Denpasar, Baliilu.com – Visi Misi Paslon Nomor Urut 2 Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kertha Negara yang mengusung program menuju Denpasar Berseri, Smart City, Berbudaya, dan Berdaya Saing sangat menarik minat para pelakon budaya di Kota Denpasar.
Salah satunya adalah Sekaa Gong Satya Dharma Gita, Banjar Kelandis Desa Sumerta Kauh Denpasar Timur. Sekaa gong yang terbentuk sejak zaman Ni Polok (Istri Le Mayeur) ini sangat antusias untuk hadir di acara simakrama yang diadakan di Jalan Kamboja, Dangin Puri Denpasar Utara, Selasa (24/11-2020) petang.
“Program-program dari AMERTA sangat bagus, semua memperlihatkan bagaimana Paslon tersebut sangat memperhatikan rakyat kecil sekaligus budaya kita di Bali,” ungkap I Made Warnita, kelihan Sekaa Gong Satya Dharma Gita yang beranggotakan 50 orang ini.
Warnita lanjut memaparkan, program unggulan AMERTA begitu menunjukkan kepeduliannya pada masalah tradisi budaya. “Kami sangat mendukung dan berharap Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota ini bisa terpilih dalam Pilwali nanti,” ucapnya tegas.
Sementara itu, I Gusti Kompyang Oka selaku sesepuh Sekaa Gong Satya Dharma Gita mengimbuhkan, anggotanya sangat menantikan pemimpin Kota Denpasar yang memiliki program-program yang berpihak pada rakyat. Dimana, keseriusan Paslon untuk membangun Kota Denpasar jika terpilih nanti sangatlah jelas, terutama keseriusan untuk melestarikan tradisi budaya, karena budayalah penopang kuat pariwisata Denpasar dan Bali.
“Selama ini kalau mengadakan festival kami sering kekurangan dana, terkadang kami urunan biar semua biaya tercukupi,” terang Gusti Kompyang mengadu.
Oleh karena itu, Gusti Kompyang bersama anggota sekaa dan juga keluarga besar Sekaa Gong Satya Dharma Gita membulatkan tekad mendukung kemenangan AMERTA sehingga ke depannya bisa lebih optimal untuk menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur ini.
Calon Walikota Denpasar Gede Ngurah Ambara Putra menegaskan, pelestarian budaya sangatlah penting, karena di samping merupakan aset besar untuk pariwisata di Bali, kita juga wajib menjaga warisan leluhur kita yang adiluhung ini. ‘’Untuk itulah kami hadir dengan mengusung visi misi dengan program-program unggulannya yang realistis untuk mengubah Denpasar menjadi Berseri, Smart City, Berbudaya, dan Berdaya Saing menuju masyarakat Denpasar yang sejahtera,’’ ucapnya.
Satyawan dan satyawati Desa Tonja Dangin Puri Kauh dan Dangin Puri Kaja siap menangkan Paslon AMERTA
Ngurah Ambara lanjut menyampaikan program-program unggulannya yang berupa pemberian dana santunan seperti dana santunan kelahiran 1 juta, dana santunan kematian 10 juta, dana kreativitas sekaa teruna 25 juta per tahun, dana PKK 5 juta per tahun, dana sanggah dadia 5 juta per tahun, dana prajuru adat 30 juta per tahun, begitu juga subsidi BPJS dan subsidi pendidikan bagi anak yang tidak lolos sekolah negeri yang orang tuanya bekerja di sektor nonformal.
Dengan adanya dana-dana yang disalurkan ke masyarakat maka beban sehari-hari mereka bisa diringankan, kesejahteraan mereka meningkat dan akhirnya tradisi-tradisi budaya yang kita miliki bisa dilaksanakan dengan baik.
“Untuk itulah jangan sia-siakan kesempatan untuk mengubah Denpasar ke arah yang lebih baik. Datanglah ke TPS tanggal 9 Desember dan gunakan hati nurani untuk memilih pemimpin yang membawa perubahan yaitu Paslon nomor urut 2,” pungkas Ngurah Ambara.
Di hari yang sama kebulatan tekad untuk kemenangan AMERTA juga terbentuk di Rumah Pembaharuan AMERTA di Jalan Tulip Denpasar. Pertemuan yang dihadiri satyawan dan satyawati yang berasal dari Desa Tonja, Dangin Puri Kauh, dan Dangin Puri Kaja itu begitu meriah. Semua peserta memperlihatkan semangat yang luar biasa saat mengucapkan yel yel AMERTA menang, menang, menang. (*/eka)
MUSANCAB: Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta berfoto bersama usai membuka Musancab PDI-P se-Kabupaten Badung di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1). (Foto: bi)
Badung, baliilu.com – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta membuka secara resmi Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung yang dilaksanakan di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1).
Turut hadir pada kesempatan ini, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung Wayan Adi Arnawa, Bendahara DPC PDI Perjuangan Badung Bagus Alit Sucipta beserta seluruh fraksi dan pengurus PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung.
Musancab merupakan agenda penting partai dalam rangka konsolidasi organisasi dan penguatan struktur kepengurusan di tingkat anak cabang. Kegiatan ini juga menjadi wadah evaluasi kinerja organisasi sekaligus penyusunan langkah strategis partai ke depan.
Dalam arahannya, I Nyoman Giri Prasta menekankan pentingnya soliditas, kedisiplinan, serta loyalitas kader terhadap garis perjuangan partai. Ia menyampaikan bahwa kekuatan PDI Perjuangan terletak pada kerja gotong-royong dan kedekatan kader dengan rakyat, sehingga seluruh jajaran partai diharapkan terus hadir di tengah masyarakat dan memperjuangkan aspirasi rakyat secara konsisten.
“Saya ingatkan agar Musancab tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghasilkan kepengurusan anak cabang yang kuat, solid, dan siap bekerja untuk membesarkan partai serta mengawal program-program kerakyatan. Saya harapkan agar kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan sebagai wujud komitmen PDI Perjuangan dalam memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat bawah,” ujarnya. (gs/bi)
PERTEMUAN: Pertemuan Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster dengan cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025 di Denpasar. (Foto: ist)
Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster akhirnya menepati janji untuk bertemu cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025. Gubernur Koster mendatangi kediaman De Gadjah di Denpasar. Pertemuan kedua tokoh politik Bali ini dilakukan penuh kekeluargaan.
Jalinan persahabatan, kekeluargaan, penuh ramah, dan canda tampak dalam diskusi yang berlangsung dua jam itu. Gubernur Koster dan De Gadjah yang juga Ketua DPD Gerindra Bali mengajak agar krama Bali bersatu dan kondusif sehingga pembangunan Bali ke depan berjalan lancar, nyaman dan sukses.
“Pertemuan hanya berdua sebagai sesama sahabat, sifatnya kekeluargaan, ramah, dan penuh canda sama seperti suasana sebelum Pilkada 2024, karena memang berdua bersahabat baik sejak lama,” kata Gubernur Koster usai pertemuan.
Dalam durasi waktu pertemuan selama dua jam itu, Koster dan De Gadjah juga santap siang bersama dan ngopi bareng. Suasananya terasa begitu hidup dan bersemangat.
“Suasana menjadi semakin hidup, karena ngobrol sambil menikmati hidangan kopi dan nasi goreng,” tambah Ketua DPD PDIP Bali ini.
De Gadjah secara langsung mengucapkan selamat kepada Wayan Koster atas terpilihnya sebagai Gubernur Bali lima tahun. Moment ini digunakan untuk penyampaian langsung meski sebelumnya telah disampaikan melalui pesan singkat WhatsApp pada 27 November 2024 lalu.
Kemudian, baik Koster dan De Gadjah sepakat dan berkomitmen Pilkada telah selesai, dan saatnya masyarakat Bali diajak bersatu, agar Bali kondusif. Krama Bali juga diajak untuk mendukung program pembangunan Bali ke depan agar berjalan sesuai harapan bersama.
De Gadjah juga mengaku akan mendukung program kerja Gubernur Koster selama program ini demi kemajuan dan kebaikan Bali. De Gadjah berharap Gubernur Koster berkomitmen menjalankan program-program yang disampaikan saat kampanye dan simakrama bersama krama Bali.
Gubernur Koster juga menyampaikan, keduanya sepakat segera mengatasi masalah serius dan mendesak di Bali, seperti sampah, macet, infrastruktur dan air. Serta sangat mendukung pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi agar bisa terlaksana ke depan. (*/gs)
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda. (Foto : dpr.go.id)
Jakarta, baliilu.com – Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mengungkapkan pihaknya akan membahas tentang jadwal pelantikan Kepala dan wakil kepala daerah terpilih dalam Pilkada serentak 2024. Pembahasan tersebut akan dilakukan Komisi II bersama dengan mitra, yaitu Menteri Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mendatang.
“Komisi II DPR RI akan segera mengundang saudara Mendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP untuk merumuskan opsi-opsi pelantikan sebagaimana yang kita tahu,” kata Rifqinizamy kepada awak media di Jakarta, Rabu (15/1/2025).
Dijelaskannya, ada dua opsi usulan jadwal pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024, baik kepala daerah terpilih yang bersengketa maupun yang tidak bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Pertama, pelantikan seluruh kepala daerah terpilih dilaksanakan serentak setelah seluruh putusan MK berkekuatan hukum (incratch). Diperkirakan proses sengketa pilkada di MK akan selesai pada 12 Maret 2025 mendatang.
Selain itu, lanjut Politisi dari Fraksi Partai Nasdem ini, ada opsi kedua di mana pelantikan akan dilaksanakan serentak terlebih dahulu, hanya untuk kepala daerah terpilih yang tidak bersengketa, yakni pada 7 Februari 2025 untuk gubernur dan 10 Februari 2025 untuk bupati dan walikota. Hal itu berdasarkan peraturan presiden yang ada, pelantikan gubernur dan wakil gubernur digelar pada 7 Februari 2025 dan pelantikan bupati-wakil bupati serta walikota-wakil walikota digelar pada 10 Februari 2025.
Meski demikian, Politisi Fraksi Partai NasDem ini mengakui bahwa dinamika menuju proses pelantikan kepala daerah secara serentak hasil Pilkada 2024 terdapat dilema atau problematika hukum. Di mana Putusan MK Nomor 46 Tahun 2024 menyatakan bahwa pelantikan baru bisa dilaksanakan setelah seluruh sengketa di MK selesai atau telah mendapatkan putusan yang berkekuatan hukum, kecuali yang akan melaksanakan pemilihan ulang, penghitungan suara ulang atau pengulangan pilkada karena adanya keadaan mendesak.
Namun, di sisi lain ada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, Pasal 160 dan 160A yang menyebutkan bahwa tahapan pelantikan adalah satu konsekuensi dari penetapan yang dilakukan KPU di provinsi, kabupaten, kota, yang waktunya telah diatur sedemikian rupa.
“Sehingga kalau menunggu putusan MK usai semua pada pertengahan Maret 2024, maka ada kecenderungan juga melanggar dua pasal undang-undang ini,” jelasnya yang dikutip dari laman dpr.go.id. (gs/bi)