Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wagub Giri Prasta Buka Loka Sabha Madya VIII MGPSSR Jembrana

Tekankan Persatuan Semeton Pasek untuk Pelestarian Adat, Budaya dan Penguatan SDM

Loading

BALIILU Tayang

:

Wagub Giri Prasta resmi membuka Loka Sabha Madya VIII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Kabupaten Jembrana
BUKA LOKA SABHA: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, yang juga selaku Ketua Umum Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali, secara resmi membuka Loka Sabha Madya VIII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Kabupaten Jembrana pada Sabtu (Saniscara Umanis, Tolu), 9 Mei 2026, di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jembrana, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, yang juga selaku Ketua Umum Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali, secara resmi membuka Loka Sabha Madya VIII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Kabupaten Jembrana pada Sabtu (Saniscara Umanis, Tolu), 9 Mei 2026, di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno.

Dalam sambutannya, Wagub Giri Prasta mengajak seluruh semeton MGPSSR Kabupaten Jembrana agar tetap guyub dan bersatu dalam menjalankan Catur Swadharmaning Kepasekan, yaitu Astiti ring Ida Hyang Widhi Wasa, Bakti ring Kawitan, Tindih ring Bhisama, dan Guyub ring Pasemetonan.

Giri Prasta berharap keberadaan MGPSSR dapat menjadi wadah untuk melestarikan adat, tradisi, seni, dan budaya di jagat Bali. Selain itu, sebagai umat Hindu, menurutnya tujuan utama yang harus diwujudkan adalah Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma. Karena itu, ia menginginkan seluruh sumber daya manusia (SDM) semeton Pasek tetap bersatu dan kuat.

“Kalau kita bersatu, maka setengah perjuangan berhasil. Kalau kita tidak bersatu, maka setengah perjuangan gagal. Masikian ngih,” tegas Wakil Gubernur Bali asal Desa Pelaga, Badung, tersebut sembari mengingatkan bahwa leluhur Pasek sangat wikan atau berpengetahuan dan bijaksana sehingga tidak boleh ada perpecahan di antara semeton Pasek.

Ketua Umum MGPSSR Provinsi Bali itu selanjutnya meminta siapapun yang nantinya terpilih menjadi Manggala MGPSSR Kabupaten Jembrana dalam Loka Sabha Madya VIII agar segera membentuk kepengurusan dan menjalankan program pendataan secara menyeluruh terkait keberadaan Ida Pandita Mpu Nabe dan Ida Pandita Mpu di masing-masing kecamatan se-Kabupaten Jembrana.

“Didata juga berapa jumlah Ida Bawati kita di kabupaten, termasuk jumlah Pura Dadia Pasek hingga jumlah semeton Pasek di Kabupaten Jembrana. Pendataan ini sangat penting agar di kemudian hari kita mengetahui kondisinya dan apabila ada Pura Dadia Pasek yang harus direstorasi, kita bisa melakukan upaya perbaikan,” jelas Ketua Umum MGPSSR Provinsi Bali yang akrab dipanggil “Guru Nyoman Giri” oleh semeton MGPSSR se-Bali.

Baca Juga  Wagub Giri Prasta Apresiasi Warga Desa Adat Geriana Kangin Lestarikan Adat, Agama, Seni, dan Budaya

Di akhir sambutannya, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mendoakan agar Loka Sabha Madya VIII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Kabupaten Jembrana dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik.

Dumogi Loka Sabha Madya VIII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Kabupaten Jembrana memargi antar, labda karya, sidaning don. Semoga berjalan lancar ngih Loka Sabha Madya puniki, dan titiang menghaturkan punia sebesar Rp 25 juta,” tutupnya.

Pernyataan tersebut disambut apresiasi oleh seluruh undangan yang hadir, di antaranya Ida Pandita Mpu Nabe bersama Ida Pandita Mpu, Anggota DPD RI Dapil Bali I Komang Merta Jiwa, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, anggota DPRD Bali, Kementerian Agama Kabupaten Jembrana, PHDI Kabupaten Jembrana, MDA Kabupaten Jembrana, pengurus MGPSSR Provinsi Bali, Ketua MGPSSR kabupaten/kota se-Bali, serta semeton MGPSSR Kabupaten Jembrana.

Harapan serupa juga disampaikan Bupati Jembrana dalam pembukaan Loka Sabha Madya VIII yang mengusung tema “Kita Tingkatkan Catur Swadharmaning Kepasekan dengan Membangun Manusia, Alam, Adat, dan Budaya”. Bupati I Made Kembang Hartawan berharap Loka Sabha Madya MGPSSR yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali tersebut dapat dimanfaatkan sebagai ajang meningkatkan kualitas semeton Pasek, saling menguatkan, dan tolong-menolong.

“Itu yang terpenting. Saya memohon kepada siapapun yang terpilih menjadi Ketua dan Pengurus MGPSSR Kabupaten Jembrana agar selalu mengedepankan musyawarah mufakat,” harapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen pada Mei 2026, Sejumlah Kapolda dan PJU Mabes Berganti

Published

on

By

polri
BERI KETERANGAN: Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir saat memberikan keterangan pers rotasi dan mutasi jabatan terhadap Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/960/V/KEP./2026 tanggal 7 Mei 2026. (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melaksanakan rotasi dan mutasi jabatan terhadap Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/960/V/KEP./2026 tanggal 7 Mei 2026.

Dalam mutasi kali ini, tercatat sebanyak 108 personel mengalami pergeseran jabatan yang terdiri atas promosi, pergeseran jabatan setara (flat), selesai pendidikan, hingga memasuki masa pensiun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 91 personel masuk dalam kategori promosi dan flat jabatan. Mutasi meliputi sejumlah posisi strategis di Mabes Polri maupun kewilayahan.

Untuk jabatan Pejabat Utama Mabes Polri, satu personel mendapat penugasan sebagai Kalemdiklat Polri, yakni Komjen Pol. Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si.

Selain itu, terdapat sembilan jabatan Kapolda yang mengalami pergantian, yaitu Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., Kapolda Kaltara Brigjen Pol. Agus Wijayanto, S.I.K., S.H., M.H., Kapolda Jabar Irjen Pol. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., Kapolda Malut Brigjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H., Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., Kapolda Bengkulu Brigjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., Kapolda Sultra Brigjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., serta Kapolda Sulteng Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H.

Mutasi juga menyentuh jabatan Kapolres jajaran tipe Metro dan Kota Besar, yakni Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Dr. Christian Rony Putra, S.I.K., M.H. dan Kapolresta Pangkal Pinang Kombes Pol. Indra Wijatmiko, S.I.K., M.M.

Dalam mutasi tersebut, Polri juga mencatat promosi jabatan terhadap 16 personel ke golongan Irjen Pol., tiga personel mengalami flat jabatan setingkat Irjen Pol., 43 personel promosi ke Brigjen Pol., serta 16 personel promosi ke Kombes Pol. dengan rincian nivelering IIB1 sebanyak 12 personel, nivelering IIB2 sebanyak tiga personel, dan nivelering IIB3 sebanyak satu personel.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Pimpin Rapat ‘’Karya Pemelaspasan’’ Pura Punduk Dawa

Satu personel Polwan turut mendapatkan promosi jabatan, yakni Brigjen Pol. Dra. A.A. Sagung Dian Kartini, M.Si. yang dipercaya menjabat sebagai Karolemtala Stamarena Polri.

Selain promosi dan rotasi jabatan, mutasi kali ini juga mencakup tiga personel selesai pendidikan serta 14 personel memasuki masa pensiun.

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari proses pembinaan karier dan penguatan organisasi di tubuh Polri.

“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.

Ia menambahkan, pergantian jabatan di lingkungan Polri juga diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

“Polri terus berkomitmen melakukan regenerasi kepemimpinan dan penguatan organisasi agar semakin adaptif, profesional, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutupnya. (gs/bi)

 

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Puspa Negara Dukung Percepat Tangani Abrasi Pantai Kuta

Bangun 5 Breakwater Baru Ditarget Rampung Akhir 2026

Loading

Published

on

By

puspa negara
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Badung I Wayan Puspa Negara. (Foto: dok)

Badung, baliilu.com – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Badung I Wayan Puspa Negara menegaskan penanganan abrasi di Pantai Kuta, seperti pembangunan breakwater dan pengisian pasir, bertujuan untuk memulihkan garis pantai, melindungi infrastruktur, dan meningkatkan daya tarik pariwisata.

Abrasi di Pantai Kuta 2 meter per tahun merupakan masalah serius yang mengikis garis pantai sepanjang 5,3 km dan merusak fasilitas serta existing pantai. Penanganan intensif dilakukan awal Maret 2026 melalui pembangunan  5 pemecah gelombang (breakwater), revetment, dan penataan pesisir, didukung oleh Pemerintah Kabupaten Badung dan program Bali Beach Conservation (BBCP) Phase II.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Badung I Wayan Puspa Negara, saat dikonfirmasi awak media di Kabupaten Badung, Minggu, 10 Mei 2026. Lebih lanjut, Puspa Negara menyatakan upaya ini krusial untuk melindungi pariwisata, meski menghadapi kendala cuaca ekstrem dan lambannya pengerjaan proyek.

“Abrasi di Pantai Kuta, Bali, semakin parah pada 2026 akibat efek global warming, diduga perluasan bandara, cuaca ekstrem dan ombak kuat, mengikis garis pantai serta merusak pedestrian,” kata Puspa Negara.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dan Pemerintah Pusat berupaya menanganinya melalui pembangunan 5 breakwater (pemecah gelombang), pemasangan revetment, dan penataan kawasan pesisir, serta didukung oleh program Bali Beach Conservation (BBCP) Phase II.

Berikut detail abrasi dan penanganannya di Pantai Kuta: Situasi Terkini (2026): Tingkat abrasi di Pantai Kuta dinilai sangat memprihatinkan, dengan penyusutan area pasir tempat wisatawan bersantai, serta rusaknya infrastruktur pedestrian; Penyebab: Faktor utama adalah cuaca ekstrem yang meningkatkan intensitas gelombang laut, menggerus bibir pantai, serta aktivitas manusia dan sirkulasi gelombang secara alami.

Upaya Penanganan: Pembangunan Struktur: Pemasangan revetment (dinding pantai) dan 5 breakwater untuk memecah energi ombak; Penguatan Tebing: Penataan ulang kawasan pantai dan penguatan area di bawah pedestrian; Program Konservasi: Melalui Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II oleh Balai Wilayah Sungai Bali-Penida; Perawatan Rutin: Dinas PUPR Badung rutin memantau dan memperbaiki area terdampak.

Baca Juga  Giri Prasta Harap PPKHI Aktif Berikan Bantuan Hukum kepada Masyarakat Miskin

Pemerintah Kabupaten Badung mengalokasikan anggaran sekitar Rp 250 miliar pada tahun 2026 untuk penanganan abrasi Pantai Kuta melalui pembangunan 5 breakwater tambahan. Selain itu, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida melaksanakan proyek pengisian pasir (sand nourishment) sebagai bagian dari Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II.

Berdasarkan informasi terbaru per April 2026, Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,27 triliun melalui APBN untuk percepatan pembangunan dan penanganan abrasi, termasuk pengisian pasir (sand nourishment) di kawasan Kuta-Legian-Seminyak. Proyek penanganan abrasi Pantai Kuta, Bali, dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, di bawah Kementerian Pekerjaan Umum, melalui proyek Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase 2.

Puspa Negara juga menambahkan proyek ini melibatkan pembangunan breakwater dan pengisian pasir sepanjang 5,3 km untuk menahan laju abrasi. Penanganan abrasi Pantai Samigita (Seminyak, Legian, Kuta) ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.

“Proyek yang didanai pinjaman Jepang ini mencakup pengisian pasir (refeeding) dan pembangunan struktur konservasi untuk mengatasi parahnya abrasi yang mencapai dua meter per tahun,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Pendaki Gunung Batukaru di Kedalaman 90 Meter

Published

on

By

pendaki batukaru
EVAKUASI: Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi korban yang hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, pada Minggu (10/5/2026). (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Upaya evakuasi terhadap korban yang hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, berhasil dilaksanakan oleh Tim SAR Gabungan pada Minggu (10/5/2026). Jenasah ditemukan di jurang dengan kedalaman kurang lebih 1.700 Mdpl pada Sabtu (9/5/2026) sore, pukul 16.20 Wita.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya menyampaikan kepada awak media bahwa saat pertama kali ditemukan, muncul kecurigaan bahwa jenasah tersebut merupakan Made Dibya (84), yang sebelumnya dilaporkan terpisah dan tersesat saat melakukan pendakian di Gunung Batukaru. Sebelumnya Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) telah menghentikan pencarian pria lanjut usia tersebut, dikarenakan operasi SAR telah berlangsung selama 7 hari, Sabtu (2/5/2026).

Sidakarya lanjut menegaskan, dengan ditemukan adanya kecurigaan keberadaan korban, maka operasi SAR dibuka kembali. Menindaklanjuti laporan tersebut, Operator Komunikasi Basarnas Bali segera melaksanakan koordinasi dengan SAR Samapta Polda Bali serta pemandu lokal Batukaru. Pada pukul 16.40 Wita, diberangkatkan 5 personel dari Kantor Basarnas Bali yang berada di Jimbaran, Kuta Selatan menuju Posko Pendakian Gunung Batukaru. Dengan kondisi larut malam dan pencahayaan minim, maka disepakati upaya evakuasi dilakukan pagi tadi.

Pada pukul 08.00 Wita tim bergerak dari ketinggian 1.197 Mdpl menuju titik lokasi penemuan korban. Setelah menempuh perjalanan melalui medan yang cukup berat, pada pukul 10.20 Wita, mereka berhasil menjangkau posisi korban pada koordinat 8°20’46.67″S – 115°5’6.32″E di ketinggian 1.808 Mdpl, tepatnya di jurang sedalam kurang lebih 90 meter.

“Proses evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian mengingat medan yang licin, bebatuan yang labil, serta kondisi cuaca lembab disertai kabut dan jarak pandang terbatas. Selain itu, kondisi jenazah yang telah mengalami pembengkakan dan pembusukan organ tubuh turut menjadi tantangan dalam proses evakuasi,“ ujar Sidakarya.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Pimpin Rapat ‘’Karya Pemelaspasan’’ Pura Punduk Dawa

Pada pukul 11.45 Wita, korban berhasil dievakuasi dari dasar jurang dan selanjutnya ditandu secara estafet menuruni Gunung Batukaru menuju Posko SAR Gabungan Jatiluwih. “Seluruh proses evakuasi selesai dilaksanakan pada pukul 13.40 Wita dan korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa menuju rumah duka menggunakan ambulans Bhuana Bali Rescue,“ ucapnya.

Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ditsamapta Sabhara Polda Bali, Ditsamapta Sabhara Polres Tabanan, Polsek Selemadeg, Polairud Polres Tabanan, Babinsa Desa Jegu, BPBD Kabupaten Tabanan, Bhuana Bali Rescue, RAPI Tabanan, PMI Kabupaten Tabanan, komunitas pendaki gunung, ORARI Bali, IOF Bali, serta keluarga korban dan masyarakat setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca