Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bank Indonesia Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Transformasi Digital Bali

BALIILU Tayang

:

seminar
SEMINAR: Seminar digitalisasi yang menjadi rangkaian Kick-Off Baligivation 2026, bertajuk “Bali Pulau Digital: Mengurai Tantangan, Memetakan Masa Depan” bertempat di Griya Agung Ballroom Prime Plaza Hotel Sanur pada 28 April 2026. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Bank Indonesia terus mendorong penguatan ekonomi daerah melalui akselerasi transformasi digital di Bali. Upaya nyata tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan seminar digitalisasi yang menjadi rangkaian Kick-Off Baligivation 2026, bertajuk “Bali Pulau Digital: Mengurai Tantangan, Memetakan Masa Depan” bertempat di Griya Agung Ballroom Prime Plaza Hotel Sanur pada 28 April 2026, dan dihadiri oleh 300 orang dari kalangan praktisi, akademisi dan mahasiswa, yang mendalami digitalisasi. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor dan membahas pesatnya perkembangan digitalisasi di Bali, sekaligus mengidentifikasi peluang penguatan ekonomi melalui sektor ekonomi kreatif dan digital.

Seminar menghadirkan diskusi yang cukup menarik menyangkut bagaimana transformasi digital di Bali, dan bagaimana peran angkatan kerja Bali yang sudah mulai didominasi Gen Y, Z dan Alpha untuk mendorong digitalisasi di Bali. Dalam pemaparannya, Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Indra Gunawan Sutarto, menyampaikan perkembangan dan capaian digitalisasi di Bali, serta peran penting digitalisasi dalam mendorong efisiensi transaksi dan perluasan inklusi keuangan.

“Ekonomi Bali dapat tumbuh lebih kuat lagi apabila didukung oleh transformasi digital yang semakin kuat, sehingga Bali tidak hanya bergantung pada sektor pariwisata. Apalagi Indeks Masyarakat Digital di Bali serta transaksi keuangan Pemerintah Daerah di Bali sudah menunjukkan tingkat digitalisasi yang kuat,” jelas Indra.

Pemaparan dilanjutkan dengan perspektif digitalisasi dalam kebijakan dan strategi nasional yang disampaikan oleh Direktur Teknologi Digital Baru Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Dandy Yudha Feryawan, yang menggarisbawahi peran teknologi digital baru sebagai pengungkit produktivitas dan daya saing ekonomi kreatif daerah, termasuk Bali. “Upaya untuk mengamankan budaya daerah dengan mengintegrasikan dalam teknologi digital untuk meningkatkan nilai bagi pencipta seni sangat penting untuk menghindari pemanfaatan oleh pihak lain,” tuntas Dandy.

Baca Juga  Survei Maret 2025, Optimisme Konsumen Bali Tetap Terjaga

Sekretaris Jenderal Asosiasi E-Commerce Indonesia, Budi Primawan, membahas manfaat adanya e-commerce bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, dan masyarakat dengan banyak ragam layanan yang disediakan. Dinamika dan tantangan ekosistem perdagangan digital, termasuk sinergi antara pelaku usaha, regulator, dan masyarakat agar pertumbuhan ekonomi digital dapat berjalan berkelanjutan dan inklusif. Hal ini juga ditegaskan oleh Doni Nathaniel Pranama, Professional Skills Mentor Apple Developer Academy, yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan ekonomi digital global.

“Masih terdapat banyak peluang sumber daya manusia yang dapat dikembangkan, tidak hanya berfokus pada penguasaan hard skills seperti coding, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, serta penguatan life skills yang menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika dunia digital,” tuntas Doni.

Diskusi berlangsung dinamis dengan mengangkat berbagai tantangan, mulai dari kesiapan infrastruktur, literasi digital, hingga pelindungan konsumen yang mendapat respon posistif dari peserta. Melalui forum ini, diharapkan terpetakan langkah-langkah strategis dan kolaboratif untuk mewujudkan Bali sebagai Pulau Digital yang tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan digitalisasi sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah serta mengembangkan talenta digital di Bali. Kegiatan ini menegaskan komitmen Baligivation 2026 sebagai wadah sinergi untuk mempercepat transformasi digital Bali, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing di era digital. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Sasar Remaja Dini, Ketua Forum PUSPA Bali Pesankan Anak-anak Fokus Belajar, Hindari Bullying, dan Jauhi Pernikahan Dini

Published

on

By

Ketua Forum PUSPA Bali
SAPA ANAK-ANAK: Ketua Forum PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menyapa anak-anak usai menjadi narasumber Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di SMP N 3 Petang, Kabupaten Badung, Kamis (30/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Ketua Forum PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menyampaikan agar setiap remaja mampu menjaga diri dengan pembatasan yang terkontrol.

Menurutnya, masa remaja merupakan fase rentan ketika seseorang sedang mencari jati diri, sehingga peran orang tua sangat dibutuhkan. Pengawalan terhadap tumbuh kembang, pergaulan, serta kepedulian terhadap masalah internal dan beban yang dirasakan anak tentu dapat memberikan perlindungan mental dan batin bagi mereka.

“Jangan biarkan mereka menghadapi masalahnya sendiri hingga merasa terbelenggu, putus asa, dan memilih jalan pintas. Sebagai orang tua di rumah maupun guru di sekolah, kita harus peka terhadap kondisi anak agar mereka tidak merasa sendiri dan kesepian,” ungkapnya saat menjadi narasumber Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di SMP N 3 Petang, Kabupaten Badung, Kamis (30/4).

Ia menambahkan, “Kita boleh sibuk dengan kegiatan masing-masing, tetapi jangan pernah lelah untuk mengawasi pergaulan dan kondisi putra-putri kita. Jangan lalai saat ekspresi wajah mereka berubah dari biasanya. Cobalah mendekati anak-anak saat mereka menyendiri, murung, bahkan mengurung diri di kamar. Jangan sampai mereka mengalami bullying di sekolah atau lingkungan luar rumah tanpa kita mengetahuinya, yang pada akhirnya dapat merusak mental anak.”

Dengan demikian, anak-anak akan mampu bertanggung jawab di sekolah—dengan belajar dan memperkaya pengetahuan sebagai fondasi diri yang lebih baik dan matang—di rumah dengan memanfaatkan waktu untuk membantu orang tua, serta di lingkungan dengan menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan fokus menjalankan kewajiban sesuai niat baik. Mereka juga diharapkan mampu menyayangi diri sendiri, sehingga dapat menyayangi orang lain tanpa terjerumus dalam pergaulan bebas yang membahayakan masa depan, serta menjaga kepercayaan yang diberikan orang tua agar terhindar dari pernikahan dini.

Baca Juga  Percepat Bali Bangkit, BI Dukung Program Vaksinasi dan Dorong Geliat Aktivitas Ekonomi

Ny. Seniasih juga menegaskan agar tidak membiasakan berkata kasar, karena hal tersebut termasuk kekerasan verbal yang dapat melukai perasaan dan menimbulkan tekanan batin.

“Lakukan tugas dengan baik untuk membentuk pribadi dan karakter yang berpotensi menggapai masa depan, sehingga menjadi individu yang berkualitas,” imbuhnya.

Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, menyampaikan bahwa bullying di sekitar anak-anak sangat memengaruhi semangat dan fokus mereka dalam belajar serta menjalani kehidupan. Anak-anak menghabiskan sekitar 8 jam di sekolah, 8 jam di rumah, dan 8 jam di luar keduanya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menanamkan kesadaran bahwa tanggung jawab terhadap diri sendiri sangatlah penting.

Merencanakan masa depan yang baik dengan melewati masa remaja yang berkualitas tentu menjadi impian setiap orang. Oleh sebab itu, pola pengasuhan dan perhatian orang tua menjadi hal yang krusial.

Pada kesempatan ini, sosialisasi yang menyasar remaja tingkat Sekolah Menengah Pertama dilakukan untuk memberikan gambaran bahwa hidup membutuhkan perencanaan yang jelas dalam menentukan masa depan, sehingga langkah untuk mencapainya dapat lebih terarah dan sistematis. Oleh karena itu, penting untuk memperbanyak informasi mengenai bahaya pergaulan bebas dan seks bebas guna menghindari terjadinya pernikahan dini.

Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber lainnya, yakni Putu Astri Dewi Miranti dan Ni Made Mery Setianingsih, yang memaparkan Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 2 Tahun 2025. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa kesehatan reproduksi adalah kondisi sehat secara fisik, mental, dan sosial secara utuh yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi, bukan semata-mata bebas dari penyakit atau disabilitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Kedua Pencarian, Korban Hilang di Pantai Kelingking Akhirnya Ditemukan

Published

on

By

Pantai Kelingking
EVAKUASI: Tim SAR evakuasi korban dengan ambulans menuju Rumah Sakit Gema Santi. (Foto: Hms SAR)

Nusa Penida, Klungkung, baliilu.com – Operasi SAR hari kedua terhadap seorang warga Desa Bunga Mekar yang dilaporkan hilang akibat terhempas ombak di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan pada Jumat (25/4/2026) malam dalam kondisi meninggal dunia.

Upaya pencarian oleh Tim SAR Gabungan telah dilaksanakan sejak pagi hari. Pada pukul 06.00 WITA, seluruh personel melaksanakan briefing, pembagian area pencarian (search area), serta penyampaian rencana pergerakan. Tim SAR Gabungan menggunakan RIB 05 Denpasar bergerak dari Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida menuju area pencarian untuk melaksanakan penyisiran sorty pertama. Hingga pukul 11.15 WITA hasilnya nihil dan mereka merapat di Jungut Batu Tlatak, Nusa Ceningan. Upaya pencarian dilanjutkan sekitar pukul 13.57 Wita hingga pukul 16.30 Wita, namun tak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Pencarian hari itu sempat menghadapi beberapa kendala, yakni akses penyisiran yang sulit, kondisi gelombang tinggi dan ombak pecah, serta perubahan arah dan kecepatan angin yang cukup ekstrem di sekitar garis pantai.

“Pada 17.50 WITA kami menerima informasi dari warga bahwa korban mengapung tidak jauh dari lokasi kejadian,” ungkap Cakra Negara, Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida. Menindaklanjuti laporan tersebut, RIB 05 Denpasar segera bergerak menuju lokasi yang dimaksud.

Pada pukul 19.15 WITA, korban akhirnya berhasil ditemukan pada posisi kurang lebih 803,62 meter dari lokasi kejadian awal. Usai dibawa ke darat, jenasah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Gema Santi menuju Rumah Sakit Gema Santi.

Diberitakan sebelumnya, korban bernama Nyoman Rame (49) hilang saat melakukan aktivitas memancing bersama anaknya di atas tebing Pantai Kelingking pada Jumat (24/4/2026). Saat itu, korban diduga terhempas ombak besar hingga terjatuh ke laut dan hilang.

Baca Juga  Industri KUPVA BB Siap Sambut Era Digitalisasi dan Jaga Keamanan Bertransaksi

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur Tim SAR Gabungan, di antaranya Unit Siaga SAR Nusa Penida, Pos TNI AL Nusa Penida, Babinsa Desa Bunga Mekar, Bhabinkamtibmas Desa Bunga Mekar, Polairud Polres Klungkung, BPBD Klungkung, petugas ambulans Gema Santi, serta keluarga korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tim SAR Cari Seorang Pendaki Tersesat di Gunung Batukaru

Published

on

By

pendaki tersesat di badukaru
Jalur pendakian hingga target terpisah dari rombongan. (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Upaya pencarian terhadap seorang pendaki yang dilaporkan terpisah dan tersesat dari rombongannya di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, masih dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Informasi awal diterima oleh petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada hari Minggu (26/4/2026) pukul 04.40 Wita dari anggota BPBD Kabupaten Tabanan. Dari laporan tersebut, diperkirakan kejadiannya di hari Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Korban diketahui bernama Made Dibya (80), seorang warga asal Penebel, Tabanan.

Mulanya Made Dibya bersama 13 orang lainnya berangkat dari jalur pendakian Desa Sarin Buana kurang lebih pukul 06.00 Wita. Namun dalam perjalanan hanya 10 orang saja yang masih bisa melanjutkan pendakian. Sore harinya, saat mereka telah kembali tiba ke titik awal, baru disadari ada 1 orang belum bergabung. Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh BPBD Kabupaten Tabanan, akan tetapi korban belum berhasil ditemukan.

Pagi tadi, sebanyak 7 personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar berangkat menuju lokasi kejadian. Mereka dilengkapi dengan peralatan mountaineering, medis serta drone thermal untuk pencarian melalui udara dengan jangkauan yang lebih luas.

Selama berlangsungnya operasi SAR turut melibatkan berbagai unsur, diantaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (7 personel), Polsek Penebel (2 personel), BPBD Kabupaten Tabanan (5 personel), masyarakat setempat dan rekan korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Industri KUPVA BB Siap Sambut Era Digitalisasi dan Jaga Keamanan Bertransaksi
Lanjutkan Membaca