Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Karya Penilapatian di Griya Reka Dwi Sari Bhuwana Padang Sambian, IPM Nabe Jaya Acharya Nanda: Nilapati Sempurnakan Atma Bersatu dengan Hyang Widhi

BALIILU Tayang

:

de
Karya Atma Wedana dan Penilapatian di Griya Reka Dwi Sari Bhuwana Desa Adat Padang Sambian, Denpasar pada Anggara Wage Ugu, 29 Desember 2020.

Denpasar, baliilu.com – Setelah melalui rangkaian upacara sejak Sukra Pon Prangbakat, 18 Desember 2020 (mebumi sudha), Soma Umanis Bala, 21 Desember 2020 puncak karya Atma Wedana, maka rangkaian pelaksanaan Karya Atma Wedana dan Penilapatian di Griya Reka Dwi Sari Bhuwana Desa Adat Padang Sambian, Denpasar berakhir pada Anggara Wage Ugu, 29 Desember 2020.

Pada acara yang berlangsung sejak pukul 04.00 Wita hingga 19.00 Wita ini dimulai dari upacara nyegara gunung, mendak nuntun, meajar-ajar,  matur sembah, Nilapati dan mepegat sot dan dilanjutkan Dewa Pitara budal ke linggih suang-suang. Karya Atma Wedana diikuti 31 pemilet (peserta-red) sedangkan Karya Penilapatian diikuti 37 pemilet dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Turut hadir pada upacara tersebut pengurus MGPPSR Provinsi Bali yang diwakili Bendahara Guru Bagus Sapta Tenaya dan Ketua Bidang Pembangunan Guru Made Jelada.

Ketua Panitia Karya Atma Wedana dan Penilapatian Jro Mangku I Wayan Sutasma yang didampingi Sekretaris JM I Ketut Adi Wibardi, SST Par. mewakili pemilet memaparkan pada Anggara Wage Ugu ini merupakan rangkaian terakhir dari upacara Atma Wedana dan Penilapatian. Pada upacara ini diawali upacara nyegara gunung di segara Matahari Terbit dilanjutkan mendak nuntun di Pura Dalem Puri, meajar-ajar di pedharman, matur sembah di Pura Penataran Agung Besakih dan diakhiri upacara Nilapati dan Mepegat Sot di Griya Reka Dwi Sari Bhuwana Desa Adat Padang Sambian sebelum budal ke linggih suang-suang.

Upacara Nilapati dipuput Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acharya Nanda dari Griya Mumbul Sari, Desa Srongga Gianyar.

Upacara Nilapati dipuput Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acharya Nanda dari Griya Mumbul Sari, Desa Srongga Gianyar didampingi para sulinggih di antaranya Ida Pandita Mpu Siwa Putra Dhaksa Santi Yoga Griya Agung Pasek Sari Tegal, Ida Pandita Mpu Jaya Ananda Yoga dari Griya Agung Banjar Gelogor,  dan Ida Pandita Mpu Upadhaya Nanda Tenaya dari Griya Reka Eka Sari Bhuwana Desa Adat Panjer.

Baca Juga  Update Covid-19 (4/1) di Bali, Pasien Sembuh Bertambah 131 Orang

Usai muput upacara, Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acharya Nanda dalam dharma wacananya menyampaikan fungsi dari upacara Nilapati adalah menghilangkan segala lara, roga, wighna, dasamala, pancamala, trimala supaya menjadi Siwa Shang Hyang Atma. Nila artinya noda dan pati artinya mati atau disebut noda kematian.

Disebutkan jika manusia mau lahir diharapkan dalam keadaan selamat, begitu juga manusia akan meninggal juga diharapkan agar selamat, maka Nilapati adalah upacara penebusan kelahirannya.

Ada kematian yang tidak selamat di antaranya salah pati, ulah pati, kapangawan, kapancabaya. Dimana belum waktunya pulang namun sudah dipanggil karena karmanya. Begitu juga dewa pitara yang kelebok di kawah candra gohmuka, kena upata, danda upadrawa. Maka upacara Nilapati ini sebagai penebus atau menunggalkan Atma dengan Ida Shang Hyang Widhi Wasa (moksha). Jika leluhur mengalami kelahiran kembali supaya selamat atau rahayu lahir ke Bumi.

Demikian juga jika semasa hidup tidak pernah mediksa, maka dengan demikian Nilapati menyempurnakan supaya bisa metunggulan ring Dang Guru Kawitan. Kawitan kita bukan lelulur saja. Sesuai Bhagawadgita, Aham Brahman maha yonin, Aham Brahman prajah titah. Akulah ayah dari semua makhluk ini dan akulah ibu dari semua makhluk ini yaitu Ida Shang Hyang Widhi Wasa.

Pengurus MGPSSR Bali ikut hadir yang diwakili Bendahara Guru Bagus Sapta Tenaya dan Ketua Bidang Pembangunan Made Jelada

Ketua Panitia Karya Atma Wedana dan Penilapatian Jro Mangku I Wayan Sutasma yang didampingi Sekretaris JM I Ketut Adi Wibardi, SST Par. mewakili pemilet menghaturkan angayubagya upacara Atma Wedana dan Penilapatian berjalan lancar sida sidaning don. Untuk itu panitia menghaturkan terimakasih kepada Ida Pandita Mpu yang sudah muput seluruh rangkaian upacara, kepada para undangan yang sudah hadir nodya memberikan doa, pihak desa adat yang sudah memberikan dukungan, guru wisesa, dan pemilet upacara serta semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu-persatu.

Baca Juga  Update Covid-19 (7/12) di Bali, Pasien Sembuh Terbanyak Tembus 313 Orang

Panitia juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak jika selama rangkaian upacara ini ada hal-hal yang kurang berkenan. (gde)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Prof. Suka Arjawa Jadi Guru Besar Pertama FISIP Udayana

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Gelar Pelatihan Kewirausahaan, UMKM Jadi Penopang Kestabilan Perekonomian Nasional

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Update Covid-19 (7/12) di Bali, Pasien Sembuh Terbanyak Tembus 313 Orang

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca