Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tuntaskan Sampah di Sumber, Ny. Putri Koster Ajak Masyarakat Keluar dari Zona Nyaman

BALIILU Tayang

:

eka
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster

Buleleng, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster melakukan roadshow dan menjadi narasumber pada dialog interaktif pengelolaan sampah berbasis sumber pada dua stasiun radio di Kabupaten Buleleng yaitu RRI Singaraja dan Radio Barong, Kamis (8/7/2021). Dalam talkshow di RRI Singaraja, Ny. Putri Koster didampingi Perbekel Desa Tajun I Gede Agustawan.

Pada paparannya di kedua radio ini, Ny. Putri Koster mengajak masyarakat keluar dari zona nyaman agar pengelolaan sampah benar-benar bisa dituntaskan di sumbernya. Ajakan itu disampaikannya karena selama ini masyarakat terlanjur nyaman membuang sampah rumah tangga tanpa didahului dengan pemilahan. Padahal, sistem pengelolaan berbasis sumber menuntut peran aktif masyarakat sebagai produsen sampah, khususnya di tingkat rumah tangga.

“Sistem baru ini memang membutuhkan perhatian karena menyita waktu dan tenaga. Tapi lebih baik kita berpeluh sekarang, daripada nantinya menuai musibah karena tumpukan sampah di hilir yaitu Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” ucapnya.

Menyinggung tempat pembuangan akhir, ia menyebut keberadaan TPA Suwung adalah salah satu bukti kurang tepatnya manajemen pengelolaan sampah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.  Dalam kuran waktu yang sangat panjang, empat kabupaten/kota hanya memindahkan sampah dari wilayah mereka hingga menyisakan  tumpukan sampah menggunung di TPA Suwung, dan kondisinya saat ini sudah sangat sulit untuk ditangani.

Ny. Putri Koster menyerahkan buku Hatinya PKK kepada Perbekel Tajun I Gede Agustawan

Yang memprihatinkan, gunungan sampah di TPA Suwung telah menimbulkan dampak yang sangat merugikan masyarakat sekitar. “Warga sekitar harus menghadapi polusi udara berupa bau, tanah dan air di sekitarnya juga terancam,” sebutnya.

Belajar dari persoalan pelik tersebut, Pemprov Bali di bawah kepempimpinan Gubernur Wayan Koster menempuh upaya serius untuk menciptakan sebuah sistem pengelolaan sampah berbasis sumber di setiap desa/kelurahan dan desa adat. Keseriusan Gubernur Bali tertuang dalam Pergub Nomor 47 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber yang diikuti dengan keluarnya Keputusan Gubernur Nomor 381/03-P/HK/2021 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Desa/Kelurahan dan Desa Adat

Baca Juga  Ny. Putri Koster Buka Bimtek Bina Posyandu untuk Penguatan Kapasitas Kader di Buleleng

Sebagai partner pemerintah, TP PKK Bali mengambil peran dalam sosialisasi agar sistem pengelolaan sampah berbasis sumber bisa segera terwujud di seluruh desa/kelurahan dan desa adat. “Keberadaan TPA Suwung memberi kita banyak pelajaran. Mari ubah mindset, jangan lanjutkan perilaku penanganan sampah yang hanya memindahkan sampah dari satu wilayah ke wilayah lain. Kita tak ingin ada Suwung yang lain lagi, tuntaskan pengelolaan sampah di sumbernya,” urainya.

Ia berkeyakinan, masyarakat Bali dengan tingkat intelektual yang tinggi bisa menciptakan sebuah sistem pengelolaan sampah berbasis sumber yang nantinya dapat diwariskan secara turun temurun pada anak cucu. “Kita contoh keberadaan subak, sistem irigasi tradisional ciptaan para leluhur yang saat ini sangat terkenal dan dikagumi. Saya berharap, dalam pengelolaan sampah, kita juga punya sistem seperti itu,” imbuhnya.

Berikutnya, perempuan yang dikenal memiliki segudang talenta ini mendorong seluruh desa/kelurahan dan desa adat di Bali segera merancang sebuah sistem pengelolaan sampah berbasis sumber yang tepat untuk diterapkan di wilayah masing-masing. Untuk memulainya, sejumlah desa di Bali yang telah sukses menerapkan  pengelolaan sampah berbasis sumber bisa dijadikan contoh. Desa-desa tersebut yaitu Desa Punggul Abiansemal, Desa Taro Tegallalang, Desa Paksebali  Klungkung, Desa Baktiseraga Buleleng dan Desa Adat Padang Tegal Kelurahan Ubud. “Bapak-bapak perbekal, silahkan main-main dulu ke desa-desa yang sudah berhasil dalam pengelolaan sampah berbasis sumber, nanti tinggal dikaji dan dipilih sistem yang mana yang cocok diterapkan di wilayah masing-masing,” sarannya sembari mengajak seluruh elemen bahu-membahu mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang tepat di seluruh Bali. Sesuai intsruksi gubernur, para bupati/walikota diharapkan ikut membimbing dan memfasilitasi para kepala desa/lurah dan bendesa adat agar segera bisa mewujudkan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber.

Baca Juga  Tinjau Pasar Rakyat Pemprov Bali, Ny. Putri Koster Ajak Pedagang Gunakan Kemasan Aman bagi Kesehatan

Sementara itu, Perbekel Desa Tajun I Gede Agustawan menyampaikan, pihaknya segera menindaklanjuti arahan Gubernur Bali setelah diundang ke Jayasabha. Desa Tajun sudah mulai mengarahkan warga untuk melakukan pemilahan sampah yang mereka produksi. “Setelah dipilah, baru kita ambil. Hal ini mempermudah petugas dalam menangani sampah,” terangnya.  Karena baru diterapkan, ia menyebut banyak warga yang mengeluh dengan dalih lebih repot. Tapi sebagai pemimpin ia harus tegas demi terciptanya sistem pengelolaan sampah yang lebih baik di Desa Tajun.

Usai melakukan roadshow di dua radio, Ny. Putri Koster mengunjungi lahan urban farming yang dikembangkan Desa Baktiseraga. Urban farming merupakan pengembangan sistem Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Desa Baktiseraga. Selain dijual, pupuk yang dihasilkan juga dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis sayur-mayur dengan memanfaatkan lahan kosong milik warga. Urban farming dengan pengembangan organik, menjadi salah satu hal unik yang ada di tengah kota dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Ny Putri Koster mengapresiasi ide kreatif yang diharapkan menjadi inspirasi bagi desa lain di Bali. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Semarak HUT Ke-81 TNI, Kodam IX/Udayana Hadirkan Bazar Pasar Murah untuk Ringankan Beban Masyarakat

Published

on

By

Bazar Murah Kodam IX/Udayana dalam rangka HUT ke-81 TNI di Denpasar.
BAZAR MURAH: Kodam IX/Udayana menggelar Bazar Pasar Murah secara serentak di tiga wilayah, yakni Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Bali; Asmil Gebang Mataram, NTB; dan Lapangan Asten Kuanino, Kupang, NTT, Selasa (22/9/2026). (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026, Kodam IX/Udayana menggelar Bazar Pasar Murah secara serentak di tiga wilayah, yakni Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Bali; Asmil Gebang Mataram, NTB; dan Lapangan Asten Kuanino, Kupang, NTT, Selasa (22/9/2026).

Di Bali, kegiatan dipimpin langsung Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Ratusan warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh berbagai kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau. Selain bazar, kegiatan juga dirangkaikan dengan Bakti Sosial Kesehatan dan akan berlangsung selama dua hari.

Bazar Pasar Murah tersebut merupakan bagian dari kegiatan serentak yang digelar Mabes TNI bersama seluruh jajaran TNI di Indonesia dalam rangka HUT ke-81 TNI. Pembukaan secara terpusat dilaksanakan melalui Video Conference (Vidcon) dari Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, oleh Wakil Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Susi Tandyo Budi.

Dalam sambutannya, Ny. Susi Tandyo Budi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pasar murah secara serentak di seluruh jajaran TNI. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata dan dapat dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pada kesempatan tersebut, juga dilaksanakan dialog dan pemantauan secara langsung melalui Vidcon dengan sejumlah satuan jajaran TNI yang turut menyelenggarakan Bazar Pasar Murah dalam rangka HUT ke-81 TNI.

Bazar Pasar Murah di Kodam IX/Udayana turut dihadiri Gubernur Bali I Wayan Koster bersama sejumlah unsur Forkopimda Provinsi Bali, Kasdam IX/Udayana, Kapoksahli Pangdam, para Danrem jajaran Kodam IX/Udayana, para Asisten, para Komandan dan Kabalak jajaran Kodam IX/Udayana, Ketua Dharma Pertiwi Daerah “J”, serta anggota Persit KCK, Jalasenastri dan PIA Ardhya Garini.

Baca Juga  Tinjau Pasar Rakyat Pemprov Bali, Ny. Putri Koster Ajak Pedagang Gunakan Kemasan Aman bagi Kesehatan

Selain menyediakan berbagai kebutuhan pokok, kegiatan juga menampilkan produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari satuan-satuan jajaran Kodam IX/Udayana. Masyarakat juga mendapatkan layanan Bakti Sosial Kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah. Suasana kegiatan semakin semarak dengan hiburan musik yang dipersembahkan Ajendam IX/Udayana.

Pangdam IX/Udayana bersama Gubernur Bali turut meninjau sejumlah stan UMKM, berdialog dengan masyarakat sekaligus berbelanja produk yang tersedia. Pangdam menjelaskan bahwa UMKM yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut berasal dari Kodim-Kodim dan Satuan jajaran Kodam IX/Udayana.

“Kita berharap Bazar Pasar Murah ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya ibu-ibu, dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti sembako. Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang telah kami siapkan,” ujar Pangdam IX/Udayana.

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menambahkan, Bazar Pasar Murah dan Bakti Sosial Kesehatan ini merupakan wujud kepedulian TNI yang dihadirkan secara langsung di tengah masyarakat dalam momentum HUT ke-81 TNI. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan serta mendukung produk UMKM binaan satuan jajaran Kodam IX/Udayana.

“Semangat HUT ke-81 TNI kami maknai dengan menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kami berharap kehadiran Kodam IX/Udayana melalui pasar murah, pelayanan kesehatan dan pemberdayaan UMKM ini dapat semakin mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata,” ujar Kapendam. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Bagus Alit Sucipta Ikuti Prosesi Ngetus Ida Betara Tapakan di Pura Dalem Korya

Published

on

By

Wabup Alit Sucipta mengikuti Prosesi Ngetus Ida Batara Tapakan di Pura Dalem Korya.
NGETUS IDA BATARA TAPAKAN: Wabup Bagus Alit Sucipta bersama anggota DPRD Kabupaten Badung, Putu Yunita Oktarini, hadiri Prosesi Ngetus Ida Batara Tapakan di Pura Dalem Korya, Banjar Kedampal, Desa Adat Dauh Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal, Senin (21/9/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta bersama anggota DPRD Kabupaten Badung, Putu Yunita Oktarini, larut dalam Prosesi Ngetus Ida Batara Tapakan di Pura Dalem Korya, Banjar Kedampal, Desa Adat Dauh Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal, Senin (21/9/2026).

Prosesi sakral ini dipuput oleh Ida Pedanda dari Griya Lebah Banjar Kedampal, Ida Cokorda Mengwi XIII, serta Mangku Pura Prajapati Jero Mangku Joti. Rangkaian upacara juga dihadiri Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan beserta unsur Tripika Kecamatan, Perbekel Abiansemal Dauh Yeh Cani, Bendesa Adat Abiansemal, tokoh masyarakat I Wayan Muntra dan seluruh krama pengempon pura.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Bagus Alit Sucipta bersama Putu Yunita Oktarini dan krama melaksanakan persembahyangan bersama demi memohon kelancaran, ketertiban, dan kerahayuan jagat selama rangkaian karya suci berlangsung.

Dalam sambutan singkatnya, Wabup Bagus Alit Sucipta mengapresiasi semangat kebersamaan krama pengempon Pura Dalem Korya. Menurutnya, pelaksanaan karya ini tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga menjadi pilar penting dalam melestarikan adat, seni, dan budaya Bali.

“Melalui pelaksanaan karya seperti ini, kita tidak hanya menjalankan kewajiban keagamaan, tetapi juga turut menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur. Karena itu, semangat kebersamaan dan gotong-royong harus terus dipertahankan,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada krama agar senantiasa menjaga persatuan, keharmonisan, serta semangat menyama braya dalam kehidupan bermasyarakat guna menghadapi perkembangan zaman.

Sementara itu, Manggala Karya Pura Dalem Korya, I Nyoman Tastra, menyampaikan terima kasih atas dukungan nyata dari Pemerintah Kabupaten Badung yang telah menggelontorkan anggaran hibah induk tahun 2026 sebesar Rp 777 juta lebih. Bantuan finansial tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk penataan pura serta menyokong rangkaian upacara pemahayu yang puncaknya berlangsung hingga Purnamaning Kanem tanggal 24 November 2026 mendatang.

Baca Juga  Tinjau Pasar Rakyat Pemprov Bali, Ny. Putri Koster Ajak Pedagang Gunakan Kemasan Aman bagi Kesehatan

Pihak pengempon juga berterima kasih kepada Pemerintah Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani atas bantuan penataan sarana prasarana dan perbaikan gong. I Nyoman Tastra berharap sinergi kuat antara masyarakat dan pemerintah ini dapat terus berlanjut demi kelestarian adat dan budaya Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wujudkan Masyarakat Sehat dan Bahagia, Pemkab Badung Gelar Gebyar GENTA 2026

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta membuka Gebyar GENTA 2026 di Desa Dalung
BUKA GENTA 2026: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta membuka GENTA Tahun 2026 di Wantilan Pura Dalem Kahyangan, Banjar Tegal Jaya, Desa Dalung, Selasa (22/9/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta resmi membuka Gebyar Gerakan Terpadu Nak Badung Sehat (GENTA) Tahun 2026 di Wantilan Pura Dalem Kahyangan, Banjar Tegal Jaya, Desa Dalung, Selasa (22/9). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendekatkan akses layanan sekaligus mengedukasi warga terkait program strategis kesehatan.

Rangkaian pelayanan kesehatan yang dihadirkan dalam Gebyar GENTA mencakup pemeriksaan gratis, konsultasi dokter umum dan gigi, pelayanan kesehatan jiwa oleh spesialis dan psikolog, skrining penyakit dalam, serta edukasi gizi seimbang. Program pencegahan juga diperkuat lewat vaksinasi HPV bagi siswi sekolah dasar (BIAS) serta vaksinasi pneumonia bagi lansia yang memenuhi indikasi.

Sebagai bagian dari program unggulan Mantap Nak Badung, Bupati Wayan Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan nutrisi bagi anak terindikasi stunting, penderita penyakit ginjal, serta penyandang disabilitas. Diberikan pula penghargaan Usia Harapan Hidup (UHH) bekerja sama dengan BPD Bali bagi warga berusia 75 tahun ke atas, serta penghargaan bagi dokter dan perawat atas dedikasi mereka saat bencana gempa bumi di NTT.

Pada kesempatan ini, Bupati Adi Arnawa turut menyapa secara daring warga di wilayah Dalung Permai yang sedang menerima pelayanan jompo/sakit di rumah lewat program Home Care Nak Badung Sehat.

Berdasarkan data periode Januari hingga Agustus, tercatat layanan home care telah menjangkau 1.885 layanan, layanan Sigap mencapai 1.796 layanan, serta Gawat Darurat sebanyak 1.606 layanan. Layanan tersebut, termasuk lansia hingga usia 103 tahun, menunjukkan aksi nyata dari visi pemerintah.

“Program ini tentu sangat berguna dan bermanfaat sekali buat masyarakat kita. Oleh karena itulah maka melalui gerakan terpadu ini, saya berharap ini akan tetap secara konsisten akan terus berlanjut. Disamping dalam rangka memberikan pelayanan jemput bola, sekaligus mengedukasi masyarakat kami yang ada di Badung untuk memahami dan mengetahui program kita,” ujar Adi Arnawa.

Baca Juga  Tinjau Pasar Rakyat Pemprov Bali, Ny. Putri Koster Ajak Pedagang Gunakan Kemasan Aman bagi Kesehatan

Sementara itu, Kadis Kesehatan Badung Bagus Padma Puspita melaporkan bahwa gebyar ini merupakan wujud misi kedua Pemda untuk meningkatkan kualitas kehidupan krama di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Gebyar ini diisi oleh 25 kegiatan lintas OPD dan melibatkan BPJS.

“Terima kasih untuk Desa Dalung yang telah membantu kegiatan ini dan harapannya ke depan di seluruh 6 kecamatan dan di masing-masing desa kita bisa bergerak seperti ini simultan bersama, berkolaborasi. Mungkin harapan ke depan masyarakat kita hidupnya bisa kualitas tidak hanya kesehatan, masyarakatnya juga, kualitas pendidikan, dan kualitas lainnya,” ucapnya.

Dalam kegiatan ini, masyarakat dapat memanfaatkan ragam rangkaian acara seperti aktivitas fisik berupa senam Lansia dan pengukuran kebugaran, pemeriksaan kesehatan gratis seperti Cek Kesehatan, EKG Jantung, pemeriksaan mata, gigi dan mulut, kulit, hingga kesehatan jiwa. Tersedia pula layanan ibu dan anak yang mencakup kelas ibu hamil, Posyandu siklus hidup, imunisasi/vaksinasi, konseling gizi, Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer (Yankestradkom) yang melibatkan Gotra Pangusada Bali hingga “Pojok Jamu” yang bermutu. Kegiatan ini juga melibatkan UMKM pangan lokal yang telah mengantongi izin PIRT, serta pelayanan aktivasi JKN dan IKD oleh Disdukcapil serta perlinsos oleh Dinsos.

Turut hadir pimpinan OPD terkait, Ketua WHDI Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta, Organisasi Kewanitaan, Camat Kuta Utara I Nyoman Tirtayasa, Perbekel Desa Dalung I Gede Putu Arif Wiratya, serta perwakilan siswa SD, SMP, dan SMA se-Kuta Utara. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca