Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Kolaborasi Kemenlu, Kemenparekraf dan UNWTO Kawal Pemulihan Pariwisata Bali

BALIILU Tayang

:

de
Konferensi pers di sela BDF yang dihadiri Dirjen Kerjasama Multilateral Febrian Alphyanto Ruddyard, Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Wayan Giri Adnyani, Sekretaris Jendral Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Cecep Herawan, dan Direktur UNWTO se-Asia Pasifik Harry Hwang, di Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort, Kamis (10/12-2020).

Badung, baliilu.com – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Indonesia untuk memulihkan pariwisata di Indonesia khususnya Bali. Salah satunya adalah menggelar workshop dengan tema Capacity Building Workshop in Resulting International Tourism yang dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 7 sampai 8 Desember 2020. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Kementerian Luar Negeri bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan United Nations World Tourism Organization (UNWTO) yang merupakan kolaborasi UNWTO yang pertama kali di Asia.

Hal itu dikatakan Dirjen Kerjasama Multilateral Febrian Alphyanto Ruddyard kepada awak media di sela-sela Bali Democracy Forum  ke-13 yang diselenggarakan di Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort, Kamis (10/12-2020). Pada konferensi pers tersebut juga dihadiri Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sekaligus Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Wayan Giri Adnyani, Sekretaris Jendral Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia sekaligus Ketua Tim Percepatan Pemulihan Ekonomi Kementerian Luar Negeri (TPPE Kemlu) Cecep  Herawan, dan Direktur UNWTO se-Asia Pasifik Harry Hwang,

Ruddyard memaparkan bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan tantangan pada sektor pariwisata kita. Sebagai salah satu sektor yang paling terdampak oleh pandemi ini antara lain adanya penutupan dan pembatasan perjalanan di tingkat nasional maupun internasional untuk mengurangi resiko penularan Covid -19. Hal ini menyebabkan penurunan kunjungan wisatawan mancanegara maupun pergerakan wisatawan Nusantara pada tahun 2020 yang berdampak pada banyaknya tenaga kerja terancam mengalami PHK, penerimaan negara dari sektor pariwisata juga turun drastis.

Ruddyard juga menyampaikan bahwa Indonesia sangat mengapresiasi UNWTO sebagai organisasi pariwisata dunia untuk mengawal pemulihan pariwisata dan industri pariwisata global.

“Di samping workshop, UNWTO juga berkesempatan menyaksikan secara langsung kesiapan kita untuk membuka kembali Bali untuk kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara,’’ imbuh Ruddyard.

Baca Juga  Polsek Seririt Ungkap Judi Sabung Ayam, 2 Tersangka Pelaku Ditangkap

Kehadiran UNWTO dalam kegiatan di Bali, kata Ruddyard merupakan hasil dari hubungan baik yang selama ini telah terbina antara Indonesia dan UNTWO serta sekaligus merupakan bukti konkrit dari pelaksanaan mandat UNWTO dalam mendukung kegiatan negara anggotanya.

Pada kesempatan yang sama Ni Wayan Giri Adnyani selaku Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyampaikan bahwa persiapan yang sudah dilakukan untuk pembukaan destinasi bagi wisatawan mancanegara dan juga wisatawan Nusantara adalah dengan mengeluarkan panduan yang disebut dengan panduan protokol CHSE (cleanliness, Health, Safety and environment). Selain itu ada juga program yang disebut dengan Indonesia Care (I Do Care).

Giri Adnyani mengatakan bahwa panduan ini mengacu pada panduan dari protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh Kemenkes secara umum, yang tentunya kita fokus pada pariwisata dan ekonomi kreatif. Selain protokol kesehatan dari Kemenkes, panduan ini juga mengacu pada WHO maupun panduan yang dikeluarkan oleh UNWTO dan organisasi internasional lainnya.

Dalam implementasi dari protokol kesehatan ini, Kemenparekraf bekerja sama dengan Pemda Bali menargetkan untuk mensertifikasi 1.000 pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif di tahun 2020.

‘’Harapan kita, panduan kesehatan yang kita keluarkan bisa di-endorse oleh lembaga pariwisata PBB sehingga meyakinkan semua stakeholder bahwa kita telah benar-benar menerapkan protokol kesehatan dan siap untuk menerima kunjungan wisatawan,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Regional Asia Pasifik World Tourism Organization (UNWTO) Harry Hwang juga menambahkan bahwa kerjasama yang terjalin antara UNWTO dengan Kementerian Pariwisata dan ekonomi Kreatif  Indonesia sudah sangat baik.

UNWTO juga memberikan informasi-informasi yang sangat dibutuhkan oleh negara anggotanya sehingga bisa mengambil keputusan yang tepat dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi.

Baca Juga  PSN Korda Badung Gelar Sarasehan Pemaknaan Banten Galungan dan Kuningan

Salah satu contohnya adalah penyelenggaraan workshop, kesemuanya itu adalah untuk mendorong pemulihan pariwisata yang sempat merosot saat pandemi Covid-19. (eka)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Wagub Cok Ace Hadiri Puncak Peringatan Hakordia 2020 secara Virtual

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Kapolres Klungkung Beri Penghargaan 13 Personil Berprestasi

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Kapolres Klungkung Beri Penghargaan 13 Personil Berprestasi
Lanjutkan Membaca