Denpasar, baliilu.com – Memantapkan implementasi visi program Pemerintah Provinsi Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Provinsi Bali di dalam rangkaian HUT-48 PDI Perjuangan, menggelar 7 kegiatan yang bernuansa kearifan lokal Bali.
‘’Di HUT ke-48 PDI P ini, kami menggelar 7 kegiatan yang akan dilaksanakan sampai bulan Juni, akan disambung dengan Bulan Bung Karno yang akan ditutup 30 Juni 2021,’’ terang Dewa Made Mahayadnya, SH saat memimpin konferensi pers, Senin (3/5) di Kantor DPD PDIP Provinsi Bali, Renon, Denpasar. Turut hadir koordinator lomba I Made Ramia Adnyana, SE, MM, Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedastra Suyasa, SE, MM, I Ketut Suryadi, S.Sos, MM, Ni Wayan Sari Galung, S.Sos, dan Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana, ST. dan pengurus DPD PDIP Bali lainnya.
Koordinator Umum Dewa Made Mahayadnya lanjut memaparkan, ketujuh kegiatan 6 di antaranya lomba yang digelar yakni lomba coktail berbahan dasar arak Bali. Lomba barista kopi Bali, lomba cerdas cermat susastra Bali, lomba disain kreatif motif endek Bali, lomba disain kreasi busana adat pakem Bali, lomba website aksara Bali, dan bakti sosial bantuan kepada siswa SD, SMP, SMA, SMK dan SLB yang yatim piatu dan berprestasi akademik.
Kegiatan lomba ini sejalan dengan momentum perayaan ulang tahun PDI Perjuangan ke-48 bertema ‘’Indonesia Berkepribadian Dalam Kebudayaan’’ sekaligus sebagai upaya memantapkan implementasi program Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
‘’Kegiatan lomba ini dilaksanakan karena kader PDIP Bapak Wayan Koster telah menerbitkan beberapa Pergub yang dituangkan dalam implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,’’ ujarnya.
Seperti Pergub 79/2018 tentang Hari Menggunakan Busana Adat Bali, Pergub 80/2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa Aksara dan Sastra Bali serta penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. Ketiga Peraturan Gubernur 99/2018 tentang Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali dituangkan dalam lomba Mixology Arak Bali di Karangasem, Pergub 97/2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Dan Surat Edaran Gubernur Bali 4/2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali atau Kain Tenun Tradisional Bali.
‘’Sebagai partai pelopor dimana tercetus pada Kongres V di Bali, kami memutuskan menjadi pelopor di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai partai pelopor tentu kami ingin berkomunikasi politik dengan masyarakat, dan juga pencerdasan dan perbedayaan masyarakat luas di Bali ini, terutama kita punya masyarakat petani, ingin mengedukasi pemerhati pertanian, kita juga ingin mengedukasi perajin produk lokal, dimana kearifan lokal tentu di saat pandemi Covid sangat perlu dan penting kita perhatikan dan dukung, baik produk maupun pemasaran,’’ terang Mahayadnya.
Mahayadnya melanjutkan, semua mengetahui bahwa menjual produk hasil kerajinan di saat kondisi pandemi ini di masyarakat tentu sangat kesulitan. Itu sebabnya partai hadir di tengah mereka, ikut juga ingin menyelesaikan masalah yang timbul di masyarakat. (gs)