Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KRIMINAL

Tepergok sang Pacar Bersama Lelaki di Kamar Kos, Malah Korban INDSS Dikeroyok

BALIILU Tayang

:

de
Diduga pelaku pengeroyokan, pelaku pertama inisial RNR

Badung, baliilu.com – Tepergok sang pacar NLAY bersama lelaki di dalam kamar kosnya di Jalan Wanasegara Kuta Badung, Sabtu 7 Agustus 2021, INDSS (17) malah dikeroyok dua orang tak dikenal hingga luka-luka.  Satreskrim Polsek Kuta akhirnya menangkap 2 pelaku yang diduga melakukan pengeroyokan setelah menerima laporan dari bapak korban.

Demikian informasi dari Humas Polresta Denpasar yang diterima redaksi, Minggu (8/8). Seizin Kapolresta Denpasar, Kapolsek Kuta Kompol I Nyoman Gatra, SH, MH,  menyampaikan kronologis kejadian pengeroyokan sesuai keterangan pelapor yang ayah korban bermula pada Sabtu, 7 Agustus 2021 sekitar pukul 04.00 Wita, korban ke tempat kosnya di Jl. Wana Segara Kuta, Badung.

Setelah sampai di depan pintu kos pacarnya, korban mengetuk pintu beberapa kali namun tidak ada respons. Akan tetapi korban mendengar suara kresek-kresek dari dalam kamar. Korban tambah curiga karena pacarnya tidak membukakan pintu dan ada suara kresek-kresek sehingga korban berusaha masuk dari pintu belakang.

Saat pintu belakang kamar kos pacarnya berhasil dibuka, korban kaget karena ada seorang laki-laki di dalam kamar pacarnya. Kemudian korban mengajak pacarnya NLAY dan laki-laki yang ada di kamar pacar korban untuk dimintai kejelasan hubungan korban dan pacarnya.

Kemudian tiba-tiba ada 2 orang laki-laki berinisial RNR (26) asal Banyuwangi dan BA (16) asal Denpasar, datang dan memukul wajah korban berulang kali. Setelah dipukul, korban berusaha menyelamatkan diri. Namun saat berada di jalan datang salah satu pelaku mengejar korban dengan mengendarai Honda Beat milik korban. Korban tertabrak oleh motor yang dibawa oleh salah satu pelaku yang mengakibatkan ujung jempol kaki kirinya luka.

Diduga pelaku pengeroyokan, pelaku kedua inisial BA

‘’Akibat dipukul oleh para pelaku, saat ini korban masih dalam keadaan sakit di sekujur badannya, hidungnya mengeluarkan darah, luka lebam dan sakit di dadanya. Korban juga kehilangan 1 handphone merk Oppo. Karena korban masih dalam keadaan sakit, selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan oleh bapak korban ke Polsek Kuta guna proses lebih lanjut,’’ ujar Kapolsek Gatra.

Kapolsek Gatra menyampaikan, berdasarkan dari laporan dan keterangan korban, Tim Opsnal yang dipimpin Kanit Reskrim Kuta AKP Made Putra Yudistira, S.H. didampingi Panit Reskrim Iptu Erick Wijaya Siagian S.Tr.K. melakukan penyelidikan di TKP. Kemudian berdasarkan keterangan dari saksi-saksi di TKP, Tim Opsnal akhirnya berhasil mengamankan 2 pelaku di Jl. Wana Segara dan di daerah Juwet Sari Pemogan Densel.

 ‘’Kemudian para pelaku dirapatkan ke Mako Kuta guna pengembangan lebih lanjut,’’ ujar Kapolsek.

Dari hasil introgasi, lanjut Kapolsek, para pelaku  mengakui perbuatannya, pelaku pertama berinisial RNR mengaku memukul beberapa kali ke arah muka korban, sebelum memukul korban, pelaku RNR sempat mengkrip leher korban. Pelaku kedua berinisial BA mengaku memukul ke arah muka korban tiga kali sampai keluar darah. Pelaku BA mengaku mengejar korban dengan membawa motor korban bermaksud mengembalikan motor milik korban namun tidak sengaja pelaku menabrak korban.

Barang yang diamankan, 1 unit Honda Beat milik pelaku yang tertinggal di TKP dan mengantar korban ke rumah sakit. Akibat perbuatan pengeroyokan tersebut, pelaku disangkakan Pasal 170 KUHP. (gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Modus Tukar Uang, Turis Iran Diduga Tipu Wisatawan di Bali

Published

on

By

penipuan wna
KONFERENSI PERS: Kapolres Gianyar AKBP Candra C Kesuma (tengah) saat memimpin konferensi pers, Sabtu (6/6/2026) di Mapolres Gianyar. (Foto: ist)

Gianyar, baliilu.com – Polisi Resort Gianyar berhasil mengamankan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Iran yang diduga melakukan penipuan dengan modus penukaran uang.

Kapolres Gianyar, AKBP Candra C Kesuma menyebut AFK adalah WN Iran diduga pelaku mengincar wisatawan dan memanfaatkan kelengahan korban saat melakukan transaksi penukaran mata uang asing.  AFK diduga menawarkan jasa penukaran uang kepada korban. Tapi, setelah transaksi dilakukan, jumlah uang yang diterima korban tidak sesuai dengan nilai yang sesuai.

“Pelaku menawarkan penukaran uang. Tapi, saat uang diserahkan jumlahnya tidak sesuai. Pelaku memanfaatkan korban yang tidak menghitung kembali uang yang diterima,” ucap Kapolres Candra di Mapolres Gianyar, Sabtu, 6 Juni 2026.

Kapolres Candra lanjut mengungkapkan bahwa pihaknya menduga kejahatan kali ini terindikasi dengan jaringan lain dan mengincar wisatawan-wisatawan yang tengah berlibur di wilayah Gianyar dan dilakukan tidak hanya satu kali. Pelaku mengambil kelengahan penukaran uang dalam jumlah besar. Polisi menemukan indikasi penggunaan identitas lain yang tidak sesuai dengan data diri pelaku.

AFK diketahui masuk Indonesia dengan visa turis. Pihaknya masih memburu pemilik identitas lain yang digunakan pelaku. “Kami masih melakukan pencocokan identitas dan melakukan pendalaman lebih lanjut terkait dokumen yng dipakai oleh pelaku AFK. Kami menemukan seorang pria dan seorang perempuan yang diduga terlibat dalam aksinya. Satu orang sudah diamankan, satu lainnya masih dalam pencarian,” ucap AKBP Candra.

Kapolres Candra menegaskan atas kasus ini pelaku AFK dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Dengan ancaman hukum maksimal 4 tahun penjara.  “Kami imbau kepada masyarakat jangan mudah percaya dengan penawaran penukaran uang secara langsung. Pastikan transaksi dilakukan di tempat yang resmi dan uang yang diterima agar bisa dihitung kembali di tempat penukarannya,” tutup AKBP Candra. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Respons Cepat Polsek Ubud Ungkap Kasus Pencurian di Resort, Pelaku diamankan Bersama Barang Bukti

Published

on

By

polsek ubud
UNGKAP KASUS: Unit Reskrim Polsek Ubud berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian yang terjadi di salah satu resort di wilayah Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Respons cepat jajaran Unit Reskrim Polsek Ubud berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian yang terjadi di salah satu resort di wilayah Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar belum lama ini.

Kasus tersebut dilaporkan oleh seorang wisatawan yang menginap di Ubud Nyuh Bali Resort. Korban kehilangan uang tunai sebesar 600 USD, 2.000 Rupee India, dan Rp 3.400.000 yang disimpan di dalam kamar nomor 6. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp.14.576.000.

Menindaklanjuti laporan korban, Polsek Ubud dengan Tim Opsnal yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu. I Made Julia Hendra, bersama personel Reskrim segera melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi berhasil mengamankan seorang pria berinisial UM (31 tahun), asal Banyuwangi.

Seijin Kapolres Gianyar, Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, S.Pd., M.H., menyampaikan apresiasi kepada anggotanya yang bergerak cepat dalam mengungkap kasus tersebut.

“Keberhasilan ini merupakan wujud komitmen Polsek Ubud dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke wilayah Ubud. Kami akan menindak tegas setiap bentuk tindak kriminalitas yang meresahkan masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar selalu meningkatkan kewaspadaan serta menjaga barang berharganya saat berada di tempat penginapan maupun lokasi wisata,” ujar Kapolsek Ubud, pada Minggu (7/6).

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 476 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun.

Apabila masyarakat mengalami kejadian serupa, agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian melalui Call Center 110 yang stand by 24 jam. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Respons Cepat Polsek Sukawati Ungkap Kasus Curanmor, Dua Residivis Diamankan Bersama 11 Sepeda Motor

Published

on

By

pencurian motor di sukawati
BB: Sebanyak 11 kendaraan sebagai barang bukti telah diamankan di Mapolsek Sukawati untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Polsek Sukawati berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 2 (dua) pelaku yang merupakan residivis serta menyita 11 unit sepeda motor hasil kejahatan dari berbagai lokasi di Kabupaten Gianyar dan Kota Denpasar.

Seijin Kapolres Gianyar, Kapolsek Sukawati Kompol I Nyoman Wiranata, S.H., menyampaikan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan korban yang kehilangan sepeda motor Honda Scoopy DK 5930 FBL dan satu unit handphone merk Redmi di proyek ruko Jalan Batuyang, Banjar Tangkeban, Desa Batubulan Kangin, pada 15 Mei 2026.

Berdasarkan laporan tersebut, Tim Opsnal Reskrim Polsek Sukawati dipimpin Kanit Reskrim dan Panit Opsnal segera melakukan proses penyelidikan.

Pada Kamis, 4 Juni 2026, ada informasi bahwa pelaku ada di wilayah Kedongan Kuta Selatan. Tim bergerak menuju lokasi dan berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku, yakni M. Mone (28) dan Timotius J. W. (22), keduanya berasal dari Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Saat dilakukan penggerebekan, petugas menemukan dan menyita 11 unit sepeda motor yang diduga hasil tindak pidana pencurian. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik serta pencocokan nomor rangka dan nomor mesin, salah satu kendaraan dipastikan merupakan milik korban yang dilaporkan hilang di wilayah Sukawati.

Mereka juga mengakui melakukan aksi serupa di sejumlah lokasi lain di wilayah Gianyar dan Denpasar.

Para pelaku menjalankan aksinya dengan cara mendorong sepeda motor keluar dari lokasi parkir sebelum membongkar sistem kelistrikan menggunakan obeng.

Selain mengamankan 11 unit sepeda motor dan satu unit handphone, polisi turut menyita satu buah obeng serta dua bilah senjata tajam jenis cudik yang diduga digunakan dalam menjalankan aksi kejahatan.

Saat ini kedua pelaku berikut seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolsek Sukawati untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya TKP lain maupun jaringan pelaku yang terlibat.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 477 KUHP tentang pencurian kendaraan bermotor. Polisi memastikan akan terus mendalami kasus tersebut mengingat para pelaku diketahui merupakan residivis kasus curanmor. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca