Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wawali Arya Wibawa Pimpin Apel Peringatan Serangan Umum Kota Denpasar Ke-80 Tahun 2026

BALIILU Tayang

:

TABUR BUNGA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa melaksanakan tabur bunga pada peringatan peristiwa heroik Serangan Umum Kota Denpasar Ke-80 Tahun 2026 dilaksanakan Pemkot Denpasar melalui pelaksanaan apel di Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung dan tabur bunga di area Monumen Puputan Badung, Senin (13/4) pagi. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Peringatan peristiwa heroik Serangan Umum Kota Denpasar Ke-80 Tahun 2026 dilaksanakan Pemkot Denpasar melalui pelaksanaan apel di Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung dan tabur bunga di area Monumen Puputan Badung, Senin (13/4) pagi.

Pelaksanaan apel dipimpin langsung Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, dan dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, jajaran Forkopimda Kota Denpasar, segenap Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Denpasar dan juga pimpinan OPD Pemkot Denpasar.

Seluruh rangkaian pelaksanaan apel ini dimulai dengan rentetan upacara, dan diakhiri dengan tabur bunga oleh Wakil Walikota Arya Wibawa dan hadirin lainnya di sekitar area Monumen Puputan Badung.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam sambutannya menyampaikan Peringatan Serangan Umum Kota Denpasar ini berakar pada salah satu peristiwa paling heroik dalam sejarah perjuangan mempertahankan Denpasar dari upaya Kolonial/NICA untuk merebut kembali kemerdekaan yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

Seperti diketahui, peristiwa Serangan Umum Kota Denpasar terjadi 80 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 11 April 1946, serta telah menjadi tonggak peringatan peristiwa heroik para pejuang kemerdekaan oleh jajaran Pemkot Denpasar bersama masyarakat Kota Denpasar.

Selain itu, tanggal 11 April 1946 menjadi simbol keteguhan dan keberanian masyarakat Denpasar, yang dipimpin para pejuang berjiwa patriotik, bersatu padu dengan dedikasi dan idealisme tinggi, berjuang sepenuh jiwa raga melawan penjajah demi tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lebih dari itu, Wawali Arya Wibawa juga menyampaikan, Bung Karno pernah menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya, karena tanpa perjuangan dan pengorbanan para perintis kemerdekaan, tidak akan lahir Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Apresiasi ‘’Pekenan’’ Galungan dan Kuningan FKLJK Provinsi Bali

“Melalui Peristiwa Serangan Umum Kota Denpasar, kita dapat memetik nilai luhur semangat perjuangan yang menumbuhkan persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui kesempatan yang baik ini, saya mengajak seluruh warga Kota Denpasar untuk senantiasa memperkokoh persatuan dan kesatuan demi tegaknya nasionalisme bangsa, serta bersama -sama mewujudkan Denpasar Sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju,” kata Arya Wibawa.

Selanjutnya, Arya Wibawa juga mengatakan, semangat Vasudhaiva Kutumbakam bahwa kita semua bersaudara hendaknya bisa diimplementasikan melalui nilai kebersamaan sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan secara gotong-royong.

“Peringatan Serangan Umum Kota Denpasar ini tidak semata bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memaknai dan mengamalkan nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk berperan aktif dalam pembangunan,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Arya Wibawa juga mengajak seluruh pihak untuk mewujudkan Kota Denpasar Sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju. Ajakan ini selaras dengan tema peringatan tahun ini, yakni “Melalui Peringatan Serangan Umum Kota Denpasar Ke-80 Tahun 2026, Lanjutkan Perjuangan Bersama Rakyat Membangun Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Di momen yang baik ini pula, Arya Wibawa juga menyampaikan, Pemerintah Kota Denpasar juga berkomitmen ingin menjaga semangat seluruh warga Kota Denpasar dalam membangun Kota Denpasar. Pihaknya meyakini kalau semangat kebersamaan melalui spirit Vasudhaiva Kutunbakam ini terus dijalankan, maka semua kendala akan dapat tertangani, terutama yang kita hadapi saat ini yakni terkait tata kelola persampahan di Kota Denpasar.

Arya Wibawa juga mengemukakan ucapan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar, karena per 1 April 2026, masyarakat sudah mulai menjalankan arahan pemerintah dalam melakukan pemilahan sampah berbasis sumber mulai dari skala rumah tangga. Ini tentunya akan menjadi kunci, dimana jika masyarakat sudah bahu membahu memilah sampah maka otomatis semua persoalan dalam tata kelola persampahan di Kota Denpasar dapat kita pelan –  pelan tangani dengan baik.

Baca Juga  Gubernur Koster dan Wawali Arya Wibawa Hadiri Tradisi ‘’Ngerebong’’ Desa Adat Kesiman

“Ke depan juga kita akan petakan kendala yang ada untuk kita urai, kemudian kita lakukan pendekatan untuk menekan persoalan-persoalan yang muncul seperti penumpukan sampah di jalan protokol dan pembakaran sampah di ruang publik serta kendala terkait tata kelola persampahan lainnya, “ ujar Arya Wibawa. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

HUT Ke-55 STT Tunjung Mekar, Bupati Adi Arnawa: Tingkatkan Kualitas SDM agar Mampu Berdaya Saing

Published

on

By

Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menghadiri perayaan HUT ke-55 STT Tunjung Mekar di Lapangan Umum Patih Gentir Munggu
HADIRI HUT: Bupati Badung Wayan Adi Arnawa saat menghadiri perayaan HUT ke-55 STT Tunjung Mekar, Banjar Sedehan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, di Lapangan Umum Patih Gentir Munggu, Jumat (4/9/2026) malam. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Puncak perayaan HUT ke-55 STT Tunjung Mekar, Banjar Sedehan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, berlangsung meriah di Lapangan Umum Patih Gentir Munggu, Jumat (4/9/2026) malam. Mengusung tema “Tunjung Mekar Amplify”, kegiatan ini menjadi momentum generasi muda untuk berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan desa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana kreativitas sebesar Rp 20 juta kepada STT Tunjung Mekar guna mendukung pengembangan potensi kepemudaan. Acara juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru oleh Jero Bendesa Adat Munggu melalui prosesi penyerahan kalung, sertifikat, plakat penghargaan kepada pengurus lama, serta penyerahan pataka organisasi sebagai simbol estafet kepemimpinan.

Aksi kepedulian sosial turut mewarnai acara dengan penyerahan bantuan kursi roda dan sembako kepada warga bernama Gede Miarta, yang diwakili Kelihan Dinas Banjar Sedehan. Bantuan diserahkan oleh Nyonya Rasniathi Adi Arnawa selaku Ketua Pembina Komunitas Badung Peduli.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan selamat dan berharap pengurus baru mampu melaksanakan visi misi organisasi. Ia juga mengingatkan generasi muda untuk menjaga Desa Munggu sebagai desa wisata dengan mempertahankan persatuan dan semangat menyama braya. Menghadapi arus pariwisata dan budaya luar, Bupati menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM agar masyarakat lokal berdaya saing.

“Jangan sampai kita terlena dan hanya bangga karena banyak wisatawan datang. Di balik perkembangan pariwisata tersebut, kita harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan SDM, sehingga kita tidak menjadi penonton di rumah sendiri,” ujarnya.

Bupati menjelaskan komitmen Pemkab Badung dalam meningkatkan SDM, seperti program beasiswa anak petani, pembangunan jalan baru, serta penataan pantai. Ia pun mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan keamanan demi keberlanjutan pariwisata. “Mari kita bersama-sama menjaga pariwisata, dengan menjaga lingkungan, menjaga keamanan, dan membangun ekosistem ekonomi agar terus bangkit,” ucap Adi Arnawa.

Baca Juga  Hadiri Pelantikan Gekrafs DPW Bali, Wawali Arya Wibawa Ajak Sinergi Kreativitas Tanpa Batas

Sementara itu, Ketua Panitia I Made Rai Nikayasa menyampaikan bahwa organisasi dapat berjalan berkat dukungan seluruh anggota dan masyarakat. STT Tunjung Mekar berkomitmen menghadirkan kegiatan kreatif dan memperkenalkan potensi generasi muda Munggu ke kancah luas melalui bidang musik.

“Kami ingin STT Tunjung Mekar selalu menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkarya, berkreasi, dan menampung aspirasi demi memajukan Desa Munggu,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemkab Badung dalam pelestarian budaya, termasuk melalui ajang ogoh-ogoh. “Kami sangat bersyukur atas dukungan dan dorongan dari Pemerintah Kabupaten Badung. Kami akan terus menjaga dan melestarikan budaya, khususnya melalui kegiatan ogoh-ogoh yang selama ini mendapat dukungan penuh dari Bapak Bupati Badung dan telah memberikan ruang bagi kami untuk berkarya,” katanya.

Acara dilanjutkan dengan pergelaran musik. Turut hadir dalam kegiatan ini anggota DPRD Provinsi Bali Wayan Bawa, anggota DPRD Badung Wayan Edi Sanjaya dan Made Rai Wirata, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel, serta Jero Bendesa Adat Munggu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gelar Pertemuan di Hambalang, Presiden Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Rosan Roeslani, Menteri Bahlil Lahadalia, dan jajaran Danantara di kediamannya Hambalang Bogor
TERIMA MENTERI: Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/presidenri.go.id)

Hambalang, Jabar, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026.

Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa percepatan hilirisasi menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia,” demikian keterangan tertulis Seskab.

Selain hilirisasi, Presiden menerima laporan perkembangan pelaksanaan instruksinya terkait penataan dan perampingan BUMN. Hingga saat ini, sebanyak 290 BUMN telah ditutup dan langkah tersebut disebut telah menghasilkan penghematan anggaran negara hingga Rp 50 triliun.

Proses konsolidasi tersebut akan terus dilanjutkan dengan target penutupan sedikitnya 700 BUMN lainnya hingga akhir Desember 2026 sebagai bagian dari upaya menyederhanakan struktur perusahaan negara. Melalui restrukturisasi BUMN tersebut, diproyeksikan dapat menghasilkan efisiensi anggaran hingga Rp 100 triliun.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa penataan BUMN harus dilakukan secara terukur dan menyeluruh. Langkah tersebut diarahkan agar perusahaan negara memiliki struktur yang lebih efisien, sehat, profesional, serta mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi perekonomian nasional.

“Bapak Presiden menegaskan pentingnya penataan BUMN dilakukan secara terukur dan menyeluruh untuk menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional,” pungkas Seskab.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (gs/bi)

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Buka Fun Run Serangkaian HUT Ke-20 RSGMP Saraswati Denpasar

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Lewat RUU Masyarakat Adat, Kariyasa: Dapat Perkuat Perlindungan Pura Luhur Poten

Published

on

By

Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana bersama tim kunjungan kerja di Pura Luhur Poten Probolinggo Jawa Timur
KUNKER: Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana bersama Tim melakukan kunjungan Kerja spesitik ke Pura Luhur Poten, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026). (Foto: dpr.go.id)

Probolinggo, Jatim, baliilu.com – Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana menilai pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat dapat menjadi momentum penting untuk memberikan kepastian hukum terhadap keberadaan tempat-tempat suci yang selama ini dijaga masyarakat adat, termasuk Pura Luhur Poten di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Kariyasa mengatakan keberadaan pura dan ruang adat masyarakat Tengger perlu mendapatkan perlindungan yang jelas agar dapat terus dilestarikan. Menurutnya, masyarakat Tengger telah memiliki tradisi dan tempat ibadah tersebut jauh sebelum Indonesia merdeka sehingga keberadaannya perlu mendapat perhatian dalam penyusunan regulasi mengenai masyarakat adat.

“Kami dari Komisi VIII menuju ke Tengger itu diberikan penjelasan, sebenarnya sudah ada sebelum Indonesia. Mereka pun sudah ada pura ini, walaupun bentuknya tidak seperti ini. Ketika banyak umat Tengger sering sembahyang di sini, pura ini menjadi diperluas dan diperlebar,” ujar Kariyasa usai mengikuti Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI ke Komunitas Hindu Tengger, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026).

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu mengatakan Pura Luhur Poten selama ini terus digunakan umat Hindu Tengger untuk beribadah dan secara bertahap mengalami perbaikan. Namun, status lahan pura yang berada di kawasan hutan perlu mendapatkan kepastian agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Tentu statusnya ini harus jelas. Karena bagaimanapun kalau kita melihat beberapa aset yang ada, pura-pura di seluruh Indonesia, termasuk kemarin di Rawamangun, itu sudah ada kepastian, disertifikatkan, sehingga itu sudah dimiliki oleh umat dan pengemponnya,” jelasnya.

Kariyasa mendorong agar pembahasan RUU Masyarakat Adat nantinya turut memberikan ruang bagi perlindungan terhadap tempat-tempat suci yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat adat. Ia menilai masyarakat Tengger merupakan salah satu komunitas yang selama ini konsisten menjaga adat, alam, hutan, serta tempat suci mereka.

Baca Juga  Arya Wibawa Tanam Pohon Serangkaian Gerakan Gotong-royong Semesta Berencana

“Masyarakat adat itu kan ada sebelum Indonesia merdeka dan itu menjaga kelangsungan adat-adat, menjaga hutan, menjaga tempat-tempat suci. Tentu kita inginkan nanti ketika undang-undang itu disahkan, melibatkan masyarakat adat yang ada di Tengger ini,” katanya.

Menurutnya, kepastian status Pura Luhur Poten bukan hanya menyangkut kepentingan umat Hindu Tengger dalam menjalankan ibadah, tetapi juga berkaitan dengan upaya pelestarian budaya dan lingkungan. Karena itu, perlindungan terhadap pura dan masyarakat yang menjaganya perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya mempertahankan warisan adat.

Kariyasa menambahkan, keberadaan adat dan Pura Luhur Poten juga memiliki dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Kawasan Tengger selama ini menjadi tujuan wisata alam sekaligus wisata spiritual yang ramai dikunjungi wisatawan.

“Sekarang di sini kan wisata itu cukup ramai. Ada wisata spiritual, kemudian wisata alam dan sebagainya. Tentu tidak lepas dari rakyatnya dengan menjaga pura dan adat-adat itu sendiri,” pungkas Legislator Dapil Bali tersebut. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca