Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Air untuk Masyarakat, Pangdam Serahkan dan Resmikan Pompa Hidram di Desa Gobleg

BALIILU Tayang

:

de
PERESMIAN: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., pada saat penyerahan dan peresmian Pompa Air Hidram di Wantilan Banjar Dinas Asah, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, pada Senin (10/5/2021).

Buleleng, baliilu.com  – Wilayah Kodam IX/Udayana yang meliputi Bali dan Nusa Tenggara, masih terdapat daerah-daerah yang masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih, terutama di wilayah NTT. Belakangan ini Kodam IX/Udayana telah merampungkan 20 titik air di NTT, namun terakhir Kodam IX/Udayana juga mendapatkan masukan bahwa di Bali juga ada wilayah yang susah untuk mendapatkan air.

Demikian diungkapkan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam sambutannya pada saat penyerahan dan peresmian Pompa Air Hidram di Wantilan Banjar Dinas Asah, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, pada Senin (10/5/2021).

Lebih lanjut Pangdam mengatakan, bahwa di wilayah Provinsi Bali sampai dengan saat ini rencananya ada 24 titik yang akan dibuatkan Pompa Hidram, jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah dikarenakan di beberapa wilayah juga ada yang ingin merubah pompa solar atau listrik menjadi Pompa Hidram.

“Kami sudah punya data, sekitar 168 titik untuk Bali-Nusra, di Bali ada 24 titik. Kami juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait, mudah-mudahan ini bisa jadi maksimal. Kita sudah merencanakan semua agar pada masa musim kering nanti masyarakat yang memerlukan air bisa mendapatkan air dengan baik,” ungkap Pangdam.

Secara geografis, Pangdam mengakui bahwa dinamika pembuatan Pompa Hidram di Desa Gobleg ini cukup rumit dan paling menantang, dimana lokasinya di bawah dinding tebing yang mencapai 80 meter dan jaraknya hingga 1 Km. Hal ini membuktikan bahwa di kondisi seperti ini pun Pompa Hidram dapat bekerja.

“Ternyata di luar dugaan, cara bekerja masyarakat dan TNI di sini pun sangat luar biasa. Pagi, siang, sore dan bahkan malam bergulat dengan pipa agar dapat segera mendapatkan air dengan mudah ke depannya. Setelah ini pun kita menjadi lebih percaya diri untuk mengerjakan di tempat yang lain,” ucap Pangdam diiringi tepuk tangan masyarakat Desa Gobleg.

Pangdam juga memerintahkan kepada Danramil ataupun Babinsa dan Kepala Desa setempat untuk mengatur sistem pemeliharaannya. Diharapkan selalu ada orang yang mengontrol ke bawah untuk melihat bagaimana alat ini bekerja, agar usia pakainya bisa bertahan cukup lama.

“Poin utama yang saya lihat bukan hanya air, tapi kebersamaan TNI dengan masyarakat yang merupakan perwujudan dari Santiaji yang salah satunya tercantum dalam 8 Wajib TNI yakni memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya,” tegas Pangdam.

Untuk diketahui, Pompa Hidram yang dibuat ini adalah sebagai standar dan tolak ukur dalam melanjutkan pembuatan di tempat-tempat lainnya yang lebih signifikan. Tentunya melalui survey serta pengujian yang teliti dan lebih maksimal, termasuk penetapan standarisasinya. Selanjutnya akan dibangun 2 titik lagi di Provinsi Bali dalam waktu dekat ini.

“Ada 8 pompa yang dipasang disini, tiap 2 pompa mengalirkan 1 saluran pipa sehingga secara keseluruhan akan mengalirkan 4 saluran pipa yang diperkirakan mengalirkan volume debit air sebanyak 80.000 liter per harinya. Mudah-mudahan dapat dimodifikasi lagi sehingga bisa maksimal,” demikian tutup Pangdam.

Sementara itu, Perbekel Desa Gobleg Bapak I Komang Semarejaya, mengucapkan terimakasih kepada Pangdam IX/Udayana yang memberikan bantuan Pompa Hidram sebanyak 8 unit untuk warga masyarakat khususnya di Banjar Dinas Asah, Desa Gobleg serta kerja keras anggota TNI yang bersinergi bersama masyarakat yang dilakukan dengan upaya yang sangat maksimal serta tidak kenal waktu siang dan malam naik turun jurang untuk menyukseskan pembangunan pompa tersebut.

“Saya mewakili warga Desa Asah Gobleg, mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada Pangdam IX/Udayana dan jajaran yang telah mewujudkan cita-cita kami selama ini yang berpuluh-puluh tahun akhirnya dapat tercapai. Sejak tahun 2003 kami hanya mengandalkan air Danau Tamblingan yang tentunya tidak layak untuk dikonsumsi, mulai hari ini air sudah bisa sampai disini dan sudah bisa kita nikmati bersama serta bisa memeliharanya untuk bisa diwariskan nantinya kepada anak cucu kita,” ujar Perbekel Desa Gobleg.

Perlu diketahui, Pompa Hidram adalah pompa air yang bekerja menggunakan hentakan hidrolik air. Selain dimanfaatkan untuk mandi dan konsumsi kebutuhan warga sehari-hari, kehadiran Pompa Hidram yang merupakan program dari Pangdam IX/Udayana ini juga diharapkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan serta peternakan di wilayah setempat.

Acara yang digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan tersebut dihadiri juga oleh Danrem 163/WSA, Asrendam IX/Udayana, Aslog Kasdam IX/Udayana, Aster Kasdam IX/Udayana, Kapendam IX/Udayana, Kahubdam IX/Udayana, Kapaldam IX/Udayana, Dandenmadam IX/Udayana, Dandim 1609/Buleleng, Dandeninteldam IX/Udayana, Dandenkesyah Singaraja, Kadis PU Kab. Buleleng, Camat Banjar, serta perwakilan masyarakat Desa Asah Gobleg. (eka)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Semarak Hari Lahir Ke-73, KPU Bali Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan

Published

on

By

Donor Darah Hari Lahir KPU ke-73 di KPU Bali
DONOR DARAH: KPU Provinsi Bali saat menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73 yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali, Jumat (6/11/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – KPU Provinsi Bali menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali ini bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan tim medis UDD PMI Provinsi Bali yang diwakili oleh dokter Nyoman Sastrini. Aksi donor darah ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh jajaran KPU Provinsi Bali, KPU kabupaten/kota se-Bali, serta insan media. Tercatat sebanyak 53 orang berpartisipasi sebagai pendonor dalam kegiatan tersebut.

Kepala Bagian yang membidangi Perencanaan, Data dan Informasi, Partisipasi Masyarakat, serta Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Bali, I Wayan Gede Budiartha, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk nyata kepedulian KPU terhadap sesama. Selain memeriahkan peringatan Hari Lahir KPU ke-73, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan darah.

Menurutnya, aksi kemanusiaan seperti ini perlu terus didorong agar menjadi bagian dari budaya kepedulian dan kebersamaan, tidak hanya di lingkungan penyelenggara pemilu, tetapi juga masyarakat luas.

Sementara itu, dokter Nyoman Sastrini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap aksi donor darah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, idealnya setiap tiga bulan sekali. Ketersediaan darah yang cukup sangat penting untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.

Melalui kegiatan ini, KPU Bali berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh serta diwujudkan melalui aksi nyata. Peringatan Hari Lahir KPU ke-73 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen KPU tidak hanya dalam melayani demokrasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kemanusiaan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Perkuat Swasembada Pangan, Pangdam IX/Udayana Tinjau Optimalisasi Lahan Muntig Karangasem

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Tinjau Lahan Pertanian Muntig
TINJAU LAHAN: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa saat meninjau lokasi Optimalisasi Lahan Muntig, di Banjar Muntig, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). (Foto: Pendam IX)

Karangasem, baliilu.com – Dalam rangka mendukung program pemerintah pusat mewujudkan swasembada pangan nasional, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa meninjau lokasi Optimalisasi Lahan Muntig, di Banjar Muntig, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lahan pertanian, hasil panen, sekaligus menyerap aspirasi petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Kedatangan Pangdam IX/Udayana beserta rombongan disambut Ketua Kelompok Tani Lahar Sari, I Made Jaya, di Banjar Muntig, sebelum dilanjutkan dengan peninjauan area pertanian dan dialog bersama para petani. Dalam kesempatan tersebut, Pangdam melihat langsung potensi lahan serta mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi kelompok tani dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian.

Ketua Kelompok Tani Lahar Sari menyampaikan bahwa lahan yang saat ini dikelola memiliki luas sekitar 30 hektare dengan anggota kurang lebih 40 kepala keluarga yang tergabung dalam satu kelompok tani. Pihaknya berharap adanya dukungan perluasan lahan dan ketersediaan sarana produksi, khususnya bibit, guna meningkatkan hasil pertanian serta memperluas pemanfaatan potensi lahan yang tersedia.

Menanggapi aspirasi tersebut, Pangdam IX/Udayana menyampaikan rencana untuk membantu pemenuhan kebutuhan bibit bagi Kelompok Tani Lahar Sari serta memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengusulan pembangunan saluran air melalui program pemerintah pusat. Selain itu, kelompok tani tersebut diketahui telah terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN), sehingga diharapkan dapat semakin mempermudah koordinasi dan pendataan dalam mendukung program pertanian pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Tani Lahar Sari, I Made Jaya, menyampaikan harapannya terhadap dukungan yang diberikan. “Dengan luas lahan sekitar 30 hektare dan anggota kurang lebih 40 kepala keluarga, kami berharap adanya bantuan perluasan lahan dan suplai bibit agar pengelolaan pertanian semakin optimal serta hasil panen dapat terus meningkat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan bahwa kunjungan Pangdam merupakan wujud komitmen Kodam IX/Udayana dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya mewujudkan swasembada pangan nasional melalui penguatan sektor pertanian di wilayah.

“Melalui pendampingan, koordinasi, dan sinergi dengan instansi terkait serta kelompok tani, Kodam IX/Udayana terus mendorong pemanfaatan potensi lahan pertanian agar lebih produktif, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional,” demikian tandas Kapendam. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca