pertimbangan Hukuman Disiplin (TPHD), usai pelaksanaan rapat pemeriksaan Tim pada hari Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar.

ASN yang direkomendasikan pemberhentian tersebut berinisial DMCDPP, Pranata Trantibum, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Gianyar dengan terbukti sah melakukan tindak pidana menguasai narkotika golongan I bukan tanaman yang melebihi 5 gram sesuai Keputusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 1473/Pid.Sus/2025/PN. Dan berinisial KSS, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar dengan terbukti melakukan tindak pidana menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I sesuai Putusan Pengadilan Negeri Gianyar Nomor 12/Pid.Sus/2026/PN. Yang bersangkutan diberhentikan sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.

Selain itu, ASN berinisial LNH, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, juga diberhentikan karena yang bersangkutan tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama sepuluh hari kerja secara terus-menerus sesuai Peraturan Bupati Gianyar Nomor 47 Tahun 2024 tentang Cara Penegakan Disiplin Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemkab Gianyar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, selaku ketua tim TPHD menyampaikan bahwa pemberian sanksi tegas tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menegakkan disiplin, integritas, dan profesionalisme aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan.

“Keputusan ini diambil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah Kabupaten Gianyar tidak akan mentolerir pelanggaran disiplin berat maupun tindak pidana yang dilakukan oleh aparatur, karena ASN harus menjadi contoh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh pegawai agar senantiasa menjaga etika, menaati aturan, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Peringati Tumpek Uye

“Ke depan, apabila terjadi pembiaran terhadap pegawai yang tidak disiplin dan atasan langsung tidak mengambil tindakan tegas, maka atasan yang bersangkutan juga dapat dikenakan sanksi, termasuk kemungkinan dicopot dari jabatannya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Festival Singa Kren, Angkat Akulturasi Budaya sebagai Fondasi Kemajuan

Published

on

By

Singa Kren
JUMPA PERS: Pemerintah Kecamatan Buleleng saat menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kecamatan Buleleng menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). Festival perdana ini bertajuk Singaraja Kreativitas Seni Festival atau Singa Kren Festival, dengan tema Purwaning Sastrotsawa Pragati yang bermakna nilai budaya, tradisi, dan filsafat sebagai awal kemajuan.

Memimpin jumpa pers, Camat Buleleng Putu Gopi Suparnaca menjelaskan, nama Singa Kren diambil dari program inisiatif Bupati dan Wakil Bupati Buleleng. “Singa” merujuk pada Singaraja, sementara “Kren” merupakan singkatan dari Kreativitas Seni.

“Jadi potensi-potensi kreativitas seni yang unggul. Oleh karena itu, namanya Kren, festival perdana kali. Itu latar belakang sejarah kenapa kami harus mengangkat nama itu,” ujar Putu Gopi Suparnaca.

Festival ini, menurutnya, menjadi wujud nyata jargon Singaraja Kren Buleleng Paten. Acara dirancang sebagai wadah kolaborasi berbagai elemen seni dan budaya yang telah lama hidup di Buleleng, mulai dari seni tari tradisional Bali, akulturasi budaya Tionghoa, Muslim, hingga pengaruh Buddha, serta seni musik modern dan kreativitas UMKM.

Tema Purwaning Sastrotsawa Pragati sendiri mengandung makna filosofis yang mendalam. “Ada kandungan nilai budaya, ada kandungan tradisi yang terpelihara, terlestari hingga kini. Dan itu juga bermakna pada kandungan kreativitas dari kreativitas seni. Kemudian dari nilai budaya, tradisi, dan kandungan filsafat penuh arti ini cikal bakal kemajuan pemerintah Kabupaten Buleleng,” papar mantan Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Buleleng itu.

Berbagai kegiatan akan memeriahkan festival ini, antara lain pentas tari dan seni budaya khas Kecamatan Buleleng, seni musik modern, pameran pelayanan publik, pameran UMKM tradisional dan kuliner, Fun Run, Zumba Party, lomba karaoke, serta fashion show.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Lepas Jalan Santai Serangkaian HUT STT Bina Putra Banjar Laplap Tengah Penatih Dangin Puri

Salah satu highlight-nya adalah garapan kolosal yang berisi ratusan seniman. Ketua Sanggar Santhi Budaya, I Gusti Ngurah Eka Prasetya mengatakan, pihaknya mengerahkan 87 penari dan 26 penabuh yang diiringi gamelan gong kebyar sebagai ciri khas Buleleng.

“Keunikannya ada di sini, karena biasanya garapan-garapan yang memunculkan beberapa macam etnis itu biasanya memiliki karakter musik yang berbeda-beda. Namun sekarang kami mencoba memeras otak dengan mempergunakan perangkat gong kebyar untuk mengiringi sekian banyak etnis dengan melodi baik pentatonis maupun diatonis,” jelas seniman yang akrab disapa Gus Eka itu.

Garapan tersebut bersifat kolosal dengan melibatkan lebih dari 550 orang, termasuk penari laki-laki dan perempuan dari anak-anak hingga dewasa. Menurutnya, meski bukan sesuatu yang benar-benar baru, pengemasan untuk festival perdana ini dibuat berbeda, termasuk proses penyambutan tamu VIP dengan rute yang disesuaikan.

Gus Eka berharap, Festival Singa Kren diharapkan menjadi momentum pelestarian sekaligus pengembangan seni budaya Buleleng yang akulturatif, sekaligus mendorong kemajuan daerah melalui kreativitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca