Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Warga Negara Jepang Ditemukan Gantung Diri di Diva Lestari Panjer

BALIILU Tayang

:

de
Petugas identifikasi dari Polsek Densel langsung ke TKP setelah menerima laporan kasus gantung diri.

Denpasar, baliilu.com – Depresi akibat kesakitan pada bagian kepala belakang sejak Maret 2021, Takahashi Nobuaki yang warga negara Jepang berprofesi sebagai guide nekat memilih mengakhiri hidupnya dengan jalan gantung diri di tempat pemondokannya di Diva Lestari Panjer, Denpasar Selatan, Senin sore, 5 April 2021.

Peristiwa bunuh diri korban Takahashi Nobuaki (59) Senin sekira pukul 17.00 Wita itu, diinformasikan oleh Humas Polresta Denpasar seizin Kapolresta Denpasar melalui pesan WhatsApp, Selasa dini hari (6/4).

Polsek Denpasar Selatan melalui petugas identifikasi yang menerima laporan peristiwa gantung diri langsung menuju TKP dan melakukan penyelidikan. Dari hasil identifikasi, Humas Polresta Denpasar menyampaikan saksi-saksi yang sempat melihat korban sebelum kejadian, di antaranya Lin Wayan Diana sebagai karyawan Diva Lestari. Diana pada Senin (5/4) siang melihat korban keluar kamar menjemur selimut di lantai dua. Pada pukul 17.00 Wita teman korban Teguh Budi Santoso datang dan disarankan oleh Diana untuk menengok ke kamar korban.

Passport milik korban

Selang 10 menit Teguh turun dan mengatakan korban tidak mau makan. Diana menyarankan agar Teguh membelikan roti dan susu. Roti dan susu kemudian dibawa Teguh ke kamar korban. Namun  berselang beberapa menit Teguh teriak-teriak memanggilnya mengatakan tamunya gantung diri. Saksi Diana lalu mengecek kebenarannya, setelah sampai di kamar dilihatnya memang benar korban dalam keadaan tergantung di depan kamar mandi. ‘’Saksi menelpon bosnya guna menyampaikan peristiwa tersebut dan petunjuk dari bos disuruh diam saja dan nanti bos yang menyampaikan ke polisi,’’ demikian keterangan saksi dan kemudian beberapa saat datanglah petugas dari kepolisian.

Menurut keterangan saksi Wayan Diana, tamu warga negara asing berkebangsaan Jepang No. Passport: TZ1309482 ini menginap di TKP kamar D lantai 2 sejak 27 November 2019. Sepengetahuan saksi, korban bekerja sebagai guide Jepang dan sejak wabah Corona korban sudah tidak bekerja lagi. Selama korban tinggal di TKP tidak pernah punya masalah, cuma sejak Maret 2021 korban sempat mengeluh sakit di kepala belakang, dan pernah memanggil pengobatan alternatif (akufuntur) melalui Teguh Budi Santoso yang rekan korban.

Jenasah korban dibawa ke RS Sanglah dengan ambulance BPBD Denpasar

Sementara itu, menurut keterangan saksi Teguh Budi Santoso, ia datang ke TKP untuk mengecek kondisi korban. Saat itu saksi sempat ngobrol dengan korban menanyakan tentang kondisi serta apa sudah makan. Korban mengatakan tidak bisa mikir dan tidak ingin makan. Karena korban belum makan maka saksi keluar untuk membeli makanan berupa roti, susu serta buah. Sebelum menemui korban saksi meminta tolong  kepada saksi Diana untuk mengupaskan buah papaya. Ketika saksi menuju kamar korban dengan membawa makanan yang telah dibelinya tersebut, saksi sempat memanggil dan setelah membuka pintu saksi kaget melihat korban sudah  dalam keadaan tergantung  di depan kamar mandi. Saksi langsung keluar melapor kepada saksi Diana.

Saksi Teguh mengaku mempunyai hubungan pertemanan sejak 8 tahun yang lalu. Sepengetahuan saksi, sejak 17 Maret 2021 korban mengeluh sakit kepala dan berjalan seperti orang sempoyongan.

Dari identifikasi pihak kepolisian, saat ditemukan korban gantung diri dengan menggunakan  selendang warna biru, yang diikat lalu dikaitkan pada pintu kamar mandi yang terkunci. Korban mengenakan baju lengan panjang warna putih, mengenakan celana panjang warna abu – abu. Dari hasil pemeriksaan Petugas Identifikasi Polsek Denpasar Selatan, tidak ditemukan ada tanda kekerasan pada tubuh korban dan keluar cairan sperma pada kemaluan korban.

‘’Korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri diduga akibat depresi karena sakit kepala yang dideritanya selama ini tidak kunjung sembuh,’’ demikian keterangan Petugas Identifikasi.

Selanjutnya, jenasah korban dibawa ke Rumah Sakit Sanglah Denpasar dengan menggunakan mobil ambulance BPBD Kota Denpasar. (gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

PKK Badung Dorong Peran Generasi Muda Dalam Kartini Sustainability Forum 2026

Published

on

By

Kartini Sustainability Forum
HADIRI KSF 2026: Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, saat menghadiri Kartini Sustainability Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Forum Anak Daerah (FAD) Kecamatan Abiansemal di Bali Pertiwi Adventure, Bongkasa Pertiwi, Sabtu (9/5/2026). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri Kartini Sustainability Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Forum Anak Daerah (FAD) Kecamatan Abiansemal di Bali Pertiwi Adventure, Bongkasa Pertiwi, Sabtu (9/5/2026).

Mengusung tema “Merawat Alam, Menguatkan Manusia, Melestarikan Budaya”, forum ini menjadi wujud nyata kontribusi generasi muda dalam menjaga lingkungan, mendorong pemberdayaan perempuan, serta melestarikan kearifan lokal Bali.

Hadir mendampingi Asisten Administrasi Umum, Kadis Sosial, Kepala DLHK, Kepala Kesbangpol Badung, perwakilan Dinas Perikanan, Kabag Prokompim, Plt. Camat Abiansemal, serta Perbekel Bongkasa Pertiwi.

Rangkaian acara diawali dengan aksi pelestarian alam berupa penebaran bibit ikan ke aliran sungai, pelepasan burung, hingga penanaman pohon kelapa gading bersama. Selain aksi lingkungan, kegiatan diisi dengan sesi diskusi interaktif dan talkshow yang menghadirkan narasumber kompeten untuk membahas isu lingkungan dan peran perempuan. Acara kemudian ditutup dengan kunjungan ke pusat produksi kerajinan perak di Desa Bongkasa Pertiwi.

Dalam sambutannya Rasniathi Adi Arnawa mengapresiasi inisiatif FAD Abiansemal dalam mengangkat isu yang relevan dengan tantangan zaman. “Semangat Kartini yang kita peringati dan teladani hingga hari ini adalah semangat pembangunan, keberanian, kemajuan, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan. Tema Merawat Alam, Menguatkan Manusia, Melestarikan Budaya yang diusung dalam forum ini sangat tepat, karena ketiga hal ini saling berkaitan erat dan menjadi pondasi utama kesejahteraan keluarga maupun masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak pelestarian budaya dan pemberdayaan perempuan. “Anak-anak dan remaja adalah penerus tonggak pembangunan. Melalui wadah seperti ini, kalian tidak hanya belajar berorganisasi, tetapi juga belajar bertanggung jawab menjaga warisan alam dan budaya Bali yang indah ini. Pemberdayaan perempuan pun menjadi hal penting, karena perempuan memiliki peran sentral di keluarga, dalam mendidik anak, dan menjaga nilai-nilai luhur budaya kita,” tegas Rasniathi

Pihaknya berharap forum ini menghasilkan langkah konkret yang berkelanjutan bagi masyarakat luas, bukan sekadar acara seremonial. “PKK Kabupaten Badung akan terus mendukung dan bersinergi penuh dengan Forum Anak Daerah, karena visi kita sama: mewujudkan masyarakat, keluarga, dan generasi muda yang tangguh, berbudaya, serta peduli pada kelestarian alam,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Women Ecopreneurs Market Day: Ruang Bertumbuh Baru bagi Bisnis Berkelanjutan dan Komunitas Akar Rumput

Published

on

By

WEA
Women’s Earth Alliance (WEA) bersama Pratisara Bumi Foundation (PBF) menghadirkan Women Ecopreneurs Market Day pada 9 Mei 2026 di Sudamala Resort, Sanur. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Women’s Earth Alliance (WEA) bersama Pratisara Bumi Foundation (PBF) menghadirkan Women Ecopreneurs Market Day ecopddpada 9 Mei 2026 di Sudamala Resort, Sanur. Acara ini adalah bagian dari Women Ecopreneurs Lab, sebuah pendampingan bisnis yang mendukung perempuan pelaku usaha dalam membangun produk yang ramah sosial dan ramah lingkungan. Sejak 2025, para pelaku bisnis perempuan dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, mengikuti pendampingan Women Ecopreneurs Lab menggunakan WEA Eco-Entrepreneurship Toolkit.

“Harapannya, produk lokal yang dibuat oleh para ibu pengrajin bisa dikenal luas, bisa mengakses pasar sehingga ibu-ibu bisa terus semangat untuk memproduksi jikalau pasar yang disasar tepat. Kemudian mendapatkan feedback dan masukan dari para pengunjung maupun calon customer,” ujar Aziza, Founder Kriya Kite.

Dengan menggunakan WEA Eco-entrepreneurship Toolkit, mereka mengembangkan produk, memperkuat model bisnis, serta mengevaluasi praktik bisnis lestari mereka. Progres bisnis ini terukur dengan Eco-checklist yang mencakup aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi.

Market Day menjadi ruang pembuktian bagi mereka. Di sinilah mereka melakukan riset pasar secara langsung, mendapatkan masukan secara langsung dari para pembeli. Di sini pula kami membuka akses bagi mereka untuk terhubung dengan pembeli, jejaring, serta peluang rantai pasok yang selama ini sulit dijangkau oleh perempuan akar rumput,” ucap Melisa, WEA Indonesia.

Rangkaian Acara Women Ecopreneurs Market Day

Women Ecopreneurs Market Day menjadi ruang untuk membawa proses tersebut lebih dekat dengan publik. Acara ini menghadirkan: 20 stan Eco-market dari WEA Ecopreneurs dan merek lokal Bali; Sesi presentasi bisnis oleh 5 pengusaha Perempuan; Lokakarya interaktif, berupa pewarnaan tekstil alami dan menganyam limbah gedebog pisang; Sesi berjejaring bersama para pengusaha dan komunitas; dan Pertunjukan live music.

Beragam bisnis yang hadir mencerminkan pendekatan keberlanjutan yang berbeda-beda, mulai dari produk upcycle berbahan limbah, tekstil pewarna alami, pengolahan hasil pertanian lokal, hingga kerajinan berbasis pemberdayaan komunitas perempuan. Melalui Market Day, para pelaku bisnis memiliki kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung, membangun jejaring, dan memperluas akses pasar. Acara ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong praktik produksi dan konsumsi yang lebih bertanggung jawab, sejalan dengan SDGs 12. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

SingaKren Fest 2026 Resmi Dibuka, Usung Tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati”

Published

on

By

singakren
BUKA FESTIVAL: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra resmi membuka Festival Kecamatan Buleleng Tahun 2026 di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Jumat (8/5). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Festival Kecamatan Buleleng Tahun 2026 resmi digelar di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada 8 hingga 10 Mei 2026. Festival yang pertama kali dilaksanakan ini mengusung tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati” yang mengandung makna nilai budaya, tradisi, dan filsafat sebagai landasan awal menuju kemajuan. Kegiatan festival ini dibuka langsung oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Jumat (8/5).

Berbagai kegiatan digelar selama festival berlangsung, di antaranya lomba fashion show berpasangan PKK desa/kelurahan, lomba karaoke antar desa/kelurahan se-Kecamatan Buleleng, bakti sosial berupa cek kesehatan gratis, pap smear, donor darah, fun run, zumba, hingga pementasan seni budaya khas Buleleng. Selain itu, masyarakat juga dapat menikmati pameran UMKM, kuliner khas Buleleng, dan tenun endek yang ditampilkan pada stand-stand pameran.

Dalam sambutannya, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyampaikan apresiasi kepada Camat Buleleng beserta seluruh jajaran dan panitia yang telah bergotong royong menyukseskan festival tersebut. Menurutnya, festival kecamatan merupakan implementasi nyata dari visi pembangunan Kabupaten Buleleng, yakni “Terwujudnya Masyarakat Buleleng yang Mandiri, Unggul, Sejahtera, dan Berkepribadian Berlandaskan Tri Hita Karana”.

“Komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan seni dan budaya di tingkat kecamatan merupakan salah satu wujud pembangunan Buleleng yang tidak hanya dilakukan dari tingkat atas, tetapi dimulai dari desa, kelurahan, banjar, hingga masyarakat secara langsung dengan semangat kebersamaan dan keharmonisan,” ucap Sutjidra.

Di akhir sambutannya, Bupati Sutjidra berharap Festival Kecamatan Buleleng Tahun 2026 dapat berjalan lancar, tertib, dan sukses, serta mampu melestarikan dan memperkuat identitas budaya lokal Buleleng sebagai bagian dari kekayaan daerah. Tradisi, seni, dan budaya yang sarat nilai filosofi diharapkan dapat menjadi penguat kemajuan daerah sejalan dengan tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati”.

Sementara itu, Camat Buleleng, Putu Gopi Suparnaca, dalam laporannya menyampaikan bahwa tema festival memiliki makna pentingnya pemahaman dan penghayatan nilai budaya, tradisi, serta filsafat sebagai landasan dalam membangun kemajuan masyarakat. Menurutnya, kemajuan tidak hanya diukur dari pencapaian material, tetapi juga dari kesadaran dan penghargaan terhadap warisan budaya dan spiritual.

“Melalui SingaKren Fest 2026, Kecamatan Buleleng ingin mempromosikan potensi seni, budaya, tradisi, dan produk unggulan daerah. Festival ini juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah, mempererat sinergi antara pemerintah dan masyarakat, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ungkap Gopi Suparnaca.

Melalui Festival Kecamatan Buleleng ini diharapkan tercipta momentum untuk mempererat persatuan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM dan pengembangan potensi budaya lokal di Kabupaten Buleleng. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca