Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

PLN Bali Perkuat Literasi Keselamatan Listrik untuk Dukung Perayaan Galungan dan Kuningan yang Aman

BALIILU Tayang

:

pln bali
TALKSHOW: PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali bersama Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali menggelar Koordinasi dan Talkshow Keselamatan Kelistrikan Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan sebagai upaya memperkuat sinergi dalam menjaga keselamatan masyarakat selama rangkaian perayaan hari suci umat Hindu. Acara dibuka oleh Senior Manager Komunikasi dan Aset Properti PLN UID Bali Imbar Sutanto (tengah), Manager Biro K3L I Made Ariana (kiri), serta MDA Provinsi Bali I.B. Purwa Sidemen, S.Ag., M.Si (kanan). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali memperkuat literasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kolaborasi Akulturasi Budaya dan Teknologi dalam Peningkatan Pelayanan dan Keselamatan Ketenagalistrikan di PLN Bali”. Kegiatan yang melibatkan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali dan insan media ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan listrik yang aman sekaligus mendukung kelancaran rangkaian perayaan hari raya di seluruh Bali.

Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Bali, Imbar Susanto, mengatakan bahwa menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, PLN tidak hanya memastikan keandalan pasokan listrik, tetapi juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keselamatan ketenagalistrikan.

“Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, PLN siap dengan pasokan listrik yang andal agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan tradisi dengan nyaman. Layanan kami juga selalu siap hadir ketika dibutuhkan masyarakat. Melayani dengan cepat merupakan komitmen kami, namun keselamatan tetap menjadi perhatian utama. Melalui forum ini kami berharap sinergi dengan media dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjalin untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan listrik,” ujar Imbar.

Manager K3L dan Keamanan PLN UID Bali, I Made Ariana, menjelaskan bahwa momentum hari raya umumnya diikuti peningkatan penggunaan peralatan listrik untuk mendukung berbagai kegiatan adat dan keagamaan. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai penggunaan instalasi listrik yang aman dan sesuai standar.

“Menjelang hari raya, kebutuhan listrik masyarakat cenderung meningkat. Penggunaan stop kontak secara berlebihan, instalasi yang tidak memenuhi standar, maupun penambahan peralatan listrik tanpa memperhatikan kapasitas instalasi dapat memicu korsleting yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” jelas Ariana.

Baca Juga  Antisipasi Wisatawan Libur Idul Fitri, Seluruh SPKLU PLN Siap Melayani Pengendaran Kendaraan Listrik di Bali

Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, menggunakan peralatan berstandar, menghindari penumpukan colokan listrik, serta segera melaporkan potensi gangguan maupun kondisi berbahaya melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123 agar dapat ditangani dengan cepat oleh petugas.

Selain aspek teknis, forum tersebut juga menghadirkan perspektif budaya dan kearifan lokal melalui pemaparan perwakilan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ida Bagus Purwa Sidemen. Menurutnya, nilai-nilai budaya Bali mengajarkan keharmonisan antara manusia, alam, dan lingkungan, termasuk dalam memanfaatkan teknologi secara bijaksana dan aman.

“Keselamatan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Masyarakat Bali memiliki kearifan lokal yang mengajarkan keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan. Nilai-nilai tersebut juga relevan dalam penggunaan listrik, sehingga aktivitas adat dan keagamaan dapat berlangsung dengan aman tanpa menimbulkan risiko bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujarnya.

Diskusi yang dipandu oleh Arief Wibisono, Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali Bidang Pendidikan, berlangsung interaktif dengan berbagai pembahasan mengenai keselamatan instalasi listrik rumah tangga, pentingnya penggunaan peralatan berstandar, hingga peran desa adat dalam mendukung penyebarluasan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat.

Dalam diskusi tersebut, para peserta juga membahas pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan instalasi listrik yang sesuai standar, terutama saat pemasangan perlengkapan pendukung upacara dan kegiatan keagamaan yang berpotensi meningkatkan beban listrik rumah tangga. Edukasi mengenai jarak aman terhadap jaringan listrik, penggunaan peralatan yang memenuhi standar, serta pelaporan dini terhadap potensi gangguan menjadi poin penting yang disampaikan kepada masyarakat.

Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut menghasilkan kesamaan pandangan bahwa keselamatan ketenagalistrikan harus menjadi bagian dari budaya masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan yang identik dengan meningkatnya aktivitas serta kebutuhan listrik. Selain memastikan keandalan pasokan listrik, upaya edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan listrik yang aman juga menjadi faktor penting dalam mencegah potensi gangguan maupun kecelakaan ketenagalistrikan.

Baca Juga  PLN Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik di Nusa Penida melalui Mini Expo Electrifying Lifestyle

Melalui kolaborasi antara PLN, Majelis Desa Adat, media, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan budaya sadar keselamatan semakin tumbuh dan selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal Bali. Dengan demikian, seluruh rangkaian perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan dapat berlangsung dengan khidmat, aman, nyaman, serta didukung pasokan listrik yang andal bagi seluruh masyarakat Bali. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Jelang Galungan dan Kuningan, DKPKP Gianyar Gelar Gerakan Pangan Murah

Published

on

By

pasar murah
PANGAN MURAH: Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DKPKP) saat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar, Kamis (11/6/2026). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DKPKP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang melibatkan 25 peserta dari unsur UMKM, BUMD, kelompok tani, bulog, dan pelaku usaha pangan tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari raya.

Kepala DKPKP Kabupaten Gianyar, Ir. I Gusti Agung Sri Widyawati, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu langkah strategi pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan kenaikan harga bahan pokok.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau dan pasokan yang memadai menjelang hari raya. Stabilitas pangan menjadi prioritas agar masyarakat merasa tenang dan daya beli tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai, buah-buahan, serta aneka produk pangan lainnya persiapan hari raya dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Gerakan Pangan Murah juga menjadi wadah yang mempertemukan produsen dan konsumen secara langsung. Melalui keterlibatan kelompok tani, distributor, UMKM, dan pelaku usaha pangan, rantai distribusi dapat dipersingkat sehingga harga yang diterima masyarakat menjadi lebih kompetitif.

Sri Widyawati menambahkan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah yang dilakukan secara berkelanjutan, khususnya pada periode meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

“Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan,” tegasnya.

Baca Juga  Cuaca Ekstrem Melanda Sejumlah Kawasan di Bali Jelang Nyepi dan Idul Fitri, PLN Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Sejak pagi hari, warga tampak memadati area kegiatan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih hemat. Karena permintaan masyarakat, GPM akan dilaksanakan 2 hari (11-12 Juni 2026) khusus untuk buah – buahan.

Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga, tersedianya kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi, serta masyarakat dapat menyambut dan menyelenggarakan Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan aman, nyaman, dan sejahtera. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pelepasan Siswa Kelas XII SLB Negeri 1 Buleleng, Tampilkan Pameran Vokasi dan Pentas Seni Anak Berkebutuhan Khusus

Published

on

By

slb negeri 1 buleleng
PELEPASAN: SLB Negeri 1 Buleleng menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas XII yang dirangkaikan pameran vokasi serta pentas seni di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Rabu (10/6). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – SLB Negeri 1 Buleleng menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas XII yang dirangkaikan pameran vokasi serta pentas seni di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Rabu (10/6). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi perjalanan pendidikan para siswa sekaligus menampilkan berbagai potensi dan kreativitas yang telah dikembangkan selama menempuh pendidikan di sekolah.

Dalam sambutannya, Kepala SLB Negeri 1 Buleleng Made Winarsa menyampaikan bahwa saat ini sekolah tersebut memiliki 157 siswa dengan berbagai karakteristik dan kebutuhan khusus. Keberagaman tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh tenaga pendidik untuk memberikan layanan pendidikan yang optimal dan inklusif.

Lebih lanjut disampaikan, SLB Negeri 1 Buleleng juga telah memiliki fasilitas asrama yang mampu menampung hingga 40 siswa. Asrama tersebut diperuntukkan bagi siswa yang berasal dari daerah yang jauh dari sekolah, dengan syarat telah memiliki tingkat kemandirian yang memadai. Kehadiran asrama diharapkan dapat mendukung akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Buleleng maupun wilayah sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut, Winarsa juga memberikan motivasi kepada para orang tua siswa agar tidak pernah merasa putus asa dalam mendampingi anak-anak mereka. Menurutnya, setiap anak berkebutuhan khusus memiliki keistimewaan dan potensi yang dapat dikembangkan apabila mendapatkan pendampingan yang tepat.

“Di balik keterbatasan yang dimiliki, pasti ada kelebihan yang tertanam dalam diri setiap anak. Tugas kita bersama, khususnya para guru, adalah menggali dan mengangkat potensi tersebut ke permukaan sehingga dapat berkembang secara maksimal. Karena itu, jangan pernah merasa rendah diri dan tetaplah percaya pada kemampuan anak-anak kita,” ujarnya.

Melalui pameran karya dan pentas seni yang ditampilkan, para siswa menunjukkan berbagai kemampuan di bidang seni, keterampilan, dan kreativitas. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak berkebutuhan khusus mampu berprestasi dan berkarya apabila diberikan kesempatan, dukungan, serta lingkungan yang mendukung perkembangan mereka.

Baca Juga  Antisipasi Wisatawan Libur Idul Fitri, Seluruh SPKLU PLN Siap Melayani Pengendaran Kendaraan Listrik di Bali

Kegiatan pelepasan ini berlangsung penuh kebanggaan, tidak hanya bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat menengah, tetapi juga bagi orang tua dan para guru yang selama ini mendampingi proses tumbuh kembang mereka. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus memberikan perhatian serta dukungan terhadap pendidikan inklusif guna mewujudkan kesempatan yang setara bagi seluruh anak. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Satgas Anti-Mafia Bola akan Kembali Diaktifkan, Cegah Judi Selama Piala Dunia 2026

Published

on

By

mafia bola
BERI KETERANGAN: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan usai menerima audiensi dengan pihak TVRI di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (10/6/2026). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam menjaga penyelenggaraan Piala Dunia 2026 agar tetap menjadi ajang hiburan yang sehat dan menjunjung tinggi sportivitas. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengaktifkan kembali Satgas Anti-Mafia Bola guna mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran hukum, khususnya praktik perjudian yang memanfaatkan momentum pesta sepak bola dunia tersebut.

“Beberapa waktu lalu kita pernah membentuk Satgas Anti-Mafia Bola. Tentunya satgas ini akan kita hidupkan kembali,” ujar Kapolri usai menerima audiensi dengan pihak TVRI di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026).

Kapolri menjelaskan, pengaktifan kembali Satgas Anti-Mafia Bola merupakan upaya preventif untuk mencegah pihak-pihak tertentu memanfaatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia sebagai sarana melakukan tindak pidana, termasuk perjudian.

Menurutnya, Piala Dunia seharusnya menjadi ajang hiburan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat dengan tetap menjunjung nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan.

“Jangan sampai momentum hiburan Piala Dunia ini dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk melakukan pelanggaran hukum yang justru merusak semangat sportivitas,” tegasnya.

Kapolri juga mengimbau masyarakat agar menjadi penonton yang cerdas dan tidak terlibat dalam aktivitas perjudian selama perhelatan Piala Dunia berlangsung. Ia menekankan bahwa aturan hukum terkait perjudian di Indonesia telah diatur secara tegas sehingga harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat.

“Perjudian merupakan pelanggaran hukum yang aturannya sudah sangat jelas. Karena itu, masyarakat harus menghindari segala bentuk aktivitas yang berkaitan dengan perjudian,” ujarnya.

Selain melakukan langkah pencegahan terhadap praktik perjudian, Polri juga berupaya menghadirkan suasana menonton yang aman dan kondusif bagi masyarakat. Untuk itu, Polri bekerja sama dengan LPP TVRI dalam penyelenggaraan kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 di berbagai satuan kewilayahan.

Baca Juga  PLN Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik di Nusa Penida melalui Mini Expo Electrifying Lifestyle

Kegiatan nobar tersebut akan dilaksanakan mulai dari tingkat Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek di seluruh Indonesia sebagai sarana mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus memastikan perhelatan Piala Dunia dapat dinikmati secara aman, tertib, dan bebas dari praktik perjudian.

“Kami dari Polri akan mengajak masyarakat untuk mengikuti kegiatan nobar, mulai dari Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek di seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Kapolri. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca