Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Hadiri Reuni Istakari Bali, Wagub Cok Ace Ajak Tamatan Kokar Berperan Aktif Ajegkan Seni dan Budaya Bali

BALIILU Tayang

:

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menghadiri acara reuni agung yang digelar Ikatan Siswa Tamatan Kokar (Istakari) Bali di Aula ITB-STIKOM Bali, Selasa (22/12/2020)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menghadiri acara reuni agung yang digelar Ikatan Siswa Tamatan Kokar (Istakari) Bali di Aula ITB-STIKOM Bali, Selasa (22/12/2020). Kegiatan ini dilaksanakan serangkaian memperingati 60 tahun berdirinya Konservatori Karawitan Indonesia (Kokar) Bali, yang sempat berganti menjadi Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) Bali, dan kini menjadi SMKN 3 Sukawati. Mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19, reuni agung dilaksanakan secara hybrid, memadukan online dan offline. Acara offline yang berlangsung di aula ITB-STIKOM Bali dihadiri undangan terbatas dan disiarkan melalui live streaming.

Wagub Cok Ace dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang ditunjukkan tamatan Kokar Bali yang tersebar hingga ke manca negara. Guru Besar ISI Denpasar ini berpendapat, keberadaan Kokar Bali merupakan bagian penting dalam perjalanan sejarah berkesenian di Pulau Dewata. Bahkan, ia menyebut Kokar Bali sebagai episentrum perkembangan seni di Bali pada era tahun 60an. Dari tangan para alumni Kokar, banyak tercipta seni kerawitan yang hingga saat ini terus berkembang.

Mengingat peran penting Kokar dalam perkembangan seni di Bali, Pangelingsir Puri Ubud ini sangat mendukung pembentukan Istakari. Ia berharap, wadah ini dapat dimanfaatkan oleh tamatan Kokar yang saat ini tersebar di dalam dan luar negeri untuk bertukar pikiran dan pengalaman dalam berkesenian. Lebih dari itu, Wagub Cok Ace juga mengajak para tamatan Kokar ikut berperan aktif dalam upaya mengajegkan seni dan budaya Bali. “Kita berharap upaya pelestarian bisa sejalan dengan upaya pengembangan,” ujarnya.

Ketua Umum Yayasan Istakari Sanggraha Budaya Bali Drs I Wayan Madra Aryasa MA dalam laporannya menyampaikan, Kokar Bali yang didirikan pada tahun 1960, hingga saat ini telah memiliki tak kurang dari 9 ribu lulusan yang tersebar di Bali hingga manca negara. Menurutnya, reuni akbar pernah dilaksanakan pada tahun 1969, 1970 dan 1975. “Tahun 2020 merupakan pelaksanaan reuni akbar ke-4 dan kami juga secara resmi membentuk yayasan lengkap dengan kepengurusan,” terangnya. Ia berharap, Yayasan Istakari Sanggraha Budaya Bali menjadi wadah bagi tamatan Kokar untuk mengembangkan kreativitas seni yang mereka miliki.

Baca Juga  FK Unud Inisiasi Kerja Sama Penelitian Bidang Genomik dengan Yayasan Satriabudi Dharma Setia

Sementara itu, Pengarah Yayasan Istakari Sanggraha Budaya Bali, Ida Pedanda Gde Putra Bajing, menuturkan bahwa ia yang menjadi angkatan pertama Kokar Bali paham betul bagaimana sejarah awal perjuangan berdirinya sekolah seni modern pertama di Bali itu. “Dulu saat baru dua angkatan, sempat dibuatkan gubuk di Jalan Ratna Denpasar sebelum akan disiapkan gedung untuk Kokar Bali di sana. Saat ini dengan adanya Yayasan Istakari, meskipun tamatan Kokar berada di mana-mana, tapi tetap ada wadah organisasi yang menyatukan kita,” ujar Ida Pedanda.

Melengkapi penyampaian Ida Pedanda, Kepala Sekolah SMKN 3 Sukawati I Gusti Ngurah Semara Semadi dalam sekapur sirihnya menyampaikan bahwa nama Kokar adalah kebanggaan. Lembaga pendidikan ini menghasilkan pendekar seni yang sangat berjasa membangun semangat berkesenian di Bali. “Kalau di sebuah desa ada yang bisa menari atau menabuh, pasti ada orang Kokar yang membina. Itu sangat membanggakan,” ujarnya sembari mengatakan kalau hingga saat ini ia masih menyematkan nama Kokar pada sekolah yang dipimpinnya.

Dalam acara reuni agung, dilaksanakan pula peluncuran buku biografi ‘I Gusti Bagus Nyoman Pandji Pengobar Taksu Seni Bali’ yang mengulas jasa besar IGBN Pandji di masa awal berdirinya Kokar (1961-1975) serta kesenian Bali. Satu buku lagi berjudul ‘60 Tahun Kokar-SMKI-SMKN Pujaanku’ yang berisi catatan sejarah perjalanan panjang mulai dari bernama Kokar (1960-1975), SMKI Bali (1975-1999), hingga SMKN 3 Sukawati (1999-sampai sekarang).

Selain peluncuran buku, reuni agung juga diisi dengan seminar bertema ‘Puspasari Kokar Bali’ yang menghadirkan delapan pembicara antara lain Prof. Dr. I Made Bandem, MA, AA Raka Payadnya, Prof. Dr. I Wayan Dibia, SST, MA, Dr. NLN Swasthi Wijaya Bandem, SST, MHum, Dr. I Wayan Senen, SST, MHum, Prof. Dr. I Wayan Rai S, MA, I Made Sidia, SSP, MSi, dan I Nyoman Suma Argawam, SH, MM. (gs)

Baca Juga  Dua PAW DPRD Kota Denpasar Resmi Dilantik, Pj. Sekda Made Toya Ucapkan Selamat Bertugas

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Pemkab Gianyar Gelar Mendak Ida Bhatara Padmasana, Diiring Peed Agung Menuju Padmasana Puspem Gianyar

Published

on

By

Peed Agung Mendak Ida Bhatara Padmasana
MENDAK IDA BHATARA: Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan prosesi mendak Ida Bhatara Padmasana di Padmasana Kantor Bupati Gianyar, yang dilanjutkan dengan Peed Agung mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Gianyar, Selasa (20/10). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan prosesi mendak Ida Bhatara Padmasana di Padmasana Kantor Bupati Gianyar, yang dilanjutkan dengan Peed Agung mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Gianyar, Selasa (20/10). Prosesi ini merupakan bagian dari rangkaian upacara piodalan di Padmasana Puspem Gianyar yang juga pada hari sebelumnya telah dilaksanakan prosesi melaspas Padmasana Puspem Gianyar, sebagai wujud sradha bhakti dan penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Bupati Gianyar I Made Mahayastra bersama Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun dan Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama turut mengikuti prosesi Peed Agung, mengiringi Ida Bhatara Padmasana dari Padmasana Kantor Bupati Gianyar menuju Padmasana Puspem Gianyar. Prosesi berlangsung khidmat, diiringi berbagai unsur upacara yang menambah suasana sakral sepanjang perjalanan menuju Padmasana Puspem Gianyar.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gianyar I Kadek Arnata menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan upacara di Padmasana Kantor Bupati Gianyar. Setelah rangkaian upacara awal selesai, prosesi dilanjutkan dengan Peed Agung atau iring-iringan suci mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Puspem Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini melibatkan para pemangku, pengayah, serta jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar yang bersama-sama ngayah dalam mendukung kelancaran pelaksanaan upacara.

“Peed Agung diiringi Paiketan Pemangku yang turut Nguncarang Bajra, Lelontekan Uparengga, serta Tabuh Agung Adi Merdangga, Rejang, Gebogan, serta Lantaran Putih,” jelasnya.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan ngayah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali. Selain menjadi bagian penting dalam rangkaian upacara, prosesi ini juga memperlihatkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian adat, tradisi, dan nilai-nilai spiritual yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Gianyar.

Baca Juga  FK Unud Inisiasi Kerja Sama Penelitian Bidang Genomik dengan Yayasan Satriabudi Dharma Setia

Melalui pelaksanaan upacara pemelaspasan hingga Piodalan Padmasana Puspem Gianyar ini, diharapkan seluruh rangkaian karya dapat berjalan dengan lancar dan labda karya, serta memohon kerahayuan, keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gianyar.

“Prosesi mendak dan Peed Agung ini menjadi momentum untuk memperkuat sradha bhakti sekaligus meneguhkan nilai menyama braya dan semangat ngayah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar, sebagai wujud harmonisasi antara kehidupan pemerintahan, adat, dan spiritualitas masyarakat Bali,” pungkas Arnata. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Rangkaian “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih” Pura Segara Serangan

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya di Pura Segara Serangan
HADIRI KARYA :Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian "Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, lan Mupuk Pedagingan" Pura Segara, Desa Adat Serangan, pada Soma Wage, Senin (19/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, lan Mupuk Pedagingan” Pura Segara, Desa Adat Serangan, pada Soma Wage, Senin (19/10).

Kehadiran Walikota Jaya Negara merupakan wujud dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya Bali yang menjadi pondasi kehidupan masyarakat.

Rangkaian prosesi hari itu, diawali dengan persembahan tari Pendet yang dibawakan para ibu-ibu dari Desa Adat Serangan. Alunan tetabuhan yang menggema sejak pagi, menambah khidmat prosesi karya yang juga turut dihadiri oleh para Anggota DPRD Kota Denpasar, jajaran Kecamatan Denpasar Selatan, jajaran Kelurahan Serangan, prajuru desa adat, serta krama pengempon pura.

Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan karya yadnya tidak hanya menjadi bentuk bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

“Karya seperti ini merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga bersama. Selain meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, pelaksanaan karya juga menjadi sarana mempererat rasa persaudaraan, gotong-royong, serta menjaga keharmonisan kehidupan sesuai ajaran Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara.

Ia berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan dengan lancar hingga penyineban serta memberikan kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh krama pengempon maupun masyarakat Kota Denpasar secara umum.

Sementara itu, Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha menjelaskan, puncak karya ini sendiri akan digelar bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat, pada Redite Kliwon, Minggu (25/10) mendatang.

Pihaknya juga  menyampaikan apresiasi atas kehadiran Walikota Denpasar beserta jajaran Pemerintah Kota Denpasar yang senantiasa memberikan perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan di tengah masyarakat.

Baca Juga  Luncurkan Fish-Go, Giri Prasta Dorong Generasi Muda Badung Ciptakan Aplikasi Bermanfaat bagi Masyarakat

Kehadiran pemerintah dinilai menjadi penyemangat bagi krama dalam menjaga kelestarian tradisi, adat, dan budaya Bali agar tetap lestari dari generasi ke generasi.

“Kami atas nama seluruh masyarakat Desa Adat Serangan, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Walikota dan seluruh jajaran, atas perhatian kepada kami di Desa Adat Serangan ini,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Karya Atma Wedana Kinembulan“ Desa Adat Taman, Bupati Adi Arnawa Ajak Rawat Pilar Adat

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Atma Wedana Kinembulan
HADIRI KARYA ATMA WEDANA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan, Manusa Yadnya di Desa Adat Taman, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen menguatkan sendi-sendi adat dan meringankan beban swadaya krama dalam melaksanakan kewajiban keagamaan. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dengan menggelontorkan bantuan hibah daerah sebesar Rp 500 juta saat pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan, Manusa Yadnya Memukur, Mepetik, Munggah Deha, dan Mepandes di Desa Adat Taman, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10).

Bantuan finansial bernilai strategis tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Wayan Adi Arnawa dan diterima langsung oleh Bendesa Adat Taman, I Made Tantra, di sela-sela prosesi upacara yang diikuti oleh ratusan krama pemilik sawa.

Puncak ritual keagamaan massal ini turut disaksikan oleh anggota DPRD Kabupaten Badung I Putu Dendy Astra Wijaya, perwakilan Dinas Kebudayaan Badung, Plt. Camat Abiansemal beserta unsur Tripika, Perbekel Taman, Ketua BPD, serta jajaran tokoh masyarakat setempat.

Dalam sembrama wacananya, Bupati menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh krama Desa Adat Taman yang telah bersatu padu dan menjaga spirit gotong-royong dalam menyelenggarakan upacara panca yadnya berskala besar ini.

“Karya Atma Wedana Kinembulan dan rangkaian Karya Manusa Yadnya ini bukan sekadar tradisi rutin, melainkan momen sakral kita untuk berbakti kepada leluhur sesuai ajaran haluan agama Hindu. Semangat gotong-royong yang terjalin erat di antara krama adalah modal sosial yang tak ternilai harganya,” ujar Adi Arnawa.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa persatuan krama merupakan pilar utama dalam mempertahankan kelestarian adat dan kebudayaan Bali di tengah arus modernisasi. Pihaknya berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, sidapurna, serta memancarkan kerahayuan bagi seluruh desa.

Sementara itu, Bendesa Adat Taman I Made Tantra mengucapkan terima kasih yang mendalam atas kepedulian Guru Wisesa atau Pemerintah Kabupaten Badung. Kehadiran pemimpin daerah beserta dukungan dana hibah ini diakui sangat meringankan beban pembiayaan krama desa.

Baca Juga  Update Covid-19 (20/10) di Bali, Pasien Sembuh Bertambah 105 Orang, Total Sembuh 9.788 Orang

Ia melaporkan bahwa pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan di Desa Adat Taman tahun ini sukses mengakomodasi keperluan adat krama dengan total keikutsertaan sebanyak 52 sawa sekah, 51 peserta potong gigi, dan 40 anak peserta upacara mepetik. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca