Denpasar, baliilu.com – Bank Indonesia bekerjasama dengan LLDIKTI Wilayah VIII menyelenggarakan rangkaian “Digi Youthpreneurship Festival” kepada 1.500 mahasiswa (i) dengan tujuan agar mahasiswa sebagai motor penggerak perubahan mampu melihat peluang dan potensi diri untuk membangun impiannya di era digital.
‘’Dalam tahap pembekalan yang menghadirkan narasumber yang berkompeten ini kami harapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk membuat bisnis digital yang berdampak pada perluasan pembayaran berbasis digital. Proses transformasi digital ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan optimisme dalam membantu ekonomi tetap berputar serta mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital Indonesia,’’ ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho saat membuka kegiatan “Digi Youthpreneurship Festival” kepada lebih dari 150 perguruan tinggi di Bali dan Nusa Tenggara dengan tema “Hai Mahasiswa, Wujudkan Mimpimu di Era Digital”, Rabu (30/6/2021). Rangkaian kegiatan akan diawali dengan webinar series pembekalan selama 2 (dua) hari, dan dilanjutkan dengan perlombaan Digitalpreneurship antarkelompok mahasiswa.
Pada kegiatan yang digelar secara virtual ini dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RISandiaga Salahuddin Uno, Wakil Gubernur BaliProf. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si., Asisten Gubernur Bank IndonesiaFilianingsih Hendarta, Kepala LLDIKTI Wilayah VIIIProf. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si, dan Heru Saptaji dan Nyoman Ariawan Atmaja dari Perwakilan Bank Indonesia.
Pada kegiatan ini mengundang narasumber di antaranya Gita Irawan Wirjawan, tokoh nasional yang expert di dunia usaha dan digitalisasi yang akan membawakan topik “Menggali Minat, Mengasah Bakat, Mengejar Prestasi di Era Digital”, Made Artana, Praktisi sekaligus Ketua STMIK Primakara Bali, yang akan membawakan topik “Start-Up Go Digital”, Alamanda Shantika, tokoh milenial berprestasi sekaligus President Director Binar Academy, yang akan menyampaikan success story terkait “Passion jadi Peluang Usaha? Kenapa Tidak”, Dadang Hermawan, Rektor ITB STIKOM Bali, yang akan memaparkan “Membangun Masa Depan Melalui Bisnis Digital”, dan Jehian Sijabat, tokoh milenial inovatif dan kreatif yang akan sharing “Perjalanan Membangun Usaha”.
Trisno Nugroho dalam sambutannya menggarisbawahi Covid-19 telah menyebabkan perekonomian Balinusra terkontraksi sangat dalam dan menjadi wilayah yang paling terdampak dengan angka pertumbuhan ekonomi wilayah sebesar -5,16% (yoy) pada triwulan I tahun 2021. Berbagai upaya pemulihan tiada henti kita lakukan bersama melalui berbagai gagasan.
‘’Dari aspek kesehatan, Pemerintah tengah berupaya mempercepat sekaligus memperluas cakupan vaksinasi Covid-19 kepada seluruh lapisan masyarakat. Sedangkan dari aspek ekonomi, adaptasi dengan pemanfaatan media dan kanal digital telah diterapkan pada berbagai sektor,’’ kata Trisno Nugroho.
Trisno Nugroho menyatakan, kita sepakat bahwa pembatasan mobilitas manusia di tengah pandemi Covid-19 telah mendorong pergeseran perilaku menjadi serba digital, dengan peralihan kegiatan yang dulunya mayoritas offline menjadi online. Pada saat ini seluruh generasi terutama generasi milenial telah menjadi semakin akrab dengan digitalisasi. Sebut saja berbagai e-commerce lokal hingga mancanegara, aplikasi sosial media, aplikasi jasa pembayaran, aplikasi ticketing, aplikasi hiburan, aplikasi logistik, investasi, hingga aplikasi virtual meeting seperti webinar yang sedang kita lakukan sudah sangat melekat di kehidupan sehari-hari kita semua. ‘’Bahkan, saat ini mulai banyak start-up digital yang dipelopori mahasiswa dan diterima oleh kalangan luas seperti TaniHub di Bali hingga Ruang Guru di level nasional,’’ ujarnya.
Ditegaskan, salah satu kebijakan Bank Indonesia yang mendukung akselerasi transformasi digital adalah sistem pembayaran berbasis QRIS yang sangat mendukung kemudahan transaksi di berbagai sektor baik secara offline maupun online . ‘’Astungkara, di wilayah Balinusra, QRIS semakin digunakan masyarakat dalam berbisnis dan bertransaksi. Per 18 Juni 2021 terdapat 343.080 merchant / usaha di Balinusra yang telah memanfaatkan QRIS,’’ ucapnya, seraya berharap melalui kegiatan ini, semakin banyak usaha di Balinusra terutama yang diinisiasi oleh kalangan muda telah memanfaatkan QRIS dalam usahanya.
Trisno mengatakan digitalisasi telah menjadi sebuah keharusan dan menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pemulihan ekonomi terutama yang digerakkan oleh kalangan civitas akademika. Oleh karena itu, agar mahasiswa dapat memperoleh pembekalan dan pandangan secara komprehensif untuk merealisasikan ide dan mimpi membangun usaha berbasis digital maka dalam penyelenggaraan Webinar pembekalan ini Bank Indonesia mengundang beberapa narasumber yang kompeten dibidangnya.
‘’Sekali lagi kami sampaikan bahwa optimisme harus terus dijaga dan momentum transformasi digital harus dimanfaatkan. Perubahan perilaku dengan memanfaatkan transformasi digital menjadi kunci utama dalam percepatan pemulihan ekonomi,’’ pungkasnya. (gs)