Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Wawali Jaya Negara Hadiri Karya Atma Wedana dan Penilapatian di Griya Reka Dwi Sari Bhuwana Desa Adat Padang Sambian

BALIILU Tayang

:

de
Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, SE menghadiri dan menyaksikan (nodya) Karya Atma Wedana dan Penilapatian pada Soma Umanis Bala, 21 Desember 2020 di Griya Reka Dwi Sari Bhuwana Desa Adat Padang Sambian, Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, SE menghadiri dan menyaksikan (nodya) Karya Atma Wedana dan Penilapatian yang puncaknya berlangsung pada Soma Umanis Bala, 21 Desember 2020 di Griya Reka Dwi Sari Bhuwana Desa Adat Padang Sambian, Denpasar. Karya Atma Wedana diikuti 31 pemilet (peserta-red) sedangkan Karya Penilapatian diikuti 37 pemilet dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Turut hadir pula Bandesa Adat Padang Sambian I Made Suparman, ST.

Ketua Panitia Karya Atma Wedana dan Penilapatian Jro Mangku I Wayan Sutasma yang didampingi Sekretaris JM I Ketut Adi Wibardi, SST Par. mewakili pemilet menyampaikan terimakasih kepada Wakil Walikota Denpasar Bpk IGN Jaya Negara yang sudah berkenan hadir di tengah-tengah warga yang sedang melaksanakan Karya Atma Wedana dan Penilapatian  pada Senin, 21 Desember ini. Selanjutnya masih ada rangkaian upacara yang berakhir pada 29 Desember 2020 dengan paletan upacara nyegara gunung, mendak nuntun, meajar-ajar hingga nilapati mepegat sot.

JM Sutasma lanjut menyampaikan puncak Karya Atma Wedana dan Penilapatian hari ini dengan paletan mapurwa daksina, kemudian metampiang, selanjutnya pralina puspa lingga dan terakhir nganyut puspa lingga di Segara Matahari Terbit.

Upacara Atma Wedana dan Penilapatian dipuput 3 Pandita Mpu.

Upacara dipuput oleh 3 Pandita Mpu, yaitu Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Smara Sanyasa Tenaya dari Griya Reka Dwi Sari Bhuwana Padang Sambian selaku pengrajeg karya, Ida Pandita Mpu Upadyaya Nanda Tenaya dari Griya Eka Sari Bhuwana Desa Panjer, dan Ida Pandita Mpu Dhaksa Siwa Putra Santi Yoga dari Griya Agung Pasek Sari Tegal, Desa Pemecutan Kelod.

JM Sutasma memaparkan, upacara atma wedana merupakan rangkaian upacara yang dilakukan setelah upacara pengabenan. Jika upacara pengabenan bertujuan untuk mengembalikan unsur-unsur panca maha bhuta, maka upacara atma wedana bertujuan untuk menyucikan sang hyang atma sehingga manunggal kembali dengan sang pencipta, atau yang disebut Atman Brahman Aikyam atau Atman dan Brahman (Tuhan) adalah satu.

Baca Juga  Serahkan 2 Unit Kendaraan, Gubernur Koster Terus Berjuang Menguatkan Desa Adat di Bali

Dengan demikian, penyucian sang hyang atma (suksma sarira) ini akan mengubah status sang hyang atma menjadi Dewa Pitara, atau biasa disebut Dewa Hyang atau Bhatara Kawitan yang dipuja agar senantiasa  memberikan bimbingan dan perlindungannya kepada keturunan yang ditinggalkan.

Sementara JM I Ketut Adi Wibardi mengimbuhkan serangkaian Karya Atma Wedana dan Penilapatian mengikuti protokol kesehatan yang ketat demi ikut mencegah penyebaran Covid-19.

Protokol kesehatan yang diterapkan selama pemilet mengikuti karya yakni maksimal pemilet yang diperkenankan masuk ke peyadnyan hanya 3 orang dan bisa secara bergilir. Peserta yang bergejala sakit tidak diperkenankan mengikuti rangkaian upacara. Peserta yang bersuhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius tidak diperkenankan mengikuti jalannya Karya Atma Wedana.

‘’Panitia juga mengimbau agar peserta selalu menjaga kesehatan selama berlangsungnya Karya Atma Wedana,’’ ujar JM Adi Wibardi seraya menyampaikan panitia selalu menertibkan dan mendisiplinkan wajib penggunaan masker yang benar, mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir atau memakai had sanitizer, dan mengatur jarak yang aman dari penularan virus Corona. Sarana untuk protokol kesehatan seperti hand sanitizer, wastafel dengan sabun tersedia di area upacara begitu juga tetap tersedia masker pengganti bagi pemilet yang kebetulan maskernya rusak, basah dll. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri “Pujawali” Merajan Agung Bendesa Manik Mas dan Arya Kanuruhan di Renon

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Hadiri Pujawali di Renon
HADIRI PUJAWALI: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Upacara Pujawali Merajan Agung Pretisentana Bendesa Manik Mas dan Upacara Dewa Yadnya Piodalan lan Bhuta Yadnya Mecaru Rsi Gana Pretisentana Sira Arya Kanuruhan Pangeran Tangkas Kori Agung Kelurahan Renon, Rabu (16/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Upacara Pujawali Merajan Agung Pretisentana Bendesa Manik Mas dan Upacara Dewa Yadnya Piodalan lan Bhuta Yadnya Mecaru Rsi Gana Pretisentana Sira Arya Kanuruhan Pangeran Tangkas Kori Agung Kelurahan Renon, Rabu (16/9).

Upacara tersebut dilaksanakan setelah proses renovasi bangunan merajan rampung dikerjakan. Dalam kesempatan tersebut Wawali Arya Wibawa juga menyerahkan punia. Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya beserta tokoh masyarakat setempat.

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan pelaksanaan upacara pujawali dan piodalan ini diharapkan dapat meningkatkan srada dan bhakti masyarakat. Dengan selesainya renovasi palinggih, pura pemerajan ini diharapkan dapat terus bermanfaat khususnya bagi krama pengempon di Kelurahan Renon.

Sementara Ketua Panitia Karya di Merajan Agung Pretisentana Bendesa Manik Mas Banjar Kelod Renon I Nyoman Bhiantara Lely mengucapkan terima kasih kepada Wakil Walikota dan jajaran Pemerintah Kota Denpasar.

“Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Denpasar, terutama Bapak Wakil Walikota yang sudah berkenan hadir menyaksikan upacara ini dan memberikan stimulan. Semoga ke depan para pengempon pura bisa menjalankan swadharma untuk kepentingan umat bersama,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Ketua Panitia Karya di Merajan Pretisentana Sira Arya Kanuruhan Pangeran Tangkas Kori Agung Banjar Tengah Kelurahan Renon I Made Dedy Suarnaya. Ia mengatakan upacara ini dilaksanakan sehubungan dengan selesainya pemugaran palinggih pura dan tembok penyengker.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar karena sudah membantu dalam pembangunan pura,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  I Wayan Arthana: Bonsai, Hiburan Positif di Tengah Pandemi
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Piodalan“ di Desa Adat Selat, Bupati Adi Arnawa Targetkan Penguatan Infrastruktur Pura

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri Piodalan Desa Adat Selat
HADIRI PIODALAN: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri Piodalan di Pura Alas Angker dan Pura Alas Arum Desa Adat Selat, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Selasa (15/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen memperkuat pembangunan infrastruktur daerah yang berjalan selaras dengan pelestarian adat, tradisi, dan kebudayaan Bali. Komitmen ini ditegaskan kembali oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat bertindak sebagai upasaksi dalam upacara Piodalan Pura Alas Angker dan Pura Alas Arum di Desa Adat Selat, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Selasa (15/9).

Kehadiran orang nomor satu di Badung tersebut disambut hangat oleh warga sebagai wujud nyata dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan karya suci krama. Bupati menyampaikan rasa syukur serta apresiasi atas kebersamaan para pemangku, perangkat desa, dan krama yang telah bergotong-royong menyukseskan pujawali tersebut.

Turut hadir Anggota DPRD Badung Putu Dendi Astra Wijaya, Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta Gunawan, Perbekel Desa Selat I Made Semawan, serta tokoh masyarakat setempat.

Menurut Bupati Adi Arnawa, keharmonisan antara pemerintah, desa adat, dan masyarakat menjadi pilar utama dalam menjaga keajegan Bali. Oleh karena itu, penataan sarana ibadah akan terus dikawal secara bertahap seiring dengan optimalisasi pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

“Kehadiran kami merupakan bentuk dukungan serta ikut menjadi upasaksi atas karya suci yang dilaksanakan masyarakat. Semoga melalui pemelaspasan dan pemeliharaan pelawatan di pura ini, kita semua senantiasa dianugerahi keselamatan dan kerahayuan,” ujarnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Selat Ida Bagus Made Anom melaporkan bahwa rangkaian Karya Piodalan, Ngodakan, serta Ngeratep Ida Bhatara Sakti ini telah bergulir sejak 16 Mei 2026. Prosesi diawali dengan pemugaran tiga bangunan pelinggih (termasuk Pelinggih Ida Ratu Mas) dan perbaikan pratima. Pembiayaan fisik tersebut bersumber dari pos anggaran Perubahan APBDes melalui bantuan hibah Pemkab Badung yang bersinergi dengan Pemerintah Desa Selat. Sedangkan operasional upakara dihimpun melalui urunan warga dan punia sukarela.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri Rapat Kerja Komisariat Wilayah Forsesdasi Provinsi Bali 2022

Setelah puncak piodalan, rangkaian upacara akan ditutup dengan prosesi Mepinton di Pura Dalem hari Rabu 16 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, pihak desa adat juga menyampaikan aspirasi terkait rencana penataan kawasan Pusat Desa (Pusdes) dan fasilitas umum Petang Pleban yang mencakup kawasan Puseh Desa, Alas Sangker, dan Alas Arum.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati beserta jajaran yang telah hadir. Kami berharap Pemkab Badung dapat memberikan dukungan paridana serta pengkondisian anggaran di masa mendatang untuk menata kembali pelinggih maupun sarana penunjang di kawasan tersebut,” harapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Karya Yadnya di Pura Dalem Sari, Bupati Adi Arnawa: Pariwisata Badung Berkembang karena Budaya

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Yadnya di Pura Dalem Sari
UPASAKSI: Bupati Adi Arnawa, hadir sebagai upasaksi saat Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, Melaspas dan Tawur Balik Sumpah Madya di Pura Dalem Sari, Br. Adat Kedampal, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Selasa (15/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung merealisasikan hibah upakara sebesar Rp 450 juta melalui APBD Perubahan TA 2026 untuk mendukung pelaksanaan rangkaian Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, Melaspas, Mupuk Pedagingan, dan Tawur Balik Sumpah Madya di Pura Dalem Sari, Br. Adat Kedampal, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal. Langkah ini menjadi bukti konkret komitmen pemerintah dalam meringankan beban krama sekaligus menjaga keberlangsungan adat, seni, dan budaya Bali.

Dukungan finansial tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang hadir sebagai upasaksi dalam acara Adining Yadnya, Selasa (15/9). Upacara yang berlangsung khidmat ini dipuput oleh Ida Pedanda Griya Lebah Manuaba, Ida Pedanda Griya Budha Saraswati Batuan (Gianyar), serta Ida Pedanda Istri Griya Magelung Baha selaku Tapini Karya.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menjaga eksistensi kebudayaan yang menjadi tiang utama sektor pariwisata daerah. “Pariwisata Badung berkembang pesat karena bernafaskan budaya, dan budaya itu hidup karena krama yang melestarikannya. Oleh karena itu, negara harus hadir untuk memastikan kesejahteraan masyarakatnya,” ujarnya.

Rangkaian karya suci yang telah dimulai sejak 29 Juli ini diramaikan oleh berbagai pementasan kesenian tradisi keagamaan Bali, seperti Wali Gong Tegak, Topeng, Wayang Lemah, Rejang Dewa, Baris Gede, dan Pesantian. Sinergi antara pemerintah dan krama pengempon diharapkan mampu memperkuat semangat menyama braya serta gotong-royong di tengah kehidupan sosial masyarakat.

Agenda keagamaan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Badung Putu Dendy Astra Wijaya, Camat Abiansemal, Perbekel Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kelian Banjar Adat, Prajuru Dinas, para pemangku, serta seluruh Prawartaka Karya. Seluruh rangkaian upacara adat di Pura Dalem Sari ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga prosesi penyineban pada 27 Oktober 2026 mendatang. (gs/bi)

Baca Juga  Pemkab Tabanan Gelar Dharma Shanti Penyepian Saka 1945

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca