Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Ny. Cok Ace Dukung Upaya Cegah dan Deteksi Dini Kanker Payudara

BALIILU Tayang

:

de
Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali Ny. Cokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati (duduk) bersama jajaran BKOW Bali. (ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali Ny. Cokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati (Ny. Cok Ace) berkomitmen mendukung berbagai upaya pencegahan dan deteksi dini kanker payudara yang hingga saat ini masih menjadi momok bagi kaum perempuan. Komitmen itu disampaikannya saat mengikuti Sosialisasi Kanker Payudara di Tengah Pandemi Covid-19 untuk Wilayah Indonesia Tengah yang digelar secara virtual oleh Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Selasa (6/10-2020).

Ny. Cok Ace yang mengikuti sosialisasi virtual dari Sekretariat BKOW Bali menyampaikan rasa prihatin karena jumlah penderita kanker payudara menempati peringkat pertama di Indonesia. Bahkan, penyakit ini menjadi penyumbang angka kematian terbanyak kedua. Khusus untuk Bali, ia menyebut ada tambahan 261 kasus baru.

Menurutnya penambahan kasus kanker payudara yang terbilang cukup banyak ini patut diantisipasi agar ke depannya dapat ditekan. Ny. Cok Ace mengatakan, cukup tingginya penambahan kasus kanker payudara antara lain disebabkan oleh beberapa faktor yaitu masih rendahnya pemahaman masyarakat dan keengganan untuk memeriksakan diri. “Ada rasa takut sehingga enggan untuk memeriksakan diri,” ujarnya.

Keengganan untuk memeriksakan diri itulah yang menyebabkan sebagian besar kasus kanker baru terdeteksi pada stadium lanjut dan sudah sulit disembuhkan. Oleh sebab itu, sebagai istri orang nomor dua di Bali yang aktif di sejumlah organisasi, ia turut ambil bagian dalam upaya pencegahan dan deteksi dini kanker payudara. “Selama ini kita aktif mensosialisasikan pola hidup sehat untuk menangkal kanker seperti rajin mengkonsumsi sayur, buah, menjauhi rokok dan alkohol,” imbuhnya. Lebih dari itu, ia juga gencar mengkampanyekan gerakan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) di kalangan perempuan.

Baca Juga  Walikota Rai Mantra Terima Kunker Walikota Probolinggo, Pelajari Tata Kelola dan Inovasi Sektor Pariwisata di Era AKB

Menurutnya gerakan ini sangat penting sebagai upaya deteksi dini kanker payudara. Pada bagian lain, ia menginformasikan bahwa program bidang kesehatan menjadi salah satu prioritas dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “Kami di Bali menjadikan kesehatan sebagai salah satu program prioritas karena berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Ny. Cok Ace menyampaikan apresiasi kepada YKPI atas penyelenggaraan  sosialisasi kanker payudara yang melibatkan BKOW dari provinsi wilayah tengah yaitu Bali, NTB dan NTT. Kendati dilaksanakan secara virtual, menurutnya kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan terkait kanker payudara. Ia bersama jajaran pengurus BKOW akan menyebarluaskan informasi yang diperoleh dalam kegiatan ini.

Ketua YKPI Linda Agum Gumelar menyampaikan terima kasih atas berbagai upaya yang telah dilakukan Ny. Cok Ace beserta jajarannya di BKOW. Menurut Linda Gumelar, kegiatan ini dimaksudkan untuk membangun jejaring sosialisasi deteksi dini dan pencegahan kanker payudara. Sebagai penyintas kanker payudara, ia ingin merangkul lebih banyak lagi organisasi untuk menyebarluaskan informasi terkait penyakit ini. Bahkan, ia juga tengah berjuang agar kesehatan reproduksi bisa masuk dalam pelajaran sekolah. Ia menyebut, masih tingginya angka kematian akibat kanker payudara disebabkan oleh keterlambatan deteksi. Artinya, banyak kasus yang baru diketahui setelah masuk stadium lanjut.

Sementara itu, dr. Walta Gautama yang menjadi narasumber dalam sosialisasi itu menginformasikan, kemungkinan sembuh pada kanker payudara mencapai 80 persen bila terdeteksi pada stadium dini. “Peluang kesembuhannya akan menjadi jauh lebih kecil, bisa hanya sebesar 20 persen bila penyakit ini baru diketahui pada stadium lanjut. Selain sulit sembuh, biaya yang dibutuhkan untuk pengobatan kanker stadium lanjut juga akan jauh lebih besar,” katanya. Oleh sebab itu, ia mendorong agar sosialisasi cegah dan deteksi dini makin digencarkan. (gs)

Baca Juga  Sidang Paripurna Ke-17 DPRD Denpasar, Pemkot Usulkan 6 Ranperda, Dewan 1 Ranperda Inisiatif

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Rute Uji Coba Bus Listrik Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Jaga Kondusivitas Jelang Nataru, Kelurahan Peguyangan Sosialisasi Penduduk Nonpermanen

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Jaga Kondusivitas Jelang Nataru, Kelurahan Peguyangan Sosialisasi Penduduk Nonpermanen

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca