Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Tinjau Pasar Rakyat Pemprov Bali, Ny. Putri Koster Ajak Pedagang Gunakan Kemasan Aman bagi Kesehatan

BALIILU Tayang

:

de
BERBINCANG: Ny. Putri Koster saat berbincang dengan pedagang dan mengajak menggunakan kemasan aman bagi kesehatan, Jumat (7/5).

Denpasar, baliilu.com – Ny. Putri Suastini Koster selalu Ketua TP PKK Provinsi Bali dan Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali membuka lanjut meninjau pelaksanaan Pasar Rakyat Pemprov Bali Menyambut Hari Raya Nasional yang digelar di Depan Kantor Gubernur Bali, Jumat (7/5/2021). Saat meninjau stand yang menawarkan berbagai produk pangan segar maupun olahan, Ny. Putri Koster mengajak pedagang agar menggunakan tempat atau kemasan yang aman bagi kesehatan.

Ditemui awak media usai menyambangi seluruh stand, istri Orang Nomor Satu di Bali ini menilai pelaku IKM/UMKM Bali makin peduli terhadap kemasan produk. “Ibu lihat dari kemasan sudah mulai ada kemajuan, rata-rata dibuat lebih menarik,” ujarnya kepada awak media. Kendati demikian, ia mengingatkan agar mereka tak mengabaikan faktor keamanan dan kesehatan. “Silahkan saja buat kemasan yang unik dan semenarik mungkin, tapi harus tetap memperhatikan faktor kepantasan dan kesehatan agar tidak membahayakan bagi tubuh saat makanan itu dikonsumsi,” imbuhnya.

Terkait dengan kemasan aman, salah satu yang menarik perhatiannya adalah stand yang menjual tipat cantok dan rujak. Bermaksud mengemas barang dagangannya agar terlihat menarik, si pedagang menempatkan ketupat pada bokor berbahan fiber. Melihat hal itu, Ny. Putri Koster menyarankan agar sebaiknya ketupat ditempatkan pada wadah berbahan anyaman bambu yang dialasi daun pisang. Sebab ia khawatir, ketupat yang kontak langsung dengan bahan fiber dan cat akan berdampak pada kesehatan konsumen.

Selain soal kemasan, perempuan yang dikenal sebagai penyair berbakat ini juga mendorong pelaku IKM/UMKM terus mengasah kemampuan agar bisa menghasilkan olahan pangan dengan citarasa yang bisa memenuhi selera konsumen. “Jadi, bukan hanya kemasannya saja yang dipercantik, rasa juga harus diperhatikan,” pesannya.

Baca Juga  Gubernur Koster Resmikan Gedung MDA Bangli, Ajak Bendesa, Pakis, Pecalang, Yowana Lestarikan Warisan Ida Bhatara Mpu Kuturan

Pada bagian lain, Ny. Putri Koster juga menyinggung dampak pendemi Covid-19 yang sangat dirasakan oleh pelaku IKM/UMKM Bali. Karena penerapan protokol kesehatan yang membatasi mobilitas warga, sebagian pelaku IKM/UMKM harus berjualan dari rumah dan tak bisa menyapa konsumen secara langsung. Lebih dari itu, omzet mereka pun rata-rata mengalami penurunan. Bertolak dari kondisi tersebut, ia menyambut positif kegiatan Pasar Rakyat Menyambut Hari Raya Nasional yang diselenggarakan atas kerjasama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, TP PKK Provinsi Bali, Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bali, Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) dan Gatriwara Provinsi Bali. Ia menyebut kegiatan ini sebagai hal yang sangat membahagiakan bagi pelaku IKM/UMKM karena mereka bisa kembali menyapa konsumen secara langsung.

BUKA PASAR RAKYAT: Ny. Putri Suastini Koster membuka lanjut meninjau pelaksanaan Pasar Rakyat Pemprov Bali Menyambut Hari Raya Nasional yang digelar di Depan Kantor Gubernur Bali, Jumat (7/5/2021)

Masih dalam wawancara, Ny. Putri Koster mengajak pelaku IKM/UMKM memanfaatkan waktu jeda di masa pandemi untuk mengevaluasi apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan daya saing. “Dengan demikian, ketika masa pandemi ini melandai, IKM/UMKM kita siap. Jangan sampai yang lain sudah start, kita baru pemanasan,” urainya. Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan agar penerapan protokol kesehatan tetap diperhatikan. “Apapun kegiatannya, silahkan laksanakan. Tapi dengan protokol kesehatan ketat seperti penggunaan masker, jaga jarak dan penggunaan hand sanitizer. Belajar dari negara lain, jangan sampai kita yang sudah bagus jadi  ambyar lagi karena lalai,” terangnya mengingatkan. 

Sementara itu, Kadis Koperasi UKM Provinsi Bali I Wayan Mardiana menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan produk-produk pangan yang aman, segar dan sehat. Selain itu, Pasar Rakyat Pemprov Bali yang berlangsung selama dua hari mulai 7 hingga 8 Mei 2021 juga bertujuan membantu para pelaku IKM/UMKM dalam memasarkan produk mereka.

Baca Juga  Info Terkini Covid-19 di Bali, Kasus Aktif 280 Orang, PPLN yang Vaksin Lengkap Karantina 3 Hari

Ditambahkannya, Pasar Rakyat Pemprov Bali melibatkan 40 pelaku IKM/UMKM yang menawarkan produk komoditi seperti daging telur, beras dan produk olahan pangan lainnya dengan harga di bawah harga pasaran karena yang dilibatkan adalah produsen bukan pedagang. Melihat tingginya antusiasme pelaku IKM/UMKM dalam mengikuti kegiatan ini, pihaknya akan mempertimbangkan kemungkinan Pasar Rakyat Pemprov Bali menjadi agenda berkelanjutan.

Disinggung mengenai kendala pemasaran yang dihadapi pelaku IKM/UMKM, Dinas Koperasi UKM Provinsi Bali telah melakukan sejumlah upaya, satu di antaranya pelatihan digitalisasi pemasaran melalui marketplace. Mengandeng sejumlah marketplace, selama periode Januari hingga Maret 2021, Diskop UKM Bali telah melatih 1.026 pelaku UMKM dan 250 di antaranya telah bergabung dalam sistem penjualan online. “Setelah bergabung, mereka merasakan sekali manfaatnya karena jangkauan pemasaran lebih luas dan penghasilan mereka meningkat,” ucapnya sembari menegaskan bahwa ke depannya Diskop UKM Bali akan terus mendorong pelaku UMKM beralih dari sistem pemasaran konvensional ke digital.

Pasar Rakyat Pemprov Bali juga dikunjungi Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Trisno Nugroho, Ketua BKOW Bali Ny. Tjokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati, Ketua DWP Bali Ny. Widiasmini Indra dan Kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali. Pegawai Pemprov Bali dan masyarakat yang kebetulan sedang beraktivitas di seputaran Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar nampak antusias berbelanja. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

Ekonomi Bali pada Triwulan II Tahun 2026 Tumbuh Kuat dan Berdaya Tahan

Published

on

By

Infografis pertumbuhan ekonomi Bali Triwulan II 2026 yang menunjukkan angka pertumbuhan sebesar 5,78% (yoy).
Infografis pertumbuhan ekonomi Bali Triwulan II tahun 2026. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, perekonomian Bali pada Triwulan II 2026 tumbuh meningkat sebesar 5,78% (yoy). Di tengah gejolak geopolitik global, ekonomi Bali tumbuh meningkat, yang menunjukkan bahwa ekonomi Bali tetap kuat dan berdaya tahan. Perekonomian Provinsi Bali pada Triwulan II 2026 tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,58% (yoy) dan lebih tinggi dibandingkan nasional yang tumbuh sebesar 5,29% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Achris Sarwani melalui keterangan tertulisnya mengatakan bahwa capaian tersebut didorong oleh pertumbuhan hampir seluruh lapangan usaha (LU), kecuali LU Transportasi dan Pergudangan. Merujuk data BPS, LU dengan pertumbuhan tertinggi berada pada LU Pengad aan Listrik dan LU Administrasi Pemerintah yang tumbuh masing-masing sebesar 15,98% (yoy) dan 14,31% (yoy).

Lebih lanjut, LU Konstruksi tumbuh sebesar 8,40% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,03% (yoy), utamanya didorong proyek konstruksi pemerintah dan masih tingginya proyek swasta. LU Pertanian tumbuh sebesar 6,35% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 2,06% (yoy), didukung oleh peningkatan produksi hotrikultura tahunan (jeruk, alpukat, manggis), peternakan (daging ayam ras dan telur), perikanan, dan padi. Sementara itu, LU Akmamin tumbuh melambat imbas konflik Timur Tengah , yang berdampak pada kunjungan wisatawan mancanegara yang terkontraksi sebesar -5,17% (yoy).

Dari sisi pengeluaran, ekonomi Bali yang tumbuh menguat utamanya didukung konsumsi pemerintah yang tumbuh meningkat sebesar 14,90% (yoy) yang bersumber dari realisasi belanja pemerintah pusat dan daerah. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yakni tumbuh 9,81 % (yoy) sejalan dengan meningkatnya aktivitas konstruksi.

Baca Juga  Info Terkini Covid-19 di Bali, Kasus Aktif 406 Orang, Pasien Meninggal Nihil

Lebih lanjut, konsumsi rumah tangga tumbuh tetap tinggi sebesar 5,48% (yoy) didukung oleh aktivitas konsumsi serta mobilitas masyarakat pada momen Hari Raya Galungan dan Kuningan, masa libur sekolah, dan pelaksanaan event Pesta Kesenian Bali (PKB). Di sisi lain, ekspor luar negeri tumbuh 2, 23% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sejalan dengan melambatnya ekspor jasa (kunjungan wisatawan).

Pada Triwulan III 2026, Bank Indonesia memprakirakan perekonomian Bali tetap tumbuh tinggi seiring meningkatnya kinerja pariwisata yang memasuki pola peak season yang bersumber dari kunjungan wisatawan mancanegara, terutama Australia, serta tingginya aktivitas konstruksi proyek strategis pemerintah dan proyek swasta, didukung oleh tetap terjaganya daya beli masyarakat.

Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi Bali Triwulan III diprakirakan masih menghadapi risiko yang berpotensi menahan kinerja ekonomi, terutama berkaitan dengan ketidakpastian gejolak global dan potensi El Nino yang berdampak pada musim kemarau panjang.

Dalam rangka menjaga momentum pertumbuhan tersebut, Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang tangguh, inklusif, berkelanjutan, serta memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Provinsi Bali Juli 2026 Turun dan Tetap Terjaga Dalam Rentang Sasaran

Published

on

By

Infografis inflasi Provinsi Bali Juli 2026 yang dirilis Bank Indonesia Provinsi Bali.
Infografis inflasi Provinsi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 3 Agustus 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada Juli 2026 mengalami deflasi sebesar -0,51% (mtm), berbeda arah dibandingkan bulan Juni yang mengalami inflasi sebesar 0,71% (mtm). Deflasi bulanan Provinsi Bali dipengaruhi oleh memasukinya periode panen beberapa komoditas hortikultura diantaranya bawang merah dan aneka cabai di Bali maupun secara Nasional. Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan menurun dari 3,27% (yoy) pada Juni 2026 menjadi 2,42% (yoy). Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,88% serta berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%.

Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa secara spasial, 4 (empat) Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami deflasi bulanan pada Juli 2026 yakni Kabupaten Buleleng dengan deflasi bulanan terendah sebesar -0,91% (mtm) atau 1,89% (yoy). Selanjutnya, Kabupaten Badung mengalami deflasi bulanan sebesar -0,59% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,04% (yoy), diikuti Kabupaten Tabanan dengan deflasi bulanan sebesar -0,56% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,54% (yoy), dan selanjutnya Kota Denpasar dengan deflasi bulanan sebesar -0,30% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,77% (yoy). Berdasarkan komoditas, secara bulanan deflasi pada Juli 2026 bersumber dari penurunan harga cabai rawit, bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, dan buncis. Deflasi yang lebih rendah tertahan oleh peningkatan harga bensin, beras, dan kenaikan biaya sekolah beberapa jenjang pendidikan (TK, SD, SMP, SMA).

Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%. Ke depan, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain tingginya permintaan barang dan jasa pada periode high season wisatawan mancanegara (Juli – September), ketidakpastian cuaca yang disertai potensi El Nino kuat yang dapat memengaruhi produksi pertanian, serta tetap tingginya biaya angkutan barang di tingkat global yang memberikan tekanan terhadap harga barang impor.

Baca Juga  Pasien Sembuh Bertambah 354 Orang di Bali, Total Sembuh 100.015 Orang

Achris Sarwani menegaskan bahwa dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan inovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Adapun langkah-langkah implementasinya salah satunya melalui kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) Balinusra 2026, termasuk diantaranya Rakor Inflasi TPIP-TPID, intensifikasi Gerakan Pangan Murah (GPM), pemantauan harga secara berkala, fasilitasi distribusi pangan dan optimalisasi kerja sama antardaerah melalui Perumda Pangan, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Melalui berbagai langkah tersebut, inflasi Bali pada tahun 2026 diprakirakan tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

APBN Semester I 2026 Tetap Kuat, Menkeu: Fundamental Fiskal Indonesia Diakui Dua Lembaga Pemeringkat

Published

on

By

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan kinerja APBN Semester I 2026 pada Konferensi Pers APBN KiTA Edisi Juli 2026 Judul Gambar Menkeu Purbaya Paparkan Kinerja APBN Semester I 2026
KONFERENSI PERS: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan kinerja APBN hingga Semester I Tahun 2026 tetap menunjukkan hasil yang kuat dan mampu menjaga kesehatan fiskal pada Konferensi Pers APBN KiTA Edisi Juli 2026, Selasa (21/7). (Foto: Hms Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Semester I Tahun 2026 tetap menunjukkan hasil yang kuat dan mampu menjaga kesehatan fiskal pada Konferensi Pers APBN KiTA Edisi Juli 2026, Selasa (21/7). Kinerja APBN yang solid tersebut juga memperoleh pengakuan dari lembaga pemeringkat internasional, yaitu Standard & Poor’s (S&P) dan Lianhe Credit Rating.

Dalam paparannya, Menkeu Purbaya menyampaikan bahwa pendapatan negara hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp 1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, belanja negara terealisasi sebesar Rp 1.656,0 triliun atau meningkat 17,8 persen (yoy), mencerminkan APBN yang tetap ekspansif sekaligus produktif dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

“Dengan pendapatan yang tumbuh kuat, belanja yang produktif, dan pembiayaan yang dikelola secara terukur, defisit APBN tetap terkendali sebesar Rp 196,5 triliun atau 0,76 persen dari PDB, disertai surplus keseimbangan primer sebesar Rp 85,1 triliun,” jelas Menkeu.

Menurut Menkeu, capaian tersebut menunjukkan bahwa APBN tidak hanya sehat secara fiskal, tetapi juga tetap menjalankan fungsinya sebagai instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi, mendorong pertumbuhan, serta mendukung pembangunan nasional.

“Ini menunjukkan fiskal Indonesia tetap kuat. Dengan kinerja tersebut, kami optimis APBN akan terus menjadi instrumen yang efektif dalam menjaga stabilitas, mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, serta memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi ke depan,” imbuhnya.

Kinerja APBN yang kuat tersebut turut menjadi salah satu faktor yang mendasari keputusan Standard & Poor’s (S&P) mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil.

“APBN-nya bagus, ekspansif, dan mendukung pembangunan. Ini juga alasan mengapa S&P mempertahankan peringkat kita di BBB dengan outlook stabil,” ujarnya.

Baca Juga  Info Terkini Covid-19 di Bali (28/2), Kasus Sembuh Bertambah 1.003 Orang, Kasus Aktif 7.456 Orang

Selain S&P, Indonesia juga memperoleh pengakuan dari Lianhe Credit Rating, lembaga pemeringkat terkemuka di Tiongkok, yang memberikan peringkat AAA dengan outlook stabil bagi rencana penerbitan Panda Bond oleh Pemerintah Indonesia.

Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa peringkat tertinggi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperluas basis investor dan mengakses pasar keuangan Tiongkok yang memiliki kapasitas pendanaan sangat besar.

“Kita keluar report-nya memberikan rating AAA stable. Jadi AAA itu yang paling tinggi. Di China peringkat utang kita itu yang mentok atas. Ini penting sekali untuk kita karena China merupakan pasar yang besar untuk surat utang,” jelas Menkeu dikutip dari laman kemenkeu.go.id.

Menurut Menkeu Purbaya, Lianhe Creding Rating memberikan peringkat tersebut dengan didukung oleh indikator pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap kuat, fundamental ekonomi yang solid, ketahanan terhadap guncangan eksternal, tingkat utang luar negeri yang relatif rendah, kapasitas pembayaran yang kuat, cadangan devisa yang memadai, serta rasio utang pemerintah yang tetap pruden. Menkeu menegaskan bahwa indikator-indikator tersebut mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang sehat dan dikelola secara hati-hati.

“Utang luar negeri kita relatif rendah, kapasitas pembayarannya cukup, devisanya juga cukup. Rasio utang pemerintah juga tetap pruden,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca