Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KRIMINAL

Polsek Seririt Ungkap Judi Sabung Ayam, 2 Tersangka Pelaku Ditangkap

BALIILU Tayang

:

de
Kapolsek Seririt Kompol Gede Juli, S.IP. saat konferensi pers pengungkapan kasus judi sabung ayam di Mapolres Buleleng belum lama ini.

Buleleng, baliilu.com – Polsek Seririt Kabupaten Buleleng telah berhasil melakukan pengungkapan terhadap peristiwa tindak pidana perjudian jenis sabung ayam atau judi tajen yang terjadi pada Rabu, 3 Februari 2021 sekira jam 13.00 Wita, bertempat di Banjar Dinas Buana Kerti Desa Ularan Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng.

Hal itu dikatakan Kapolsek Seririt Kompol Gede Juli, S.IP. kepada awak media saat konferensi pers, belum lama ini di Mapolres Buleleng. Pengungkapan tindak pidana sabung ayam tersebut, kata Kapolsek Seririt berawal dari informasi warga Desa Ularan perihal adanya kegiatan judi sabung ayam atau judi tajen di Desa Ularan. Kapolsek kemudian memerintahkan anggota Reskrim Polsek Seririt dipimpin Kanit Reskrim Iptu Putu Edy Sukaryawan, S.H., M.H. dan Panit I Ipda Ketut Wijana, untuk mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut, sesuai dengan Surat Perintah Tugas Nomor: SPGAS/07/II/2021/RESKRIM.

Kata Kompol Gede Juli, setelah anggota sampai di lokasi di Banjar Dinas Yadnya Kerti, Desa Ularan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, memang benar ditemukan ada beberapa orang yang bermain judi sabung ayam. Ketika didekati peserta kemudian berlarian menuju ke tengah kebun milik warga, serta ditemukan adanya benang merah atau bulang dan ceceran darah di tanah. Selanjutnya dari keterangan I Nyoman MS yang masih ada di lokasi dibenarkan bahwa di tempat tersebut baru saja ada kegiatan judi sabung ayam atau judi tajen.

Saat diinterogasi, I Nyoman MS mengaku sebagai penyelenggara kegiatan judi sabung ayam atau judi tajen tersebut bersama dengan I Made A sebagai saye atau wasit. Selain itu dari TKP diamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 220.000 (dua ratus dua puluh ribu rupiah), 2 (dua) buah taji, 1 (satu) buah kurungan ayam, 1 (satu) ekor ayam dalam keadaan mati, 1 (satu) ekor ayam aduan dalam keadaan hidup dan sisa benang merah atau bulang yang telah terpakai, serta 1 buah karung dari plastik tempat ayam aduan.

Baca Juga  2 Kakak Beradik Tenggelam Di Sungai Yeh Mekecir

Selanjutnya, ungkap Kapolsek, kedua pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Seririt untuk penanganan sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP-A/05/II/2021/BALI /RESBLL/SEKSRRT, tanggal 3 Februari 2021. Dari pemeriksaan kedua pelaku mengakui perbuatannya dengan peran masing-masing dalam kegiatan judi tajen tersebut. Selanjutnya keterangan saksi-saksi juga membenarkan bahwa I Nyoman MS adalah penyelenggara kegiatan tajen tersebut dan I Made A adalah orang yang saat itu bertugas sebagai saye atau wasit. Sebelum dilakukan penangkapan telah ada sebanyak 2 (dua) pasang ayam yang telah diadu.

‘’Terhadap pelaku disangka / diduga telah melakukan tindak pidana perjudian jenis sabung ayam  sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303 ayat (1) ke 1 atau ke 2 KUHP jo Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 07 Tahun 1974 tentang penertiban perjudian dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara, serta tersangka saat itu ditahan di Polsek Seririt untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,’’  tutup Kapolsek Kompol Gede Juli, S.IP. (gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Respon Cepat Unit Reskrim Polsek Blahbatuh Berhasil Ungkap Dua Kasus Pencurian

Published

on

By

Polsek Blahbatuh
UNGKAP: Unit Reskrim Polsek Blahbatuh berhasil mengungkap dua kasus tindak pidana pencurian yang terjadi di wilayah hukum Polsek Blahbatuh. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Blahbatuh, Gianyar, baliilu.com – Unit Reskrim Polsek Blahbatuh kembali menunjukkan respons cepat dalam mengungkap dua kasus tindak pidana pencurian yang terjadi di wilayah hukum Polsek Blahbatuh. Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial MR dan RATE beserta sejumlah barang bukti hasil kejahatan. Kedua kasus tersebut masing-masing merupakan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) dan pencurian yang sempat menjadi perhatian masyarakat.

Kasus pertama terjadi di sebuah warung masakan Padang di Jalan Dharma Giri, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh. Terduga pelaku berinisial MR diamankan Unit Reskrim Polsek Blahbatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 sekitar pukul 21.30 Wita setelah diduga melakukan aksi pencurian dengan cara merusak rolling door warung menggunakan kaki hingga terbuka, kemudian mengambil uang tunai yang berada di laci serta kotak amal dengan total kerugian mencapai Rp 800 ribu. Setelah menerima laporan masyarakat, Unit Reskrim Polsek Blahbatuh segera melakukan penyelidikan, mendatangi TKP, mengumpulkan keterangan saksi serta melakukan serangkaian upaya hingga akhirnya berhasil mengamankan terduga pelaku di sebuah mes proyek wilayah Desa Tulikup, Gianyar.

Sementara itu, pengungkapan kedua dilakukan terhadap terduga pelaku berinisial RATE yang diamankan pada Kamis, 28 Mei 2026 sekitar pukul 14.30 Wita terkait dugaan pencurian sejumlah kamen dan udeng batik tulis di sebuah toko pakaian adat Bali di Banjar Kebon, Desa Blahbatuh. Modus yang digunakan yakni berpura-pura sebagai pembeli, lalu memanfaatkan kelengahan penjaga toko untuk menyembunyikan barang-barang ke dalam tas dan pakaian sebelum meninggalkan lokasi. Berbekal hasil penyelidikan dan informasi yang dikumpulkan petugas, pelaku akhirnya berhasil diamankan di wilayah Tuban, Kuta, Badung beserta barang bukti hasil curian.

Baca Juga  Cegah Banjir saat Intensitas Hujan Meningkat, Jaya Negara Resmikan Pengerjaan Normalisasi Tukad Pangrarungan

Seijin Kapolres Gianyar AKBP Chandra C. Kesuma, S.I.K., M.H., Kapolsek Blahbatuh Kompol Luh Putu Sri Sumartini, S.H., M.H., menerangkan bahwa keberhasilan pengungkapan kedua kasus tersebut merupakan bentuk komitmen Polsek Blahbatuh dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta merespons cepat setiap laporan yang diterima. Selain itu, Kapolsek juga mengapresiasi kerja keras Unit Reskrim Polsek Blahbatuh yang secara profesional melakukan serangkaian penyelidikan hingga para terduga pelaku berhasil diamankan dalam waktu singkat.

Kapolsek Blahbatuh juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas di lingkungan masing-masing serta segera melaporkan apabila menemukan hal-hal mencurigakan. Saat ini kedua terduga pelaku berikut barang bukti telah diamankan di Polsek Blahbatuh guna menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Viral “Pocong Begal” di Monang-Maning Ternyata Hoaks, Polisi Ungkap Foto Hasil Rekayasa AI

Published

on

By

pocong
HOAKS: Dugaan “pocong begal” yang disebut-sebut muncul di wilayah Monang-Maning yang viral di medsos Instagram pada Sabtu (30/5/2026) ternyata hoaks. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Masyarakat Denpasar sempat dihebohkan dengan beredarnya informasi viral di media sosial terkait adanya dugaan “pocong begal” yang disebut-sebut muncul di wilayah Monang-Maning, Denpasar Barat. Informasi tersebut ramai diperbincangkan warga setelah salah satu unggahan di Instagram tersebar luas pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 14.00 WITA dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menindaklanjuti informasi yang beredar, jajaran Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat segera melakukan penelusuran dan penyelidikan untuk memastikan kebenaran kabar tersebut. Dari hasil pendalaman yang dilakukan, polisi berhasil mengidentifikasi dan meminta keterangan dari tiga orang saksi yang diketahui masih di bawah umur berinisial N, D, dan B.

Berdasarkan keterangan saksi N, dirinya pertama kali menerima informasi dari temannya, D, mengenai adanya sosok pocong yang diduga melakukan aksi begal di kawasan Monang-Maning.

Setelah menerima informasi beserta foto tersebut, N kemudian mengunggahnya kembali ke akun Instagram miliknya dengan tujuan memberikan imbauan kepada masyarakat apabila informasi tersebut benar adanya. Namun tanpa disadari, unggahan tersebut justru menyebar dengan cepat dan menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Sementara itu, saksi D menjelaskan bahwa dirinya pertama kali melihat foto tersebut melalui story atau status media sosial yang menampilkan sosok pocong di wilayah Monang-Maning. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada N yang selanjutnya mengunggah ulang foto tersebut ke akun Instagram pribadinya hingga akhirnya menjadi perhatian publik.

Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., dari hasil penyelidikan lebih lanjut, polisi memperoleh fakta bahwa foto yang menjadi sumber kegaduhan tersebut merupakan hasil rekayasa digital menggunakan teknologi AI. Saksi B mengakui bahwa dirinya yang membuat foto tersebut pada Rabu, 28 Mei 2026 sekitar pukul 19.00 WITA.

Baca Juga  Peringati HUT PDI Perjuangan dan HUT Ketua Umum Megawati Soekarno Putri

Dalam keterangannya, B menjelaskan bahwa ia mengedit sebuah foto dengan latar belakang gang rumahnya di kawasan Monang-Maning dan menambahkan gambar sosok pocong menggunakan aplikasi berbasis AI. Setelah proses editing selesai, foto tersebut diunggah ke status media sosial pribadinya. Selanjutnya, pada Kamis, 29 Mei 2026 sekitar pukul 20.00 WITA, B mengetahui bahwa foto hasil editannya telah tersebar luas di Instagram disertai narasi “Pocong Begal di Daerah Monang-Maning”.

B mengaku tidak mengetahui siapa yang mengambil tangkapan layar (screenshot) dari status media sosial miliknya hingga akhirnya menyebar secara masif dan menjadi viral di masyarakat.

Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari penelusuran sumber informasi viral, pemeriksaan dan interogasi terhadap para saksi, hingga pengecekan fakta langsung di lapangan. Dari seluruh rangkaian penyelidikan yang dilakukan, dipastikan bahwa informasi mengenai adanya “pocong begal” di wilayah Monang-Maning adalah tidak benar atau hoaks.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi yang beredar di media sosial. Masyarakat diminta untuk melakukan verifikasi terlebih dahulu terhadap setiap informasi yang diterima sebelum membagikannya kepada orang lain guna menghindari penyebaran berita bohong yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi yang belum jelas kebenarannya. Pastikan terlebih dahulu sumber informasi tersebut sebelum menyebarkannya. Mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif dengan bijak bermedia sosial,” ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Dengan terungkapnya fakta tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan serta lebih berhati-hati terhadap konten digital yang dapat dimanipulasi menggunakan teknologi AI. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Bareskrim Polri Ringkus Empat WNA Asal China Terkait Skandal Tambang Ilegal di Hutan Papua

Published

on

By

tambang ilegal papua
DIRINGKUS: Empat Warga Negara Asing (WNA) asal China yang masing-masing berinisial LH, LL, FW, dan PJ berhasil diringkus atas dugaan keterlibatan dalam praktik penambangan ilegal di kawasan hutan Papua. (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Sepak terjang para pelaku perusakan lingkungan berkedok investasi kembali dihentikan oleh ketegasan aparat penegak hukum Indonesia. Melalui operasi gabungan yang terukur, Biro Koordinasi dan Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (Korwas PPNS) Bareskrim Polri sukses mendampingi PPNS Kementerian Kehutanan dalam menggulung sindikat kejahatan lingkungan.

Empat Warga Negara Asing (WNA) asal China yang masing-masing berinisial LH, LL, FW, dan PJ berhasil diringkus atas dugaan keterlibatan dalam praktik penambangan ilegal di kawasan hutan Papua. Rangkaian operasi penangkapan ini berlangsung secara intensif mulai dari Jumat hingga Selasa, tepatnya pada tanggal 22 hingga 26 Mei 2026.

Terkait penindakan tegas tersebut, Kepala Biro (Karo) Korwas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Edy Suranta Sitepu, membenarkan adanya operasi penegakan hukum lintas instansi tersebut. Ia memastikan bahwa seluruh tersangka WNA tersebut kini telah diamankan dan sedang menjalani proses pemeriksaan secara maraton guna membongkar jaringan eksploitasi alam yang lebih besar.

“Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri memberikan bantuan penuh kepada PPNS Kemenhut dalam kegiatan penangkapan dan penahanan terhadap empat tersangka WNA China terkait dugaan tindak pidana di bidang kehutanan,” jelas Brigjen Pol. Edy Suranta Sitepu saat memberikan keterangan resminya pada Selasa (26/5/2026).

Lebih lanjut, jenderal bintang satu tersebut memaparkan modus operandi kejahatan yang dilakukan oleh para tersangka. Komplotan ini secara nekat dan terang-terangan membawa masuk alat-alat berat beserta berbagai perlengkapan masif lainnya ke pedalaman Papua. Peralatan tersebut diduga kuat digunakan secara khusus untuk mengeksploitasi sumber daya alam. Ironisnya, seluruh aktivitas perusakan lingkungan berupa penambangan tersebut dilakukan secara ilegal.

Para tersangka diduga melakukan kegiatan penambangan di dalam kawasan hutan tanpa izin dari pemerintah pusat, ungkap Brigjen Pol. Edy menyoroti pelanggaran berat yang dilakukan oleh para pelaku.

Baca Juga  KPK RI Laksanakan Monev MCP di Pemkot Denpasar

Proses penangkapan keempat warga negara tirai bambu tersebut rupanya sempat diwarnai sedikit kendala dari pihak pelaku. Saat petugas gabungan menyergap dan memperlihatkan kelengkapan surat perintah penangkapan, para pelaku menunjukkan sikap menolak untuk membubuhkan tanda tangan pada dokumen hukum tersebut. Namun, hal ini tidak menyurutkan langkah tegas aparat di lapangan.

“Surat perintah penangkapan sudah diperlihatkan secara jelas dan dibacakan secara rinci melalui bantuan seorang penerjemah bahasa. Karena para tersangka menolak menandatangani surat tersebut, kami langsung membuatkan berita acara penolakan tanda tangan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” papar Brigjen Pol. Edy Suranta Sitepu menceritakan dinamika pengamanan.

Guna mencegah upaya melarikan diri maupun manuver hukum lainnya, keempat tersangka kini berada di bawah pengawasan ekstra ketat. Tim Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri bersama dengan penyidik PPNS Kementerian Kehutanan terus melakukan pengawasan melekat terhadap para pelaku yang saat ini dititipkan penahanannya di Kantor Imigrasi Kelas II Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Biak. Proses hukum dan investigasi lanjutan akan terus bergulir untuk memastikan setiap oknum yang merusak kekayaan alam bumi Nusantara diadili sesuai hukum yang berlaku. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca