Rapat Koordinasi Daerah Partai Demokrat Provinsi Bali 2020 yang khusus membahas pemenangan Pilkada Bali 2020, Selasa (3/11-2020) di Hotel Inna Bali Heritage Denpasar.
Denpasar, baliilu.com – Rapat Koordinasi Daerah Partai Demokrat Provinsi Bali 2020 yang khusus membahas pemenangan Pilkada Bali 2020 dibuka secara resmi oleh Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Made Mudarta, Selasa (3/11-2020) di Hotel Inna Bali Heritage Denpasar.
Rakorda Partai Demokrat Bali yang digelar ketat menerapkan protokol kesehatan yang dihadiri 50 orang peserta di antaranya hadir pasangan calon bupati dan wakil bupati yakni Gusti Ayu Mas Sumatri, Sang Nyoman Sedana Artha, Ketut Suiasa, I Dewa Nyoman Budiasa, pasangan calon walikota dan wakil walikota Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kertha Negara, unsur pimpinan cabang, unsur fraksi Partai Demokrat Provinsi dan utusan dari DPP Partai Demokrat.
Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Made Mudarta menyampaikan rakorda digelar sesuai amanat AD/ART partai yang kali ini focus pematangan dan pergerakan untuk pemenangan pilkada 2020 di Bali.
Mudarta dalam sambutannya menegaskan bahwa visi utama Partai Demokrat untuk menyukseskan Indonesia sesuai Kongres Demokrat Maret 2020. Pertama menuju Indonesia maju pada abad 21, kedua menuju Indonesia kuat tahun 2045, dan visi ketiga menuju mandiri ekonomi tahun 2030. ‘’Karena itu Pemilu 2024 adalah sangat penting dimana hukum cakra pangilingan mulai bekerja. Hasil survey menunjukkan dan kemunculan bluemoon 31 Oktober menunjukkan Partai Demokrat akan semakin naik,’’ terang Made Mudarta yang siap bakal mengusung AHY sebagai calon presiden.
Dalam rangka mewujudkan tiga visi itu, lanjut Mudarta, Partai Demokrat memiliki lima platform perjuangan. Di antaranya mewujudkan Indonesia yang damai dan amanah, terbukti 10 tahun SBY sebagai presiden stabilitas politik terjaga aman kondusif. Mewujudkan keadilan, kesejahteraan, demokrasi, dan lingkungan hidup.
Dikatakan, Partai Demokrat menjunjung tinggi demokrasi. Oleh karenanya tahun 2008 Presiden ke-6 telah menggagas Forum Bali Demokrasi dengan anggota 81 negara dalam rangka untuk meningkatkan kunjungan pariwisata ke Bali. Ini salah satu bentuk kecintaan SBY pada demokrasi di Indonesia dan rakyat Bali.
Salah satu aksi nyata yang telah dilakukan oleh Presiden SBY adalah mengangkat konsep Tri Hita Karana dalam forum dunia APEC 2012 di Nusa Dua. Bahwa hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam sangat penting untuk dijaga, karena rumus untuk menuju kebahagiaan dengan melaksanakan konsep Tri Hita Karana.
Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Made Mudarta
‘’Tokoh-tokoh Demokrat mulai dari SBY, AHY berada dalam perjuangan rakyat dengan tagline harapan rakyat perjuangan demokrat . Apa pun yang menjadi aspirasi masyarakat Indonesia itulah yang diperjuangkan Partai Demokrat,’’ terangnya seraya menegaskan berkaitan dengan UU Omniguslow karena rakyat mayoritas menolak, karena itu Demokrat memutuskan terdepan menolak UU Omniguslow yang diketok palu 5 Oktober 2020.
Di bagian lain, Mudarta mengakui pilkada 2020 di enam daerah di Bali menjadi tantangan bagi Partai Demokrat untuk 36 hari ke depan untuk membantu kawan-kawan di pilkada di 6 daerah. Ia berkeyakinan dengan doa siapa yang paling banyak berjabat tangan dengan masyarakatnya, itulah paslon yang dipastikan akan disayang oleh rakyat, akan terpilih oleh rakyatnya.
Ia menandaskan pesta demokrasi di tengah pandemi Covid tantangannya begitu banyak dan begitu sulit. Namun ia yakin dengan kerja keras kita semua termasuk pimpinan Demokrat yang semuanya turun gunung termasuk DPP Pusat juga turun gunung untuk meningkatkan partisipasi pemilih.
‘’Karena temuan dari survei kami, kemungkinan besar partisipasi pemilih kurang di Indonesia khususnya di Bali yang tingkat partisipasi memang sangat rendah. Oleh karenanya dibutuhkan strategis khusus oleh tim kampanye, paslon, relawan dan partai politik di dalamnya untuk bekerja ekstra keras dalam waktu yang tersisa 36 hari,’’ ujarnya.
Mudarta menyampaikan angkanya lumayan tinggi termasuk di Denpasar masih sekitar 70 persen belum memastikan siapa yang akan dipilih, artinya dirahasiakan. Begitu juga tingkat golput kemungkinan di atas 30 persen. Fenomena ini karena penyebabnya faktor Covid. Masyarakat itu yang nomor satu adalah kesehatan, menjaga masa depannya, menjaga nyawanya ketimbang datang berpartisipasi dalam demokrasi. Kecuali ada hubungan kekeluargaan dengan paslon, partai politik, relawan baru mungkin datang.
‘’Masyarakat Denpasar memang kelas menengah ke atas. Mereka yang urban di Denpasar 56 persen, mereka masih merahasiakan siapa yang akan dipilih. Oleh karenanya ini menjadi focus kami di Denpasar, Jembrana dan termasuk di Tabanan. Kami harus bekerja ekstra agar masyarakat lebih banyak berpartisipasi datang ke TPS dan memilih paslon kami,’’ tegasnya.
‘’Siapa dalam waktu 36 hari ke depan bisa menyentuh dan menggarap seluruh voter tadi, maka pasangan itu akan bisa memenangkan. Oleh karenanya hasil survey ini menjadi peta kami dalam bergerak tempat mana yang belum tersentuh akan kami garap,’’ ucapnya dan menambahkan Partai Demokrat sudah aman masalah logistik saksi dan juga SDM-nya. (gs)
MUSANCAB: Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta berfoto bersama usai membuka Musancab PDI-P se-Kabupaten Badung di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1). (Foto: bi)
Badung, baliilu.com – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta membuka secara resmi Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung yang dilaksanakan di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1).
Turut hadir pada kesempatan ini, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung Wayan Adi Arnawa, Bendahara DPC PDI Perjuangan Badung Bagus Alit Sucipta beserta seluruh fraksi dan pengurus PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung.
Musancab merupakan agenda penting partai dalam rangka konsolidasi organisasi dan penguatan struktur kepengurusan di tingkat anak cabang. Kegiatan ini juga menjadi wadah evaluasi kinerja organisasi sekaligus penyusunan langkah strategis partai ke depan.
Dalam arahannya, I Nyoman Giri Prasta menekankan pentingnya soliditas, kedisiplinan, serta loyalitas kader terhadap garis perjuangan partai. Ia menyampaikan bahwa kekuatan PDI Perjuangan terletak pada kerja gotong-royong dan kedekatan kader dengan rakyat, sehingga seluruh jajaran partai diharapkan terus hadir di tengah masyarakat dan memperjuangkan aspirasi rakyat secara konsisten.
“Saya ingatkan agar Musancab tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghasilkan kepengurusan anak cabang yang kuat, solid, dan siap bekerja untuk membesarkan partai serta mengawal program-program kerakyatan. Saya harapkan agar kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan sebagai wujud komitmen PDI Perjuangan dalam memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat bawah,” ujarnya. (gs/bi)
PERTEMUAN: Pertemuan Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster dengan cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025 di Denpasar. (Foto: ist)
Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster akhirnya menepati janji untuk bertemu cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025. Gubernur Koster mendatangi kediaman De Gadjah di Denpasar. Pertemuan kedua tokoh politik Bali ini dilakukan penuh kekeluargaan.
Jalinan persahabatan, kekeluargaan, penuh ramah, dan canda tampak dalam diskusi yang berlangsung dua jam itu. Gubernur Koster dan De Gadjah yang juga Ketua DPD Gerindra Bali mengajak agar krama Bali bersatu dan kondusif sehingga pembangunan Bali ke depan berjalan lancar, nyaman dan sukses.
“Pertemuan hanya berdua sebagai sesama sahabat, sifatnya kekeluargaan, ramah, dan penuh canda sama seperti suasana sebelum Pilkada 2024, karena memang berdua bersahabat baik sejak lama,” kata Gubernur Koster usai pertemuan.
Dalam durasi waktu pertemuan selama dua jam itu, Koster dan De Gadjah juga santap siang bersama dan ngopi bareng. Suasananya terasa begitu hidup dan bersemangat.
“Suasana menjadi semakin hidup, karena ngobrol sambil menikmati hidangan kopi dan nasi goreng,” tambah Ketua DPD PDIP Bali ini.
De Gadjah secara langsung mengucapkan selamat kepada Wayan Koster atas terpilihnya sebagai Gubernur Bali lima tahun. Moment ini digunakan untuk penyampaian langsung meski sebelumnya telah disampaikan melalui pesan singkat WhatsApp pada 27 November 2024 lalu.
Kemudian, baik Koster dan De Gadjah sepakat dan berkomitmen Pilkada telah selesai, dan saatnya masyarakat Bali diajak bersatu, agar Bali kondusif. Krama Bali juga diajak untuk mendukung program pembangunan Bali ke depan agar berjalan sesuai harapan bersama.
De Gadjah juga mengaku akan mendukung program kerja Gubernur Koster selama program ini demi kemajuan dan kebaikan Bali. De Gadjah berharap Gubernur Koster berkomitmen menjalankan program-program yang disampaikan saat kampanye dan simakrama bersama krama Bali.
Gubernur Koster juga menyampaikan, keduanya sepakat segera mengatasi masalah serius dan mendesak di Bali, seperti sampah, macet, infrastruktur dan air. Serta sangat mendukung pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi agar bisa terlaksana ke depan. (*/gs)
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda. (Foto : dpr.go.id)
Jakarta, baliilu.com – Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mengungkapkan pihaknya akan membahas tentang jadwal pelantikan Kepala dan wakil kepala daerah terpilih dalam Pilkada serentak 2024. Pembahasan tersebut akan dilakukan Komisi II bersama dengan mitra, yaitu Menteri Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mendatang.
“Komisi II DPR RI akan segera mengundang saudara Mendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP untuk merumuskan opsi-opsi pelantikan sebagaimana yang kita tahu,” kata Rifqinizamy kepada awak media di Jakarta, Rabu (15/1/2025).
Dijelaskannya, ada dua opsi usulan jadwal pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024, baik kepala daerah terpilih yang bersengketa maupun yang tidak bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Pertama, pelantikan seluruh kepala daerah terpilih dilaksanakan serentak setelah seluruh putusan MK berkekuatan hukum (incratch). Diperkirakan proses sengketa pilkada di MK akan selesai pada 12 Maret 2025 mendatang.
Selain itu, lanjut Politisi dari Fraksi Partai Nasdem ini, ada opsi kedua di mana pelantikan akan dilaksanakan serentak terlebih dahulu, hanya untuk kepala daerah terpilih yang tidak bersengketa, yakni pada 7 Februari 2025 untuk gubernur dan 10 Februari 2025 untuk bupati dan walikota. Hal itu berdasarkan peraturan presiden yang ada, pelantikan gubernur dan wakil gubernur digelar pada 7 Februari 2025 dan pelantikan bupati-wakil bupati serta walikota-wakil walikota digelar pada 10 Februari 2025.
Meski demikian, Politisi Fraksi Partai NasDem ini mengakui bahwa dinamika menuju proses pelantikan kepala daerah secara serentak hasil Pilkada 2024 terdapat dilema atau problematika hukum. Di mana Putusan MK Nomor 46 Tahun 2024 menyatakan bahwa pelantikan baru bisa dilaksanakan setelah seluruh sengketa di MK selesai atau telah mendapatkan putusan yang berkekuatan hukum, kecuali yang akan melaksanakan pemilihan ulang, penghitungan suara ulang atau pengulangan pilkada karena adanya keadaan mendesak.
Namun, di sisi lain ada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, Pasal 160 dan 160A yang menyebutkan bahwa tahapan pelantikan adalah satu konsekuensi dari penetapan yang dilakukan KPU di provinsi, kabupaten, kota, yang waktunya telah diatur sedemikian rupa.
“Sehingga kalau menunggu putusan MK usai semua pada pertengahan Maret 2024, maka ada kecenderungan juga melanggar dua pasal undang-undang ini,” jelasnya yang dikutip dari laman dpr.go.id. (gs/bi)