Denpasar, baliilu.com – Sabtu, 23 Januari 2021 ini terasa istimewa bagi keluarga besar PDI Perjuangan Bali. Pasalnya, pada hari ini selain Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan calon terpilih bupati/wakil bupati dan walikota /wakil walikota Pilkada Serentak 2020, dimana 5 pasangan diperoleh kader-kader terbaik PDI Perjuangan, di saat yang sama berbarengan dengan ulang tahun ke-74 Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri.
‘’Astungkara, di hari yang istimewa ini kami bersyukur penetapan paslon terpilih pilkada berlangsung lancar dan sukses. Pilkada serentak 9 Desember 2020 lalu juga berjalan dengan baik, lancar, aman dan yang utama sukses dalam penyelenggaraan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, sehingga tidak ada klaster baru yang muncul. Dan pada hari ini yang sangat istimewa, yang kami syukuri adalah bertepatan Hari Ulang Tahun Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarno Putri yang ke-74,’’ terang Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Wayan Koster saat acara syukuran, Sabtu (23/1-2021) di Kantor Sekretariat DPD PDI P Provinsi Bali, Renon Denpasar.
Wayan Koster lanjut menyampaikan dari 6 pilkada serentak yang dilaksanakan di Bali, 5 kabupaten/kota dimenangkan oleh pasangan calon yang diusung oleh PDI Perjuangan. Dipaparkan untuk Kota Denpasar dimenangkan pasangan I Gusti Ngurah Jaya Negara berpasangan Kadek Agus Arya Wibawa dengan perolehan suara 81,21 persen. Kabupaten Badung melawan kotak kosong dimenangkan I Nyoman Giri Prasta berpasangan I Ketut Suiasa dengan memperoleh suara 94,63 persen. Kabupaten Tabanan pasangan I Komang Gede Sanjaya bersama Made Widi Wirawan memenangkan dengan perolehan suara 72,88 persen. Kabupaten Bangli pasangan Sang Nyoman Sedana Artha bersama I Wayan Diar dengan kemenangan suara 57,83 persen. Kabupaten Karangasem pasangan I Gede Dana dengan I Wayan Artha Dipa dengan kemenangan memperoleh suara 56,60 persen. Sedangkan Kabupaten Jembrana belum beruntung karena suaranya belum cukup untuk mencapai kemenangan.
‘’Astungkara, lima kabupaten kota pasangannya adalah kader-kader terbaik PDI Perjuangan,’’ ujarnya.
Dalam kaitan tersebut, Wayan Koster menyampaikan terimakasih kepada KPU, Bawaslu, pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan pengamanan pemilu, Polri dan TNI serta berbagai elemen masyarakat atas keberhasilan dalam penyelenggaraan pilkada serentak tersebut.
Acara syukuran DPD P Provinsi Bali usai penetapan paslon terpilih Pilkada Serentak 2020 sekaligus perayaan HUT ke-74 Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri
‘’Kami mewakili partai, mewakili masyarakat pemilih PDI Perjuangan mengucapkan terimakasih yang tulus kepada seluruh masyarakat Bali yang telah berpartisipasi di dalam mengikuti pilkada dan memberikan suara pada pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan sehingga astungkara 5 kabupaten kota dapat dimenangkan pasangan calon,’’ ujar mantan anggota DPR-RI tiga periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.
Wayan Koster berharap agar nantinya pasangan kepala daerah dan wakil yang sudah terpilih yang akan dilantik 17 Februari 2021 oleh Gubernur Bali agar melaksanakan tugas sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab mengemban misi masyarakat sebagai mana disampaikan dalam visi misi saat kampanye.
‘’Itu menjadi janji dan sekaligus harapan dan aspirasi masyarakat. Tentu kami akan berjuang sepenuhnya secara bergotong-royong, bahu-membahu agar pasangan kepala daerah yang terpilih dapat menjalankan tugasnya dengan berhasil di wilayahnya masing-masing,’’ ujar alumnus ITB Bandung ini.
Wayan Koster berharap misi pembangunan daerah Bali yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru itu betul-betul dapat dijalankan sebaik-baiknya di semua wilayah Provinsi Bali. Tentu dari partai mana pun agar demi Bali, Bali dikelola dengan baik, pembangunannya agar dijalankan dalam satu kesatuan wilayah, satu pulau, satu pola dan satu tata kelola yang dikemas dengan kearifan lokal di Provinsi Bali.
Rasa syukur dan kebahagiaan juga dirasakan keluarga besar PDI Perjuangan berkat bimbingan Ketua Umum Megawati Soekarno Putri dimana semua kader partai di Bali dapat menjalakan tugas dengan baik sehingga PDI Perjuangan mendapat kepercayaan dari masyarakat yang dibuktikan pada pemilu serentak 2019 dimana, PDI Perjuangan mampu meraih suara yang cukup signifikan. Untuk suara DPR-RI 6 dari 9 kursi diperoleh dari PDI Perjuangan. Untuk DPRD Provinsi 33 dari 55 kursi atau 60 persen, Badung memperoleh 28 kursi dari 40 kursi, Tabanan meraih 28 dari 40, Jembrana memperoleh 18 dari 35 kursi, Buleleng memperoleh 18 dari 45 kursi, Karangasem memperoleh 12 dari 45 kursi, Bangli memperoleh 16 dari 35 kursi, Klungkung memperoleh 8 dari 30 kursi, dan Denpasar memperoleh 22 dari 45 kursi. Serta yang utama adalah Pilpres Joko Widodo dengan KH Ma’ruf Amin meraih 91,67 persen.
Pada perayaan HUT ke-74 Ketua Umum PDI P ini, juga diisi dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua DPD PDI P Bali yang kemudian dibagikan kepada paslon pemenang pilkada. (gs)
MUSANCAB: Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta berfoto bersama usai membuka Musancab PDI-P se-Kabupaten Badung di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1). (Foto: bi)
Badung, baliilu.com – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta membuka secara resmi Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung yang dilaksanakan di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1).
Turut hadir pada kesempatan ini, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung Wayan Adi Arnawa, Bendahara DPC PDI Perjuangan Badung Bagus Alit Sucipta beserta seluruh fraksi dan pengurus PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung.
Musancab merupakan agenda penting partai dalam rangka konsolidasi organisasi dan penguatan struktur kepengurusan di tingkat anak cabang. Kegiatan ini juga menjadi wadah evaluasi kinerja organisasi sekaligus penyusunan langkah strategis partai ke depan.
Dalam arahannya, I Nyoman Giri Prasta menekankan pentingnya soliditas, kedisiplinan, serta loyalitas kader terhadap garis perjuangan partai. Ia menyampaikan bahwa kekuatan PDI Perjuangan terletak pada kerja gotong-royong dan kedekatan kader dengan rakyat, sehingga seluruh jajaran partai diharapkan terus hadir di tengah masyarakat dan memperjuangkan aspirasi rakyat secara konsisten.
“Saya ingatkan agar Musancab tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghasilkan kepengurusan anak cabang yang kuat, solid, dan siap bekerja untuk membesarkan partai serta mengawal program-program kerakyatan. Saya harapkan agar kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan sebagai wujud komitmen PDI Perjuangan dalam memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat bawah,” ujarnya. (gs/bi)
PERTEMUAN: Pertemuan Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster dengan cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025 di Denpasar. (Foto: ist)
Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster akhirnya menepati janji untuk bertemu cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025. Gubernur Koster mendatangi kediaman De Gadjah di Denpasar. Pertemuan kedua tokoh politik Bali ini dilakukan penuh kekeluargaan.
Jalinan persahabatan, kekeluargaan, penuh ramah, dan canda tampak dalam diskusi yang berlangsung dua jam itu. Gubernur Koster dan De Gadjah yang juga Ketua DPD Gerindra Bali mengajak agar krama Bali bersatu dan kondusif sehingga pembangunan Bali ke depan berjalan lancar, nyaman dan sukses.
“Pertemuan hanya berdua sebagai sesama sahabat, sifatnya kekeluargaan, ramah, dan penuh canda sama seperti suasana sebelum Pilkada 2024, karena memang berdua bersahabat baik sejak lama,” kata Gubernur Koster usai pertemuan.
Dalam durasi waktu pertemuan selama dua jam itu, Koster dan De Gadjah juga santap siang bersama dan ngopi bareng. Suasananya terasa begitu hidup dan bersemangat.
“Suasana menjadi semakin hidup, karena ngobrol sambil menikmati hidangan kopi dan nasi goreng,” tambah Ketua DPD PDIP Bali ini.
De Gadjah secara langsung mengucapkan selamat kepada Wayan Koster atas terpilihnya sebagai Gubernur Bali lima tahun. Moment ini digunakan untuk penyampaian langsung meski sebelumnya telah disampaikan melalui pesan singkat WhatsApp pada 27 November 2024 lalu.
Kemudian, baik Koster dan De Gadjah sepakat dan berkomitmen Pilkada telah selesai, dan saatnya masyarakat Bali diajak bersatu, agar Bali kondusif. Krama Bali juga diajak untuk mendukung program pembangunan Bali ke depan agar berjalan sesuai harapan bersama.
De Gadjah juga mengaku akan mendukung program kerja Gubernur Koster selama program ini demi kemajuan dan kebaikan Bali. De Gadjah berharap Gubernur Koster berkomitmen menjalankan program-program yang disampaikan saat kampanye dan simakrama bersama krama Bali.
Gubernur Koster juga menyampaikan, keduanya sepakat segera mengatasi masalah serius dan mendesak di Bali, seperti sampah, macet, infrastruktur dan air. Serta sangat mendukung pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi agar bisa terlaksana ke depan. (*/gs)
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda. (Foto : dpr.go.id)
Jakarta, baliilu.com – Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mengungkapkan pihaknya akan membahas tentang jadwal pelantikan Kepala dan wakil kepala daerah terpilih dalam Pilkada serentak 2024. Pembahasan tersebut akan dilakukan Komisi II bersama dengan mitra, yaitu Menteri Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mendatang.
“Komisi II DPR RI akan segera mengundang saudara Mendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP untuk merumuskan opsi-opsi pelantikan sebagaimana yang kita tahu,” kata Rifqinizamy kepada awak media di Jakarta, Rabu (15/1/2025).
Dijelaskannya, ada dua opsi usulan jadwal pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024, baik kepala daerah terpilih yang bersengketa maupun yang tidak bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Pertama, pelantikan seluruh kepala daerah terpilih dilaksanakan serentak setelah seluruh putusan MK berkekuatan hukum (incratch). Diperkirakan proses sengketa pilkada di MK akan selesai pada 12 Maret 2025 mendatang.
Selain itu, lanjut Politisi dari Fraksi Partai Nasdem ini, ada opsi kedua di mana pelantikan akan dilaksanakan serentak terlebih dahulu, hanya untuk kepala daerah terpilih yang tidak bersengketa, yakni pada 7 Februari 2025 untuk gubernur dan 10 Februari 2025 untuk bupati dan walikota. Hal itu berdasarkan peraturan presiden yang ada, pelantikan gubernur dan wakil gubernur digelar pada 7 Februari 2025 dan pelantikan bupati-wakil bupati serta walikota-wakil walikota digelar pada 10 Februari 2025.
Meski demikian, Politisi Fraksi Partai NasDem ini mengakui bahwa dinamika menuju proses pelantikan kepala daerah secara serentak hasil Pilkada 2024 terdapat dilema atau problematika hukum. Di mana Putusan MK Nomor 46 Tahun 2024 menyatakan bahwa pelantikan baru bisa dilaksanakan setelah seluruh sengketa di MK selesai atau telah mendapatkan putusan yang berkekuatan hukum, kecuali yang akan melaksanakan pemilihan ulang, penghitungan suara ulang atau pengulangan pilkada karena adanya keadaan mendesak.
Namun, di sisi lain ada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, Pasal 160 dan 160A yang menyebutkan bahwa tahapan pelantikan adalah satu konsekuensi dari penetapan yang dilakukan KPU di provinsi, kabupaten, kota, yang waktunya telah diatur sedemikian rupa.
“Sehingga kalau menunggu putusan MK usai semua pada pertengahan Maret 2024, maka ada kecenderungan juga melanggar dua pasal undang-undang ini,” jelasnya yang dikutip dari laman dpr.go.id. (gs/bi)