Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Hari Tari Sedunia di Denpasar, Seniman dari Berbagai Daerah Meriahkan “Naluriku Menari”

BALIILU Tayang

:

hari tari denpasar baru
HARI TARI SEDUNIA: Pelaksanaan Hari Tari Sedunia Tahun 2026 dipusatkan di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Lumintang, Denpasar, pada Rabu (29/4) dihadiri Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. Turut hadir Anggota DPD RI Provinsi Bali, Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta sejumlah undangan dan pegiat seni. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Semangat pelestarian seni dan budaya kembali menggema di Kota Denpasar melalui peringatan Hari Tari Sedunia Tahun 2026. Berkolaborasi dengan komunitas seni Naluri Manca, Pemerintah Kota Denpasar kembali menggelar kegiatan bertajuk “Naluriku Menari” atau yang dikenal dengan sebutan NAME.

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Lumintang, Denpasar ini berlangsung selama dua hari, 27–28 April 2026. Beragam agenda seni turut memeriahkan kegiatan tersebut, mulai dari Konser Naluriku Menari ke-5 hingga Festival Lomba Tari Bali yang melibatkan generasi muda serta komunitas seni dari berbagai daerah.

Puncak kegiatan berlangsung pada Rabu (29/4), ditandai dengan kehadiran Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang menyaksikan langsung rangkaian pagelaran seni. Turut hadir Anggota DPD RI Provinsi Bali, Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta sejumlah undangan dan pegiat seni.

Di sela kegiatan, Rai Dharmawijaya Mantra menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan “Naluriku Menari” yang dinilai terus berkembang hingga menembus skala nasional. Rai Mantra juga memberikan semangat kepada para seniman muda untuk terus berkarya dan menjaga kreativitas.

“Lanjutkan dan terus berkarya, kreatif sampai mati. Saya kira acara NAME ini hanya ada di Denpasar dan Bali, ternyata sudah merambah nasional. Terbukti dengan hadirnya teman-teman penari dari Jawa Barat hingga Yogyakarta,” ujar Rai Mantra.

Sementara itu, Wakil Walikota Denpasar, Arya Wibawa, menyampaikan apresiasi atas konsistensi komunitas seni dan seluruh pihak yang terus menjaga ruang kreativitas bagi generasi muda melalui kegiatan seni budaya. Menurutnya, “Naluriku Menari” bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan wadah untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya Bali di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak Karya “Atma Wedana” di Pura Dalem Kahyangan Umadui

Arya Wibawa mengatakan bahwa Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen mendukung berbagai ruang kreatif yang mampu menjadi sarana edukasi, pelestarian budaya, sekaligus penguatan karakter generasi muda. Melalui momentum Hari Tari Sedunia ini, ia berharap seni tari Bali tetap hidup, berkembang, dan mampu diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi penerus.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin memberikan ruang bagi seniman muda untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri. Seni dan budaya adalah identitas yang harus terus kita jaga bersama,” ujar Arya Wibawa.

Founder Naluri Manca, Ida Bagus Eka Haristha, menjelaskan bahwa peringatan Hari Tari Sedunia melalui “Naluriku Menari” lahir dari semangat kebersamaan para seniman Bali. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya digagas oleh Naluri Manca semata, melainkan menjadi gerakan bersama dari, oleh, dan untuk para seniman.

Ia mengatakan, pelaksanaan NAME yang kini memasuki tahun kelima terus berkembang secara konsisten hingga mulai dikenal di kancah internasional. Bahkan, “Hari Tari Sedunia Naluriku Menari” telah diusulkan dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Hari Tari Sedunia ini kami laksanakan sebagai bagian dari misi pelestarian budaya dalam balutan semangat Vasudhaiva Kutumbakam. Kami memadukan unsur tradisional dan modern dalam NAME. Terima kasih atas dukungan semua pihak, termasuk Pemkot Denpasar, yang telah memberikan ruang bagi anak-anak muda dan para seniman untuk terus berkarya,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, keberlangsungan kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan komunitas seni dalam menjaga eksistensi seni budaya Bali agar tetap hidup, berkembang, dan mampu menjangkau generasi masa depan. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Segenap Pimpinan dan Seluruh Anggota DPRD Badung Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Published

on

By

galungan dprd badung
DPRD Kabupaten Badung mengucapkan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan. (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Segenap Pimpinan dan seluruh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung mengucapkan selamat Hari Raya Galungan (17 Juni 2026) dan Kuningan (27 Juni 2026). Semoga Dharma selalu menjadi penuntun meraih keharmonisan, kedamaian, dan kesejahteraan dalam hidup. (*/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Saksikan Langsung Grand Final Sound of Kodya Tahun 2024
Lanjutkan Membaca

NEWS

Terjebak di Tebing, 1 Orang Diselamatkan Tim SAR Gabungan

Published

on

By

pantai pandawa
EVAKUASI: Tim SAR evakuasi 1 orang yang terjebak di tebing Pantai Pandawa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung pada Sabtu (13/6/2026) malam. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Tim SAR evakuasi 1 orang yang terjebak di tebing Pantai Pandawa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung pada Sabtu (13/6/2026) malam. Dari laporan yang diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sekitar pukul 18.40 Wita, didapatkan info bahwa Roger (55) ketika itu berupaya menolong seekor anjing bersama 3 rekan lainnya, namun nahas ia tidak bisa kembali ke atas.

Pelapor bernama Ratih menyebutkan perkiraan waktu kejadian kurang lebih 17.00 Wita. Merespons kejadian tersebut, diberangkatkan tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar berjumlah 7 (tujuh) orang.

Pada pukul 19.30 Wita mereka tiba di lokasi kejadian dan langsung menganalisa medan dan menyusun teknik untuk menjangkau korban. Tak berselang lama 1 orang diturunkan dan berhasil mencapai posisi korban. Selanjutnya Roger dibawa naik ke atas dengan teknik lifting pada pukul 21.05 Wita dalam keadaan selamat. Kondisi sekitar yang gelap karena minim pencahayaan sempat menjadi kendala, namun bisa diatasi dengan ketelitian dan kecermatan Tim SAR gabungan.

Selama berlangsungnya proses evakuasi melibatkan unsur SAR, diantaranya tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar 7 personel, Balawista Pantai Pandawa 1 personel, Pengelola Pantai Pandawa 6 personel, rekan korban dan masyarakat setempat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Buka “Grand Launching” Sanur Bali International Half Marathon 2026
Lanjutkan Membaca

NEWS

Buleleng Memikat Perhatian Lewat Penampilan “Sang Jaratkaru” pada “Peed Aya” PKB XLVIII 2026

Published

on

By

peed aya buleleng
PEED AYA: Duta Kabupaten Buleleng dalam Peed Aya (Pawai) Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang berlangsung di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar, Sabtu (13/6). (Foto: Hms Buleleng)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster, secara resmi membuka Peed Aya (Pawai) Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang berlangsung di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar, Sabtu (13/6). Pada ajang tahunan tersebut, Duta Kabupaten Buleleng berhasil memikat perhatian ribuan penonton melalui penampilan kolosal bertajuk “Sang Jaratkaru”.

Mengusung semangat Singa Ambara Raja, Buleleng menghadirkan perjalanan artistik yang merepresentasikan kejayaan sekaligus karakteristik khas budaya Bali Utara. Penampilan ini menyuguhkan perpaduan harmonis antara keanggunan busana tradisi, nilai-nilai spiritual, semangat kebersamaan, hingga kisah pengabdian kepada leluhur yang dikemas melalui garapan tematik “Sang Jaratkaru” dengan iringan perkusi Gema Adi Merdangga.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, Nyoman Wisandika, menyampaikan apresiasi kepada seluruh seniman dan pendukung yang telah memberikan penampilan terbaik dalam ajang PKB tahun ini. Menurutnya, keikutsertaan Duta Buleleng menjadi momentum untuk menunjukkan identitas kesenian Bali Utara yang kaya, dinamis, dan tetap berakar kuat pada tradisi.

“Melalui garapan ‘Sang Jaratkaru’ serta seluruh rangkaian pawai hari ini, kami berharap dapat menyampaikan pesan moral yang mendalam tentang bakti, kekuatan spiritual, dan keharmonisan sosial yang menjadi napas kehidupan masyarakat Bumi Panji Sakti,” ujarnya.

Antusiasme serupa juga dirasakan para pelaku seni yang terlibat langsung dalam pawai. Salah seorang penari, Linda, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari Duta Kabupaten Buleleng pada PKB XLVIII Tahun 2026.

“Ini pertama kalinya saya tampil di PKB. Rasanya campur aduk antara gugup, bangga, dan bahagia karena bisa mewakili Buleleng. Semoga seni budaya Buleleng semakin lestari, semakin dikenal luas, dan terus berkembang ke depannya,” ungkapnya.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Buka Forum Konsultasi Publik RKPD Denpasar 2025

Parade budaya Buleleng tahun ini disajikan secara utuh dan berkesinambungan. Diawali dengan barisan pembawa identitas daerah yang mengenakan busana khas kuno Bali Utara, dilanjutkan dengan penampilan Jegeg Bagus Buleleng dalam balutan Payasan Roko-Roko dan modifikasi kain tenun Endek khas Buleleng.

Kemeriahan semakin terasa melalui penampilan 50 penari Tari Kembang Deeng yang diiringi Gamelan Angklung Saih Pitu, warisan musik langka dengan tujuh nada. Nuansa sakral dan heroik kemudian dihadirkan melalui iring-iringan Uperengga yang terdiri atas Kober Dewata Nawa Sanga, tedung suci, dan bantrangan, serta penampilan Tari Baris Sura Atma.

Sebagai puncak pertunjukan, Duta Kabupaten Buleleng menampilkan kolaborasi seni lintas budaya antara Tari Baris Sura Atma dan kesenian Burdah Pegayaman. Kolaborasi tersebut menjadi simbol kuat semangat menyama braya yang telah lama tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat Buleleng, sekaligus mempertegas harmoni keberagaman yang menjadi salah satu kekuatan budaya Bumi Panji Sakti. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca