Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Update Covid-19 (27/3), Total Meninggal Dunia 1.111 Orang, Pasien Sembuh Bertambah 125 Orang

BALIILU Tayang

:

de

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali I Made Rentin menyampaikan perkembangan Covid-19 di Provinsi Bali, Sabtu (27/3-2021) ini terjadi pertambahan terkonfirmasi positif sebanyak 145 orang yang terdiri dari 124 orang melalui transmisi lokal, 20 PPDN dan 1 PPLN. Namun di hari yang sama terjadi pertambahan pasien sembuh mencapai 125 orang, dan 5 orang meninggal dunia.

Dengan demikian, jumlah kasus secara kumulatif sebagai berikut. Kasus terkonfirmasi positif sebanyak 39.202 orang, pasien sembuh sebanyak 36.423 orang (92,91%), dan meninggal dunia 1.111 orang (2,83%). Kasus aktif per hari ini menjadi 1.668 orang (4,25%).

Sementara itu, informasi dari Satgas Nasional menyebutkan perkembangan Covid secara nasional sebagai berikut. Terkonfirmasi positif sebanyak 4.461 orang, sehingga total positif Covid-19 menjadi 1.492.002 orang. Pasien sembuh terjadi pertambahan sebanyak 4.243 orang sehingga total menjadi 1.327.121 orang. Meninggal dunia 198 orang, sehingga menjadi 40.364 orang.

SE Nomor 07 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, Surat Edaran ini mulai berlaku pada hari Selasa (Anggara Pon, Warigadean), tanggal 23 Maret 2021 sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. Hal ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran Covid-19 di masyarakat.

Dalam Surat Edaran ini terdapat beberapa pengaturan baru yang merupakan perubahan dari Surat Edaran terdahulu (Surat Edaran Nomor 06 Tahun 2021). Di antaranya, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Baca Juga  Istri Sedana Arta Ikut Dampingi Suami Serap Aspirasi Masyarakat Kintamani

Masyarakat juga diharapkan agar selalu disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan menaati aturan serta diimbau untuk tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bali Jadi Percontohan Program Digitalisasi Bansos, Gubernur Koster Siap Tancap Gas Sukseskan

Published

on

By

digitalisasi bansos bali
RAKOR: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dan Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Perluasan Piloting Digitalisasi Bansos di 43 kabupaten/kota yang berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja Lantai 3 Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (30/6/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster siap tancap gas untuk menyukseskan program digitalisasi bantuan sosial (bansos) yang dilaksanakan pemerintah pusat. Komitmen tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dan Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Perluasan Piloting Digitalisasi Bansos di 43 kabupaten/kota yang berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja Lantai 3 Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Rakor yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian itu juga membahas rencana kunjungan kerja Presiden RI untuk meninjau progres pelaksanaan piloting digitalisasi bansos di Surabaya dan Bali pada Juli mendatang.

Gubernur Koster menyampaikan terima kasih karena Provinsi Bali menjadi salah satu daerah percontohan dalam penerapan digitalisasi bantuan sosial.

“Kami memandang program ini sangat penting dan memang harus segera diterapkan untuk penyaluran bansos yang lebih tepat sasaran dan akuntabel. Jadi, kami sangat mendukung program ini,” ujarnya.

Menindaklanjuti arahan terkait penerapan program tersebut, Provinsi Bali telah menyusun sejumlah tahapan. Namun, ia mengakui sejauh ini capaian Bali berdasarkan indikator jumlah pendaftar masih belum memuaskan. “Ini karena dalam dua minggu terakhir di Bali banyak hari raya. Sepulang dari rakor ini, kami akan tancap gas. Secara sistem, kami telah menyusun tahapan yang konkret untuk dilaksanakan,” ujarnya.

Bahkan, Gubernur Koster menargetkan proses pendaftaran dapat rampung paling lambat pada akhir Juli 2026. “Bali ini kecil, jadi seharusnya bisa lebih cepat,” imbuhnya.

Guna mempercepat proses pendaftaran, pada kesempatan tersebut Gubernur Koster juga berharap adanya dukungan agen pendamping dalam jumlah memadai agar dapat menjangkau hingga wilayah banjar dengan lebih cepat. “Terkait rencana kunjungan Bapak Presiden, kami akan menyiapkan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Baca Juga  Hadiri Pengukuhan Pasemetonan Ageng Trah Arya Kuthawaringin, Wagub Cok Ace Ingatkan Spirit Sapu Lidi

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan program ini. Ia meminta kepala daerah yang wilayahnya menjadi percontohan untuk menjaga kekompakan agar target pendaftaran dapat segera tercapai.

Secara khusus, Luhut mengapresiasi Provinsi Bali yang menunjukkan keseriusan dalam mengawal program ini. “Paling lambat, saya harap akhir Agustus pendaftaran telah rampung sehingga peluncuran bisa dipercepat,” ujarnya.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan, rakor ini digelar dalam rangka mendukung transformasi ketepatan sasaran penyaluran program perlindungan sosial melalui pemanfaatan Digital Public Infrastructure (DPI), serta perluasan piloting digitalisasi perlindungan sosial (perlinsos) pada 43 kabupaten/kota. Tito mengatakan percepatan ini diharapkan menjadi cikal bakal Government Technology (GovTech).

Selain Luhut, hadir pula Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Muhammad Yusuf Ateh, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, serta pejabat terkait lainnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wujudkan Bali Mandiri Energi, Pemprov Bali Dukung Proyek Percontohan Energi Arus Laut di Nusa Penida

Published

on

By

Energi Nusa Penida
SOSIALISASI: Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra saat menghadiri Sosialisasi Pre-Feasibility Study Proyek Percontohan Energi Laut Terbarukan di Nusa Penida pada Selasa (30/6) di Four Star by Trans Hotel, Denpasar. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Sejalan dengan implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, Pemerintah Provinsi Bali mendukung penuh penggunaan energi bersih dan terbarukan guna mendukung visi Bali Mandiri Energi.

Dalam Sosialisasi Pre-Feasibility Study Proyek Percontohan Energi Laut Terbarukan di Nusa Penida pada Selasa (30/6) di Four Star by Trans Hotel, Denpasar, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menyampaikan bahwa proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) laut dapat menjadi salah satu sumber energi alternatif di Bali yang mendukung penerapan Bali Mandiri Energi.

“Di sisi energi, salah satu kebijakan strategis pemerintah adalah Bali Mandiri Energi. Bahkan, Bapak Gubernur selalu mendukung penggunaan EBT, termasuk penggunaan kendaraan listrik dan pemanfaatan PLTS atap untuk instansi pemerintah, swasta, dan usaha pariwisata,” jelasnya.

Walaupun demikian, ia juga menekankan bahwa studi ini harus mempertimbangkan aspek lain, seperti lingkungan, pariwisata, pelayaran, dan perikanan. Oleh karena itu, penting untuk memperoleh masukan dan saran dari masyarakat, tokoh adat, serta pelaku pariwisata sebelum proyek tersebut dijalankan.

“Kehadiran masyarakat Nusa Penida diharapkan dapat memberikan masukan terhadap pra-studi ini, mengenai hal-hal yang perlu dipertimbangkan agar tidak mengganggu sektor lain sehingga masyarakat setempat dapat memperoleh manfaat maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. R. Dwi Susanto, Senior Research Scientist di University of Maryland, menjelaskan bahwa berdasarkan studi USAID-SINAR dan EBTKE-ESDM, terdapat 32 selat di Indonesia yang berpotensi dikembangkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL), salah satunya adalah Nusa Penida.

“Selat-selat di Indonesia sangat ideal untuk pengembangan EBT arus laut. Teknologinya juga telah terbukti andal dan layak secara komersial. Selain itu, tidak mengganggu estetika, aktivitas nelayan, pelayaran, maupun pariwisata,” ungkapnya.

Baca Juga  PSN Korda Badung Gelar Sarasehan Pemaknaan Banten Galungan dan Kuningan

Pre-Feasibility Study di Nusa Penida diharapkan menjadi proyek percontohan yang dapat membuktikan kelayakan komersial energi arus laut serta mendorong pemanfaatannya di masa depan. Sosialisasi pra-studi kelayakan ini juga bertujuan untuk menyerap masukan dari berbagai pihak, antara lain pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta pelaku pariwisata terkait pengembangan EBT arus laut di Selat Nusa Penida. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Lantik Pimpinan Perumda Sanjayaning Singasana, Tekankan Peran Penggerak Ekonomi

Published

on

By

Perumda Sanjayaning Singasana
LANTIK DIREKTUR: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melantik Direktur Utama dan Dewan Pengawas Independen Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana Kabupaten Tabanan di Rumah Jabatan Bupati Tabanan, Senin (29/6). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melantik Direktur Utama dan Dewan Pengawas Independen Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana Kabupaten Tabanan di Rumah Jabatan Bupati Tabanan, Senin (29/6). Pelantikan tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), sehingga Perumda mampu dikelola secara profesional, sehat, dan berdaya saing sebagai penggerak ekonomi daerah.

Pelantikan dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tabanan tertanggal 15 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, I Gusti Made Arya Gunanta, S.E. resmi dilantik sebagai Direktur Utama Perumda Sanjayaning Singasana, sementara Kadek Surya Prasetya Wiguna, S.E. dilantik sebagai Dewan Pengawas Independen Perumda Sanjayaning Singasana.

Acara pengambilan sumpah dan jabatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, para Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Tabanan, para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Direktur Utama Perumda Tirta Amertha Buana, serta jajaran pegawai Perumda Sanjayaning Singasana.

Dalam arahannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar mengisi jabatan struktural, melainkan menjadi momentum memperkuat peran perusahaan daerah sebagai instrumen pembangunan ekonomi. Menurutnya, keberadaan Perumda harus mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.

Ia menjelaskan, Perumda tidak boleh hanya dipandang sebagai badan usaha yang mengejar keuntungan semata, tetapi harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran perusahaan daerah juga harus mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi dengan didukung sumber daya manusia yang berkualitas dan tata kelola yang profesional.

“Hari ini bukan sekadar mengisi jabatan struktural. Perumda tidak boleh hanya menjadi badan usaha yang mengejar keuntungan, tetapi harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Perumda harus mampu menggerakkan sektor ekonomi dan dikelola oleh sumber daya manusia yang baik,” ujar Sanjaya.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Gelontor PIP Tahap II Dukung Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi

Lebih lanjut, Sanjaya menekankan bahwa Perumda yang sehat adalah Perumda yang mampu menciptakan keuntungan secara berkelanjutan sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Untuk itu, manajemen perusahaan dituntut membangun sistem kerja yang profesional, efektif, dan berorientasi pada hasil. Ia juga mendorong Perumda memiliki daya saing yang tinggi dengan membuka peluang bisnis baru, memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), mendukung penyelenggaraan berbagai event dan festival, serta melakukan ekspansi usaha tidak hanya di tingkat Provinsi namun hingga ke tingkat nasional.

Menutup arahannya, Sanjaya mengajak seluruh jajaran Perumda Sanjayaning Singasana untuk menjadikan amanah tersebut sebagai motivasi dalam membangun perusahaan daerah yang profesional, inovatif, dan berintegritas. “Bangun semangat, etos kerja, dan budaya gotong royong. Saya percaya Perumda Sanjayaning Singasana akan mampu tumbuh menjadi perusahaan yang sehat, profitable, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Tabanan,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca