Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

BLT APBD Kota Denpasar Sudah 100 Persen Masuk Ke Rekening Penerima

BALIILU Tayang

:

de
SERAHKAN BLT: Penyerahan BLT APBD Kota Denpasar beberapa waktu lalu.

Denpasar, baliilu.com – Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk kelurahan dari APBD Kota Denpasar sudah 100 persen masuk ke rekening penerima bantuan. Hal tersebut diungkapkan Plt Kadis Sosial Kota Denpasar I Nyoman Artayasa saat dikonfirmasi, Senin (26/7).

Menurut Artayasa yang didampingi Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Dewa Gede Rai, pemberian BLT ini dilaksanakan guna membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kota Denpasar. Sehingga dapat membantu beban masyarakat dan mendukung pergerakan ekonomi masyarakat.

“Komitmen pak walikota dan wakil walikota yaitu mempercepat bantuan kepada masyarakat di masa pandemi saat ini,” kata Artayasa.

Lebih lanjut dijelaskan, sebanyak 10.119 KK di Kota Denpasar tercatat menjadi penerima BLT APBD Kota Denpasar yang diberikan kepada masyarakat kelurahan di Kota Denpasar sementara masyarakat yang di desa dibantu melalui BLT DD.

“Sudak ditransfer keseluruhannya ke rekening penerima setelah itu untuk pencairan, lurah yang mengkondisikan bersama BPD Bali untuk pencairan,” jelasnya.

Artayasa berharap, dengan cairnya BLT ini, selain dapat membantu masyarakat, hal ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Semoga BLT ini dapat meringankan beban masyarakat dan mendongkrak perekonomian masyarakat,” jelasnya. (eka)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bali Tangguh Era Gubernur Koster, Digeser Mendagri Berkompetisi di Regional Jawa-Bali, Tetap Jawara 

Published

on

By

regional bali
SERAHKAN PENGHARGAAN: Menteri Perumahan dan Permukiman RI Maruarar Sirait menyerahkan penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting kepada Gubernur Bali Wayan Koster pada ajang apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Grand Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis (4/6/2026). (Foto: bi)

Yogyakarta, baliilu.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian membeberkan alasan unik di balik pemindahan posisi Provinsi Bali dalam ajang Penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026. Bali sengaja “digeser” dari regional asalnya NTB-NTT dan dipindahkan untuk berkompetisi dengan provinsi-provinsi lain di Pulau Jawa.

Langkah ini diambil karena performa pembangunan dan ekonomi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster dinilai terlalu tangguh di regional Bali Nusra.

“Bali sebetulnya dulu ikut regional NTB dan NTT. Tapi setelah kita melihat semua angka-angkanya, pertumbuhan ekonominya cepat, pembangunannya berjalan relatif cepat di sana. Kalau bertanding melawan NTB-NTT, menangnya Bali terus,” ujar Tito Karnavian kepada awak media di Grand Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis (4/6/2026).

Mantan Kapolri tersebut menjelaskan, demi menjaga kompetisi yang sehat dan berimbang, Kemendagri akhirnya memutuskan untuk menaikkan “kelas” Bali agar bertanding dengan daerah lain yang sepadan di daratan Jawa.

Strategi pemindahan itu rupanya tetap menempatkan Bali di panggung tertinggi. Dalam ajang bergengsi tersebut, Pemprov Bali sukses menyabet dua penghargaan sekaligus secara nasional, yakni dalam kategori Penurunan Angka Kemiskinan dan Stunting, serta Pengendalian Inflasi Terendah secara nasional.

Mengingat dominasi Bali yang begitu kuat, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa dirinya mengawasi ketat kerja tim penilai. Ia memastikan seluruh proses penilaian berjalan objektif berdasarkan data kuantitatif yang riil di lapangan, mulai dari angka pengangguran, kemiskinan, stunting, hingga laju inflasi.

Tito menekankan, dirinya tidak ingin kredibilitas kementerian yang dipimpinnya tercoreng oleh kesan bahwa penghargaan tersebut bisa diatur demi kepentingan tertentu.

“Jadi kita pindahkan Bali bertanding lawan yang imbang di Jawa. Jujur saja tim yang menilai betul-betul saya awasi. Saya katakan bahwa kredibilitas Kemendagri harus kita jaga, kalau tidak akan kehilangan marwah jika ini diatur-atur,” tegas Mendagri Tito.

Ia menambahkan, salah satu indikator valid yang dipantau ketat setiap minggu adalah pengendalian inflasi nasional yang saat ini terjaga di angka 3,08 persen.

Mendagri menyampaikan apresiasi tinggi kepada semua kepala daerah berprestasi. Ia berharap apresiasi ini tidak membuat daerah cepat puas, melainkan menjadi pemantik untuk terus meningkatkan kinerja pelayanan publik.

Sementara bagi daerah yang belum berhasil membawa pulang penghargaan pada tahun ini, Tito meminta agar momentum ini dijadikan bahan evaluasi dan motivasi untuk bekerja lebih keras pada periode berikutnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Sukses Bawa Bali Raih Penghargaan Terbaik I Nasional Penurunan Kemiskinan dan Stunting

Published

on

By

gubernur koster
SERAHKAN PENGHARGAAN: Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto menyerahkan penghargaan pemerintah Daerah Berprestasi kategori Pengendalian Inflasi kepada Gubernur Bali Wayan Koster pada ajang apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Grand Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis (4/6/2026). (Foto: bi)

Yogyakarta, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster sukses meraih apresiasi dan penghargaan nasional (regional Jawa-Bali) pada ajang Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Grand Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis (4/6/2026).

Gubernur Koster juga dinilai mampu memanage kabupaten kota se-Bali sehingga berhasil meraih prestasi serupa pada kategori kabupaten/kota se-nasional.

Rekor penurunan angka kemiskinan dan stunting secara nasional di Bali era kepemimpinan Gubernur Koster mengantarkan Bali menerima penghargaan Terbaik Pertama pada Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting tingkat provinsi se-Jawa-Bali.

Penghargaan bergengsi ini diterima langsung Gubernur Koster, yang diserahkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait, mewakili Kementerian Dalam Negeri.

Selain trofi penghargaan, Pemerintah Provinsi Bali juga berhak membawa pulang insentif apresiasi senilai Rp 3 miliar dari Kemendagri atas keberhasilan program penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting yang dinilai kreatif, adaptif, serta berdampak nyata hingga tingkat desa.

Sementera itu, Provinsi Jawa Barat menempati posisi terbaik kedua di bawah Provinsi Bali. Selain meraih prestasi nasional pada kategori tingkat provinsi, dominasi Bali terlihat karena prestasi serupa tingkat kabupaten dan kota juga diraih jajaran pemerintah kabupaten dan kota di Pulau Dewata.

Untuk kategori kabupaten, Kabupaten Badung sukses meraih predikat terbaik pertama, disusul Kabupaten Gianyar di posisi kedua, dan Kabupaten Tabanan di tempat ketiga. Sementara itu, Kota Denpasar juga sukses mengamankan predikat terbaik pertama untuk kategori tingkat kota.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, Bupati Tabanan Komang Sanjaya, dan Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra hadir langsung menerima penghargaan terbaik nasional tersebut.

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dalam sambutannya menegaskan, pemberian penghargaan ini merupakan bentuk keseimbangan (reward) dari Kemendagri yang selama ini kerap memberikan pengawasan ketat dan sanksi bagi daerah yang melanggar aturan.

“Kali ini kita berikan carrot-nya (hadiah) supaya imbang, dengan harapan timbul extreme competition dan juga ada semangat untuk saling bersaing yang sehat,” ujar Tito Karnavian.

Tito menjelaskan bahwa sistem penilaian tahun ini dibagi menjadi enam regional untuk menciptakan iklim kompetisi yang lebih adil bagi daerah-daerah kecil yang keterbatasan kemampuan fiskal.

Tito juga mengatakan, sebetulnya banyak sekali kepala daerah yang memiliki kinerja dan prestasi yang bagus.

“Ini yang perlu diangkat. Bahwa banyak pemimpin yang juga bagus, terlepas dari ada beberapa mungkin oknum yang bermasalah. Itulah tujuan kita, sehingga ada trust (kepercayaan) dari masyarakat dari publik kepada para kepala daerah,” ujar Mendagri.

Ajang penghargaan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi pembangunan yang berkelanjutan di daerah, sekaligus menyelaraskan target pembangunan daerah menuju visi besar Indonesia Emas.

Bagi daerah yang belum mendapatkan penghargaan pada gelombang ini, Kemendagri mencatat masih ada dua putaran evaluasi lagi pada gelombang berikutnya untuk terus memperbaiki kinerja.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat tingkat kemiskinan di Provinsi Bali terus menurun dan menjadi yang terendah secara nasional. Penurunan ini juga diikuti oleh tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk yang kian melandai.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Koster, tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga 3,42 persen terendah secara nasional dan jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 8,25 persen.

Di sektor kesehatan, prevalensi stunting berhasil ditekan hingga 7,2 persen terendah secara nasional dan menjadi satu-satunya provinsi dengan angka di bawah 10 persen.

Tingkat pengangguran juga turun signifikan menjadi 1,45 persen, kembali menempatkan Bali sebagai provinsi dengan angka terendah di Indonesia.

Dari sisi pemerataan ekonomi, gini ratio Bali tercatat sebesar 0,333, lebih baik dibandingkan rata-rata nasional 0,363. Hal ini menunjukkan distribusi pendapatan masyarakat yang semakin merata.

Sementara itu, pendapatan per kapita masyarakat meningkat menjadi Rp 72,66 juta. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 79,37, disertai usia harapan hidup sebesar 75,46 tahun.

Capaian tersebut mencerminkan kinerja pembangunan yang melampaui target yang telah direncanakan. Ini menunjukkan hasil pembangunan Bali tahun 2025 berada pada kategori sangat baik. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Bagus Alit Sucipta Serahkan Penghargaan Tertib Administrasi Akta Kematian

Published

on

By

tertib administrasi badung
SERAHKAN PENGHARGAAN: Wabup Bagus Alit Sucipta, didampingi istri, Nyonya Yunita Oktarini Alit Sucipta, menyerahkan penghargaan atas tertib administrasi pengurusan akta kematian di Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kamis (4/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, didampingi istri, Nyonya Yunita Oktarini Alit Sucipta, menyerahkan penghargaan atas tertib administrasi pengurusan akta kematian kepada keluarga almarhumah Ni Wayan Meji (Ibunda Bendesa Adat Jimbaran, I Putu Subamia) di rumah duka, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kamis (4/6).

Di sela kunjungan tersebut, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya almarhumah. Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Badung, dirinya mendoakan agar almarhumah memperoleh tempat terbaik sesuai dengan dharma dan karma bhaktinya semasa hidup.

“Kami juga mendoakan agar seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, serta keikhlasan dalam menghadapi suasana duka ini,” ujarnya.

Wabup menjelaskan bahwa, penghargaan tertib administrasi ini merupakan bentuk apresiasi nyata dari Pemkab Badung. Penghargaan diberikan kepada masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi dalam mengurus dokumen kependudukan secara tepat waktu.

“Upacara penyerahan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Badung,” jelasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca