Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Penyineban IBTK 2026 di Pura Agung Besakih Resmi Ditutup, Gubernur Bali Turut “Ngayah Megambel”

BALIILU Tayang

:

ibtk 2026
PENYINEBAN: Rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih resmi ditutup melalui upacara penyineban pada Kamis (23/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com  — Rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih resmi ditutup melalui upacara penyineban pada Kamis (23/4). Prosesi sakral yang berlangsung khidmat ini dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster bersama Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra.

Tak hanya hadir secara seremonial, Gubernur Koster juga menunjukkan keterlibatan langsung dalam tradisi dengan “megambel” atau memainkan gamelan gangsa bersama para pemedek.

Aksi ngayah tersebut berlangsung di sela-sela prosesi penyineban dan menjadi perhatian umat yang hadir.

Momen langka itu pun banyak diabadikan warga sebagai simbol kedekatan antara pemimpin dan masyarakat.

Selain itu, kehadiran Gubernur juga disambut antusias. Di sela prosesi, ia tampak dikerumuni pemedek yang ingin berfoto bersama. Dengan ramah, Gubernur melayani permintaan tersebut tanpa meninggalkan kekhidmatan jalannya upacara.

Upacara penyineban diawali dengan pelaksanaan bhakti penganyar terakhir pada pagi hari, dilanjutkan prosesi utama pada sore hari sekitar pukul 15.00 WITA. Ritual ini ditandai dengan doa bersama, diikuti rangkaian prosesi seperti Nuwek Bagia Pula Kerthi, nedungan Ida Bhatara, katuran tetingkeb ring ambal-ambal, hingga mundur mawali ke pesineban.

Umat juga melaksanakan persembahyangan (muspa) kepada Ida Bhatara Lingsir serta ritual ngeseng dan mendem Bagia Pulekerthi.

Ketua Panitia IBTK Pura Agung Besakih, Jro Mangku Widiartha, menjelaskan bahwa penyineban merupakan simbol berakhirnya masa nyejer, yakni periode Ida Bhatara berstana di Pura Penataran Agung sejak puncak karya pada 2 April 2026.

“Setelah doa bersama, seluruh pralingga Ida Bhatara kembali ke pelinggih masing-masing, menandai berakhirnya rangkaian karya,” ujarnya.

Ia menambahkan, prosesi penyineban dipuput oleh enam sulinggih yang memimpin di sejumlah lokasi utama.

Baca Juga  Pelayanan Pos Kesehatan 24 Jam di Kawasan Besakih Bantu “Pemedek” Selama Karya Ida Bhatara Turun Kabeh

Di Bale Gajah, upacara dipimpin oleh Ida Sri Bhagawan Putra Natha Nawa dari Griya Kedhatuwan Kawista Blatungan bersama Ida Dalem Semara Putra dari Puri Semara Pura. Sementara di Tapini, dipuput oleh Ida P Istri I Wayah Jelantik Dwaja dari Griya Budakeling Karangasem bersama Ida P Istri Karang.

Untuk tahapan Pengrajeg Karya dipimpin oleh Ida Pedanda Gede Kemenuh dari Griya Batan Manggis Singarata, sedangkan Pengemit Karya dipimpin oleh Ida Rsi Wayabya Sogata Suprabhu Karang dari Griya Buduk Badung. Adapun pada saat pelaksanaan bhakti penganyar, upacara dipimpin oleh Ida Pandita Empu Maha Yoga dari Griya Angsoka Bebanda.

Selain dihadiri Gubernur dan Sekda Provinsi Bali, prosesi ini juga dihadiri Wakil Gubernur Bali periode 2018–2024 Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Bimbingan Komunitas Hindu, jajaran Kepolisian Daerah Bali, Komando Militer Resor 163/Wira Satya, Parisada Hindu Dharma Indonesia, serta Majelis Adat Desa Provinsi Bali.

Selain prosesi keagamaan, panitia juga menyampaikan laporan keuangan pelaksanaan karya. Selama 21 hari kegiatan, total dana yang terkumpul mencapai Rp 8.965.742.204, dengan pengeluaran sebesar Rp 6.477.534.000, sehingga tercatat saldo akhir sebesar Rp 2.488.208.204.

Jro Widiartha menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya karya, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga keagamaan, hingga umat Hindu yang turut ngayah dengan tulus.

“Kami menyadari masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan, untuk itu kami mohon maaf sebesar-besarnya. Namun berkat dukungan semua pihak, karya ini dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan secara sekala dan niskala,” ungkapnya.

Sebagai penutup keseluruhan rangkaian IBTK 2026, upacara Mejauman dijadwalkan berlangsung pada 26 April 2026, yang menjadi simbol berakhirnya seluruh prosesi karya secara menyeluruh. (gs/bi)

Baca Juga  Hari Pertama IBTK 2026 di Besakih Lancar, Pengelola Antisipasi Kebersihan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri “Karya Ngeratep, Melaspas lan Masupati” Pura Dalem Batu Selem Banjar Tenten

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya Ngeratep Pura Batu Selem
NGERATEP: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri prosesi “Ngeratep” serangkaian Karya Melaspas lan Masupati Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod, Sukra Kliwon Bala, Jumat (25/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Karya Ngeratep, Melaspas lan Masupati Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod, Sukra Kliwon Bala, Jumat (25/9).

Karya ini merupakan salah satu rangkaian upacara Ngodak Sesuhunan Pelawatan Barong Landung di pura setempat.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan Karya Ngeratep, Melaspas lan Masupati Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan sradha dan bhakti masyarakat, khususnya krama pengempon.

“Pelaksanaan yadnya ini tentu sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap, upakara ini dapat memberikan energi dharma yang memancarkan hal positif bagi jagat Bali, khususnya Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut, Jaya Negara mengatakan, pelaksanaan upacara ini selain sebagai yadnya, juga menjadi upaya dalam melestarikan tradisi Bali yang sangat sakral.

“Ini adalah bagian dari dharmaning agama dan dharmaning negara. Tentunya kami berharap dengan upacara ini dapat memberikan manfaat baik secara sekala maupun niskala bagi masyarakat dan umat,” imbuhnya.

Sementara itu, Manggala Karya, I Wayan Selamet menjelaskan, rangkaian upacara ini telah berjalan sejak 11 September lalu. Ia mengatakan, penyelenggaraan karya ini diharapkan dapat memberikan anugerah kesejahteraan, kesehatan, serta kemakmuran bagi seluruh krama pengempon Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod.

“Astungkara karya ini dapat terlaksana. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Walikota Denpasar dan tentunya semoga melalui upacara ini krama pengempon selalu dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan diberikan anugerah kemakmuran serta kerahayuan,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Ketua BKOW Bali Haturkan Sembah Bhakti di Besakih, Pemedek Meningkat pada Akhir Pekan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Karya Ngodak Tapakan“ di Pura Dalem Desa Adat Karangdalem, Bupati Badung Tekankan Semangat Kebersamaan

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Serahkan Bantuan Karya Ngodak Tapakan
SERAHKAN BANTUAN: Bupati Adi Arnawa didampingi Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan dana upakara saat menghadiri “Karya Ngodak Tapakan“ Ratu Gede, Ratu Lingsir, dan Ratu Alit di Pura Dalem Desa Adat Karangdalem, Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Jumat (25/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri Karya Ngodak Tapakan Ratu Gede, Ratu Lingsir, dan Ratu Alit di Pura Dalem Desa Adat Karangdalem, Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Jumat (25/9).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini, Plt. Camat Abiansemal beserta jajaran, Perbekel Desa Bongkasa, Bendesa Adat Bongkasa Pertiwi, Angga Puri Ubud, serta para tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan rasa bangga dan gembira dapat hadir bersama Wakil Bupati Badung dalam pelaksanaan karya tersebut. Menurutnya, pelaksanaan karya besar di Desa Adat Karangdalem menjadi momentum penting yang mencerminkan kuatnya nilai spiritual sekaligus kebersamaan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, saya bersama Bapak Wakil Bupati hadir pada kesempatan yang baik ini untuk memenuhi undangan di tempat ini. Saya merasa bangga dan gembira melihat warga masyarakat di Desa Adat Karangdalem dapat melaksanakan acara atau karya besar seperti saat ini,” ujarnya.

Bupati menyebutkan bahwa pelaksanaan karya tersebut setidaknya menunjukkan dua hal penting. Pertama, merupakan wujud bakti dan rasa syukur bersama kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, khususnya yang berstana di Pura Dalem Desa Adat Karangdalem.

“Kedua, ini juga menjadi bukti bahwa kita memiliki semangat gotong-royong, sejiwa, sehati, dan kebersamaan seluruh warga, sehingga acara di Desa Adat Karangdalem ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Bupati Adi Arnawa kemudian mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan mempertahankan semangat kebersamaan tersebut. Menurutnya, persatuan dan gotong-royong merupakan modal penting dalam mendukung pembangunan daerah, terlebih Kabupaten Badung memiliki sektor pariwisata sebagai salah satu penopang utama perekonomian.

Baca Juga  Tatanan Baru Memasuki Kawasan Suci Pura Agung Besakih Dalam Bali Era Baru yang Digagas Gubernur Koster Diapresiasi

“Bagaimana caranya agar kebersamaan seperti ini terus kita jaga dan pertahankan. Karena kita semua sudah mengetahui bahwa Kabupaten Badung mengandalkan sektor pariwisata. Desa Bongkasa dan Bongkasa Pertiwi juga merupakan salah satu daerah tujuan wisata, termasuk desa wisata di Kabupaten Badung,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa mengapresiasi perkembangan Desa Bongkasa dan Bongkasa Pertiwi yang nilainya semakin baik. Pemerintah Kabupaten Badung, kata dia, akan terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan kawasan dan aktivitas pariwisata masyarakat.

Salah satu infrastruktur yang tengah diupayakan adalah pembangunan fasilitas pendukung berupa jembatan yang nantinya diharapkan dapat menghubungkan dari Gianyar hingga ke Bongkasa. “Kalau hal tersebut dapat terwujud, saya sangat yakin jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bongkasa akan semakin meningkat. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke sini, secara otomatis pendapatan warga masyarakat kami di Bongkasa juga akan semakin bertambah. Itulah yang selalu kita harapkan bersama,” ungkapnya.

Bupati Adi Arnawa menegaskan, Pemerintah Kabupaten Badung akan terus hadir dan memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan adat dan keagamaan. “Saya selaku Pemerintah Daerah Badung tentu akan selalu hadir dan mendukung setiap kegiatan warga di sini. Saya bersama Bapak Wakil Bupati dan jajaran DPRD Badung pasti akan mendampingi dan membantu setiap prosesnya. Apa saja kebutuhan warga di sini, tentu akan kami upayakan dan bantu secara bertahap,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut juga sebagai bentuk perhatian dari Pemerintah Kabupaten Badung, Bupati Adi Arnawa didampingi Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan secara simbolis bantuan dana upakara sebesar Rp. 775 juta, diikuti oleh anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini sebesar Rp. 10 juta. (gs/bi)

Baca Juga  Tinjau Pelaksanaan Upacara IBTK di Pura Agung Besakih, Wagub Cok Ace Kunjungi Anjungan Service Gratis oleh PBMB

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Rangkaian Mepeed dan Persembahyangan Bersama, Bupati Sanjaya Perkuat Kebersamaan Jajaran Pemkab Tabanan

Published

on

By

Sanjaya Ikuti Mepeed Pujawali Tri Kahyangan Tabanan
MEPEED: Nuansa kebersamaan dan keharmonisan mewarnai rangkaian Upacara Pujawali ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dipimpin Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengikuti Mepeed dan persembahyangan bersama, Kamis (17/9). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Nuansa kebersamaan dan keharmonisan mewarnai rangkaian Upacara Pujawali ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dipimpin Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengikuti Mepeed dan persembahyangan bersama, Kamis (17/9). Kegiatan berlangsung di Pura Puseh Desa Bale Agung Desa Adat Kota Tabanan dan dilanjutkan ke Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan.

Tradisi Mepeed yang diikuti jajaran Pemkab Tabanan dan juga ratusan pegawai yang berjalan bersama dalam satu rangkaian menuju tempat persembahyangan tersebut, tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian upacara, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan keharmonisan dalam menjaga hubungan sosial serta nilai-nilai adat dan budaya di tengah masyarakat. Kehadiran bersama dalam rangkaian tersebut mencerminkan semangat gotong-royong sekaligus penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan beserta istri, Sekda Tabanan beserta istri, Asisten III, para kepala perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Tabanan, Perbekel Delod Peken, Bendesa Adat Kota Tabanan, serta para pegawai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat.

Persembahyangan bersama yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali tersebut menjadi momentum bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memanjatkan doa bersama. Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa kehadiran dalam rangkaian pujawali merupakan bagian dari upaya menjaga kebersamaan sekaligus memohon kerahayuan bagi seluruh masyarakat.

“Tujuan kami ngaturang ayah di pemerintah daerah ini adalah bagaimana kita bisa memupuk rasa persatuan dan kesatuan sesuai dengan visi dan misi yang sudah dicanangkan oleh bapak gubernur dan juga Pemkab Tabanan, aktualisasi dari visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kita ajak pemerintah bersama jajaran ngayah, mepeed, nari rejang, menggambel di sini, kita ikut peran serta sehingga terjalin kebersamaan bagaimana kita kompak antara Pemerintah Kabupaten Tabanan dan desa adat sejebag Kabupaten Tabanan, rahayu,” ungkapnya.

Baca Juga  Bendesa Adat Se-Kota Denpasar ‘‘Ngayah‘‘ Baris Gede di Pura Agung Besakih

Mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan khidmat, Bupati Sanjaya dan jajaran kemudian melanjutkan persembahyangan dari Pura Puseh Desa Bale Agung menuju Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan. Rangkaian tersebut berlangsung penuh kekhusyukan sebagai wujud shrada bhakti sekaligus doa bersama untuk kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca