Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Buka Muscab Ke-11 LVRI Badung, Sekda Adi Arnawa: Keteladanan Veteran Berpengaruh Besar Dalam Membangun Bangsa Berkualitas

BALIILU Tayang

:

de
MUSCAB LVRI: Sekda Wayan Adi Arnawa membuka Muscab ke-11, LVRI Kabupaten Badung tahun 2021 di Kantor Desa Petang, Senin (13/9).

Badung, baliilu.com – Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) ke-11 Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Badung tahun 2021 di Kantor Desa Petang, Senin (13/9). 

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPD LVRI Provinsi Bali I Gusti Bagus Saputera, Danramil Petang Kapten Inf. I Nyoman Mudiasa mewakili Dandim 1611/Badung, Kadis Sosial Badung I Ketut Sudarsana, Camat Petang, Perbekel Petang, Perhimpunan Indonesia Tiongkok (INTI) dan perwakilan ranting kecamatan LVRI Badung.

Pada kesempatan tersebut diserahkan bantuan beras dari Perhimpunan INTI kepada veteran dan masker dari Kodim Badung. Secara khusus Sekda juga menerima buku dari Ketua DPD LVRI Bali.

Dalam sambutannya, Sekda Adi Arnawa merasa bangga dapat hadir sekaligus membuka Muscab LVRI Badung meskipun di masa pandemi Covid-19, tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Menurutnya, peranan legiun veteran sangat diperlukan dalam hal pendidikan nasionalisme terutama di lingkup keluarga. Berbagai perkembangan di masyarakat sangat membutuhkan perhatian, pemikiran dan masukan orang-orang yang memiliki pengalaman. Keteladanan dari para veteran di masyarakat amat berpengaruh besar dalam membangun bangsa yang berkualitas. 

Lebih lanjut dijelaskan, dulu para veteran berjuang menggunakan fisik dengan mengorbankan jiwa dan raganya. Namun sekarang dalam mengisi kemerdekaan, kita harus mampu menghadapi semua tantangan yang menghambat laju pembangunan. Salah satunya adalah tantangan mental dengan maraknya peredaran narkoba, termasuk tantangan menghadapi wabah Covid-19 saat ini.

“Tentu kita harus tetap semangat dan menjadikan pengalaman-pengalaman veteran sebagai panutan bagi generasi penerus, terutama dalam mengisi kemerdekaan. Kami berharap kepada seluruh anggota veteran, tetaplah semangat untuk terus mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa dan negara. Percayalah semangat, pengalaman dan kerja keras para veteran masih sangat diperlukan sebagai tuntunan kita semua untuk membawa bangsa dan negara ini ke arah yang lebih baik,” pintanya, seraya mengharapkan kegiatan Muscab LVRI ini dapat berjalan lancar sesuai harapan dan rencana yang telah ditetapkan.

Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD Badung, Bupati Giri Prasta Apresiasi Fraksi-fraksi DPRD Badung

Ketua Antar Waktu LVRI Badung I Gst. Ngr. Sandiartha melaporkan, keberadaan veteran yang dibentuk berdasarkan Kepres No. 103 Tahun 1957 dan ditetapkan dengan UU No. 15 Tahun 2012 sampai saat ini belum memiliki personil yang tetap dan pasti. Pengurus DPC LVRI Badung saat ini merupakan kepengurusan antar-waktu karena pengurus definitif, baik ketua dan beberapa pengurus lain meninggal dunia. Kepengurusan dilanjutkan dengan pengurus antar-waktu hingga tahun 2021.

Jumlah anggota veteran di Badung terdiri dari, veteran pejuang 696 orang, veteran pembela 62 orang dan veteran perdamaian 8 orang. Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Bupati Badung telah memberikan Sekretariat LVRI Badung di wilayah Dalung. Namun, pihaknya juga memohon dukungan dana agar program kerja LVRI dapat terlaksana dengan baik.

Ketua DPD LVRI Provinsi Bali I Gusti Bagus Saputera menjelaskan, Muscab adalah forum tertinggi dari sebuah organisasi. Dalam musyawarah akan adanya penyegaran pengurus baru, program kerja dan hal-hal yang menyangkut kemajuan organisasi. Di sisi lain dijelaskan, veteran adalah warga negara Indonesia yang tergabung dalam kesatuan bersenjata resmi yang telah berjuang membela kedaulatan NKRI atau yang telah gugur membela negara atau ikut dalam perdamaian dunia.

“Veteran adalah penghargaan pemerintah kepada warga negara yang telah berjasa untuk mempertahankan, membela kedaulatan NKRI,” terangnya.

Ada empat jenis veteran yaitu veteran pejuang kemerdekaan, veteran pembela (veteran Trikora, Dwikora, Seroja), veteran perdamaian, dan veteran anumerta yang telah gugur. Veteran di Bali akhir 2020 berjumlah 1.963, namun telah banyak yang meninggal sehingga tahun ini berjumlah 1.700 lebih.

Diungkapkan, Badung menjadi sentral revolusi fisik 45 dalam menghadapi Belanda, dimana pertempuran sengit mulainya terjadi di Badung baik melawan Jepang maupun Belanda serta tokoh pejuang umumnya lahir di Badung. Jadi Badung ini sangat strategis dan vital dalam revolusi fisik.

Baca Juga  Penutupan Bulan Bung Karno III, SMAN 1 Kuta Utara Raih Juara 2 Pidato Aktualisasi Nilai Pancasila

Sambutan Dandim 1611/Badung yang disampaikan Danramil Petang Kapten Inf. I Nyoman Mudiasa memberikan apresiasi tinggi atas jiwa dan semangat juang LVRI Badung sebagai pelaku sejarah yang tidak pernah surut menggelorakan jiwa pantang menyerah dan selalu menjunjung semangat juang yang tinggi. Perjuangan dari LVRI ini harus menjadi panutan bagi generasi penerus. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Polri Mutasi 146 Pati dan Pamen, Untung Widyatmoko Ditunjuk sebagai Kadivhubinter

Published

on

By

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Edison Isir memberikan keterangan pers terkait mutasi 146 Pati dan Pamen Polri.
Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Edison Isir, S.I.K., M.T.C.P. memberikan keterangan pers, Jumat (31/7). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Polri melakukan mutasi terhadap 146 personel Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) pada Juli 2026. Mutasi tersebut tertuang dalam dua Surat Telegram (ST) tertanggal 31 Juli 2026, yakni ST/1584/VII/KEP./2026 sebanyak 119 personel dan ST/1585/VII/KEP./2026 sebanyak 27 personel.

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Edison Isir, S.I.K., M.T.C.P., mengatakan mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang dilakukan untuk penyegaran organisasi, pembinaan karier, serta optimalisasi pelaksanaan tugas.

“Mutasi dan rotasi merupakan hal yang biasa dalam dinamika organisasi Polri. Ini merupakan bagian dari pembinaan karier personel sekaligus upaya penyegaran dan penguatan organisasi agar pelaksanaan tugas kepolisian dapat berjalan semakin optimal,” ujar Irjen Pol. Johnny Edison Isir, Jumat (31/7).

Dari 146 personel yang dimutasi, sebanyak 105 personel mendapatkan promosi atau flat. Rinciannya, satu personel menduduki jabatan PJU Mabes Polri, yakni Brigjen Pol. Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H., yang diangkat sebagai Kadivhubinter Polri.

Selanjutnya, terdapat 4 personel yang mendapatkan promosi jabatan IB/Irjen Pol., 24 personel promosi jabatan IIA/Brigjen Pol, 48 personel promosi jabatan IIB/Kombes Pol, 1 personel promosi jabatan IIB/Kapolrestabes/Tro/Ta, 12 personel promosi jabatan IIIA1/AKBP, serta 11 personel promosi jabatan IIIA2/Kapolres.

Dalam mutasi kali ini, terdapat pula 4 personel Polisi Wanita (Polwan) yang mendapatkan promosi, yakni Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.F. sebagai Karodokpol Pusdokkes Polri, AKBP Bestiana, S.I.K., M.M. sebagai Wadirbinmas Polda Sumsel, AKBP Riyana Purwasari, S.H., S.I.K., M.I.K. sebagai Kapolres Padang Pariyaman Polda Sumbar, serta AKBP Erma Rahayu Kusuma Ningrum, S.H., S.I.K., M.A. sebagai Kapolres Purworejo Polda Jateng.

Selain promosi dan flat, mutasi juga mencakup 6 personel selesai pendidikan, 1 personel berangkat pendidikan, 7 personel kukuh, serta 23 personel yang memasuki masa pensiun.

Baca Juga  Komitmen Jadikan Badung Zona Hijau, Wabup Suiasa Tinjau Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 di Desa Mekarbuana dan Desa Mambal

Kadivhumas menegaskan, setiap personel yang mendapat amanah dalam jabatan baru diharapkan dapat menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.

“Kami berharap seluruh personel yang mendapatkan amanah dalam jabatan baru dapat segera beradaptasi dan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Setiap jabatan adalah amanah yang harus dijalankan secara profesional, berintegritas, dan penuh tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Anak Nasional 2026 di Jembrana, Bupati Kembang Tegaskan Pentingnya Karakter dan Budaya di Era Teknologi

Published

on

By

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menghadiri Puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Gedung Kesenian Ir. Soekarno.
HADIRI HAN: Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan hadiri Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 yang berlangsung meriah di Gedung Kesenian Ir. Soekarno. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana menggelar acara Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 yang berlangsung meriah di Gedung Kesenian Ir. Soekarno. Kegiatan ini diikuti oleh para pelajar dari berbagai tingkatan, mulai dari SD, SMP, SMA/SMK, hingga siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Jembrana.

Peringatan HAN tahun ini diisi dengan beragam rangkaian kegiatan positif dan inklusif. Acara diawali dengan senam bersama yang diikuti seluruh peserta, dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial, serta penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba video edukatif.

Selain itu, pada momen ini juga dilaksanakan pelantikan kepengurusan Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Jembrana, sebagai wadah partisipasi anak dalam menyampaikan aspirasi dan pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tidak boleh sekadar menjadi momentum seremonial belaka, melainkan menjadi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya kepedulian terhadap tumbuh kembang anak.

“Peringatan ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa anak-anak adalah harapan dan masa depan kita. Tugas kita bersama adalah membentuk mereka menjadi pribadi yang baik, berkarakter, memiliki cita-cita tinggi, serta berani mencoba hal-hal baru,” ujar Bupati Kembang.

Menghadapi pesatnya perkembangan zaman, Bupati Kembang juga menyoroti perubahan pola belajar anak di masa depan yang makin akrab dengan teknologi. Menurutnya, adaptasi teknologi harus tetap berjalan selaras dengan penguatan identitas budaya lokal.

“Hari ini anak-anak kita mungkin masih belajar menggunakan buku. Ke depan, mereka akan lebih banyak belajar melalui ponsel, teknologi, hingga Artificial Intelligence (AI). Namun, harapan saya, kemajuan teknologi ini tidak boleh membuat mereka lupa atau keluar dari akar budaya dan tradisi kita,” tambahnya.

Baca Juga  Safari Gemarikan KKP dan Komisi IV DPR RI, Bupati Giri Prasta Paparkan Program Inovasi Fish Go dan Garbasari

Terakhir, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendidik dan mengimbau para orang tua untuk senantiasa memberikan pendampingan terbaik bagi anak-anak mereka dalam mengarungi era digital. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kolaborasi Lintas OPD Jadi Kunci Buleleng Raih Swasti Saba Padapa 2027

Published

on

By

Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Buleleng dihadiri jajaran OPD.
RAKOR: Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Buleleng, Kamis (23/7/2026) lalu. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng memperkuat langkah menuju penghargaan Swasti Saba Padapa Tahun 2027 melalui Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Buleleng, Kamis (23/7/2026) lalu. Pertemuan tersebut menghadirkan Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat Provinsi Bali bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan Forum Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Provinsi Bali dan Buleleng sebagai upaya menyamakan persepsi sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor.

Dikonfirmasi, Jumat (31/7), Ketua Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat Kabupaten Buleleng yang diwakili Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Buleleng, Arya Mataram menegaskan bahwa penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat sejatinya bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan membangun daerah yang mampu memberikan rasa nyaman, aman, dan sehat bagi masyarakat.

“Penilaian Kabupaten/Kota Sehat bukan sebuah ajang perlombaan. Ini adalah langkah bersama untuk mewujudkan Kabupaten Buleleng yang memberikan kenyamanan, keamanan, dan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Penghargaan hanyalah konsekuensi dari kerja bersama yang dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Mataram.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat tidak dapat dibebankan kepada satu perangkat daerah saja. Program ini merupakan gerakan lintas sektor yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh OPD, pemerintah desa, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa penghargaan Swasti Saba diberikan setiap dua tahun sekali pada tahun ganjil. Oleh karena itu, tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Buleleng untuk melakukan penguatan kelembagaan, melengkapi data dukung, serta meningkatkan capaian pada sembilan tatanan Kabupaten/Kota Sehat sebagai bekal menghadapi penilaian tahun 2027.

“Waktu kita tidak panjang. Tahun ini adalah masa pembenahan. Seluruh OPD harus bergerak bersama karena setiap tatanan memiliki indikator yang saling berkaitan. Kolaborasi menjadi kunci untuk meningkatkan nilai Kabupaten Buleleng sehingga mampu meraih penghargaan Swasti Saba pada tahun 2027,” katanya.

Baca Juga  Komitmen Jadikan Badung Zona Hijau, Wabup Suiasa Tinjau Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 di Desa Mekarbuana dan Desa Mambal

Kabid Mataram juga mengingatkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam penilaian sebelumnya bukan hanya pada pelaksanaan program, tetapi juga kualitas bukti dukung, validasi data, serta koordinasi antar-OPD. Karena itu, ia mendorong seluruh perangkat daerah menjadikan Kabupaten/Kota Sehat sebagai bagian dari budaya kerja, bukan sekadar kegiatan yang dilakukan menjelang penilaian.

Rapat koordinasi tersebut juga menjadi forum evaluasi terhadap capaian Kabupaten Buleleng pada penyelenggaraan KKS sebelumnya. Berdasarkan hasil verifikasi tingkat pusat tahun 2025, beberapa indikator masih memerlukan penguatan agar seluruh tatanan mampu memenuhi standar penilaian Swasti Saba.

Sementara itu, Ketua Forum Kabupaten/Kota Sehat Provinsi Bali, Dewa Alit, mengajak seluruh anggota Tim Pembina, Forum KKS, dan perangkat daerah untuk menjaga semangat kolaborasi dalam mengejar target penghargaan Swasti Saba Padapa.

Menurut Dewa Alit, peluang Buleleng untuk meraih penghargaan tersebut sangat terbuka apabila seluruh pihak mampu bekerja lebih terintegrasi, memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap indikator didukung data yang valid.

“Target untuk Buleleng sudah semakin dekat. Karena itu saya mengajak seluruh OPD, Forum KKS, kecamatan hingga desa untuk bergerak dalam satu irama. Kabupaten/Kota Sehat bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan atau Bappeda, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah. Dengan kolaborasi yang solid, saya optimistis Buleleng mampu mencapai penghargaan Swasti Saba Padapa pada tahun 2027,” ujar Dewa Alit.

Ia menambahkan, setiap perangkat daerah memiliki kontribusi strategis sesuai tugas dan fungsi masing-masing dalam memenuhi indikator sembilan tatanan Kabupaten/Kota Sehat yaitu 1. Tatanan kehidupan masyarakat sehat dan mandiri, 2. Tatanan permukiman dan fasilitas umum, 3. Tatanan satuan pendidikan, 4. Tatanan pasar, 5. Tatanan perkantoran dan perindustrian, 6. Tatatan pariwisata, 7. Tatanan transportasi dan dan tertib lalu lintas di jalan, 8. Tatanan perlindungan sosial, 9. Tatanan penanggulangan bencana. Selain itu penilaian utama KKS masyarakat memiliki jamban. ”Capaian Open Defecation Free atau stop buang air besar sembarangan baru mencapai 90% di tahun 2025, kalau di Swastisaba kita sudah kategori Padapa, namun ada indikator lainnya yang harus dipenuhi,” terangnya.

Baca Juga  Safari Gemarikan KKP dan Komisi IV DPR RI, Bupati Giri Prasta Paparkan Program Inovasi Fish Go dan Garbasari

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Buleleng, Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat Provinsi Bali, Forum Kabupaten/Kota Sehat, serta seluruh pemangku kepentingan, diharapkan penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat tidak hanya mampu meningkatkan nilai penilaian, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang semakin bersih, aman, nyaman, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Buleleng. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca