Connect with us

BUDAYA

Wujud Bakti kepada Hyang Siwa Pasupati di Gunung Semeru, Bupati Giri Prasta Pimpin Upacara Bakti Penganyar Pemkab Badung

BALIILU Tayang

:

de
BAKTI PENGANYAR: Bupati Giri Prasta saat menghadiri bhakti Penganyaran Pemkab Badung serangkaian Karya Pujawali Krama tahun 2021 di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Lumajang Jawa timur, Selasa (29/6).

Badung, baliilu.com – Serangkaian Karya Pujawali Krama tahun 2021 di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Lumajang Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Badung dipimpin langsung oleh Bupati Nyoman Giri Prasta melaksanakan bhakti Penganyaran, Selasa (29/6).

Dalam upacara yang dipuput oleh tapini karya Ida Pedanda Istri Rai Keniten Griya Ketewel tersebut, Bupati Giri Prasta turut menghaturkan punia sebesar Rp 50 juta yang diterima langsung oleh Romo Pandita Mangku Pura Mandara Giri Semeru Agung, Lumajang.

Di sela-sela mengikuti prosesi penganyaran, Bupati Giri Prasta menyampaikan, sudah menjadi kewajiban/swadarma bagi Pemkab Badung beserta 8 kabupaten kota yang ada di Bali untuk menghaturkan bakti penganyar di pura terbesar yang ada di Jawa Timur tersebut. “Ida Betara Hyang Siwa Pasupati yang melingga di Semeru Agung memiliki 3 putra di Bali, pertama Ida Betara Gni Jaya melingga di Lempuyang, kedua Ida Betara Putrajaya melingga di Gunung Agung dan Ida Dewi Danu melingga di Batur, oleh sebab itu sudah menjadi kewajiban bagi 9 kabupaten kota yang ada di Bali untuk menghaturkan bhakti penganyaran dalam setiap piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung,” ujarnya.

Bupati Giri Prasta menambahkan keberadaan Pura Mandara Giri Semeru Agung Lumajang erat kaitannya dengan pancatirta/lima pendeta suci yang ada di Bali yakni Brahma Panditha, Mpu Semeru, Mpu Ghana, Mpu Kuturan, dan Mpu Bharadah. Itulah yang melatarbelakangi mengapa Krama Hindu Bali berkewajiban ngaturang sembah bakti ke pura tersebut. “Kelima pandita inilah yang menurunkan semua klan yang ada di Bali, termasuk kita semua yang tangkil hari ini di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Lumajang,” jelasnya.

Bupati Giri Prasta di Pura Mandara Giri Semeru Agung

Sementara itu, Ketua PHDI Kabupaten Lumajang Edi Sumianto mengatakan, sesuai dengan hasil rapat dengan panitia yang ada di Bali memutuskan bahwa piodalan dijalankan seperti biasa yaitu selama 11 hari, mulai dari tanggal 24 Juni sampai dengan tanggal 4 Juli mendatang, tetapi karena masih dalam situasi pandemi Covid-19 panitia membatasi pemedek penganyar dari masing-masing kabupaten yang akan melaksanakan persembahyangan dengan rata-rata 250 orang setiap harinya. “Terima kasih kami haturkan kepada bapak Bupati Badung beserta jajaran yang sudah melaksanakan bhakti penganyaran dan sekaligus menghaturkan punia kehadapan Ida betara yang berstana di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Lumajang hari ini,” jelas Edi Sumianto. (bt)

Baca Juga  Tingkatkan Kompetensi ASN, Bupati Giri Prasta Paparkan Rencana Aksi Pengembangan SDM Kabupaten Badung

Advertisements
idul fitri pemprov bali

BUDAYA

Pantau Upacara Ngaben, Danramil Gianyar Ingatkan Prokes dan Bagikan Masker

Published

on

By

eka
PANTAU UPACARA PENGABENAN: Danramil 1616-01/Gianyar Kapten Inf Hengky Histoveri saat memantau langsung kegiatan upacara pengabenan di Desa Adat Geria Sakti, Banjar Kabetan Kelod, Desa Bakbakan Gianyar, Kamis (29/07/2021).

Gianyar, baliilu.com – Kegiatan ngaben bagi masyarakat Bali khususnya di Gianyar merupakan ritual yang penting untuk dilaksanakan. Di saat Pandemi Covid-19 kegiatan ngaben tetap dilaksanakan namun juga harus berpedoman kepada protokol kesehatan (Prokes) agar kegiatan upacara ngaben tetap berjalan aman dan lancar.

Danramil 1616-01/Gianyar Kapten Inf Hengky Histoveri menyampaikan, di saat Pandemi Covid-19 kegiatan ngaben tetap dilaksanakan namun juga harus berpedoman kepada protokol kesehatan, saat memantau langsung kegiatan upacara pengabenan di Desa Adat Geria Sakti, Banjar Kabetan Kelod, Desa Bakbakan Gianyar, Kamis (29/07/2021).

Danramil bersama Camat Gianyar I Wayan Widana dan Kapolsek Gianyar Kompol I Gusti Ngurah Yudistira pada kesempatan tersebut juga menyerahkan sejumlah masker yang nantinya dapat dimanfaatkan selama pelaksanaan upacara ngaben. Bantuan masker tersebut diserahkan kepada Bendesa Adat Geria Sakti, Ida Bagus Putu Gargita.

“Kita berharap dengan bantuan masker ini akan bermanfaat untuk melindungi diri serta mencegah penyebaran Covid-19,” kata Danramil.  

Bendesa Adat Geria Sakti Ida Bagus Putu Gargita, menyampaikan terima kasih atas perhatian Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Gianyar yang telah datang untuk melihat pelaksanaan upacara pengabenan di Desa Adat Geria Sakti, Kabetan Kelod, Bakbakan.

Matur suksma kepada bapak-bapak semua atas perhatiannya pada pelaksanaan upacara ngaben di Desa Adat Geria Sakti,” ungkapnya seraya mengatakan sejauh ini pelaksanaan rangkaian upacara ngaben dapat berjalan aman dan lancar serta senantiasa untuk mengingatkan krama desa adat terkait penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 saat ini. (eka)

Advertisements
idul fitri pemprov bali
Baca Juga  Mudahkan Pemantauan Masyarakat Positif Covid-19, Badung Siapkan Tempat Isolasi Terpusat
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Giri Prasta Hadiri “Karya Pitra Yadnya” di Banjar Ubud, Desa Getasan Petang

Published

on

By

eka
PITRA YADNYA: Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri karya pitra yadnya/nyekah, krama Banjar Adat Ubud Desa Getasan, Kecamatan Petang, bertempat di wantilan Pura Hyang Api Getasan, Rabu (28/7).

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi anggota DPRD Provinsi Bali I Bagus Alit Sucipta, Anggota DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara, IGA Inda Trimafo, Camat Petang I Wayan Darma, Perbekel Getasan I Wayan Suandi menghadiri  karya pitra yadnya/nyekah, krama Banjar Adat Ubud Desa Getasan, Kecamatan Petang, bertempat di wantilan Pura Hyang Api Getasan, Rabu (28/7/2021).

Dalam kesempatan ini Bupati Giri Prasta memberikan punia secara pribadi  sebesar Rp 15.000.000, masing-masing anggota DPRD Rp 5.000.000 dan Perbekel Desa Getasan Rp 2.500.000.

Bupati Giri Prasta dalam sembrama wacana-nya merasa bangga, karena krama Banjar Ubud sudah melaksanakan yadnya utama yaitu memukur sebagai dharmaning leluhur, ditengah mewabahnya Covid-19 dengan tetap mematuhi prokes ketat. Bupati menyadari kondisi saat ini dapat disebut “sabsab gering merana” dengan adanya wabah Covid-19.

“Wabah ini adalah milik semesta dan kami di Badung sudah melaksanakan upaya niskala dengan upacara nangluk merana. Secara sekala mengimbau masyarakat tetap melaksanakan prokes, melakukan tracing, testing, treatment, vaksinasi serta memenuhi kecukupan oksigen,” terangnya.

Selain itu Bupati juga memberikan BLT kepada masyarakat Badung. “Saya mengambil kebijakan politik, out of the box, keluar dari zona nyaman. Meskipun sedikit ini wujud perhatian pemerintah kepada krama. Artinya wujud sayang tiang ke krama metu saking manah suci ning nirmala anggen krama sareng sami,” imbuhnya.

Mengenai karya pitra yadnya ini, atas nama Pemerintah  Kabupaten Badung, bupati sangat mendukung karena melalui karya ini sebagai sebuah tanggung jawab dari pemilik sawa untuk menyucikan atma setelah diaben menjadi pitara dan melinggih di merajan rong tiga menjadi Dewa Hyang Guru. Karya pitra yadnya dapat disebut memukur kinembulan yang dilakukan bersama-sama dan bergotong-royong. Diharapkan kepada keluarga pemilik sawa khususnya dapat mengikuti setiap rangkaian upacara dengan baik. Seperti ngangget don bingin, murwa daksina, meprelina, meajar-ajar hingga ngelinggihan. “Ini sebuah proses yang harus diikuti guna mengantarkan atma menuju surga,”ungkap Giri Prasta.

Baca Juga  Rakor dengan Gubernur, Giri Prasta Harapkan Ada Manajemen Oksigen untuk Kebutuhan Masyarakat

Sementara itu ketua panitiak karya I Gede Arsadi menyampaikan terimakasih kepada murdaning jagad Badung yang telah berkesempatan hadir dan memberikan darma wacana terkait karya nyekah yang dilaksanakan, mudah-mudahan karya ini bisa berjalan labda karya,“ujarnya.

Lebih lanjut panitia karya melaporkan bahwa upacara ini di ikuti 29 sawa, metelubulanan 42 dan metatah 37 orang serta sumber dana dikeluarkan swadaya masing-masing Rp 5.000.000 per sawa,”ungkapnya.

Dimasa PPKM Level 4, pelaksanaan karya sudah menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat. (gs)

Advertisements
idul fitri pemprov bali
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Hadiri Karya Ngenteg Linggih di Pura Dalem Desa Adat Plaga, Bupati Giri Prasta Imbau Masyarakat Tetap Taati Prokes

Published

on

By

de
KARYA NGENTEG LINGGIH: Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, Padudusan Alit Medasar Tawur Panca Rupa di Pura Dalem Desa Adat Plaga, Kecamatan Petang, Rabu (28/7).

Badung, baliilu.com – Rahina Buda Kliwon, Sasih Karo Wuku Ugu Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta beserta istri Nyonya Seniasih menghadiri Karya Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, Padudusan Alit Medasar Tawur Panca Rupa di Pura Dalem Desa Adat Plaga, Kecamatan Petang, Rabu (28/7). Upacara yang di-puput Ida Pedanda Putra Pemaron Sidemen dan Ida Pedanda Gede Dharma Kerti Grya Buda Batuan ini turut dihadiri Anggota DPRD I Gusti Lanang Umbara, IGA Inda Trimafo, MDA, PHDI, Camat Petang I Wayan Darma, Tripika Kecamatan, Perbekel Desa Plaga I Made Ordin serta masyarakat Desa Adat Plaga.

Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta melaksanakan prosesi mendem pedagingan di Pura Dalem dan melaksanakan persembahyangan bersama.

Dalam sembrama wacana Bupati Giri Prasta mengucapkan terimakasih kepada masyarakat setempat karena sudah ngayah dengan tulus ikhlas. Saat masa pandemi sekarang ini, bupati juga meminta agar tetap melaksanakan protokol kesehatan dan dijaga karena di Kabupaten Badung ini khususnya di Kecamatan Petang sudah zona hijau, dan bagi masyarakat yang belum divaksin agar segera mengikuti vaksinasi.

Bupati Giri Prasta berpesan kepada masyarakat Desa Adat Plaga dalam setiap kegiatan keagamaan yang dilakukan di wilayahnya hendaknya dilakukan dengan rasa tulus ikhlas dan semangat gotong-royong untuk menyukseskan pelaksanaan upacara tersebut. “Saya minta masyarakat Desa Adat Pelaga untuk selalu mengedepankan semangat persatuan didasari oleh rasa tulus ikhlas dan gotong-royong dalam setiap kegiatan yang dilakukan di Desa Adat Plaga. Saya ingin kita semua menciptakan jembatan emas bagi generasi muda kita di masa mendatang, mari wariskan generasi muda kita dengan hal-hal yang baik,” ungkapnya.

 Sementara itu Panitia Karya I Ketut Budayasa yang dikenal dengan panggilan Ketut Kubu mewakili krama setempat mengucapkan terimakasih kepada Guru Wisesa dalam hal ini Bapak Bupati Badung karena telah berkenan hadir dan menyaksikan rangkaian upacara pada hari ini. Lebih lanjut Ketua Panitia Karya melaporkan terkait dudonan Karya Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, Padudusan Alit Medasar Tawur Panca Rupa di Pura Dalem Desa Adat Plaga. Hari ini Buda Kliwon Ugu tanggal 28 Juli dilaksanakan Tawur Panca Rupa, Melaspas Rsi Gana lan Mendem Pedagingan, Redite Wage Wayang tanggal 1 Agustus dilaksanakan Melasti, Mendak Agung dan selanjutnya Saniscara Kliwon Wayang tanggal 7 Agustus dilaksanakan puncak Karya Ngenteg Linggih Ngingkup. (gs)

Baca Juga  Tingkatkan Kompetensi ASN, Bupati Giri Prasta Paparkan Rencana Aksi Pengembangan SDM Kabupaten Badung

Advertisements
idul fitri pemprov bali
Lanjutkan Membaca