Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Kecamatan Kuta Jadi Prioritas Vaksinasi setelah Tuntaskan di Zona Hijau

BALIILU Tayang

:

de
Wabup Suiasa saat bertatap muka terkait vaksinasi dengan para lurah, bendesa adat, kepala lingkungan se-Kecamatan Kuta dan UPT Disdikpora Kecamatan Kuta, di Kantor Camat Kuta, Kamis (1/4).

Badung, baliilu.com – Pemkab Badung saat ini sedang gencar-gencarnya melaksanakan vaksinasi Covid-19. Setelah nanti dapat menuntaskan vaksinasi bagi masyarakat di wilayah zona hijau, selanjutnya vaksinasi akan diprioritaskan dan difokuskan untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Kuta.

“Kami pemerintah daerah berkomitmen, setelah 80 persen masyarakat di zona hijau menerima vaksin, sebanyak 10 tim vaksinasi akan kami arahkan ke Kuta dan dibagi untuk masing-masing kelurahan, sehingga mempercepat jalannya vaksinasi dan terciptanya zona hijau di Kuta,” tegas Wabup Suiasa saat bertatap muka terkait vaksinasi dengan para lurah, bendesa adat, kepala lingkungan se-Kecamatan Kuta dan UPT Disdikpora Kecamatan Kuta, di ruang pertemuan Kantor Camat Kuta, Kamis (1/4).

Pertemuan tersebut dihadiri anggota DPRD Badung dapil Kuta I Gst. Anom Gumanti, Kadis Kesehatan dr. I Nyoman Gunarta dan Camat Kuta I Nyoman Rudiarta.

Wabup Suiasa menyampaikan, guna mempercepat bangkitnya pariwisata dan perekonomian di Bali serta Badung khususnya di masa pandemi, Pemerintah Pusat telah menetapkan wilayah zona hijau untuk Bali. Di Badung ada 4 (empat) kelurahan sebagai zona hijau yaitu Kelurahan Tanjung Benoa, Kelurahan Benoa, Kelurahan Jimbaran di Kecamatan Kuta Selatan serta Kelurahan Tuban di Kecamatan Kuta. Bila zona hijau sudah selesai divaksin, pemerintah pusat akan mulai merintis dibukanya pariwisata MICE seperti pertemuan-pertemuan internasional diselenggarakan di Bali, serta membuat program work from Bali, dimana kementerian dan lembaga membuat kegiatan di Bali untuk mempromosikan Bali aman. “Ini menjadi skenario untuk membangun kepercayaan internasional bila Bali itu aman,” jelasnya. 

Lebih lanjut dijelaskan, saat ini vaksinasi di empat zona hijau sedang berjalan, dengan memaksimalkan 56 tim. Begitu pula vaksinasi oleh tim reguler di masing-masing puskesmas dan rumah sakit juga tetap dilakukan. Bila vaksinasi di zona hijau sudah 80 persen, tim akan diarahkan ke wilayah Kuta. Demi lancarnya vaksinasi, Wabup Suiasa mohon dukungan dan fasilitasi dari camat, lurah, bendesa maupun kaling untuk menyiapkan sarana prasarana pendukung dari petugas vaksinasi seperti laptop, printer, kursi dan meja.

Di bagian lain, Suiasa juga menyampaikan terkait akan dibukanya Pembelajaran Tatap Muka (PTM), yang akan dimulai di sekolah di Kecamatan Petang yang sebagian besar wilayahnya sudah zona hijau. Saat ini Satgas Covid-19 Kecamatan Petang masih melakukan kajian dan meminta persetujuan ortu murid. “Petang kita akan jadikan contoh penerapan PTM. Bila sudah berjalan baik, akan dilanjutkan ke sekolah lain,” tambahnya. 

Sementara itu, Anggota DPRD Badung Gst. Amon Gumanti, mengajak para lurah, bendesa adat dan kaling di Kecamatan Kuta untuk bersatu dan bersama-sama mensosialisasikan vaksinasi ini. “Karena tidak ada alasan lain kecuali seluruh masyarakat Kuta sudah divaksin, itu bukti otentik yang kita bisa setorkan ke pusat untuk membuka zona hijau di Kuta,” jelasnya. Ia juga mengharapkan bersama-sama membantu petugas medis untuk melakukan vaksinasi sebaik-baiknya. Ditambahkan, demi lancarnya vaksinasi, pihaknya juga minta camat agar diskemakan tempat vaksinasi agar masyarakat lebih mudah menjangkaunya. Bila tidak ada tempat yang representatif agar dapat bekerjasama dengan pihak pengusaha terutama pemilik hotel. 

Camat Kuta I Nyoman Rudiarta menyebutkan, pelaksanaan vaksinasi green zona tahap I untuk Kelurahan Tuban sudah berjalan selama 8 hari. Ada 4 titik vaksinasi yaitu di Br. Kelan Abian, vaksinasi sudah dilaksanakan dengan jumlah sasaran 1.578 dan hingga hari ini (kemarin-red) sudah menerima vaksin 1.576 dan akan dilakukan lagi hari Sabtu sebanyak 250 sasaran. Sehingga melebihi target kurang lebih 110 persen. Br. Kelan Desa dari 1.246 sasaran, yang tervaksin sudah 1.708 sasaran, ada penambahan 400, pencapaian sekitar 120 persen. Br. Tuban Griya jumlah 7.600 sasaran, baru divaksin ada 2.650. Untuk itu kegiatan vaksinasi masih berjalan 8 hari kedepan. 

Sedangkan di Br. Pesalakan sasarannya 5.000, baru divaksin 1.812, masih berlanjut 6 hari ke depan. Khusus untuk petugas pelayanan publik dan lansia masih tetap berlanjut. Dimana Puskesmas Kuta II yang mewilayahi Legian dan Seminyak sudah mencapai 1.916 orang, dan di Puskesmas Kuta I yang pelayanan vaksinasi dipindahkan ke Gedung Lotring sudah 2.900 sasaran. Pihaknya juga berharap guru-guru menjadi prioritas vaksinasi guna mengantisipasi dibukanya pembelajaran tatap muka. “Kami dan masyarakat Kuta sangat berharap green zona yang sudah dilakukan di Tuban bisa dilanjutkan di wilayah lainnya di Kecamatan Kuta,” imbuhnya. (bt)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca