Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Penyerahan Apresiasi Lomba Pilem Mebarung dan Lomba Kreatif Denfest 2020

BALIILU Tayang

:

de
Penyerahan Apresiasi Lomba Pilem Mebarung dan Lomba Kreatif Denfest 2020, Jumat (8/1) di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Denpasar Festival 2020 yang digelar secara virtual selama pandemi Covid-19  berhasil mewadahi insan kreatif di Kota Denpasar dengan baik. Berbagai macam lomba yang digelar telah melahirkan yang terbaik dan apresiasi kepada para peserta diserahkan, Jumat (8/1) di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut hadir Kadis Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani, didampingi Ketua Pelaksana Harian Badan Kreatif (BKraf) Denpasar I Putu Yuliartha dan Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Denpasar I Wayan Hendaryana.

Salah satunya Pilem Mebarung adalah sebuah kompetisi film dokumenter antar-sekaa teruna se-Kota Denpasar yang diselenggarakan dengan tujuan mengangkat potensi setiap banjar melalui media film, khususnya film dokumenter.

Ketua Pelaksana Harian Badan Kreatif (BKraf) Denpasar I Putu Yuliartha, mengatakan penyelenggaraan Pilem Mebarung merupakan sinergi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Lembaga, dan Komunitas Kreatif yang ada di Kota Denpasar.

“Adapun pihak yang terlibat dalam rangkaian Pilem Mebarung antara lain Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, Denpasar Documentary Film Festival (DDFF) dan Forum Komunikasi OSIS Kota Denpasar. Dalam sinergi tersebut, BKraf Denpasar berperan sebagai penghubung dan peramu setiap potensi yang ada. Jadi ini adalah kerja bersama yang maksud utamanya adalah mengangkat potensi setiap banjar di Kota Denpasar melalui film documenter,” ujar Putu Yuliartha.

Menurut mantan Ketua Umum HIPMI Denpasar yang akrab disapa Putu Lengkong tersebut dengan melibatkan komunitas pemuda di masing- masing banjar, potensi yang ada di banjar tersebut akan terangkat lebih maksimal

“Jadi Film Dokumenter di sini merupakan pengungkit dari subsector kretaif lainnya di setiap banjar. Salah satu visi Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra dan wakilnya, IGN Jaya Negara untuk menjadikan seluruh banjar di Kota Denpasar sebagai creative hub yang saling bersinergi antara satu banjar dengan banjar lainnya. Melalui sinergi tersebut, potensi Kota Denpasar akan terangkat kembali ke seluruh dunia dan akan unggul di tengah persaingan ketat di masa Pandemi Covid-19,” jelasnya.

Baca Juga  Update Covid-19 (24/10) Kota Denpasar, 1 Pasien Meninggal, Kasus Sembuh Bertambah 19 Orang

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Denpasar I Wayan Hendaryana mengatakan Pilem Mebarung ini merupakan hasil inovasi pimpinan yang mengarahkan kerjasama antar-OPD , Lembaga dan komunitas dalam menyelenggarakan sebuah kegiatan. Di mana pada bagian hulu ditangani oleh Dinas Kebudayaan dan pada bagian hilir ditangani Dinas Pariwisata.

“Di antara keduanya tampil BKraf Denpasar sebagai hub yang mempertemukan kedua OPD dengan komunitas – komunitas yang menguasai bidang- bidang yang ada. Dengan pola ini sumber daya yang ada dapat dimaksimalkan dan hasilnya menjadi capaian sukses bersama,” papar Hendar.

Setelah melalui serangkaian sosialisasi, workshop, dan pendampingan Pilem Mebarung berhasil menjaring 344 karya. Dari 344 karya tersebut sebagian besar mengangkat potensi ogoh- ogoh di banjar mereka masing- masing.

Setelah mengalami seleksi ketat dengan Dewan Juri yang terdiri dari Agung Bawantara, I Putu Juniartha, dan Putu Marmar Herayukti terpilih Sembilan juara yakni Juara 1 “Geduh Agung” Sekaa Teruna Putra Kencana, Banjar Dauh Tangluk, Kesiman Dentim, Juara 2 “Potensi Alam” Sekaa Teruna Dharma Ghargita Banjar Suwung Batan Kendal, Kelurahan Sesetan, Densel, Juara 3 Ogoh- ogoh Seka Teruna Bhineka, Banjar Binoh Klod, Desa Ubung Kaja, Denut, Juara  Harapan 1  “Tedung Agung” Sekaa Teruna Yowana Saka Bhuwana, Banjar Tainsiat, Desa Dangin Puri Kaja Denut, Juara Harapan 2 “Pertiwi” Sekaa Teruna Eka Santhi, Banjar Tagtag Tengah, Kelurahan Peguyangan Denut serta Juara Harapan 3 “Sapuh Jagad” Sekaa Teruna Satya Dharma Kerti, Banjar Kaja Kelurahan Sesetan, Kecamatan Densel.

Salah satu perwakilan, ST. Putra Kencana, Banjar Dauh Tangluk, Kesiman, Gung Tra berharap semakin banyak lagi perhatian dari berbagai pihak untuk mewadahi insan- insan kreatif di Kota Denpasar.”Tentu keberlanjutan pegiat kreatif seni budaya di Kota Denpasar ini akan terlaksana dengan banyaknya wadah untuk mengembangkan diri,” ujarnya. (eka)

Baca Juga  Gubernur Koster Sambut Baik Keputusan Pembatasan Kegiatan Pengembanan Ajaran ‘Sampradaya’ Non-‘Dresta’ Bali di Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Update Covid-19 (2/10) di Kota Denpasar, Kasus Positif Bertambah 35 Orang, 1 Pasien Meninggal

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Ganggu Ketertiban Umum, Satpol PP Denpasar Amankan Pengamen dan Orang Linglung

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Astungkara, Pasien Sembuh Tembus 306 Orang Hari Ini di Bali

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca