Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tito Karnavian: Jadikan Vaksinasi Tingkat Banjar di Bali sebagai Contoh di Indonesia

BALIILU Tayang

:

de
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Muhammad Tito Karnavian bersama Gubernur Bali Wayan Koster saat kunjungannya di Bali.

Ubud, baliilu.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Muhammad Tito Karnavian dihadapan Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pelaksanaan vaksinasi berbasis banjar yang dipimpin oleh Bupati Gianyar Made Mahayastra bisa dijadikan contoh untuk wilayah lain di Pulau Bali termasuk di Indonesia. Model vaksinasi berbasis banjar ini bisa berjalan sangat tertib, tidak terjadi kerumunan, dan yang utama adalah jumlah warga yang divaksin bisa diselesaikan dalam waktu yang cepat dan terukur targetnya.

“Jujur saya sangat kagum melihat kertertiban di sini. Karena tidak banyak daerah yang menerapkan vaksinasi di tingkat banjar, yang ada biasanya tingkat desa dan kampung. Sehingga tingkat banjar ini sangat tertib dan tidak terjadi kerumunan, prosesnya berjalan lancar,” ujar Mendagri Tito dihadapan Gubernur Wayan Koster, Kapolda Bali Irjen. Pol. Drs. Putu Jayan Danu Putra, Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Candra Wijaya, Danrem 163/Wira Satya yaitu Brigjen TNI Husein Sagaf, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra dan Bupati Gianyar I Made Mahayastra dalam kunjungannya ke Banjar Tegallantang, Ubud, Gianyar, Selasa (23/3).

Selain meninjau vaksinasi di Ubud, Mendagri dan Gubernur Bali juga meyempatkan waktunya meninjau vaksinasi di Hotel Prama Sanur, Denpasar. Dihadapan para pekerja wisata, Tito yang didampingi Wayan Koster menegaskan dirinya sengaja berkunjung ke Bali untuk melihat program vaksinasi. ‘’Karena kami (Pemerintah Pusat, red) sangat ingin membangkitkan pariwisata Bali yang terdampak akibat pandemi Covid-19,’’ ujarnya.

“Pekerja pariwisata adalah tulang punggung di Bali dan Bali pusatnya pariwisata, sehingga saya berterimakasih kepada bapak Gubernur Koster kegiatan vaksinasi ini sudah tertib dan tidak terjadi kerumunan seperti di beberapa daerah lainnya. Jadi tujuan kita ingin Bali bisa bangkit seperti dulu lagi, bahkan lebih dan hidup sebagai pusat pariwisata dunia,” pungkasnya yang disambut tepuk tangan oleh pekerja pariwisata di Sanur.

Kunjungan yang dilakukan Mendagri Tito Karnavian di Ubud (Gianyar) dan di Sanur (Denpasar), merupakan wujud perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada Bali. Gubernur Koster melaporkan kepada Mendagri bahwa Menteri Kesehatan bersama Gubernur Bali telah menetapkan 3 Zona Hijau yaitu Ubud (Gianyar), Sanur (Denpasar), Nusa Dua (Badung) Zona yang aman dari Covid-19. Tiga kawasan ini mulai divaksin pada hari Senin 22 Maret 2021 dan paling lambat selesai tanggal 4 April 2021 (14 hari). Total yang divaksin di 3 kawasan ini mencapai 170.487 orang, kawasan Ubud, meliputi Kelurahan Ubud, Kedewatan, Sayan, dan Petulu total sebanyak 47.045 orang; Kawasan Nusa Dua dan sekitarnya, meliputi ITDC, Kelurahan Benoa, Tanjung Benoa, Jimbaran, dan Tuban total sebanyak 87.715 orang; dan kawasan Sanur, meliputi Desa Sanur, Sanur Kauh, serta Sanur Kaja total sebanyak 35.727 orang.

Tidak hanya di 3 kawasan tersebut mendapatkan vaksinasi, namun juga 6 kabupaten/kota yang lain. Gubernur telah melakukan rapat dengan bupati walikota se-Bali untuk memprioritaskan suatu kawasan Zona Hijau. Sampai saat ini, tercatat kelompok masyarakat yang sudah divaksin secara tuntas adalah tenaga kesehatan sebanyak 44.426 orang (112,23%). Sedangkan kelompok masyarakat yang sedang divaksinasi, masih berjalan sampai saat ini meliputi lansia, pelayan publik (petugas keamanan, pegawai pemerintah, petugas transportasi, pelaku pariwisata, pasar swalayan, pedagang pasar, tenaga pendidik, pegawai Bandara Ngurah Rai, pegawai pelabuhan, pegawai perbankan, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, atlet, dan wartawan, red) hingga masyarakat perkotaan.

“Perlu saya laporkan kepada Bapak Mendagri bahwa vaksinasi di Ubud, Gianyar dilaksanakan secara bergotong-royong. Bahkan Bupati Gianyar Made Mahayastra telah menugaskan setiap kepala OPD di Pemkab Gianyar untuk bertanggung jawab penuh memimpin suksesnya vaksinasi yang ada di setiap tingkat banjar di Ubud ini. Karena ini gotong-royong, maka pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Ubud tidak ada APBD yang keluar,” ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur Koster dihadapan Mendagri, Tito Karnavian juga melaporkan perkembangan Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Provinsi Bali, pelaksanaan percepatan vaksinasi di wilayah Bali, serta upaya pemulihan ekonomi dan pariwisata Bali di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar pada, Selasa (23/3) pagi.

Dalam laporannya, mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, ‘’Secara keseluruhan kami evaluasi pelaksanaan PPKM berbasis desa/kelurahan/desa adat di Bali sudah berjalan dengan baik dan sesuai Instruksi Mendagri Nomor 6 Tahun 2021 yang kemudian sudah ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 7 Tahun 2021. Sehingga PPKM yang mulai dilaksanakan per hari ini (23/3) hingga 5 April 2021 mendatang kami harap dapat berjalan dengan baik.’’

Sementara terkait vaksinasi, Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini melaporkan sampai tanggal 22 Maret 2021 jumlah penduduk yang sudah divaksinasi sebanyak 173.206 orang, dan yang belum sebanyak 2.826.794 orang. “Kami harapkan vaksinasi di Bali rampung dalam 100 hari, dari tanggal 22 Maret – 30 Juni 2021, atau target per harinya mencapai 40 ribu hingga 50 ribu orang sudah mendapatkan vaksinasi,” tegasnya.

Guna mendukung suksesnya vaksinasi, ‘’Kami melibatkan hampir 3.000 orang vaksinator yang berasal dari tenaga kesehatan (nakes) RS pemerintah dan swasta termasuk bidan dan perawat serta unsur TNI/POLRI. Di samping juga tenaga pendukung sebanyak 12.000 orang yang berasal dari nakes maupun nonnakes.

“Pencapaian target vaksinasi sangat tergantung dengan jumlah vaksin yang dialokasikan pemerintah pusat untuk Bali, mengingat ketersediaannya yang terbatas. Saya berupaya keras agar Bali mendapat alokasi yang mencukupi, untuk mempercepat pembentukan kekebalan komunitas guna mencegah penularan Covid-19. Pencapaian ini sangat penting untuk membangun kepercayaan masyarakat dalam rangka pemulihan pariwisata Bali,” jelas Wayan Koster.

Sebagai penutup, Gubernur lulusan ITB ini menyampaikan upaya – upaya penanggulangan ekonomi yang selama ini sangat bergantung pada sektor pariwisata. Kata Koster, Bali sudah saatnya mulai mengurangi ketergantungan pada sektor pariwisata dengan menyeimbangkan struktur dan fundamental perekonomian Bali antara sektor pariwisata dengan pertanian dan industri.

“Sebelumnya kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (PDRB) lebih dari 54%, Bali sangat bergantung pada pariwisata. Ini menjadi pelajaran yang sangat penting, agar kita tidak menggantungkan diri pada satu sektor, maka kita akan bangun sektor lainnya. Namun tetap memperbaiki pariwisata kita, menuju pariwisata yang berkualitas,” pungkasnya. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp 3,091 Miliar

Published

on

By

Stand UMKM Buleleng Festival 2026
Suasana stand UMKM pada pelaksanaan Buleleng Festival 2026. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pelaksanaan Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Minggu (23/8). Selama lima hari penyelenggaraan, festival ini berhasil mencatatkan perputaran ekonomi sebesar Rp 3,091 miliar lebih. Diperkirakan sampai akhir kegiatan, perputaran ekonomi mencapai Rp 3,6 miliar lebih.

Angka tersebut menjadi bukti nyata bahwa produk UMKM lokal Buleleng sangat digemari masyarakat, wisatawan domestik maupun mancanegara. Buleleng Festival 2026 diikuti sebanyak 105 UMKM lokal dari berbagai sektor, antara lain kriya, kuliner, olahan pangan, dan fashion. Para pelaku usaha tersebut tersebar di tiga zona, yakni Zona A sebanyak 48 tenan, Zona B sebanyak 38 tenan, dan Zona C sebanyak 19 tenan.

“Selama enam hari ini masyarakat telah menyaksikan dan merasakan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan kreativitas warga Buleleng yang memancarkan energi positif bagi pariwisata dan perekonomian daerah,” ujar Bupati Sutjidra.

Dari sisi ekonomi, Bupati menegaskan festival ini membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM untuk menampilkan produk kreatif dan kuliner khas Buleleng. Selain itu juga memperkuat jaringan pasar dan memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk berkarya. Sementara dari sisi budaya, pemerintah daerah berhasil memfasilitasi pelestarian dan inovasi, di mana tradisi bertemu kreativitas modern sehingga budaya Buleleng tetap relevan dan hidup.

Bupati Sutjidra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, seniman, komunitas, pelaku usaha, hingga aparat keamanan dari Polres Buleleng dan Kodim 1609/Buleleng. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh perangkat daerah, Kelian Desa Adat Buleleng, Prajuru Banjar Adat, sponsor, relawan, dan seluruh pengunjung yang telah menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama festival berlangsung.

“Terima kasih kepada seluruh pengunjung Buleleng Festival yang telah menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan lingkungan, sehingga Buleleng Festival tahun 2026 dapat berjalan nyaman, aman, tertib dan asri,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membawa semangat “Uriping Rasa” ke kehidupan sehari-hari: terus melestarikan budaya, saling menghargai, memperkuat gotong royong, dan mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan. Pemkab Buleleng juga berkomitmen akan terus mendukung pengembangan kebudayaan dan ekonomi kreatif melalui program-program yang berpihak kepada pelaku seni dan UMKM.

“Semoga hasil dan semangat festival ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Buleleng,” tutup Bupati Sutjidra. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Cegah Kriminalitas dan Trek-trekan, Polsek Dentim Intensifkan Patroli Subuh di Wilayah Denpasar

Published

on

By

Personel Polsek Denpasar Timur melaksanakan patroli subuh di kawasan Renon dan sekitarnya untuk cegah gangguan Kamtibmas.
PATROLI: Polsek Denpasar Timur (Dentim) mengintensifkan kegiatan patroli subuh di sejumlah wilayah yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas, Senin (24/8/2026) dini hari. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif pada waktu dini hari, Polsek Denpasar Timur (Dentim) mengintensifkan kegiatan patroli subuh di sejumlah wilayah yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas, Senin (24/8/2026) dini hari.

Dipimpin oleh Perwira Pengawas (Pawas) Iptu I Ketut Sudarsana, S.H.,M.H., patroli menyasar sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Renon, Jalur 11, Bundaran Renon, Lapangan Bajra Sandhi, Kantor KPU di Jalan Raya Puputan Renon, serta seputaran Jalan Tohpati.

Dalam kegiatan tersebut, personel melaksanakan patroli preventif sekaligus pemantauan terhadap aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak muda yang masih berkumpul hingga dini hari. Petugas juga memberikan imbauan Kamtibmas agar tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, tidak melakukan aksi trek-trekan, serta mengajak masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing demi menjaga keamanan dan ketertiban.

Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., mengatakan kegiatan patroli secara rutin dan preventif akan terus ditingkatkan, khususnya pada jam-jam rawan, sebagai upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas.

“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi kriminalitas, trek-trekan maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu Kamtibmas. Kami mengimbau masyarakat, khususnya anak muda, agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bangkitkan Semangat Anak-anak Korban Gempa, Kapendam IX/Udayana Turun Langsung Dampingi Trauma Healing di Manggarai

Published

on

By

Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution berinteraksi dengan anak-anak korban gempa di posko pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
TRAUMA HEALING: Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution turut hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, melaksanakan trauma healing khususnya anak-anak di posko pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, pada Senin (24/8/2026). (Foto: Pendam IX)

Manggarai, NTT, baliilu.com – Pascabencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), prajurit Kodam IX/Udayana terus menunjukkan komitmen dan kepedulian dalam membantu masyarakat terdampak. Tidak hanya dalam penanganan kondisi darurat, prajurit juga hadir memberikan dukungan sosial dan psikologis guna membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.

Berbagai upaya dilakukan jajaran Kodam IX/Udayana, mulai dari menyiapkan posko pengungsian, memberikan pelayanan kesehatan, mendirikan dapur lapangan, hingga menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat, termasuk menjangkau warga di wilayah pelosok dan lokasi yang sulit diakses. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk senantiasa hadir dan membantu masyarakat dalam setiap situasi, khususnya ketika menghadapi bencana.

Sejalan dengan upaya tersebut, Prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 834/WM pada Senin (24/8/2026) melaksanakan kegiatan pembersihan Posko Pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, bersama warga setempat. Kegiatan dilakukan secara gotong-royong untuk menciptakan lingkungan pengungsian yang bersih dan sehat sekaligus meminimalkan risiko munculnya berbagai penyakit selama masyarakat masih berada di lokasi pengungsian.

Tidak berhenti pada aspek kebersihan lingkungan, prajurit Yonif TP 834/WM juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi para korban bencana, khususnya anak-anak. Melalui permainan, interaksi, dan berbagai kegiatan yang membangun suasana positif, prajurit berupaya membantu mengurangi rasa takut dan kecemasan yang dialami masyarakat, sekaligus menumbuhkan kembali semangat dan rasa percaya diri setelah menghadapi bencana.

Di tengah-tengah kegiatan tersebut, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution turut hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya anak-anak di posko pengungsian. Kapendam memberikan motivasi serta mengajak anak-anak untuk tetap bersemangat, bermain, dan tidak larut dalam kesedihan akibat bencana yang mereka alami.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan, penanganan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga bagaimana memastikan kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak, mendapat perhatian.

“Pascabencana, kebutuhan masyarakat bukan hanya makanan, tempat tinggal dan pelayanan kesehatan. Kita juga harus memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis mereka, khususnya anak-anak. Karena itu, kegiatan trauma healing menjadi bagian penting untuk membantu mengembalikan rasa aman, keceriaan dan semangat mereka,” ujar Kapendam.

Menurutnya, keterlibatan prajurit dalam berbagai kegiatan di posko pengungsian merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Kebersihan lingkungan, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan hingga pendampingan psikologis dilaksanakan secara terpadu agar masyarakat dapat melalui masa pemulihan dengan lebih baik.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa mereka tidak sendiri. Prajurit Kodam IX/Udayana akan terus hadir bersama masyarakat, membantu sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki. Semangat gotong-royong seperti yang kita lihat hari ini menjadi kekuatan penting dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana,” tegasnya.

Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan semangat Kemanunggalan TNI dan rakyat, di mana prajurit bersama masyarakat bahu-membahu menjaga lingkungan, memberikan dukungan dan membangun kembali optimisme di tengah situasi pascabencana. Kehadiran prajurit di posko pengungsian diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara nyata, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan keyakinan bahwa masyarakat terdampak akan terus mendapatkan perhatian hingga proses pemulihan berjalan secara optimal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca